Oct 25 2013

Labbaik

Published by at 10:18 am under Motivasi

Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaik, La Shareek Laka, Labbaik.

Innal Hamdah, Wan Nematah, Laka wal Mulk, La Shareek Laka Labbaik

Siapa yang tak mau menjadi tamu Allah alias naik haji?

Sebagai umat muslim, pasti Anda memiliki keinginan untuk mengerjakan rukun Islam kelima tersebut. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ibadah tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia bagi yang mampu baik secara materi, fisik, dan kesiapan hati dengan berkunjung dan melaksanakan rukun haji pada bulan Dzulhijjah.

Saat ini banyak sekali program tabungan haji yang ditawarkan oleh bank syariah ataupun konvensional, cukup dengan dana terbatas Anda dapat membuka jenis tabungan ini. Ada cara lain agar dana haji dapat tercapai, yaitu dengan inventasi di reksadana syariah. Tentukan jangka waktu dan target jumlah dana haji yang ingin dicapai, dan perhitungkan inflasi juga.

Bisa juga dengan hanya mempersiapkan DP awal agar mendapatkan kursi dari departemen agama. Pada tahun 2012, minimal DP keberangkatan ibadah haji adalah sebesar Rp25juta. Nah sisa Dana Haji dapat dikumpulkan sambil menunggu waktu keberangkatan, maklum waiting list saat ini bisa 8 tahun sampai 12 tahun.

Dalam menghitung Dana Haji, tidak hanya biaya keberangkatannya saja, ada beberapa pengeluaran yang harus dianggarkan seperti biaya mengaji sebelum dan sesudah keberangkatan, biaya oleh-oleh untuk tetangga serta kerabat dan inilah yang biasanya membuat membengkaknya biaya haji. Meskipun secara Islam tidak mewajibkan ritual tersebut, tapi karena tradisi di Indonesia seperti itu maka tidak ada salahnya dianggarkan.

Saatnya kita memenuhi panggilan itu dengan mempersiapkan secara fisik, pengetahuan dan keuangan sehingga tak hanya menggerutu “Dana Haji oh Dana Haji..”

-

Setiap mendengar lafaz ini ka’bah selalu terbayang. Saya membayangkan diri sendiri mereka yang ingin berangkat umroh dan haji. Amin! Setiap muslim pasti ingin sekali kesana. Pusat dari pergerakan rohani. Bersyukur sekali bila di usia muda, fisik masih kuat sudah mampu berangkat umroh dan menjalankan ibadah haji. Saya dan mungkin juga Anda ingin dapat mempersiapkan Dana Haji sejak dini.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai pelaksanaan ibadah tahunan terakbar ini:

Ingat, bahwa Haji adalah ibadah bagi yang mampu. Mampu secara finansial, mampu secara kesehatan, mengerti ilmunya serta mempersiapkan biaya bagi yang ditinggalkan (pasangan, anak dan keluarga). Jadi, bila mau menunaikan ibadah haji tak boleh dipaksakan bila tak ada dananya. Bila sudah mampu secara finansial dan ada dananya, janganlah ditunda-tunda karena wajib hukumnya
Ongkos Naik Haji (ONH) biasa melalui pemerintah sekitar Rp45juta. Hal ini tergantung nilai tukar mata uang dolar yang berlaku juga termasuk Rp2-5juta untuk biaya Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) sekitar 40 hari ibadah. ONH melalui swasta sekitar Rp60-120juta untuk 21 sampai 27 hari ibadah.
Uang pendaftaran untuk ONH biasa mencapai Rp25juta untuk tahun 2012 kemarin. Setelah mendaftar, maka kita harus menunggu kuota. Banyak yang mengeluh bahwa lama sekali untuk mendapatkan jadwal ibadah haji. Ini adalah hal yang wajar mengingat bahwa kuota haji sekitar 210.000 kursi setiap tahunnya dengan 9 embarkasi (embarkasi= tempat pemberangkatan jama’ah haji)
Masa tunggu untuk Haji ONH biasa sekitar 9 sampai 12 tahun. Sementara untuk ONH Swasta sekitar 2 sampai 4 tahun.

Lalu, bagaimana cara kita menyiapkan dana Haji? Tentukan pada tahun berapa akan berangkat haji. Misalnya Anda mau berangkat haji 10 tahun lagi. Jika mau berangkat dengan ONH biasa, Anda harus mempersiapkan dana Rp25juta sebagai uang pendaftaran pada 1 tahun mendatang dengan masa tunggu selama kurang lebih 9 tahun. Dan bila ingin berangkat dengan ONH Plus, maka Anda harus mempersiapkan dana Rp60-120juta pada 8 tahun mendatang mengingat masa tunggu haji ONH plus selama kurang lebih 2 tahun.

Biaya haji setiap tahunnya bervariasi, tergantung keputusan pemerintah dan mengikuti kurs mata uang dolar yang berlaku. Untuk mudahnya, jika mau menghitung berapa biaya haji yang dibutuhkan maka gunakan inflasi standar di angka 10%.

Saat ini ramai Dana Talangan Haji dari perbankan. Anda bisa mendapatkan kuota ibadah haji dengan mencicil sejumlah uang ke bank. Dewan Pengawas Syariah (DPS) dari perbankan sudah membolehkan sistem ini.

Instrumen untuk mencapai dana haji persis sama seperti yang digunakan untuk mencapai tujuan finansial secara umum. Tergantung pada jangka waktunya. Jadi, intinya bila ingin ibadah haji harus bagi yang mampu. Untuk yang mampu, jangan menunda-nunda!  Sedari muda, bulatkan tekad untuk bisa berangkat haji, siapkan fisik dan siapkan finansial!

-

Dana Haji Untuk Emak

Saya mau sharing tentang Emak (sebutan sayang kepada ibu) yang senang sekali saat didaftarkan ke Departemen Agama untuk berangkat haji.

Ceritanya begini:

Setiap pagi ada bunyi petasan satu bulan sebelum bulan Dzulhijjah (bulan Apit dalam bahasa betawi) di kampung saya, itu menandakan bahwa ada orang yang akan berangkat haji. Saya senang sekali karena pada bulan itu orang bersiap-siap untuk berangkat haji. Setiap ada yang mau berangkat pergi haji pasti disewakan 2-3 bis untuk tetangga ikut mengantar. Nah biasanya saya ikut, hitung-hitung jalan-jalan gratis hehehehehe

Karena sering ikut mengantar orang-orang pergi haji saat kecil, saya bertanya kepada Emak, “Emak kapan sih bisa pergi haji? Kan enak kalau pergi haji nanti Aay bisa dibelikan oleh-oleh yang banyak.
Nanti Aay bisa bilang ke teman-teman, “gue punya kalung dan gelang dari Mekkah”. Biasalah anak kampung kalau punya barang dari luar negeri rasanya bangga banget. Emak saya malah senyum-senyum saja.

Setelah SMA saya baru sadar sebetulnya bukan Emak tidak mau berangkat haji, dia senang dan mau banget pergi haji. Masalahnya adalah biaya, karena ternyata untuk pergi haji yang dibutuhkan tidak sedikit walaupun hajinya regular (ONH biasa).

Ternyata kalau orang mau pergi haji, di kampung saya itu tradisinya menjual tanah. Mereka yang naik haji, tanahnya lebar dan ada dimana-mana. Sedangkan saya, tanah mana yang mau dijual? masih punya tempat tinggal saja sudah syukur alhamdulilah.

Berangkat dari keinginan itu, sebagai anak saya jadi termotivasi untuk mengumpulkan uang buat Emak pergi haji. Memang dasar rejeki tidak kemana, mungkin karena niat baik maka ada saja jalannya. Kebetulan saya bekerja di QM Financial, industri financial planning. Disini saya banyak belajar dan jadi tertantang untuk mencapai tujuan finansial dengan judul  “DANA HAJI UNTUK EMAK”. Setiap bulan saya jadi punya target untuk tujuan itu. Saya mulai mencari informasi, menghitung dan mengumpulkan data seberapa banyak uang yang harus dipersiapkan, diantaranya:

  • Dana Haji (ONH Biasa). Untuk Down Payment (DP) terlebih dahulu (pendaftaran di Departemen Agama (Depag) agar bisa dapat kuota tahun keberangkatan). Kemudian untuk pelunasannya.
  • Dana Pertemuan Haji ( walimatu saffar)
  • Dana pada saat pergi haji (bekal uang pada saat di Mekkah dan Madinah)
  • Dana selamatan seminggu sekali untuk di rumah (tahlilan setiap malam Jumat)
  • Dana untuk beli oleh-oleh pada saat Emak pulang haji untuk saudara dan tetangga.

Di pertengahan tahun 2007 saya mulai mengumpulkan uang dengan berinvestasi di reksadana pasar uang sebesar minimal Rp.500.000 per bulan. Alhamdulillah pada awal tahun 2011, saya bisa mendaftarkan orangtua ke Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) untuk bisa mengambil kuota haji. Emak senangnya bukan main pada saat didaftarkan. Padahal itu baru separuh jalan dan masih menunggu 4-5 tahun lagi untuk berangkat haji. Sambil menunggu Emak berangkat, saya jadi punya kesempatan mengumpulkan uang  untuk pelunasan dan lainnya.

Dari pengalaman ini saya jadi tahu bahwa mengumpulkan uang untuk haji yang harus dipersiapkan adalah DPnya terlebih dahulu, agar mendapatkan kuota haji. Sisanya bisa dikumpulkan sampai  sudah ada panggilan. Karena informasi yang saya dapatkan kalau mau pergi haji dengan ONH biasa itu bisa menunggu 5-8 tahun, sedangkan ONH plus sekitar 3 tahunan.

Itulah cerita dari saya mudah-mudahan apa yang dicita-citakan bisa terlaksana, Amin!

Semangat!

-

Panduan Menyiapkan Dana Ibadah Haji

Berhaji adalah kewajiban bagi umat muslim yang mampu. Mampu secara fisik, baik secara keuangan. Jika tukang bubur saja bisa naik haji, kenapa Anda tidak bisa? Yuk siapkan dananya!

Komponen utama dana haji adalah Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), yaitu dana yang harus dibayarkan oleh calon jemaah untuk menunaikan ibadah haji. Tahun 2013 pemerintah menetapkan BPIH sebesar Rp34.283.148, sedangkan 13 tahun yang lalu, BPIH adalah sebesar Rp22.000.000. Ini berarti BPIH mengalami kenaikan sekitar 3,5 persen per tahun.

Berikut beberapa kiat menyiapkan dana haji:

Menabung dan Berinvestasi

Pertama-tama Anda harus menentukan berapa lama jangka waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan dana haji tersebut. Jangka waktu ini bisa bervariasi dari satu tahun hingga lima belas tahun, tergantung kondisi dan kesiapan Anda. Dengan mengasumsikan kenaikan atau  inflasi per tahun biaya naik haji adalah 5 persen, maka berikut ini adalah perhitungannya:


(RS = Reksadana)

Untuk mengejar dana haji, Anda dapat menabung atau berinvestasi.  Misalnya, jika ingin mengumpulkan dana haji selama lima tahun,  berarti Anda dapat menabung  sebesar Rp729.249  per bulan atau berinvestasi  di reksadana pendapatan tetap sebesar Rp595.493  per bulan,  sehingga dana  yang perlu disisihkan lebih sedikit dibandingkan dengan menabung.  Berdasarkan tabel  di atas, semakin panjang jangka waktu pencapaian,  semakin kecil investasi per bulan yang perlu dilakukan, walaupun jadinya semakin lama Anda harus bersabar untuk berangkat  haji.

Emas
Selain menabung atau berinvestasi di reksadana, Anda juga dapat menabung dalam bentuk emas. Dengan kenaikan harga emas sebesar rata-rata 8,8 persen per tahun selama lima tahun terakhir, kenaikan dana haji bisa diimbangi oleh kenaikan harga emas. Dengan harga emas saat ini sekitar Rp500.000, maka Anda perlu sekitar 70 gram emas. Kemudian tentukan target berapa lama terkumpulnya 70 gram emas tersebut.

Misalkan Anda mau mengejar dana haji terkumpul setelah lima tahun, berarti Anda memiliki target harus mengumpulkan emas sebanyak 14 gram per tahun (70 gram/5 tahun), per bulan sekitar 1,2 gram atau senilai Rp600 ribu. Untuk menyesuaikan dengan pecahan logam mulia yang diinginkan, dana yang disisihkan per bulan bisa ditabung dulu sampai cukup untuk membeli pecahan logam mulia yang diinginkan, misalnya pecahan 5 gram atau 10 gram. Risiko dari menabung emas adalah  penyimpanannya. Jika tidak hati-hati, emas yang disimpan bisa saja dicuri. Sangat disarankan untuk menyimpan emas di safe deposit box (SDB) di bank.

Dana Talangan Haji
Dana  talangan  haji  adalah dana pinjaman dari Lembaga Keuangan Syariah (LKS) untuk membantu nasabah mendapatkan kursi haji. Dengan dana talangan haji, diharapkan nasabah bisa berangkat lebih cepat, karena telah mendapatkan kursi  haji hasil  pinjaman dari LKS.

Untuk bisa mendaftar kursi haji, Anda perlu menyiapkan dana sebesar Rp25 juta.  Jika saat ini Anda sudah memiliki tabungan sebesar Rp5 juta, LKS bisa memberikan pinjaman Rp20 juta yang dapat dicicil selama  12-36 bulan. Untuk transaksi ini, dikenakan biaya administrasi  yang harus dibayarkan di awal  yang besarnya bisa bervariasi pada masing-masing LKS.

Anda dapat berangkat haji jika telah melunasi dana talangan haji dan melunasi sisa kekurangan biaya pendaftaran  haji,  yang tahun ini sekitar Rp9.283.148  (34.283.148 – 25.000.000). Seperti pinjaman pada umumnya,  program  ini mensyaratkan adanya catatan rekening  bank dan keterangan penghasilan dari nasabahnya. Praktis, program  ini hanya dapat diambil oleh orang-orang  yang memiliki penghasilan, masih bekerja sebagai karyawan atau yang memiliki usaha.

Berapa pun waktu target pencapaian dana haji yang dipersiapkan, dengan niat yang baik dan mulai menyisihkan sebagian pendapatan untuk dana haji, semoga hal ini telah dicatat sebagai kebaikan dan semakin mempermudah jalan untuk berangkat ke Tanah Suci.
Amin!

Sumber

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*