Archive for January 22nd, 2014

Jan 22 2014

Tulang Ekor Bukti kebesaran Allah

Published by under Perlu Diketahui

“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat” ( HR. Al Bukhari , Nomor : 4935 )

Belasan abad lamanya, hadits tersebut menjadi hal yang gaib yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan logika. Seiring berjalannya waktu beberapa penelitian ilmiah mampu menjelaskan kebenaran hadits tersebut dikemudian hari.

“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk” (QS. Yasin : 78-79).

Adalah Han Spemann, Ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula. Dalam penelitiannya ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam embrio Organizer atau pengorganisir pertama.

Pada saat sperma membuahi ovum (sel telur), maka pembentukan janin dimulai. Ketika ovum telah terbuahi (zigot), ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak. Sehingga terbentuklah embryonic disk (lempengan embrio) yang memiliki dua lapisan.

Pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts , berfungsi menyuplai makanan embrio pada dinding uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan kelenjar pada dinding uterus.
Sedangkan lapisan kedua, Internal Hypoblast yang telah ada sejak pembentukan janin pertama kalinya. Pada hari ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive node (gumpalan sederhana).

Dari sinilah beberapa unsure dan jaringan, seperti ectoderm , mesoderm, dan endoderm terbentuk.

  • Ectoderm , membentuk kulit dan sistem syaraf pusat.
  • Mesoderm , membentuk otot halus sistim digestive (pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem sirkulasi, jantung, tulang pada bagian kelamin, dan sistem urine (selain kandung kemih), jaringan subcutaneous, sistem limpa, limpa dan kulit luar.
  • Sedangkan, Endoderm , membentuk lapisan pada sistim digestive , sistem pernafasan, organ-orang yang berhubungan dengan sistem digestive (seperti hati dan pancreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan saluran pendengaran. Gumpalan sederhana inilah yang mereka sebut sebagai TULANG EKOR.

    Continue Reading »

    No responses yet

    Jan 22 2014

    Tips ber_Kemeja

    Published by under Perlu Diketahui

    Betul, siapa yang tidak ingin penampilan menjadi kuncian agar diri menjadi terlihat menarik? Jika Anda termasuk pria yang gemar memakai kemeja apa adanya, selalu memakai kemeja yang sama setiap hari, bahkan warnanya sudah memudar, buang kebiasaan itu dari sekarang. Penampilan bukan menyoal nyaman atau tidak, tapi juga harus mempertimbangkan nilai kecocokannya dengan Anda. Terutama saat bekerja (kecuali diwajibkan memakai seragam atau bebas bergaya kasual), kemeja merupakan salah satu pakaian yang penting untuk diperhatikan.

    Memilih kemeja yang cocok tidak hanya dari ukuran dan desainnya saja. Saat memilih kemeja, seorang pria dapat melihat warna dan motif yang pantas bagi dirinya. Mengenakan kemeja dengan warna dan motif yang pas sudah pasti akan memberi nilai lebih bagi diri seorang pria. Tidak hanya meningkatkan kredibilitasnya saja, tapi juga dipercaya mampu menarik perhatian wanita. Apalagi tentang warna, banyak penelitian psikologis telah membuktikan, warna pakaian yang dikenakan seseorang dapat mempengaruhi mood orang tersebut.

    Memilih warna yang tepat
    Sebelum Anda memutuskan untuk membeli kemeja, tentu ukuran dan desain adalah prioritas yang harus dilihat pertama kali. Sekali lagi, hindari kemeja dengan ukuran yang kebesaran, hindari juga ukuran yang terlalu sempit. Selain itu, model kerah sampai bahan apa yang dipakai berada di urutan kedua. Hal ini berkaitan dengan kegunaan kemeja tersebut, apakah untuk kebutuhan formal, kasual, atau bisa keduanya. Yang ketiga adalah warna dan motif pada kemeja itu sendiri.
    Continue Reading »

    No responses yet