Archive for the 'Kiprah' Category

Mar 17 2012

Prof. Dr. Ir. H. Hari Purnomo, MT: Saya tidak Salah Pilih Menjadi Dosen

Published by under Kiprah

TERCATAT sebagai Guru Besar UII ke-13 merupakan rahmat yang tak terhingga bagi Prof. Dr. Ir. H. Hari Purnomo, MT. Sebab seandainya tidak mengindahkan, permintaan Ir. Hudaya, MM menjadi pengajar (dosen) dapat dipastikan dia akan jadi pekerja di salah satu perusahaan di luar Jawa. Sebab pria kelahiran Lumajang, Jatim, 3 Januari 1964 yang menamatkan SD-SMA di Lumajang, memiliki cita-cita bekerja di perusahaan. Continue Reading »

No responses yet

Aug 17 2011

Drs. H.Wimran Ismaun Mengabdi untuk Daerah

Published by under Kiprah

SOSOK Drs. H. Wimran Ismaun adalah ideal dan dapat dikatakan sukses meniti karir. Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) berhasil meniti karir dari staf calon pegawai tetap di Bank Dagang Negara (BDN) di tahun 1985 kini menapaki karir sebagai Direktur Utama Bank Bengkulu (Bank Pembangunan Daerah Bengkulu). Anak daerah yang lahir di Manna, Bengkulu Selatan, 23 Agustus 1957, setelah melanglang buana berkeliling nusantara atas tugasnya di BDN yang kemudian merger menjadi Bank Mandiri, akhirnya mengabdi untuk daerah, diserahi amanah memimpin Bank Bengkulu. Continue Reading »

No responses yet

Jun 17 2011

Alumni FH UII Diberi Amanah Menjadi Bupati Sragen

Published by under Kiprah

ALUMNI Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) kembali menorehkan tinta emasnya setelah sukses menjadi Wakil Bupati Sragen, terhitung sejak 4 Mei 2011, Agus Fatchurrahman memegang amanah Bupati Sragen menggantikan pendahulunya Untung Wiyono. Agus Fatchurrahman dilantik Gubernur Jateng Bibit Waluyo bersama wakil Bupati Sragen H. Daryanto, SH Continue Reading »

No responses yet

Mar 17 2011

Mendapat Kemudahan Proses Guru Besarnya Cepat

Published by under Kiprah

Bagi Prof. Ir Mochammad Teguh, MSCE, Ph.D, disadari betul bahwa pencapaian gelar tertinggi akademik berupa Guru Besar atau Profesor itu adalah rahmat dari Allah SWT. Demikian pula proses pengajuan yang termasuk cepat, tidak lepas dari pertolongan Yang Maha Kuasa. Kebetulan saja saya sudah mempersiapkan sejak awal, dan ditunjang proses yang tepat. Misalnya, ketika pengajuan ke Dirjen Dikti, pas waktu itu ada rapat penilaian angka kredit untuk semua usulan guru besar. Soalnya sidang tersebut tidak setiap bulan, biasanya tiga bulan sekali. “Kebetulan dokumen pengajuan yang saya kirimkan, bertepatan dengan akan dilakukannya rapat tersebut, sehingga kesannya proses pengajuan Guru Besarnya cepat,” papar Prof. Teguh.

Teguh menjelaskan, sebenarnya ada dua tahapan yang perlu dijalani yaitu proses penyiapan materi dan proses administrasi.  Secara materi Teguh tidak mengalami kendala yang berarti.  Karena dituntut menulis dengan kualitas tulisan yang terukur (diperiksa 3 Profesor sebelum dikirimkan), lama-lama tulisannya terkumpul dan mendapatkan apresiasi yang baik dari pihak lain, tuturnya. Hampir semua karya ilmiah yang diajukan untuk usulan guru besar ditulis dalam bahasa Inggris, menurut Teguh hal ini dikarenakan dirinya sudah terlanjur belajar bahasa Inggis jadi naskah-naskah yang dipublikasi di Indonesia (setelah lulus PhD) ditulis semuanya dalam bahasa Inggris, baik yg diterbitkan di jurnal terakreditasi juga di prosiding konferensi.

Dari semua karya ilmiah yang saya ajukan untuk usulan guru besar berbahasa Inggis kecuali satu tulisan yang berbahasa Indonesia yang saya tulis sebelum kuliah S3. Faktor inilah yang menurut tim penilai, apresiasinya sangat baik terhadap karya ilmiah yang diajukan, ungkapnya membagi pengalaman. Sekarang setiap permintaan naskah dari jurnal terakreditasi selalu minta ditulis dalam bhs Inggris, tambahnya.

Mochammad Teguh, lahir di Kudus, 5 Agustus 1958, tercatat Dosen Negeri DPK pada Jurusan Teknik Sipil FTSP UII dengan  jabatan akademik  Pegawai Utama Golongan  IV-E. Sebelum menjadi dosen, Muchammad Teguh memilih kuliah di jurusan Teknik Sipil UII, dan berhasil lulus tahun 1985. Kemudian meneruskan pendidikan lanjut (S-2) di Structures Department of Civil Engineering the University of the Philippines, Manila, dan meraih MSCE tahun 1990, dan gelar Ph.D dari Department of Civil and Environmental Engineering, The University of Melbourne, Australia, menyelesaikan S-3nya tahun 2007.

Dia menjadi Asesor Sertifikasi Dosen Bidang Teknik, Direktorat Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, 2009-sekarang, Kepala Laboratorium Mekanika Rekayasa dan Struktur, JTS, FTSP, UII, 2009-sekarang. Pernah menjadi Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UII 1998-2002, Kajur Teknik Sipil FTSP UII 1990-1992.

Penghargaan yang pernah diperoleh dari World Bank (2007), University of Melbourne Australia (2007), Karya Siswa Program Ph.D dari Rektor UII (2002-2006), Dosen Teladan dari Mendikbud (1994). Tercatat sebagai anggota Concrete Institute Australia, Anggota Earthquake Engineering Group CEE Department University of Melbourne, sejak 2002, Anggota Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI), 1990-1992, dan Anggota Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) sejak 19986 – sekarang.

Tentu saja dukungan keluarga terutama istri Ir. Fadillawaty Saleh, MT’ yang saat ini sedang menyelesaikan PhD Program di Victorian University, Melbourne, Australia, dan ketiga orang putranya, Fadhil Rusyda Muhammad, Faiz Ihsan Muhammad, dan Fauzan Nuha Muhammad sangat besar untuk memotivasi meraih jabatan akademik tertinggi sebagai guru besar.  Perjuangan berat untuk meraih prestasi ini tentu sangat mendalam dirasakan oleh keluarga, sehingga mereka pun selalu teringat atas perjuangan itu untuk dijadikan inspirasi bagi mereka dalam meraih keberhasilan di masa-masa yang akan dating/ “Semoga Allah SWT selalu memberikan petunjuk dan bimbinganNya kepada kami khususnya untuk meraih sesuatu yang lebih baik dari hari ini. Amin,” doa Teguh.

Meskipun menjabat struktural dan memiliki kesibukan sebagai reviewer Dikti, reviewer jurnal terakreditasi dan Jurnal Teknik Sipil (ITS), ketua dewan redaksi Jurnal Rekayasa Sipil, reviewer international electronic journal of structural engineering, serta reviewer pada konferensi international (ACMSM) di Australia Teguh masih ingin berupaya untuk selalu berkarya baik akademik maupun non akademik di masa2 yang akan datang, semoga Allah SWT meridhoi upaya dan usaha saya ini untuk menapaki hidup dan kehidupan ini agar lebih bermakna, amin. (Renny Wijaya/Syamsul)

Prof. Ir. Mochammad Teguh, MSCE.Ph.D

No responses yet

Feb 17 2011

Kacang tidak pernah lupa kulitnya

Published by under Kiprah

RIDWAN Khairandy, begitu nama lengkap dari Bang Ridwan. Bapak dari Annisa Syaufika Yustisia Ridwan (putri semata wayangnya) dilahirkan di Banjarmasin 12 Februari 1962. Kedua orangtuanya adalah usahawan kota Banjar, maka tidak heran jika putranya dikirim ke kota pelajar Yogyakarta untuk menuntut ilmu agar bisa meneruskan usahanya. Keluarga Haji Achmad Hidjazi (alm) dan  Hajjah Mariana berharap agar Ridwan sepulang dari rantau bisa menyumbangkan ilmu bagi tanah tumpahnya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Namun Tuhan menentukan lain, sejak hijrah ke kota pelajar Yogyakarta dan menuntut ilmu di SMA Muhammadiyah II cita-cita untuk menjadi pengusaha masih tertanam. Ketika kuliah di FH UII cita-cita berubah, semenjak bertemu dosen pembimbingnya. Terutama ajakan dosen kesayangannya Hajjah Muryati Marzuki, SH, SU. Berkat bimbingan dan motivasinya Ridwan bergabung dengan almamater UI tercinta hingga kini menjadi dosen.

Perjalanan pendidikannya tidak mengalami hambatan apapun, karena Ridwan mempunyai bakat dan ketelatenan yang luar biasa. Kebetulan setiap menapaki jenjang pendidikan, suami dari Siti Rakmi ini selalu mendapatkan pembimbing yang baik, ketika di SMP, SMA maupun perguruan tinggi, dan sabar mendampinginya.

Sampai saat ini pun pepatah yang selalu melekat di setiap desah nafasnya adalah kenangan ilmu dan pengalaman dari para guru dan seniornya yang mengantarkan dia hingga mencapai gelar tertinggi akademik Profesor. Baginya Keberhasilan seseorang tidak lulput dari peran serta dari oranglain di sekelilingnya dan para pendahulunya. Maka patutlah dikatakan Ridwan adalah sosok yang ‘tidak pernah lupa pada jasa almamaternya’. Baik itu di bangku SD, SMP, SMA, sampai perguruan tinggi untuk meraih sarjana maupun pasca sarjana. ‘Kalau sudah biasa berenang ; ingat-ingat pada basahnya; kalau sudah merasa senang; ingat-ingat ke masa susahnya. Maka saking menghormatinya pada jasa-jasa pendahulunya, di karya ilmiah pidato guru besarnya semua jasa gurunya di sebutkan tanpa tercecer satupun.

Saking hormatnya kepada professor pembimbingnya, sebuah bait puisi manis dirangkainya : ’ …yang merah hanya saga; yang kurik hanya kundi; yang indah hanya bahasa; yang baik hanya budi..’. Ini menandakan Bang Ridwan seorang yang tidak pernah melupakan jasa orang lain, dan menghargai budi baik para seniornya, dimana pun di jenjang almamater manapun.

Perjalanan studi dari sejak SD Negeri A. Yani Kotabaru, SMP Negeri Kotabaru, SMA Muhammadiyah II Yogyakarta hingga Sarjana Hukum FH UII Yogyakarta berjalan lancar. Begitu juga dengan studinya di tingkat pasca sarjana. Sejak studi S-2 di Universitas Padjajaran Bandung dan meraih gelar Doktor di Pasca Sarjana Universitas Indonesia Jakarta. Karena didikan dagang sejak kecil, maka kuliahnya pun tidak jauh dari itu, Ridwan mendalami ilmu hukum dagang (kontrak).

Karena itu, Allahpun mempermudah jalan dan karier pendidikannya. Sejak lulus S-1 ditawari mengajar di almamater FH UII. Sebagai dosen pendatang baru saat itu (1986), dua tahun kemudian diserahi tugas menjadi Kepala Bidang Non Litigasi LKBH FH UII. Kepala Pusat Studi Hukum FH UII (1994-1995), Pembantu Dekan III FH UII (1995-1999), Durektur Magister Hukum UII (2002-2006), Ketua Program Pasca Sarjana FH UII (2006-2010) dan terakhir sebagai Direktur FH UII Press (2003 – sekarang).

Selain mengajar penuh waktu di almamater FH UII, Profesor pencinta motor vespa antik ini juga mengajar di berbagai pergurun tinggi, maklum belum banyak pakar hukum Kontrak sehingga keahliannya banyak dibutuhkan di berbagai perguruan tinggi, seperti Magister Hukum Bisnis di UGM, Magister Kenotariatan UGM, Magister Pasca sarjana Universitas Islam Riau Pekanbaru, Magister Hukum Islam IAIN Sunan Kalijaga, Magister Hukum Universitas Negeri Jember, Program Pasca sarjana FH UNS, Pasca sarjana Institut Agama Islman Antasari Banjarmasin.

Di Bidang Pemerintahan, berbagai lembaga memintanya untuk ikut mengampu baik sebagai konsultan ahli maupun staf ahli. Seperti pernah menjadi Staf Ahli Panitia Ad. Hoc III DPD RI  (2006-2007), Tenaga Ahli Bidang Kerjasama di SEKDA Propinsi DIY (2007-2009), Konsultan Hukum Pemda Kabupaten Kutai Kertanegara Kalimantan Timur (2011 – sekarang). Selain itu juga pernah diserahi tugas penangungjawab penyusunan naskah akademis RUU Perumahan & Pemukiman Dep. KIMPRASWIL (2004) dan Naskah Akademis RPP Penyelenggaraan & Pendataan bidang Perumahan dan Pemukinan DEPKIMPRASWIL (2004).

Di dunia usaha, Ridwam Khairandy aktif sebagai konsultas ahli partner dengan Firma Hukum FIB Jakarta (1995-1997), Partner dengan Firma Hukum ISSARI Jakarta (1998) dan sebagai Konsultan Ahli pada Kantor Hukum Law Firm Mahfud MD & Associaties Jakarta (2003). Maka tidak pelak lagi keaktifannya di dunia hukum dan usaha membawa dampak positif bagi para alumni FH UII yang berada di Jakarta. Banyak lulusan FH UII yang begitu ke Jakarta, diperhitungkan lembaga pemakai jasa di bidang hukum. Para alumni yang tergabung di IKA UII terus memperkuat dan memperluas kepakan sayapnya untuk ikut menerbangkan para alumni UII cepat memasuki dunia kerja.

Di dunia jurnal akademi Ridwan dipercaya menjadi Wakil Koordinator Dewan Pakar Jurnal Hukum Bisnis yang berkedudukan di Jakarta sejak 2002 – sekarang. Di Lembaga jurnal FH UII dipercaya sebagai Ketua Penyunting Jurnal Hukum FH UII sejak 1994 – sekarang. Terakhir ini baru saja di lantik sebagai Ketua Penyunting Jurnal Res Judicata (2010 –sekarang). Di luar dunia akademik Ridwan dipercaya menjadi Ketua DPP Silat Tauhid Indonesia.

Keahliannya di Hukum Bisnis tidak hanya secara teori di kampus saja. Ilmunya dipraktekan dengan membuka Rumah Makan BAMARA. Bisnis rumah makan khas Banjar dikelola isterinya. Artinya pengalamani bisnisnya dari belia, diterapkan Siti Rakhmi SH sang isteri. Komplit sudah keahlian Ridwan, tidak hanya menguasai teori saja namun diperkuat praktek di rumah makan BAMARA, yang menyajikan ikan asin (iwak karing) asam manis pedas, ikan asin cacapan asan, soto banjar, nasi kuning dan aneka masakan haban, nasi samin, lontong, sanggar, pundut nasi, lapat, iwak karing lombok karing, teh, setrup, bujur-bujur banjar dan masakan lainnya khas Banjar. Silahkan mampir di Jl Baru Lembah UGM Karangmalang Yogyakarta.(Sariyanti)

Prof. DR. Ridwan Khairandy SH MH.

No responses yet

Jan 17 2011

Syaiful Anwar Prasetyo Jadi Perwira Karir TNI

Published by under Kiprah

Syaiful Anwar Prasetyo, S.Psi akrab dipanggil Ipung adalah alumni Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia (FPISB UII). Dia berhasil lolos seleksi  sebagai Perwira Prajurit Karir TNI (Tentara Nasional Indonesia). Sejak mahasiswa dia dikenal sangat rajin dan aktif di unit kegiatan mahasiswa, khususnya pada seni bela diri boxer, Tarung Drajat. Dia sangat  concern pada kegiatan Boxer ini, hingga meraih beberapa tingkat kurata, sampai pada level pelatih. Ipung sempat melatih beberapa tahun sebelum ia harus meniti karir di dunia kerjanya.

Semasa menjadi mahasiswa, Ipung sempat menjuari beberapa event pertandingan Boxer, diantaranya  Juara III PORDA DIY tahun 2007. Selain itu dia juga aktif di bidang olah raga yang lain, yakni sepakbola dan bulutangkis. Dalam cabang bulutangkis, dia pernah menjadi juara 2 pada pertandingan antar mahasiswa dalam rangka Milad UII tahun 2007. Aktif di organisasi kepemudaan di tempet tinggalnya, di dusun Gondanglegi, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Continue Reading »

No responses yet

Nov 17 2010

Kenangan Merapi-Mbah Marijan bagi Agus Wiyarto

Published by under Kiprah

Erupsi Gunung Merapi, yang terjadi Selasa, 26 Oktober 2010 sangat memukul sanubari diri Drs. H. Agus Wiyarto, salah sseorang alumni Fakultas Ekonomi UII yang ketika mahasiswa aktif sebagai pecinta alam anggota Mapala UII, kehilangan Bapak Angkatnya mBah Marijan. Upaya membujuk Mbah Marijan untuk turun gunung tidak berhasil, rekannya seperjalanan Turut Priyanto relawan PMI Bantul dan seorang wartawan Viva.com Yuniawan Wahyu Nugroho bahkan turut menjadi korban keganasan ‘wedhus gembel’ Merapi bersama mbah Marijan dan warga Kinehrejo lainya. Mbah Marijan di mata Agus Wiyarto sudah seperti orangtuanya sendiri, demikian pula perlakuan Mbah Marijan terhadap dirinya pun demikian Agus sudah menjadi anak angkatnya.Menjelang Magrib, Agus dan dua rekannya seperjalanan sampai di kediaman Mbah Marijan, dengan misi utama membawa Mbah Marijan turun gunung. Pukul 17.02Pusat Vulkanologi mencatat: Merapi mengeluarkan awan panas 9 menit di Kinahrejo, Mbah Maridjan masih bercengkerama dengan keluarganya di rumah dan tetap bersikukuh tidak bersedia meninggalkan rumahnya. Saat-saat genting itu dialami langsung Agus. Pukul 17.18 Merapi kembali menyemburkan awan panas 4 menit. Empat mobil, satu di antaranya bertulisan "Perusahaan Listrik Negara", tiba di rumah Mbah Maridjan. Drs.Agus Wiyarto alumni FE UII, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bantul, datang. Ia tiba bersama Tutur Priyanto, relawan Palang Merah Indonesia, dan wartawan Yuniawan Wahyu Nugroho. Disambut dengan ramahnya oleh seorang pria 83 tahun yang ditunjuk Keraton Yogyakarta menjadi juru kunci Merapi pada 1982 yang bergelar Mas Penewu Surakso Hargo dialah mbah Maridjan. Continue Reading »

No responses yet

Oct 17 2010

Afnan Bangga Menjadi Alumni UII

Published by under Kiprah

Ahmad Afnan Anshori, S.Ag. MA. adalah putra dari pasangan H. Abdulloh Yazid Sulaiman dan Hj. Robi'ah Nur Hasanah yang lahir pada 9 Agustus 1977 di Jombang. Suami dari Hj. Zaimatus Sa'diyah, Lc., MA. ini menempuh pendidikan dasar (MI) dan MTsN di desa kelahirannya kemudian melanjutkan ke MAPK (Madrasah Aliyah) Nurul Jadid sekaligus nyantri di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jawa Timur. Ia menceritakan perkenalannya dengan UII dimulai ketika duduk di kelas 3 akhir. Continue Reading »

No responses yet

Sep 17 2010

Anant Sang Juru Dakwah

Published by under Kiprah

Ananto Wibowo nama yang diberikan ayah-bundanya, dan akrab dipanggil Anant baik oleh orangtua, kerabat dan teman-teman semasa kecil. Memakai nama Anant agar terasa akrab bagi setiap orang yang memanggilnya. “Terasa saudara-lah ia bagiku,” kata Ananto seperti tertulis di bukunya Air Mata Tahajud.

Bagi Anant, kampus Universitas Islam Indonesia (UII) terasa sangat indah, berkembang pesat, sangat beda jauh ketika dia masuk pertama kuliah di tahun 1981. Kenangan indah semasa kuliah terus terukir si kalbunya. Anant yang ketika kecil termasuk anak yang mbeling, dalam proses perjalanan hidupnya digembleng dengan asam garam kehidupan. “Tidak langsung sadar, mengalami proses yang berliku, sebagai da’i baru dalam kurun 4 tahun belakangan ini,” tutur da’i yang musisi dan gemar mencipta lagu-lagu religi. Continue Reading »

No responses yet

Jul 17 2010

Menegakkan Keadilan Mengedepankan Nurani

Published by under Kiprah

Saat ini, Ari Yusuf Amir adalah salah seorang kuasa hukum Komisaris Jenderal Susno Duadji. Dia juga pengacara Antasari Azhar, mantan Ketua KPK. Selain itu dia banyak menangani kasus-kasus yang melibatkan tokoh controversial, seperti Ketua FPI Habib Rizieq, Abu Bakar Baasyir dan lainnya. Siapakah Ari Yusuf Amir?

Dia sosok pria kelahiran Palembang,19 Oktober 1971. Sejak kecil memang punya cita-cita menjadi advokat. “Sejak kecil saya memang bercita-cita menjadi advokat. Kata keluarga saya, sejak kecil saya ini cerewet dan banyak bicara, cocok kalau jadi advokat. Saya melihat profesi advokat itu sangat mulia,” akunya. Continue Reading »

No responses yet

Next »