Dec 31 2013

Album Aktivitas Sang Syahida

Published by at 11:37 am under Vatepri

Setelah mensortir dari ribuan photo sang Syahida sehingga terpilih 700 pict pilihan. Dan menempuh perjalanan komposisi layout "noto boto" (merupakan istilah untuk spesifik design dari sang Syahida) selama 5 bulan disela-sela kerja kehumasan, maka jadilah album perjalanan yang dimaksud. Walau ada beberapa pict yang belum urut kejadian namun sudah lebih dari 85% sesuai alur.

Cover Album

-

Halaman 1 di mana sang Syahida dalam runtutan terakhir dan masa remaja-dewasa (Kanan)
Kiri: Diseputar Sang Syahidah: Pilihan Syar’i di RSB Islami
Sejak awal pemeriksaan kehamilan begitu mantap karena dari pendaftaran, tensi sampai asistensi dilakukan langsung perempuan. Pernah kejadian pada awal akan pemeriksaan ke-1 sebelumnya sempat mencoba di RSB A****a Soragan (Mirota Godean keselatan sebelum rel KA barat jalan). Begitu pemeriksaan tensi dilakukan kaum laki-laki langsung gelisah, dan saat gilirannya langsung balik kanan mencari altenatif lain, dan satu-satunya yang dihubungi dan masih buka walau jam sudah menunjukkan 20.40 WIB hanya di Klinik Sultan Agung Khadijah.
Mengapa pilihannya Rumah Sakit Bersalin Islami (RSBI) Khadijah yang selanjutnya apabila ada penanganan lebih lanjut seperti operasi ceasar atau lainnya ke RSBI Fajar atau RSBI Sadewa. Walau disekitar lempuyangan ada RSB Lempuyangwangi lengkap atau RS Bethesda super lengkap serta RS Sardjito dimana 2 (dua) kakaknya juga lahir di sini. Semata-mata karena punya altenatif dimana costumer memilih yang mengutamakan hijab. Ini sangat krusial bilamana sudah ada layanan alternative yang menyediakannya.
Jadi benang merah sudah didapat bila mengetahui hubungan psikologis antara costumer & dokternya terkait yang krusial tersebut. Karena kalau mengacu lebih lengkap mana? jelas bukan terkait itu, walau disaat kritis itulah yang jadi pemecahan solusi dimana penanganannya sudah dimaksimalkan. Bilamana ada masalah terkait pernafasan penanganan hanya dari detik ke menit sedang pendarahan dari menit ke jam. Kejadian sang syahidah hanya menit ke 0,5 jam saja.
Semua sudah diperhitungan secara detail karena sang syahidah sangat terbiasa akan perfeksionis. Namun manusia hanya bisa sebatas merencanakan walau sampai detail termasuk resiko-resiko pun sudah dipertimbangkan dengan matang. Namun semua yang detail dijagad raya yang menentukan kepastiannya hanya kuasa dan ranah serta prerogative Allah swt. Kita sebagai hamba ciptaannya hanyalah perencana ikhtiar dengan do’a selanjutnya penentu dan garis kepastian sesuatu hanya domain milik Allah yang Maha Esa.
Ibroh yang dipetik dalam dunia realitas tidak ada istilah reset, ketegaran dan keceriaan dalam menentukan sikap akan mempengaruhi psikologis dalam menghadapi sesuatu, walau itu resiko diakhir, namun karena sudah mantap sesuai pilihan diawal akan diakhiri dengan tersenyum tanpa beban. Kemajuan teknologi kedokteran memang telah mempersempit resiko kematian ibu dan bayi, sehingga probabilitas syahid disaat melahirkan akan semakin kecil bila dipandang dalam kacamata kedokteran. Namun dengan kesadaran hijab masih adanya ruang antara untuk syahid tersebut walau tidak “unsich” direncanakan atas nama keterbatasan. Perlu diketahui SOP di tkp sudah didukung dengan peralatan memadai untuk partus normal ditambah peralatan extra gawat darurat seperti oxygen dan peralatan antara menuju rujukan kecuali transfusi darah, namun sudah ada yang link 24jam dengan PMI Pusat Ngeksigondo. RSB Islami sudah mulai tumbuh seiring datangnya Spesialis.OG. perempuan yang semakin banyak, Insya Allah pilihan menuju ideal itu akan terwujud dikala saling memahami dan menghargai akan pilihan ummu si fulan.
Sang Syahidah sudah tenang di sisinya, keluarga yang ditinggalkan sudah merasakan argument berdinamika sosial kemasyarakatan dengan pemikiran-pemikirannya yang dilengkapi dasar referensi yang mendukung sehingga pendapat-pendapatnya sudah termasuk kategori wasiat yang tersirat melalui komunikasi verbal. Semoga perjuangannya yang dimulai membangun pondasi taman baca beserta seabreg lika-liku kegiatan kemasyarakatan dari pendidikan – kesadaran akan ranah publik terkait memelekkan kesadaran berpolitiknya dapat mengalirkan pahala yang tak surut, Amien.
Bantul, 20 Juli 2013

-

Halaman 2 berisi: Sisi kiri, Akad nikah yang berlangsung disaat sang Syahida usai pendadaran S-1 sedang sang suami sedang ujian praktek. Sisi kanan 4 sekawan mengenakan kaos dayak oleh-oleh boyfriend si Heni dan action sama suami.

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*