Archive for the 'Hikmah Rasya' Category

Oct 06 2006

Ramadhan dan Pendidikan Diri

Published by under Hikmah Rasya

Di antara ciri khas Ramadhan adalah meningkatnya kesadaran setiap Muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Suasana religius terlihat di mana-mana, dibarengi dengan tumbuh suburnya perilaku keagamaan yang terjadi di bulan suci ini. Umat Islam mempersiapkan dirinya untuk dapat lebih banyak beribadah, meningkatkan prestasi sosialnya, mengendalikan dirinya dari hawa nafsu, serta meningkatkan ketakwaannya. Continue Reading »

No responses yet

Oct 03 2006

Shaum yang Diterima

Published by under Hikmah Rasya

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ''Telah bersabda Rasulullah SAW, setiap amal anak bani Adam adalah untuknya kecuali puasa, ia adalah untukku dan ada pahala dengannya. Dan sesungguhnya puasa itu adalah benteng pertahanan, pada hari ketika kamu puasa janganlah berbuat keji, jangan berteriak-teriak (pertengkaran), apabila seorang memakinya sedang ia puasa maka hendaklah ia katakan, 'Sesungguhnya saya sedang puasa.' Demi jiwa Muhammad yang ada di tangan-Nya sungguh bau busuknya mulut orang yang sedang puasa itu lebih wangi di sisi Allah pada hari kiamat daripada kasturi. Continue Reading »

No responses yet

Sep 30 2006

Bulan Kemenangan

Published by under Hikmah Rasya

Salah satu peristiwa penting yang dialami oleh Rasulullah SAW adalah kemenangan dalam Perang Badar. Perang ini terjadi di bulan Ramadhan, dengan kekuatan pasukan yang sangat tidak berimbang. Jumlah pasukan Quraisy sekitar 1.000 orang, dengan 100 pasukan berkuda dan 700 onta.
Mereka dilengkapi dengan aneka makanan dan wanita-wanita penghibur. Sementara jumlah pasukan Islam hanya 315 orang, dengan perlengkapan yang sangat terbatas. Pasukan Islam dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW dengan kendaraan perang hanya dua ekor onta. Continue Reading »

No responses yet

Sep 29 2006

Puasa dan Kesehatan

Published by under Hikmah Rasya

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian untuk berpuasa sebagaimana juga telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa (QS Al-Baqarah [2]: 183). Dan, andai kalian memilih puasa tentulah itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui (QS Al-Baqarah [2]: 184).
Dua ayat di atas menggambarkan tentang kewajiban puasa dan manfaatnya. Selain menjadikan umat islam bertakwa, puasa juga penuh manfaat, antara lain bagi kesehatan badan. Jauh-jauh hari Rasulullah telah bersabda, ''Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.'' Continue Reading »

No responses yet

Sep 28 2006

Puasa dan Kesehatan Jiwa

Published by under Hikmah Rasya

''Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.'' (QS Al Baqarah [2]: 183).
Ayat di atas menunjukkan bahwa tujuan puasa itu adalah ketakwaan kepada Allah SWT, yaitu taat dan patuh menjalankan perintah-Nya serta takut melanggar larangan-Nya. Ketakwaan menunjukkan tingkat kemuliaan seseorang, sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT dalam surah Al Hujuraat [49] ayat 13. Continue Reading »

No responses yet

Sep 27 2006

Puasa dan Keberpihakan

Published by under Hikmah Rasya

Salah satu watak dasar manusia adalah kecenderungannya untuk selalu berpihak pada orang atau kelompok orang atau pada perilaku yang sejalan dengan keinginannya. Kelompok orang yang berperilaku baik akan selalu memiliki pengikut, sama halnya dengan kelompok orang yang berperilaku buruk pun akan memiliki pengikut pula. Hal ini merupakan sunatullah yang bersifat eksak (pasti) dan konstan (tetap), kapan dan di manapun. Continue Reading »

No responses yet

Sep 26 2006

Memacu Amalan Ramadhan

Published by under Hikmah Rasya

Saudaraku, dalam satu tahun Allah menciptakan satu bulan istimewa, bulan yang penuh kasih sayang, barokah, dan ampunan. Sungguh bulan yang benar-benar beda dengan sebelas bulan lainnya, hari demi harinya berbeda, jam demi jamnya berbeda, detik demi detik berbeda; begitu spesial. Inilah bulan Ramadhan. Bulan yang sangat dirindukan oleh umat Islam sedunia. Continue Reading »

No responses yet

Sep 23 2006

Puasa Penempa Jiwa

Published by under Hikmah Rasya

Ramadhan adalah bulan suci umat Islam. Banyak keutamaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambanya pada bulan ini. Di bulan ini terdapat suatu malam yang keutamaannya seperti keutamaan ibadah seribu bulan, itulah malam Lailatul Qadar.
Bulan Ramdhan adalah bulan maghfirah (pengampunan dosa). Orang yang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, akan diampuni dosa-dosanya. Rasulullah bersabda, ''Siapa yang berpuasa ramadhan karana iman dan mengharapkan ridha Allah SWT niscaya diampuni dosa-dosa yang telah berlalu baginya.'' (HR Bukhari Muslim). Continue Reading »

No responses yet

Sep 16 2006

Puasa dan Takwa

Published by under Hikmah Rasya

Allah SWT berfirman, ''Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa itu pernah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.'' (QS Al-Baqarah [2]: 183). Tanpa harus melakukan pengkajian yang mendalam, kita memahami bahwa takwa adalah tujuan akhir dari pelaksanaan kewajiban puasa.
Apa yang dimaksud dengan takwa?
Abu Hurairah pernah ditanya oleh seseorang dengan pertanyaan yang sama, yang dijawabnya dengan balik bertanya, ''Apakah engkau pernah melalui jalan yang penuh duri?''
Orang itu menjawab, ''Tentu saja.''
''Lalu apa yang engkau lakukan?''
Ia menjawab, ''Jika aku melihat duri, aku akan menyingkirkannya atau menghindarinya.''
Kata Abu Hurairah, ''Demikian itulah takwa.'' (Ibn Abi Dunya dalam Kitab at-Taqwa). Continue Reading »

No responses yet

Nov 08 2005

Syawal

Published by under Hikmah Rasya

Bulan suci Ramadhan 1426 Hijriyah yang di dalamnya penuh dengan rahmat, berkah, ampunan, serta pembebasan dari api neraka bagi umat Islam, kini telah berlalu. Seperti sabda Rasulullah SAW, ''Langit pun menangis dengan perginya Ramadhan,'' tak sedikit umat Islam yang baru saja menunaikan ibadah puasa selama bulan suci, benar-benar merasa sedih dengan berakhirnya Ramadhan.
Kini, kita berada di bulan Syawal. Secara bahasa, kata Syawal akar kata dari syala yasyulu syawwal artinya meningkat (irtafa'). Yang meningkat adalah ibadah dan muamalah yang kita lakukan. Misalnya, pertama, selama Ramadhan kita selalu mengikuti shalat Subuh berjamaah di masjid. Bahkan, tak jarang yang mengikuti kuliah Subuh yang digelar di masjid-masjid tersebut. Yang menjadi pertanyaan adalah mampukah kita setelah Ramadhan melaksanakan shalat Subuh berjamaah? Continue Reading »

No responses yet

« Prev - Next »