Archive for the 'Hikmah Rasya' Category

Jul 19 2012

Dibalik Beda 1 Ramadan/1 Syawal

Published by under Hikmah Rasya

SEMENANJUNG Arab adalah bentang daratan beralam kejam di siang hari. Tandus dan kering. Namun di malam hari. Arab adalah "surga" bagi para astronom. Langit Arab di malam hari, selalu indah.

Seperti China, sebagai bangsa dan peradaban tua, sastrawan Arab banyak menyanjung langit di malam hari. Malam adalah inspirasi keindahan, sedangkan siang diibaratkan "kekerasan."

Tak mengherankan jika khasanah intelektual dunia soal astronomi banyak lahir di tanah Arab. Gugusan bintang-bintang banyak lahir dari istilah Arab awal. Rasi bintang Orion awalnya dikenal dengan Al-Jabbar, Taurus (Ath-Thawr), Canis Major (Al-Kalb Al-Akbar), Canis Minor (Al-Kalb Al-Asghar), Leo (Al-Asad), Gemini (At-Tawa'man), Scorpius (Al-'Aqrab), dan beberapa lainnya.

Inilah yang menjelaskan, kenapa di banyak negara-negara Islam di Semenanjung Arab, seperti Mesir, Syira, atau Yaman dalam memutuskan 1 Ramadan, selalu merujuk ke Arab. Ke Tanah Haram, Mekkah.

Continue Reading »

No responses yet

Jun 01 2012

Amalan Khusus Bulan Rajab

Published by under Hikmah Rasya

Keterangan yang muktamad tentang bulan Rajab adalah bahwa bulan itu termasuk bulan-bulan yang dihormati, atau dalam Al-Qur’an disebut sebagai Asyhurul Hurum, yaitu, Muharram, Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Dalam bulan-bulan tersebut, Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang peperangan dan ini merupakan tradisi yang sudah ada jauh sebelum turunya syariat Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS At-Taubah: 36)

Continue Reading »

No responses yet

Dec 04 2006

Menggapai Haji Mabrur

Published by under Hikmah Rasya

Mabrur secara etimologis berarti dibenarkan atau dianggap sah. Sebagaimana ulama fikih mendefinisikan, suatu ibadah dianggap sah jika terkumpul padanya rukun dan syarat secara bersamaan. Dengan demikian, haji mabrur adalah haji yang maqbul, yang pahalanya diterima Allah SWT.

Menurut Syekh Ali Ahmad Al Jarjawi, salah seorang ulama Al Azhar, dalam ibadah haji terdapat pendidikan moralitas dan mentalitas. Allah SWT berfirman, ''Supaya mreka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah Allah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian dari padanya dan (sebagian yang lain) berikanlah untuk dimakan orang-orang sengsara lagi fakir.'' (QS Al Hajj [22]: 28) Continue Reading »

No responses yet

Nov 06 2006

Puasa Bulan Syawal

Published by under Hikmah Rasya

Selepas mengerjakan puasa wajib bulan Ramadhan, seorang Muslim dianjurkan mengerjakan puasa enam hari di bulan Syawal. Banyak sekali keutamaan dan pahala bagi yang melaksanakan puasa ini. Di antaranya, barangsiapa yang mengerjakannya niscaya dituliskan baginya puasa satu tahun penuh (jika ia berpuasa pada bulan Ramadhan).
Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis shahih dari Abu Ayyub RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, ''Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinya dengan puasa enam hari bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh.'' (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i dan Ibnu Majah). Continue Reading »

No responses yet

Oct 26 2006

Amalan Setelah Ramadhan

Published by under Hikmah Rasya

Sungguh amat banyak peluang beramal yang disediakan Allah SWT dan Rasul-Nya di bulan suci Ramadhan dengan balasan dan pahala yang berlipat ganda. Amalan itu bisa berbentuk amaliah yang berhubungan langsung dengan-Nya secara vertikal seperti shalat sunah, zikir, beristighfar, membaca tasbih dan tahmid, berdoa, dan lain sebagainya. Ataupun juga amalan yang berkaitan dengan penguatan hubungan kemanusiaan secara horizontal, seperti sedekah dan silaturrahmi. Ini semuanya disyariatkan dalam rangka membangun dan mengembangkan nilai-nilai ketakwaan pada setiap Mukmin dan Muslim yang melakukan ibadah shaum, sejalan dengan firman-Nya yang terdapat pada QS Al Baqarah [2]: 183). Continue Reading »

No responses yet

Oct 21 2006

Idul Fitri

Published by under Hikmah Rasya

Fajar 1 Syawal sebentar lagi menyingsing di ufuk timur, pertanda kita berada di suatu hari yang sangat berbahagia. Takbir, tahmid, dan tasbih terdengar ke atas penjuru langit. Baik di kota maupun di desa, di gunung maupun di lembah, di pantai maupun di pedalaman, di perumahan kumuh maupun di komplek perumahan mewah.
Orang berbondong-bondong melaksanakan shalat Id berjamaah. Mereka laksana drama kolosal kemanusiaan, berduyun-duyun pergi menuju masjid, mushala dan lapangan untuk menunaikan salat Id yang menandai berakhirnya puasa Ramadhan dan sekaligus simbol kemenangan umat Islam karena telah berhasil melewati ujian berat: berpuasa selama sebulan penuh di bulan suci Ramadhan. Untuk itu, kita saling bersalaman mengucapkan selamat kepada sesama kaum muslimin, saling memberi maaf, dengan perasaan suka cita dan penuh kegembiraan merayakan hari kemenangan. Continue Reading »

No responses yet

Oct 14 2006

Mengoptimalkan Iktikaf

Published by under Hikmah Rasya

Secara syara', iktikaf mengandung pengertian, ''tinggal untuk waktu tertentu di dalam masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT.'' Dasar hukumnya, di samping firman Allah SWT dalam surah Al Baqarah ayat 125 dan 187, juga hadis yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan iktikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, sejak beliau tiba di Madinah sampai dengan wafatnya. (HR Bukhari dan Muslim)
Iktikaf dapat dilaksanakan selama bulan Ramadhan dan juga di luar Ramadhan. Saat yang terbaik adalah 10 hari terakhir dalam bulan Ramadhan. Jumhur (mayoritas) ulama sepakat, iktikaf sunah hukumnya, kecuali iktikaf nazar. Mazhab Hanafi membaginya kepada yang wajib yakni, iktikaf nazar sunnah mu'akkadah pada 10 hari terakhir Ramadhan dan yang sunnah mustahab pada waktu-waktu selain 10 hari terakhir Ramadhan.
Iktikaf dimaksudkan untuk menyucikan ruh dan mengembalikannya kepada fitrah iman (QS Al A'raaf [7]: 172) dan fitrah Islam (QS Ar Rum [30]: 30) dengan berupaya mematikan kecenderungannya fujur (kefasikan) dan menghidupkan kecenderungan takwa (QS Asy syams [91]: 7-8). Membebaskan diri sementara dari kesibukan dunia agar terbebas dari penyakit al wahn, yakni hubbu al dunia wa qorohiyah al maut (cinta kepada dunia dan takut akan kematian). Continue Reading »

No responses yet

Oct 13 2006

Iktikaf di Masjid

Published by under Hikmah Rasya

Iktikaf di masjid. Inilah anjuran mulia dari agama Islam bagi orang-orang yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Iktikaf di masjid berarti berdiam diri atau mengasingkan diri di dalam masjid dengan tujuan ibadah; merenung, berintrospeksi (muhasabah), dan mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah..
Dalam sejarah (sirah) Nabi Muhammad SAW disebutkan, kebiasaan pengasingan diri di tempat sunyi dan sepi telah dilakukan sejak masa awal Rasulullah di Mekkah. Nabi SAW sendiri menjauhkan diri dari kebisingan duniawi dengan mengasingkan diri di Gua Hira, sampai kemudian menerima wahyu pertama, sebagai tanda kenabian dan kerasulannya. Pengasingan diri semacam ini biasanya disebut dengan tahannuts atau tahanuf -- bukan iktikaf.
Tidak seperti pada masa-masa awal kenabiannya, Rasulullah kembali melakukan pengasingan diri pada masa akhir kehidupannya; tidak lagi di gua, tetapi di dalam masjid. Bentuk pengasingan semacam inilah yang kemudian disebut dengan iktikaf. Nabi SAW melakukan iktikaf di masjid setelah beliau menerima perintah puasa di dalam bulan Ramadan. Continue Reading »

No responses yet

Oct 12 2006

Nuzul Alquran

Published by under Hikmah Rasya

Kembali kita memperingati turunnya Alquran kepada Nabi Muhammad SAW yang lazim disebut Nuzul Alquran. Peringatan ini dinilai penting karena dimaksudkan untuk menggugah dan meningkatkan kembali kedudukan Alquran sebagai pedoman hidup manusia dan petunjuk dalam kehidupan individu, berbangsa, dan bernegara.
Alquran telah meletakkan dasar-dasar pedoman hidup bagi umat manusia yang kedudukannya sebagai khalifah di muka bumi. Maka, sebagai khalifah kita harus taat kepada aturan main yang sudah digariskan Allah SWT. Tanpa itu manusia akan kehilangan arah dan akan bertindak sewenang-wenang yang pada akhirnya akan menimbulkan kerusakan di muka bumi. Continue Reading »

No responses yet

Oct 09 2006

Hari Raya untuk Semua

Published by under Hikmah Rasya

Suatu hari di bulan Ramadhan beberapa tahun lalu, saya pulang dengan tentengan isi belanjaan untuk persiapan hari raya. Sampai rumah, saya menemukan Basri, adik ipar saya yang berusia tujuh tahunan, sedang bermain bersama Anil, kawan sebayanya. Continue Reading »

No responses yet

Next »