Archive for the 'Refleksi' Category

Jun 01 2012

Dasar Negara Indonesia Adalah Allah

Published by under Refleksi

Memang cukup mengejutkan juga apa yang disampaikan oleh Dr Eggi Sudjana SH MSi dalam talkshow di TV swasta malam itu. Beliau menyebutkan bahwa kalau dicermati, ternyata justru negara Indonesia ini secara hukum bukanlah berdasarkan Pancasila. Sebaliknya, di dalam UUD 45 malah ditegaskan bahwa dasar negara kita adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dan sesuai dengan Preambule atau Pembukaan UUD 1945, Tuhan yang dimaksud tidak lain adalah Allah subhanahu wata'ala. Sehingga secara hukum jelas sekali bahwa dasar negara kita ini adalah Islam atau hukum Allah SWT.

Pernyataan itu muncul saat berdebat dengan Abdul Muqsith yang mewakili kalangan AKK-BB. Saat itu Abdul Muqsith menyatakan bahwa Indonesia bukan negara Islam, bukan berdasarkan Al-Quran dan hadits, tetapi berdasarkan Pancasila dan UUD 45.

Continue Reading »

No responses yet

May 03 2012

Man Jadda Wa Jadda

Published by under Refleksi

Berangkat dari suatu keprihatinan terhadap kondisi seseorang yang butuh akan motivasi dalam menjalani hidup, maka makalah yang sederhana ini dengan mengambil suatu tema “Man Jadda Wa Jada” (barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka pasti akan berhasil). Begitulah pepatah mengatakan. Dengan kesungguhan tentunya apa yang dicita-citakan akan tercapai. Dengan harapan setelah dibuatnya makalah ini, motivasi kita dalam menjalani hidup ini akan semakin bertambah dan menjadi lebih baik.

Man Jadda Wa Jada, sebuah ungkapan yang mulai sering terdengar dalam kehidupan kita. Sepenggal mantra sakti yang memiliki makna yang kuat dan mampu memberikan semangat dalam kehidupan kita. “Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil”, begitulah arti ungkapan Arab ini. Man Jadda Wa Jada ini memanglah bukan hadits, tetapi sangatlah sesuai dan selaras dengan sunnatullah. Sebuah ketetapan yang mengisyaratkan manusia bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum selama kaum tersebut tidak berusaha merubahnya sendiri.

Kata kunci dalam pepatah ini ialah jadda atau bersungguh-sungguh.

Jadi, sejauh mana Anda sudah mengaplikasikan pepatah ini ialah sejauh mana Anda bersungguh-sungguh.

Mengukur Man Jadda Wa Jada Pada Diri Anda

Silahkan Anda periksa pertanyaan berikut dan jawablah dalam hati Anda. Silahkan Anda ukur diri Anda tanpa dalih tanpa alasan (jika bersungguh-sungguh ingin maju).

Sudahkah Anda bersungguh-sungguh melihat peluang. Coba lihat catatan Anda, sudah seberapa banyak potensi peluang yang Anda catat?

Seberapa dalam Anda meneliti sebuah ide ?

Seberapa banyak ide-ide yang sudah Anda lakukan?

Sudah berapa kali Anda gagal dan bangkit lagi mencoba?

Seberapa keras Anda mencari solusi masalah Anda?

dan sebagainya.

Continue Reading »

No responses yet

May 02 2012

Jaga Rasa Suka Pada Pasangan

Published by under Refleksi

“Konsentrasikan ingatan anda. Hadirkan semua sisi kebaikan pasangan anda selama ini. Kumpulkan semua sisi positif pasangan anda”, demikian kalimat perintah sang motivator kepada para peserta Pelatihan Wonderful Family di Kota Makassar.

“Waktu anda tiga menit untuk menuliskan semua sisi kebaikan dan sisi positif pasangan anda. Silakan mulai menulis !” lanjutnya. Sekitar 100 pasangan suami isteri peserta Pelatihan tersebut segera menulis di atas kertas yang telah disediakan panitia.

Satu menit berlalu. Peserta serius mengingat kebaikan pasangan untuk dituliskan. Dua menit berlalu. Beberapa peserta tampak sudah selesai menulis. Tak ada lagi kalimat yang akan dituliskan. Tiga menit sudah, waktu untuk peserta habis.

“Waktu habis. Silakan berhenti menulis”, ungkapnya. “Sekarang hitung berapa poin kebaikan pasangan yang berhasil anda hadirkan dalam tiga menit ini”. Tampak para peserta menghitung poin yang barusan selesai mereka tuliskan.

Continue Reading »

No responses yet

Apr 17 2012

Belajar Konsistensi pada Air

Published by under Refleksi

Tradisi peringatan Milad Universitas Islam Indonesia ke-69 yang telah dibuka oleh Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec, diawali sarasehan bersama dengan keluarga pendiri, mantan pimpinan, alumni, pensiunan dan pimpinan di Auditorium Kahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII diharapkan tidak hanya menjadi sebuah rutinitas yang sarat dengan muatan seremonial. Akan tetapi yang paling penting adalah, bagaimana menjadikan momentum Milad sebagai sarana untuk melakukan kilas balik, perenungan, sekaligus introspeksi serta evaluasi atas konsistensi untuk senantiasa mengasah kepekaan nurani, terhadap berbagai bentuk problematika sosial yang terjadi di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Alangkah baiknya kita merefleksikan kembali konsistensi UII dengan belajar pada sifat-sifat air. Barangkali sebagian di antara kita juga sudah pernah merenungkan tentang bagaimana sifat-sifat air dan apa yang bisa kita ambil pelajaran dari air. Continue Reading »

No responses yet

Mar 17 2012

Building Solid Groundwork Towards a World-Class University

Published by under Refleksi

Kita dapat memahami bahwa makin tinggi sebuah gedung bertingkat (multi-stories building) harus makin kuat fondasinya, dan perlu diingat pula bahwa fondasi yang kuat dibangun sebelum membangun gedungnya. Bangunan Visi Universitas Islam Indonesia (UII) yang menyebutkan “….setara dengan Negara Negara maju” yang berarti masuk dalam world class university, akan sulit terealisasi jika UII belum dapat membangun sistem pengelolaan yang sesuai sebagai fondasinya. Sistem yang dibangun seyogyanya mengacu pada Key Characteristic of World Class University yang termuat dalam buku The Challenge of Establishing World-Class Universities (Jamil Salmi, 2009) dan secara konsisten selalu dimonitor. Continue Reading »

No responses yet

Feb 22 2012

Petuah dari Sang Guru

Published by under Refleksi

Kakang Kawah Adi Ari-ari

Tak terasa jalan dibelakang kita telah panjang
rerumputan di sekitar tersebak karena pijakan
batu batu kerikilpun telah terserak kepinggir
kakipun mengeras kepayahan
tangan serta tubuh berkeringat menahan lekat kekoloran waktu
belum tibakah saat kita berhenti menghitung hasil?

Kakang Kawah Adi Ari-ari
Kita pernah melalui masa bayi masa bocah
disayang disanjung dan banyak diharap
tangan kita saat ini sangat indah, montok dan harum
telapak kaki masih sangat lentur belum terbiasa dengan kerasnya laku dosa
mulut kita cantik dan mungil secantik kata yang keluar
hati kita putih bagaikan salju memancar dalam senyum semerkah mawar
tiada prasangka buruk tiada niat jahat
apa karena itu orang sayang kepada kita kang? Continue Reading »

No responses yet

Feb 17 2012

Strategi Pengembangan Bidang Ilmu MIPA Sebagai Ilmu Dasar

Published by under Refleksi

Kemajuan pembangunan IPTEKS erat kaitannya dengan bidang MIPA sebagai ilmu dasar. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa pengembangan teknologi tinggi berbasis pada ilmu-ilmu dasar. Bidang ilmu MIPA meliputi Matematika, Biologi, Kimia dan Fisika, sedangkan bidang ilmu teknik, kedokteran, farmasi, pertanian dan sebagainya merupakan terapan dari bidang ilmu MIPA. Continue Reading »

No responses yet

Jan 24 2012

Ustadz Ulbab

Published by under Refleksi

Ulbab 105

---

Ulbab 104

---

Ulbab 103

---

Continue Reading »

No responses yet

Jan 17 2012

Menumbuhkembangkan Perbankan Syariah

Published by under Refleksi

Perbankan syariah atau perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang implementasinya menggunakan hukum Islam (syariah). Dua faktor yang mendorong lahirnya sistem tersebut. Agama Islam melarang untuk meminjamkan atau memungut pinjaman dengan mengenakan bunga pinjaman (riba). Islam juga tidak menghendaki adanya investasi pada usaha-usaha berkategori terlarang (haram). Sistem perbankan konvensional memang memungkinkan terjadinya kedua hal tersebut di atas. Sebuah bank konvensional dapat saja mendanai suatu proyek yang berhubungan produksi makanan dan minuman haram dengan skema pinjaman bersuku bunga tinggi. Continue Reading »

No responses yet

Jan 02 2012

Sugeng Taun Enggal 2012

Published by under Refleksi

Masa lalu adalah sejarah,

hari ini adalah goresan,

hari esok adalah harapan.

Selamat datang tahun baru 2012.

Seiring dengan perginya kenangan,

menyambut harapan.

Selamat tinggal kenangan,

selamat datang harapan.

Ya  Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,

Aku tahu bahwa aku harus berhati-hati dengan kebiasaan membesar-besarkan keragu-raguan

Keragu-raguan telah menjadikan banyak orang berbakat-lamban seperti siput yang pengeluh, mudah tersinggung dan menyalahkan orang lain

Apapun masalahku dan seperti apapun sakit hatiku, aku harus segera bangkit, karena bisa saja Engkau memberikan masalah yang amat sangat besar, agar aku melihat semua keragu-raguanku selama ini ternyata kecil dan tidak berarti

Ya Allah, aku mohon Engkau menguatkan keyakinanku mulai hari ini untuk tidak memanjakan keraguan, agar ringan langkahku, lapang dadaku, renyah tawaku, dan agar aku berani memulai segala sesuatu bagi kehidupan untuk menuju sukses dan bahagia

Aamiin

No responses yet

Next »