Feb 15 2013

Menghitung Waktu Melahirkan (Perkiraan)

Published by at 3:17 pm under Hikmah Keluarga

Tanda-Tanda Kehamilan Pada Wanita

Tanda-tanda kehamilan pada seorang wanita biasanya ditandai dengan terlambatnya periode menstruasi. Selain itu didapatkan tanda-tanda lain yaitu :

  • Nyeri atau payudara yang terasa membesar, keras, sensitif dengan sentuhan. Tanda ini muncul dalam waktu 1-2 minggu setelah konsepsi (pembuahan). Dalam waktu 2 minggu setelah konsepsi, payudara seorang wanita hamil akan mengalami perubahan untuk persiapan produksi ASI yang dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron, hal inilah biasanya yang dirasakan seorang wanita di awal kehamilan.
  • Mual pagi hari (morning sickness) umum terjadi pada triwulan pertama kehamilan. Meskipun disebut morning sickness, namun Tanda-tanda kehamilan berupa mual dan muntah dapat terjadi kapan saja selama kehamilan. Penyebab mual dan muntah ini adalah perubahan hormonal yang dapat memicu bagian dari otak yang mengontrol mual dan muntah. Gejala ini dialami oleh 75% wanita hamil.
  • Mudah lelah, lemas, pusing, dan pingsan adalah gejalaTanda-tanda awal kehamilan yang disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah dalam kehamilan atau kadar gula darah yang rendah.
  • Sakit kepala pada umumnya muncul pada minggu ke-6 kehamilan yang disebabkan oleh peningkatan hormon.
  • Konstipasi (sulit BAB) terjadi karena peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan kontraksi usus menjadi lebih pelan dan makanan lebih lambat melalui saluran pencernaan.
  • Perubahan mood karena pengaruh hormon, lihat kalender kehamilan anda, apakah anda seharusnya sudah haid?
  • Bercak perdarahan. Terjadi ketika telur yang sudah dibuahi berimplantasi (melekat) ke dinding rahim sekitar 10-14 hari setelah fertilisasi (pembuahan). Tipe perdarahan yang menyertai awal kehamilan umumnya sedikit, bercak bulat, berwarna lebih cerah dari darah haid, dan tidak berlangsung lama.

Jika tanda-tanda di atas nampak jelas maka dapat dipastikan anda telah mengalami periode pertama Tanda-Tanda Kehamilan Pada Wanita.

Dengan kalkulator kalender lingkaran dibawah ini, seorang wanita hamil bisa memprediksi kapan kira-kira ia akan melahirkan dengan memperhatikan kapan terakhir seorang wanita terlambat datang bulan atau Haid. Putarlah menggunakan mouse anda untuk melihat tanda panah berwarna merah kapan kira-kira anda terlambat bulan atau menstruasi terakhir yang berarti anda sudah memasuki trisemester pertama tanda awal kehamilan, setelah itu lihatlah garis lengkung berwarna merah yang bertuliskan “cukup bulan” dimana hari-hari kelahiran sang buah hati akan datang.

http://kalenderkehamilan.blogspot.com/2012/02/menghitung-perkiraan-waktu-melahirkan.html

Awas, Kopi Bikin Wanita Sulit Hamil!

Minum kopi membuat wanita lebih sulit hamil, sebuah penelitian menyebutkannya.

Ini diperkirakan karena Kafein, yang terkandung dalam kopi merusak transportasi telur dari ovarium ke rahim, sebut para ilmuwan dari Amerika.

Penelitian yang melibatkan 9.000 wanita ini menemukan bahwa minum lebih dari empat cangkir kopi sehari memotong kemungkinan hamil hingga seperempat kali.

Penyelidikan terbaru yang dilakukan pada mencit menunjukkan bahwa kafein menghambat kontraksi saluran tuba yang dibutuhkan untuk membawa telur ke rahim.

Kafein mengaktifkan sel-sel alat pacu jantung khusus di dinding tabung. Sel-sel gelombang koordinasi kontraksi tabung yang bergerak membawa telur menuju rahim.

Pemimpin studi Sean Ward, dari University of Nevada di Reno, AS, mengatakan temuan ini memberikan penjelasan menarik tentang mengapa wanita dengan konsumsi kafein tinggi seringkali memakan waktu lebih lama untuk hamil daripada wanita yang tidak mengonsumsi kafein. (*)

Sumber


Tengah Merencanakan Kehamilan? Ini Lho, Usia yang Aman untuk Memulainya

Membentuk keluarga sakinah dan melahirkan anak-anak yang sehat, adalah dambaan setiap pasutri. Tapi, berapah usia yang pas untuk merencanakan kehamilan?

Boy Abidin SpOG, spesialis kebidanan & penyakit kandungan RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta menyebutkan usia 20 sampai 35 tahun sebagai usia yang aman untuk melahirkan.

“Saat umur 35 tahun, kesuburan wanita sudah mulai menurun. Bisa mengakibatkan resiko cacat pada anak,” katanya dalam talk show dengan tema Healthy & Happy Family”, Sabtu (24/9) di Chatter Box, Cilandak Town Square.

Dalam acara yang terselenggara atas kerjasama majalah Parents dan alat kontrasepsi KB Andalan ini, ia mengingatkan bahwa wanita memiliki batasan usia untuk hamil agar ibu dan anak sehat.

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung ini menyarankan agar kehamilan dapat diatur sedari awal pernikahan.
“Untuk mengatur kelahiran, bisa menggunakan alat kontrasepsi, tapi disesuaikan dengan kebutuhan. Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan,” katanya.

Pemakaian alat kontrasepsi ini hendaknya dipahami dengan baik tentang cara penggunaan dan risikonya. Agar lebih aman, dikonsultasikan dengan dokter.

Sumber

10 Gejala Kehamilan yang Jarang Diketahui

Mual pada pagi hari sebagi gejala kehamilan, tentu sudah banyak yang tahu. Bagaimana dengan gejala lainnya? Berikut ini 10 gejala kehamilan yang jarang diketahui orang.

Masalah penglihatan
Pertambahan hormon menyebabkan mata kering, gatal — dan tidak nyaman bagi perempuan yang menggunakan lensa kontak. Ini disebabkan penumpukan cairan yang menyebabkan kornea bengkak. Supaya lebih nyaman, batasi waktu bekerja di depan komputer dan cuci mata lebih sering.

Payudara nyeri
Ini mungkin merupakan gejala pertama yang akan dialami — bahkan sebelum menstruasi berhenti. Dada Anda akan bersiap lebih awal untuk kelahiran anak, dan mungkin terasa lembut jika disentuh. Belahan dada Anda juga akan terlihat lebih lebar saat mengandung.

Rambut lebih lebat
Banyak wanita hamil rambutnya akan berkilau dan lebih lebat. Tak hanya sebatas rambut kepala, namun juga rambut di seluruh tubuh. Namun jangan khawatir. Rambut-rambut yang tumbuh banyak di tubuh saat mengandung akan rontok dengan sendirinya setelah melahirkan.

Gusi berdarah
Gusi berdarah sering terjadi pada masa kehamilan. Sangat penting untuk menjaga kebersihan mulut pada saat mengandung. Periksalah secara berkala kesehatan mulut Anda.

Ceroboh
Seiring dengan kandungan yang semakin membesar, Anda akan semakin kehilangan keseimbangan. Pusat massa tubuh Anda berubah saat mengandung, sehingga menyebabkan Anda terlihat ceroboh dan kurang keseimbangan. Orang yang mengandung biasanya sering tersandung, oleh karena itu berjalanlah dengan perlahan dan hati-hati terutama saat menaiki tangga.

Lupa
Mungkin Anda sering mendengar istilah “otak hamil” namun hal tersebut menjadi tidak lucu ketika Anda yang mengalaminya sendiri. Mengulang pembicaraan dan lupa akhir kalimat sendiri, merupakan salah satu gejala yang mungkin dialami.

Bercak hitam pada kulit
Ketika Anda mengandung dan menghabiskan waktu di bawah sinar matahari, Anda mungkin akan mendapatkan bercak gelap di dahi atau di bagian tubuh lain. Gejala tersebut dikenal dengan chloasma atau melasma dan sering disebut sebagai “topeng kehamilan” dan disebabkan oleh hormon yang mengacaukan pigmentasi kulit. Hal tersebut memang tidak berbahaya, namun terlihat mencolok sehingga mungkin akan mengganggu penampilan.

Kaku di tangan
Gejala lain yang terjadi saat hamil adalah mengalami kaku tangan saat bangun tidur. Hal ini disebabkan karena nadi yang tertekan, sehingga Anda merasa seperti tertusuk jarum dan tidak dapat merasakan tangan sendiri. Walaupun itu tidak nyaman, namun sama seperti gejala lain, gejala tersebut akan hilang setelah melahirkan.

Perut terasa panas
Perut terasa panas adalah derita umum bagi setiap wanita yang mengandung, terutama pada akhir-akhir bulan kehamilan. Hal tersebut sering dipicu karena makan atau minum sebelum tidur. Pastikan selalu membawa antacid (obat penetral asam perut) ke mana pun Anda pergi.

Sembelit
Meskipun hal ini memalukan untuk dibicarakan, sembelit bukanlah sesuatu yang lucu dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit yang teramat sangat saat mengandung. Jika prinsip dasar untuk makan makanan berserat dan minum air putih tidak juga berhasil, Anda bisa meminta resep obat pencahar.

Gejala-gejala di atas tidak selalu terjadi pada setiap wanita, dan jika Anda menderita salah satu gejala tersebut saat mengandung bukan berarti Anda tidak akan mengalaminya lagi. Gejala apa pun yang dialami, pastikan tubuh Anda kembali normal setelah Anda melahirkan.

Sumber

Hamil? Ini Dia 15 Gejala Anda Mengandung

Anda merasa mengalami gejala kehamilan. Namun, belum sempat mengunjungi dokter kandungan. Coba simak gejala berikut, bila seluruhnya dirasakan oleh Anda saat ini, kemungkinan besar Anda memang sedang mengandung. Berikut gejalanya:

Gampang terengah-engah
Jika Anda mudah terengah-engah saat naik tangga, padahal biasanya tidak, ada kemungkinan Anda sedang hamil. Janin memang membutuhkan oksigen. Alhasil, Anda pun kerap kehabisan napas. Harap maklum, ini akan terjadi sepanjang masa kehamilan. Terlebih ketika bayi dalam kandungan mulai menekan paru-paru dan diafragma.

Payudara membesar
Tanda-tanda payudara yang membesar, daerah areola yang menghitam, dan terlihat lebih banyak pembuluh darah di dada menjadi tanda awal kehamilan. Kenakan bra yang tepat untuk mengurangi ketaknyamanan.

Mudah lelah
Jika Anda merasa gampang sekali lelah, bisa jadi ini pertanda adanya peningkatan hormon dalam tubuh. Untuk sebagian besar perempuan, kelelahan bisa berlangsung selama trimester pertama. Namun, ada juga yang mengalami hingga trimester kedua.

Mual
Sebagian besar perempuan hamil mengalami mual di pagi hari. Bahkan, mereka mengalami ini hingga enam pekan. Ada pula yang mengalami tidak hanya pagi, tetapi juga sore dan malam hari. Untuk mengurangi rasa mual, biasakan mengonsumsi makanan ringan seperti biskuit dalam porsi kecil tapi sering.

Kerap buang air kecil
Jika tiba-tiba selalu merasa ingin buang air kecil di malam hari, siap-siap, inilah tanda lain kehamilan. Selama hamil, tubuh akan memproduksi banyak cairan  yang nantinya akan memenuhi kandung kemih.

Sakit kepala
Tanda-tanda awal kehamilan termasuk juga sakit kepala adalah akibat dari perubahan hormon. Bila khawatir Anda benar-benar hamil, hati-hati saat mengonsumsi obat pereda sakit. Carilah obat yang mengandung parasetamol dan berlingkar hijau.

Sakit punggung
Bila tidak pernah mengalami sakit punggung, ada kemungkinan Anda hamil dan mengalami masalah di bagian ligamen. Harap maklum juga bila ini akan Anda alami selama masa kehamilan. Seiring dengan kehamilan yang makin membesar, titik gravitasi tubuh Anda pun akan berubah.

Kram
Ini gejala menstruasi atau kehamilan? Sulit dibedakan memang. Namun, bila benar kram di bagian bawah perut, mungkin saja kandungan Anda sedang mempersiapkan diri menerima kedatangan bayi.

Nafsu makan meningkat atau menurun
Tiba-tiba Anda selalu ingin makan rujak atau ikan membuat Anda mual. Bila Anda mulai bermasalah dengan makanan, mungkin saja tubuh Anda sedang memberitahu bahwa Anda hamil.

Konstipasi atau perut membesar
Celana panjang Anda mulai tidak muat. Jika mulai merasakan tubuh sedikit membesar atau mengalami kesulitan buang air besar, mungkin saja ini ada urusannya dengan tambahan hormon progesteron. Hormon ini memang menurunkan sistem pencernaan.

Terlambat menstruasi
Inilah gejala kehamilan yang paling gampang dideteksi: terlambat menstruasi. Bila jadwal menstruasi Anda biasa teratur dan tiba-tiba terlambat, waspada saja. Ada kemungkinan Anda mengandung.

Peningkatan suhu tubuh
Bila Anda berniat hamil, Anda bisa mengukur suhu tubuh basal untuk menentukan kemungkinan ovulasi. Biasanya, suhu tubuh basal meningkat karena berovulasi sampai Anda mendapatkan menstruasi dua pekan kemudian. Jika suhu tubuh terus meningkat lebih dari dua minggu, itu karena Anda sedang hamil.

Hidung jadi sensitif
Bau sampah membuat Anda sangat mual. Bila hidung jadi sangat sensitif, lagi-lagi, ada kemungkinan Anda hamil.

Perubahan emosi
Emosi Anda gampang berubah-ubah? Jika Anda gampang marah, boleh jadi tubuh Anda sedang menyesuaikan diri dengan adanya hormon-hormon baru. Pastikan suami Anda memahami ini, fase moody seperti ini akan berlalu juga.

Bercak
Bila bercak yang muncul lebih ringan dari menstruasi, tenang saja. Anda mungkin hanya mengalami pendarahan ketika sel telur menempel di dinding rahim. Proses ini memang memicu pendarahan ringan.

Sumber

Yang Harus Diperhatikan Saat Hamil Muda

Tiga bulan pertama masa kehamilan adalah masa yang kritis. Perlu perawatan ekstra untuk menjaga janin sehat dan tidak terjadi keguguran.

Ahli kesehatan dr. Rifsia Ajani mengingatkan, pada periode tiga bulan awal (trimester pertama), ibu hamil harus menjaga asupan makanan guna menjaga janin dari cacat lahir. Untuk itu, sebaiknya mengonsumsi asam folat 400 mg setiap hari selama 12 minggu untuk menjaga kesehatan bayi.

Asam folat merupakan vitamin B yang larut dalam air. Banyak ditemukan pada sayuran berdaun hijau gelap, misalnya bayam, kangkung, sawi, atau brokoli. “Ibu hamil dilarang keras makan ikan mentah, seperti sushi dan sashimi,” ujar Rifsia.

Bagaimana dengan hubungan seks saat hamil muda? Menurut dokter Rifsia, itu boleh saja dilakukan. Dengan catatan, pada tiga bulan pertama kehamilan, sebaiknya frekuensi hubungan seksual tidak dilakukan sesering biasanya. “Dikhawatirkan bisa terjadi keguguran spontan,” ujarnya.

Selain itu, perlu juga diperhatikan posisinya agar tidak menindih perut, lantaran rahim masih lemah di usia kehamilan muda. Tak kalah penting adalah perlunya dilakukan koitus interuptus, yaitu ejakulasi sperma di luar vagina. “Sebab sperma mengandung prostaglandin yaitu zat yang bisa merangsang kontraksi uterus, sehingga bisa menyebabkan keguguran,” katanya.

Kendati demikian, dia juga mengakui ada beragam alasan kehamilan muda bisa mengalami keguguran. Di antaranya, tutur Rifsia, bisa karena trauma pada perut, penyakit, atau hal-hal ringan seperti nutrisi yang kurang bagus. Bisa juga karena kekejangan otot rahim yang kuat.

Apa lagi yang harus dilakukan di saat hamil muda?

1. Berhentilah merokok atau megonsumsi minuman keras. Risiko rokok dan alkohol pada bayi sangat buruk sehingga penting untuk menjauhkan bayi dari kedua hal tersebut.

2. Pada kondisi hamil muda, wanita sangat rentan terkena stres dan menolak untuk makan. Padahal, perut yang kosong dapat memperparah keluhan mual dan dapat menurunkan kesehatan ibu hamil yang pada akhirnya membahayakan kandungan.

3. Hendaknya  mengonsumsi pisang untuk mengisi perut dan mulai mencari makanan dengan aroma segar seperti biskuit jahe, teh, salad, jus jeruk, atau mint.

4. Jaga keseimbangan psikologis agar mampu menaklukkan kesulitan di awal kehamilan yang biasanya tidak mudah dihadapi, terutama bagi wanita yang baru pertama kali mengalami kehamilan.

5. Wanita yang sedang hamil biasanya sering mengantuk. Jangan tunda untuk tidur saat serangan kantuk itu datang demi menjaga stamina dan menyimpan energi.

6. Hindari makanan yang banyak vitamin A dan perbanyak konsumsi makanan dengan zat besi.

7. Jangan sembarang mengonsumsi obat, suplemen, atau zat-zat kimia lainnya.

8. Jangan melakukan olah raga berat, misalnya, lari atau aerobik high impact.

9. Hindari pakaian ketat yang tidak lentur. Pakaian longgar atau elastis merupakan pilihan lebih baik karena tidak akan mengganggu perkembangan janin. Sama halnya dengan bra, kenakanlah yang nyaman.

Sumber

Mempersiapkan Kelahiran Anak

Pada masa-masa menjelang kelahiran bayi anda, berusahalah untuk tetap rileks, mintalah suami atau orang-orang terdekat untuk selalu menemani anda, karena pada masa kehamilan minggu 40, kelahiran bisa terjadi kapan saja.

Sambil menunggu waktu kelahiran sang bayi, alangkah baiknya anda mengisi waktu anda dengan mengumpulkan barang-barang berikut ini dalam satu tempat, atau anda bisa membaca alternatif persiapan kelahiran lainnya yang pernah saya bahas.

Barang-barang ini boleh menjadi acuan bagi anda yang masih bingung mempersiapkan kelahiran bayi anda, list ini saya ambil dari bunda FIFIE.
LIST BARANG PERSIAPAN KELAHIRAN:

Yang perlu dibawa ke rumah sakit
1. Baju bayi
2. Popok/celana bayi (buat kalo pake pampers)
3. Gurita
4. Sarung tangan & kaki
5. Kain bedong
6. Selimut
7. Selimut gendong/bedong (yang ada tudung kepala)
8. Pampers
9. Minyak telon
10. Bedak
12. Botol susu + empeng yang sudah disteril (jaga-jaga buat nampung ASI sementara kalau belum mau nyusu)
13. Kapas & tempat kapas (yang bisa tertutup rapat karena buat kapas
basah)
14. Tissue beralkohol
15. Tas bayi

Buat Ibu:
1. Baju biasa buat pulang
2. Kain (buat selama di RSB)
3. Kemeja berkancing
4. Gurita buat Ibu
5. BH menyusui
6. Breast pad
7. Sandal yang empuk
8. Sabun, sikat gigi, odol, handuk
9. Bedak & Sisir
10. Obat memperlancar ASI
11. pembalut khusus nifas

Buat di rumah:
1. Box bayi berikut kasur, bantal, guling, sprei, bamper, kelambu
2. Kereta dorong
3. Baju bayi (2 lusin : bervariasi tanpa lengan, lengan pendek, lengan panjang – lebih disarankan yang yang berbahan kaus).
4. Popok (3 – 4 lusin)
5. Topi bayi
6. Tas bayi
7. Gurita (1 lusin)
8. Sarung kaki & tangan
9. Jemuran baju bayi (2 buah) yang melingkar dengan banyak jari2
10. Kain bedong (2 – 3 lusin)
11. Minyak telon
12. Baju & celana yang bagusan, buat kalo ke dokter.
13. Selimut
14. Karet Ompol/Perlak (2-3 alas karena 1 buat alas abis mandi)
15. Selimut/kain alas ompol
16. Kain gendong
17. Botol susu (Pigeon aja – terus beli juga karet dotnya buat stok – cari yang silicon ukuran S/Small)
18. Thermometer
19. Betadine (untuk bersihkan pusar bayi setelah lepas)
20. Sikat botol + sabun cair
21. Panci khusus rebus botol
22. Susu Formula
23. Pompa ASI
24. Breast Pad
25. Sabun & tempatnya
26. Shampoo
27. Bak mandi
28. Handuk mandi/Waslap (2)
29. Sapu tangan handuk kecil bersih yang halus khusus untuk mandi (lap muka)
30. Bedak
31. Tempat bedak
32. Pampers
33. Sapu tangan handuk halus (buat lap keringat atau kalau gumuh)
34. Tatakan minum/makan
35. Tissue halus (paseo)
36. Kapas
37. Tissue basah (Pigeon/Mitu)
38. Tissu beralkohol (untuk pusar) – bisa juga diganti dengan alkohol & kain kasa yang sudah dibuat sedemikian rupa dengan diselipin kapas.
39. Cotton but yang ukuran kecil
40. Empeng
41. Mainan gantung yang ada lagunya, jaga2 takut kalo rewel
42. Baby oil
43. Baby cream (buat jaga2 kalo kulitnya kering)
44. Minyak tawon (buat kalo digigit nyamuk).

Jika anda merencanakan melahirkan di sebuah rumah sakit, pastikan kunci mobil terletak di tempat yang mudah terlihat dan pastikan juga bensin kendaraan anda terisi penuh.

Sumber

Merancang Hidup dengan Merekayasa Genetik Bayi

New York — Meningkatnya kekuatan dan aksesibilitas teknologi genetik suatu hari mungkin akan memberikan para orangtua pilihan untuk memodifikasi anak mereka yang belum lahir, untuk menyiapkan keturunan yang bebas penyakit atau agar anak mereka berbadan lebih tinggi, berotot, cerdas atau dianugerahi dengan sifat yang diinginkan.

Apakah perubahan ini membuat orangtua mampu memberikan anak-anak mereka awal yang terbaik? Atau apakah itu berarti bayi yang dirancang untuk bisa menghadapi masalah genetik yang tak terduga? Para ahli memperdebatkannya pada Rabu malam (13 Februari) apakah rekayasa prenatal harus dilarang di Amerika Serikat.

Manusia telah memodifikasi secara genetik hewan dan tanaman, kata Sheldon Krimsky, seorang filsuf di Tufts University, yang berpendapat bahwa ia mendukung larangan yang sama untuk bayi manusia. “Tapi dalam ratusan ribu eksperimen yang gagal, kita hanya membuang begitu saja hasil modifikasi tanaman atau hewan yang tidak diinginkan.”

Konsekuensi yang tidak diketahui
Apakah ini adalah sebuah model yang ingin diberlakukan oleh masyarakat pada manusia, dengan membuat modifikasi genetik, “membuang begitu saja hasil rekayasa ketika mereka tidak berhasil?” Krimsky bertanya di acara Intelligence Squared Debate yang diadakan di Manhattan.

Dia dan sesama pendukung pelarangan rekayasa genetik, Lord Robert Winston, seorang profesor ilmu pengetahuan, masyarakat dan ahli kesuburan di Imperial College di London, berfokus pada ketidakpastian yang berhubungan dengan dasar-dasar dari sifat genetik. Keduanya juga membahas konsekuensi dari memanipulasi gen.

“Bahkan (untuk) tinggi badan, salah satu sifat yang paling terkenal untuk diwarisi, para peneliti telah menemukan bahwa setidaknya dari 50 gen hanya 2-3 persen yang memenuhi syarat dalam sampel,” kata Krimsky. “Jika Anda ingin anak yang tinggi, menikahlah dengan orang yang tinggi.”

Alam tidak peduli
Sementara itu, lawan mereka, yang menentang larangan itu, mengungkapkan bahwa rekayasa genetik akan membuat orangtua memberikan anak-anak mereka hidup yang sehat, meskipun itu berarti memberi anak-anak mereka sifat yang mereka sendiri tidak bisa wariskan.

Lee Silver, seorang profesor biologi molekuler dan kebijakan publik di Princeton University, meminta para anggota yang hadir untuk melihat seseorang yang duduk di samping mereka.

“Orang itu dan Anda berbeda dari lebih 1 juta lokasi di DNA (deoxyribonucleic acid) Anda. Kebanyakan (variasi ini) tidak bisa menghasilkan apa pun,” kata Silver. “(Tapi) bahkan jika Anda seorang dewasa yang sehat, 100 (varian ini) dapat menyebabkan penyakit mematikan pada anak cucu Anda.”

“Alam adalah sebuah metafora,” lanjutnya. “Dan itu adalah metafora yang buruk, karena dalam kenyataannya warisan adalah permainan dadu. Hal semacam ini tidak perlu harus seperti itu di masa depan.”

Rekannya yang juga menentang pelarangan itu, Nita Farahany, seorang profesor hukum dan ilmu genom dan kebijakan di Duke University, menyerang gagasan bahwa ketidakpastian seharusnya mencegah penggunaan teknologi, yang menunjukkan bahwa reproduksi, benar-benar berjalan tanpa bantuan teknologi, sehingga menghasilkan banyak ketidakpastian.

“Kami tidak akan melarang seks alami,” kata Farahany.

Sudah dimungkinkan
Sebagian besar perdebatan terfokus pada teknologi tertentu yang dikenal sebagai transfer mitokondria. Meskipun sebagian besar DNA berada dalam inti sel, sejumlah kecil terkandung di pabrik-pabrik energi sel, yang disebut mitokondria. DNA mitokondria tersebut diturunkan dari ibu ke anak. Dalam kasus yang jarang terjadi, wanita yang memiliki cacat mitokondria dapat mewariskannya kepada anak-anak mereka, sehingga menyebabkan masalah yang merusak atau bahkan kematian.

Transfer mitokondria dapat menggantikan cacat DNA mitokondria seperti itu dengan cara didonor, sehingga memungkinkan ibu yang terkena dampak untuk menghindari cacat tersebut pada anak-anak mereka, yang kemudian membawa materi genetik dari tiga orang tua (ayah dan dua ibu, termasuk donor).

Para penentang larangan berpendapat, larangan yang diusulkan akan mencegah wanita dengan gangguan mitokondria untuk memiliki anak yang sehat dari mereka sendiri.

“Saya di sini bukan untuk membela setiap jenis rekayasa genetika, saya tidak berpikir kita siap saat masyarakat merangkul semuanya,” kata Farahany.

Daripada memberlakukan larangan langsung, dia dan Silver berpendapat untuk jalan tengah, yang akan membolehkan prosedur tertentu setelah mereka telah terbukti aman dan efektif. Sebuah konsensus ilmiah menyebutkan bahwa pemindahan mitokondria akan masuk ke dalam kategori ini, katanya.

Winston tidak setuju.

“Kami mengerti bahwa bermain-main dengan DNA mitokondria dapat membuat perbedaan besar sama seperti yang terjadi pada DNA nuklir…. anak abnormal telah lahir sebagai hasil transfer mitokondria,” katanya. “Saya pikir, dalam mencegah salah satu penyakit genetik, Anda cenderung menyebabkan penyakit genetik lain.”

Masyarakat sebaiknya fokus pada pentingnya pengaruh lingkungan terhadap kesehatan, kata Winston. “Apa yang harus kita coba lakukan, daripada risiko membuat bayi yang tidak normal, adalah dengan meningkatkan lingkungan sehingga fungsi DNA akan bekerja maksimal.”

Baik Farahany ataupun Silver, berargumen bahwa  mereka akan memastikan orangtua yang ingin  memodifikasi anak-anak mereka untuk tidak berfokus pada ciri-ciri lain yang kurang diperlukan secara medis, namun demikian sulit untuk menghindari keinginan seperti memiliki anak dengan kecerdasan yang lebih tinggi atau bermata biru.

“Apa yang saya pikirkan adalah bahwa kebanyakan orangtua peduli pada masalah kesehatan anak-anak mereka,” kata Silver.

Menyebabkan gangguan genetik?
Kedua belah pihak mengacu pada momok gangguan genetik ide, yang dulu pernah dianut oleh Nazi, yang menyatakan bahwa pembiakan selektif dapat digunakan untuk memperbaiki umat manusia.

Winston dan Krimsky menunjukkan, memodifikasi anak secara genetik untuk memilih sifat yang diinginkan membangkitkan kembali pendekatan ini. Sementara itu, Farahany mencatat bahwa beberapa pelanggaran terburuk dalam sejarah adalah bila pemerintah terlibat berusaha mengontrol reproduksi. Bagaimana larangan modifikasi genetik anak-anak harus ditegakkan, ia bertanya, apakah semua bayi harus secara paksa diuji?

Dalam pertemuan itu, melalui pemilihan suara, penentang larangan menjadi pemenangnya.

Sumber

Waspada, Perempuan Merokok Saat Hamil Bisa Berakibat Cacat Bayi

Dokter mengatakan kepada ibu-ibu hamil agar berhenti merokok saat kehamilan karena bisa membuat bayi mengalami cacat antara lain kehilangan kaki atau cacat tubuh. Demikian dilansir The Guardian, Kamis (12/7/2011).

Menurut hasil penelitian ketika seorang perempuan mengandung dan merokok namun calon bayi mereka kemungkinann akan mengalami masalah serius hingga 50 persen kelainan fisik.

Hal ini diungkap dan membuat sejumlah peneliti agar menciptakan aturan untuk mengurangi ketergantungan perempuan kepada rokok saat sedang hamil. Meski perempuan merokok yang sedang mengandung sering dikaitkan dengan risiko keguguran atau bayi lahir prematur atau berat badan di bawah normal.

Sedikitnya 45 persen perempuan di bawah 20 tahun masih merokok saat mengandung tujuh bulan hingga ia melahirkan. Para peneliti ini berasal dari College London dan mengatakan ini merupakan pendekatan komprehensif untuk mengidentifikasi cacat tubuh terkait dengan merokok.

Para peneliti ini meneliti hasil penelitian yang dipublikasikan dalam kurun waktu 51 tahun yang mencakup 14 ribu cacat lahir. Mereka mencatat bahwa perempuan yang merokok risikonya sekitar 26 persen yang mengalami cacat kaki atau kehilangan anggota tubuh, 28 persen mengalami bentuk kaki tak normal, 27 persen cacat pencernaan, 33 persen cacat tulang, dan 25 persen alami cacat mata.

“Sejumlah orang berpikir bahwa perempuan masih boleh merokok saat hamil. Namun, dalam kenyataannya dan pada khususnya perempuan di bawah umur 20, kemungkinan cacat bayi lahir sangat tinggi,” kata Professor Allan Hackshaw, yang mengepalai tim peneliti ini.

Sumber

Seperempat Otak Anak Indonesia ‘Pentium 3′

Indonesia terancam tak memiliki generasi emas di masa mendatang. Masalah klasik, seperti nutrisi, masih menjadi pemicunya.

Menurut Riskesdas 2011 sekitar 17,9 persen anak Indonesia mengalami kurang gizi, 5,4 persen gizi buruk dan 36 persen mengalami stunting (pendek).

“Jika dihitung-hitung dari total jumlah anak Indonesia, sekitar seperempat anak balita Indonesia tidak akan memiliki otak pentium 5,” ungkap dr. H. Tb. Rachmat Sentika, SpA, MARS, Dokter Spesialis Anak dalam acara yang digelar Tupperware Indonesia (20/2) di Senayan.

Menurut dr. Rachmat, asupan nutrisi harus diperhatikan sejak bayi masih dikandungan. “Karena perubahan otak anak terjadi di 0-6 tahun. Dan, masalah makanan atau gizi mempengaruhi sekitar 13 persen dari faktor genetik, perilaku dan lingkungan,” jelasnya.

Sebagai harapan bangsa, anak-anak dan orangtua harus dibekali edukasi tentang pentingnya nutrisi. Survei BPOM di 30 kota Indonesia menunjukkan bahwa 35 persen jajanan sekolah termasuk jajanan tidak sehat. Parahnya lagi, anak SD yang membawa bekal ke sekolah hanya 18 persen.

“Perlu edukasi mengenai pentingnya bekal sekolah bagi setiap murid dan orangtua. Bekal dapat mencukupi gizi anak dan membantu menurunkan tingkat kekurangan gizi,” tambahnya.

Sumber

Ibu Hamil dan Keripik

Banyak sekali pantangan saat sedang hamil. Bahkan soal makanan pun harus pintar memilihnya karena akan berdampak pada sang janin.

Keripik dan biskuit menjadi beberapa makanan yang sebaiknya dihindari selama masa kehamilan. Kok gitu?

Peneliti mengungkapkan ngemil keripik dan biskuit malah meningkatkan risiko bayi terlahir dengan bobot rendah.

Bahan kimia akrilamida dalam cemilan yang digoreng menjadi penyebabnya. Semakin tinggi tingkat akrilamida selama hamil, maka para ibu harus siap melihat buah hati terlahir underweight dan lingkar kepala kecil.

Jangan anggap sepele. Bayi yang lahir dengan berat badan dibawah normal berisiko memiliki masalah kesehatan lebih dini di kemudian hari, seperti tertundanya perkembangan otak dan sistem saraf hingga penyakit mematikan seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

“Kami menyarankan para ibu hamil untuk mengganti keripik dan biskuit dengan sayur dan buah. Industri makanan juga perlu mencari cara efektif untuk mengurangi tingkat akrilamida dalam produk-produknya,” jelas Profesor John Wright, dilansir melalui Dailymail (24/10).

Sumber

Ingin Bayi Anda Tumbuh Cerdas, Konsumsilah Ikan

Ibu hamil yang banyak makan ikan memiliki kemungkinan lebih besar memiliki anak cerdas dan pandai bergaul. Suatu penelitian yang dibiayai Uni Eropa mengemukakan ibu hamil yang banyak makan tuna, sarden dan salmon akan melahirkan bayi yang punya kemampuan bagus dalam berbagai tes keterampilan dan kecerdasan.

Para peneliti Spanyol memeriksa dua ribu perempuan pada kehamilan pekan ke-20 dan setelah mereka melahirkan. Para ibu itu ditanyai soal makanan dan mereka menjalani tes darah untuk mengetahui tingkat omega-3 dan omega-6.

Bayi mereka dites kecerdasan verbal dan keterampilan motorik serta kemampuan bersosialisasi.
Ternyata, ibu yang mengkonsumsi ikan-ikan tersebut saat hamil, punya anak yang nilai tesnya tinggi.

Para peneliti dari University of Granada menyimpulkan bahwa Omega-3 membantu perkembangan otak dan mata janin. Hasil penelitian yang dimuat American Journal of Clinical Nutrition juga mengemukakan Omega-3 mengandung DHA yang merupakan komponen utama sel otak dan membran.

“Jumlah DHA yang dikirimkan ke janin lewat plasenta mungkin merupakan hal sangat penting dalam perkembangan janin,” ungkap penelitian tersebut.

Namun, penelitian itu juga menyimpulkan bahwa terlalu banyak makan ikan-ikan tersebut juga dapat memberi dampak buruk pada perkembangan bayi. Menurut para ahli, sangat penting bagi calon ibu untuk menyeimbangkan makanan jika mereka ingin memperbanyak asupan Omega-3.

Sumber

9 Makanan untuk Meningkatkan Kesuburan

Makanan sehat berperan besar dalam meningkatkan kesuburan pria dan wanita. Bila Anda mengalami ketidakseimbangan hormon, atau memiliki laju produksi telur yang lambat, ada sejumlah makanan yang bisa membantu masalah yang Anda hadapi.

UNTUK WANITA

Daging merah. Kandungan zat besi dalam daging merah amat mampu menurunkan risiko kemandulan yang timbul dalam proses ovulasi. Zat besi membantu meningkatkan sel darah merah juga mengurangi ancaman anemia. Daging merah juga mendukung ovulasi dan efisien mempertahankan pembelahan sel.

Kacang. Kacang almond bisa menjadi solusi kemandulan yang sangat lezat. Kacang almond mengandung vitamin E yang tinggi yang mampu meningkatkan gairah seks wanita, sementara secara bersamaan bisa melindungi embrio dari keguguran.

Tiram. Memakan tiram mungkin terlihat tidak menarik bagi sebagian orang, tetapi mereka yang ingin meningkatkan kesuburan tentu harus berselera. Tiram mengandung zat besi yang amat penting bagi kesehatan ovulasi dan produksi sel telur yang stabil. Selain tiram, zat besi juga terkandung dalam telur, biji-bijian dan kacang-kacangan.

Kentang panggang. Kentang panggang mengandung vitamin B yang sangat tinggi. Ini sempurna untuk semangat bercinta. Kandungan vitamin B dan E ditemukan dalam makanan ini, yang juga bisa meningkatkan pembelahan sel serta meningkatkan peluang produksi ovum yang sehat.

UNTUK PRIA

Buah segar. Ini merupakan pilihan terbaik bagi pria yang ingin meningkatkan kehebatan mereka. Kandungan vitamin C yang tinggi amat membantu mencegah sperma menggumpal — menjamin potensi dan meningkatkan kualitas sperma. Tingkatkan pasokan gizi harian Anda dengan mengonsumsi kiwi, mangga, stroberi, atau grapefruit (sejenis jeruk).

Kacang Brazil. Kami tidak bercanda, makanan ini benar-benar bisa membantu meningkatkan jumlah sperma. Kaya akan selenium, kacang Brazil terkenal meningkatkan hormon testosteron serta kinerja testis Anda.

Bawang putih. Meski sering dicap sebagai obat pembunuh vampir, beberapa dosis bawang putih sebenarnya amat meningkatkan kesuburan Anda.

Minyak ikan. Salmon, mackerel, dan sarden bisa sangat membantu Anda menjadi sehat dan subur. Minyak ikan mengandung asam lemak esensial (EFA) yang membantu meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh sistem reproduksi dan meningkatkan pembentukan kualitas sperma.

Cabe. Memakan masakan cabai benar-benar membuat gairah Anda meningkat, dengan cara apa pun! Dengan mempercepat aliran darah ke daerah reproduksi, cabe sangat bisa meningkatkan keampuhan produksi dan kualitas sperma Anda.

Sumber

Sayur, Buah dan Daging, Makanan Wajib untuk Ibu Hamil

Seorang perempuan yang sedang hamil, harus lebih berhati-hati dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah terjadinya keguguran. Para dokter selalu menyarankan kepada ibu hamil untuk membentuk kebiasaan hidup yang sehat.

Terlepas dari apakah mereka sudah berolahraga dan istirahat yang cukup, diet yang sehat juga sangat penting dalam meningkatkan kesehatan tubuh wanita hamil.

Karenanya, wanita hamil harus selalu menjaga pola makan sehat dan makan makanan yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan tubuh dan bayi yang dikandungnya. Makanan yang bermanfaat bagi wanita hamil terutama meliputi buah-buahan, sayuran, daging, produk susu, dan sebagainya.

1. Sayuran dan buah-buahan.

Penyerapan serat tinggi dapat meningkatkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit saat buang air besar. Perlu untuk selalu mengonsumsi buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C. Seperti diketahui, vitamin C memainkan peran penting dalam meningkatkan sistem kekebalan dalam tubuh manusia. Ketika sedang hamil, wanita harus bisa senantiasa meningkatkan kekebalan tubuhnya, demi menjaga agar janin tetap sehat. Oleh karena itu, bagi ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi kubis, brokoli, apel, jeruk, dan buah-buahan lainnya.

2. Daging kaya zat besi dan protein.

Menurut dokter, ibu hamil harus melengkapi 27 miligram zat besi setiap hari. Selain daging, makanan lain seperti hati hewan dan kacang kedelai juga mengandung zat besi berlimpah. Namun, yang harus diperhatikan disini adalah, daging dan hati harus dimasak dengan matang untuk membunuh bakteri dan virus.

3. Mineral kalsium.

Wanita membutuhkan kalsium yang cukup untuk meningkatkan tulang dan mencegah osteoporosis. Banyak wanita hamil terganggu oleh masalah tulang. Sebagai contoh, struktur tulang akan menjadi rapuh sehingga menyebabkan fraktur (patah tulang).

4. Asam folat.

Makanan yang mengandung asam folat juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh wanita hamil. Asam folat tidak hanya dapat mencegah anemia bagi perempuan tetapi juga mempercepat pengembangan sistem saraf untuk janin. Menurut penelitian medis, asam folat berlimpah terkandung dalam makanan vegetarian dan hewani. Ibu hamil dapat mengonsumsi sayuran hijau dan hati hewan untuk suplemen asam folat.

Jenis makanan tersebut terbukti dapat memberikan banyak nutrisi penting bagi wanita hamil dan sangat sangat membantu dalam mendukung kegiatan fisik sang ibu maupun janin.

Selain faktor makanan, hal yang tidak kalah pentingnya adalah, mereka juga harus menghentikan kebiasaan buruk seperti minum alkohol dan merokok untuk memberikan perlindungan sepenuhnya kepada janin.

Sumber

Mengapa Wanita Hamil Harus Menjauhi Kopi Espresso?

LONDON – Wanita hamil tanpa disadarinya menempatkan kesehatan bayi yang dikandungnya dengan minum kopi dari kafe, para peneliti memperingatkan.

Sebuah analisis dari espresso yang disajikan di 20 kedai kopi di Inggris, ditemukan variasi besar dalam jumlah kafein yang dikandungnya. Bahkan, bisa sampai enam kali lipat jumlah normal secangkir kopi.

Penelitian sebelumnya menyarankan, wanita hamil tak mengonsumsi lebih dari 200 mg kafein perhari. Kekhawatiran tentang cacat lahir, persalinan prematur, dan keguguran yang menjadi alasannya. Hal ini biasanya setara dengan empat cangkir kopi, yang masing-masing mengandung 50mg kafein.

Selain di Starbucks, kafe-kafe umumnya malah menyediakan kopi dengan kadar kafein lebih. “Bahkan ada yang mencapai 300 mg,” tulis jurnal makanan The Royal Society of Chemistry yang mempublikasi penelitian itu.

Peneliti dari Universitas Glasgow membeli satu shot espresso dari 20 kedai kopi di kota dan diukur kandungan kafein mereka. Untuk akurasinya, mereka memesan beberapa kali dan mengukurnya. Tapi, tak mengubah persentase angka kandungan kafeinnya.

DAlan Crozier, peneliti senior di sekolah kedokteran Glasgow University mengatakan kafein, yang melintasi plasenta ke bayi yang belum lahir, biasanya memakan waktu lima jam untuk memecah dalam tubuh hingga setengah tingkat sebelumnya.
“Tetapi proses dapat memakan waktu hingga 30 jam dalam kelompok tertentu, termasuk anak-anak, penderita penyakit hati, dan wanita hamil,” katanya.

Hati bayi yang belum lahir akan berjuang untuk memecah kafein, dengan potensi konsekuensi jangka panjang. Bahkan pil KB dapat menghambat pengolahan kafein.

“Pada tingkat rendah, seorang wanita hamil dengan aman bisa minum empat cangkir per hari tanpa secara signifikan melebihi asupan yang disarankan,” katanya. Namun jika mengonsumsi kopi espresso, maka akan melebihi ambang batas yang dianjurkan.

Sebuah studi tentang kopi lain seperti latte dan cappuccino juga sama, katanya, karena mereka sering dibuat dari basis espresso bahkan lebih kuat.

Ia juga menyatakan, jenis kopi, proses pemanggangan, dan teknik kopi, membuat semua dapat mempengaruhi kandungan kafein. Ia menyarankan Badan Standar Makanan Inggris untuk lebih memperketat dan memantau konten kafein.

Sumber

Rahasia Anak Pintar

Cikal bakal otak anak mulai terbentuk pada usia kehamilan dini. Anak sehat dan pintar di sana bermula. Dari situ pulalah, masalah dan gangguan perkembangan bisa muncul. Kalau mau memiliki anak yang pintar dimulai dari sini (masa awal kehamilan) karena lempengan otak sudah terbentuk saat usia kehamilan 18 hari. Maka itu, kehamilan tersebut benar-benar harus dipersiapkan, ujar dokter spesialis tumbuh kembang anak, dr Ahmad Suryawan SpA(K).

Dari bentuk lempengan, pertumbuhan otak dalam janin akan terus tumbuh. Puncaknya saat kehamilan antara empat bulan hingga enam bulan. Nutrisi yang baik dan didukung psikis ibu yang stabil akan membentuk sel-sel otak bayi. Semakin banyak sel otak yang tumbuh, semakin tercipta anak yang cerdas. Untuk itu, pada masa kehamilan, ibu dilarang stres karena akan memengaruhi perkembangan sel-sel pembentukan otak.

Setelah bayi lahir, sel-sel otak harus distimulasi agar semakin banyak pembentuk jaringan penghubung sel-sel otak. Masa stimulasi ini, lanjut dokter yang akrab disapa Wawan itu, sangat penting dilakukan sejak dini. Otak anak yang kurang stimulasi tak memiliki jaringan penghubung.

Wawan menitikberatkan masalah stimulasi dini agar para orang tua mengetahui perkembangan anaknya. Sebab, ada masa periode kritis. Saat itu, pertumbuhan otak anak tidak tumbuh dan tidak berkembang. Periode kritis ini adalah sebuah kurun waktu dalam pertumbuhan otak anak. Bila didapatkan gangguan, akan berakibat anak mengalami kelainan perkembangan yang permanen dan sulit disembuhkan, paparnya di Karawaci, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.

Jika gangguan tersebut diketahui sejak dini, masih bisa dilakukan langkah-langkah perbaikan. Namun, jika deteksi terlambat, dikhawatirkan menjadi cacat seterusnya. Karena, pertumbuhan otak itu hanya sampai usia anak enam tahun.

Sumber

Bayi Ternyata Mampu Membaca Gerakan Bibir

Bayi-bayi rupanya punya kekuatan tersembunyi. Tidak hanya dapat belajar bicara dengan mendengarkan suara orang tuanya, mereka juga mampu membaca gerak bibir juga. Dari satu riset terbaru di AS terungkap bahwa bayi berumur enam bulan mulai dapat melebarkan daya jangkau matanya untuk mempelajari mulut ketika orang berbicara padanya. ”Untuk dapat menirukan, bayi harus tahu dulu bagaimana bibir membuat suara yang mereka dengar,” ujar ketua riset ini, David Lewkowicz dari Florida Atlantic University. ”Ini termasuk proses yang luar biasa rumit.”

Yang lebih menakjubkan, mereka tidak butuh waktu lama untuk belajar. Dalam beberapa bulan, bayi-bayi ini dapat menyerap ilmu soal gerakan bibir dan produksi suara. Ketika mereka ulang tahun ke-1, bayi sudah dapat memberikan respons dengan menatap mata orang tuanya. Kecuali, jika mereka mendengar suara yang tidak lazim, seperti bahasa asing yang tidak pernah mereka dengar.

”Ini benar-benar penemuan yang menarik,” ujar Profesor Bob McMurray dari University of Iowa. Dia melanjutkan, bayi tahu apa yang mereka perlu tahu dan mereka mampu untuk mengerahkan perhatian untuk hal-hal yang penting dalam perkembangan mereka.”

Sumber

Trik Tetap Nyaman Bekerja untuk Ibu Hamil

Gejala kehamilan memang berbeda pada masing-masing wanita. Ada yang menjalaninya tanpa banyak gejala khusus, ada juga yang didera berbagai gejala yang tidak nyaman.

Menghilangkan gejala tersebut tentu bagian dari proses metabolisme tubuh Anda. Tapi paling tidak Anda bisa membuat diri lebih nyaman atau mencegah timbulnya suatu gejala agar lebih nyaman bekerja walau sedang berbadan dua.

Mual
Mual, ingin muntah, atau bahkan sampai muntah. Gejala kehamilan yang kerap terjadi di trimester awal kehamilan atau biasa disebut morning sickness memang sulit dihindari. Umumnya akan berhenti sendiri saat memasuki kehamilan masuk trimester dua (meski ada juga yang lebih lama).

Ada beberapa cara yang bisa membuat tubuh Anda nyaman dan mengurangi kemungkinan mual lebih lama. Sediakan makanan kecil di meja Anda. Makanlah dengan frekuensi yang cukup sering namun jumlah yang sedikit. Perut yang kosong atau perut yang terlalu penuh bisa memicu timbulnya mual.

Sediakan botol air minum besar di meja untuk menjaga Anda dari kemungkinan dehidrasi. Minum sedikit demi sedikit jika memungkinkan. Minum sedikit demi sedikit, mungkin lebih nyaman untuk Anda daripada minum langsung segelas besar.

Jika pada jam makan siang ada yang membawa makanan berbau menyengat sebaiknya tinggalkan meja kerja Anda dan manfaatkan momen tersebut untuk merenggangkan badan. Apabila rasa mual sudah sangat menganggu konsultasikan dengan ahli kesehatan yang menangani kehamilan Anda.

Terakhir, selalu siapkan plastik kecil di tempat yang terjangkau jika Anda membutuhkannya untuk muntah. Apabila kamar mandi kantor terlalu jauh, plastik tersebut bisa jadi solusi yang baik untuk keadaan ini. Untuk mengatasi bau mulut yang tidak segar setelah muntah sebaiknya siapkan mouthwash atau sikat gigi di tas kerja Anda.

Ciptakan kenyamanan tubuh
Istirahat secara teratur untuk menyegarkan badan jika memungkinkan satu jam sekali. Bangun dari kursi dan berjalan sejenak agar otot Anda tidak kaku dan peredaran darah lebih lancar. Jika Anda terlalu banyak berdiri, usahakan untuk duduk sejenak untuk mengistirahatkan kaki. Bila mengantuk, tak ada salahnya memejamkan mata sebentar di tempat yang tenang selama 5-10 menit.

Mengatur posisi dan kenyamanan duduk juga sangat penting. Posisi duduk yang baik adalah duduk dengan tegak dan tidak menekan perut. Posisi duduk yang salah bisa menimbulkan gangguan nyeri di sekitar perut, punggung, pinggang, maupun leher. Jika perut Anda mulai membuncit, usahakan jaga jarak antara meja dan perut Anda. Ringankan beban punggung dengan menggunakan foot rest atau penyangga kaki di bawah kursi. Buku yang tebal bisa dijadikan alternatif. Sesuaikan posisi kerja dengan kenyamanan Anda, bagaimanapun juga hanya Anda yang tahu posisi yang paling nyaman.

Untuk menciptakan kursi yang nyaman jika memungkinkan gunakan kursi yang bisa disesuaikan tingginya sehingga kaki Anda tidak menggantung dan lutut membentuk sudut 90 derajat yang baik. Jika sandaran punggung Anda kurang nyaman, gunakan bantal atau penyangga punggung untuk membuat posisi duduk lebih nyaman dan meminimalisir risiko sakit punggung. Tambahkan bantal pada bagian bokong jika bagian dasar kursi Anda terlalu keras. Atur meja & peralatan kerja Anda sedemikian rupa sehingga Anda tidak perlu melakukan gerakan-gerakan yang berisiko menciderai tubuh.

Pada usia kehamilan yang semakin membesar kaki dapat terasa sakit dan membengkak jika sering berada dalam posisi menggantung atau tegak. Cari benda-benda seperti keranjang sampah kecil, kardus atau apapun yang bisa membantu Anda meluruskan kaki sejenak di meja kerja.

Gunakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu ketat. Menggunakan cardigan tipis atau jaket/blazer ringan bisa jadi pilihan yang baik. Dengan begitu Anda bisa menyesuaikan kenyamanan tubuh sesuai suhu yang diinginkan. Ibu hamil seringkali mengalami fluktuasi suhu yang tidak bisa diprediksi. Dengan menggunakan layer pada pakaian kerja, Anda bisa menyesuaikan kenyamanan tubuh sesuai kondisi yang dirasakan.

Tinggalkan sementara hak tinggi Anda saat mengandung. Meningkatnya hormon progesteron bisa membuat kaki Anda mudah kaku dan keseimbangan tubuh juga sedikit terganggu. Jika harus menggunakan sepatu hak, pilih yang rendah atau hak datar yang tidak terlalu tinggi.

Memikirkan rute tercepat ke toilet merupakan hal penting bagi ibu hamil. Ibu hamil juga punya kebiasaan sering ke toilet. Tekanan uterus ke kandung kemih membuat ibu hamil cepat merasa ingin buang air kecil, terutama pada trimester awal dan akhir kehamilan. Jangan pernah menahan keinginan untuk buang air kecil. Rencanakan setidaknya satu jam sekali ke toilet untuk kenyamanan tubuh Anda saat bekerja.

Nutrisi
Hindari jajan sembarangan untuk mencegah masuknya kuman atau zat berbahaya seperti pengawet dan lainnya. Saat ini Anda makan untuk kepentingan Anda dan si bayi. Jika memungkinkan bawa makan siang Anda di rumah agar terukur kadar gizi dan kebersihannya. Siapkan cemilan sehat seperti buah, roti, atau kudapan alami yang tidak mengandung banyak MSG. Perhatikan nilai gizi dan kalori yang masuk.

Siapkan botol minum besar di meja kerja untuk menghindari diri dari dehidrasi. Minum yang cukup bisa mengurangi risiko retensi air yang bisa membuat kaki maupun bagian tubuh Anda membengkak. Minum yang cukup juga baik untuk memperlancar proses persalinan Anda. Banyak ibu hamil yang menghindari sering minum karena enggan ke kamar mandi. Padahal, proses berjalan ke kamar mandi juga baik untuk menghindari kaku pada otot.

Hindari stres
Perubahan hormon dapat membuat wanita hamil sensitif dan mudah stres — yang tidak baik bagi perkembangan bayi. Tarik napas dalam-dalam saat merasa tertekan atau ikuti kelas-kelas kehamilan untuk mempelajari teknik pernapasan yang baik untuk mengurangi stres.

Olahraga yang teratur dan relaksasi saat berlibur akhir pekan merupakan beberapa cara efektif menekan stres.

Terakhir, jangan memaksakan diri. Jika ada yang menawari bantuan, jangan gengsi. Kenali kondisi tubuh dan minta bantuan rekan kerja Anda jika akan melakukan pekerjaan yang berisiko seperti membungkuk untuk mengangkat beban berat atau naik kursi untuk mengambil sesuatu yang tinggi.

Anda tidak harus menjadi wanita super saat mengandung dan jangan sampai si bayi dikorbankan keselamatannya.

Sumber

Wah, Ibu Hamil yang Pakai Ponsel Akibatkan anak Hiperaktif

Calon ibu yang terlalu sering memakai telepon seluler saat hamil bisa mengakibatkan anaknya lahir membawa sifat hiperaktif. Peneliti meyakini radiasi dari telepon genggam dapat merusak perkembangan otak bayi di dalam kandungan.

Profesor Hugh Taylor dari Universitas Yale mengungkapkan radiasi telepon genggam dapat membuat si jabang bayi memiliki memori yang rendah, rasa cemas, dan perilaku buruk.

The Sun melaporkan, Jumat (16/3), kesimpulan tersebut didapat setelah para peneliti melakukan percobaan pada tikus yang tengah mengandung. Bayi tikus yang lahir mengalami masalah memori dan kegelisahan setelah lahir. Hal serupa tidak terjadi pada anak tikus yang ibunya tidak mendapatkan radiasi ponsel.

“Kami telah melihat ada masalah perilaku yang menyerupai ADHD terhadap anak tikus yang mendapat paparan radiasi ponsel saat masih berada di rahim,” kata Taylor.

ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan gangguan perkembangan dalam aktivitas motorik anak. Penyakit ini membuat perilaku anak cenderung berlebihan.

Hal ini merupakan bukti eksperimental yang pertama. Selain berpengaruh pada si jabang bayi, paparan radiasi juga mempengaruhi orang dewasa. Namun, Profesor Eric Taylor dari King’s College London mengatakan ponsel tidak bisa disalahkan atas peningkatan kadar ADHD dalam anak.

Sumber

Bayi Mulai ‘Membaca Pikiran’ Lebih Cepat dari Perkiraan

Bahkan bayi berusia satu setengah tahun bisa menebak apa yang orang lain pikirkan, demikian dilaporkan hasil penelitian baru.

Hasilnya diterbitkan pada 29 Januari 2013, dalam jurnal “Proceeding of Royal Society: B”, yang berasal dari sebuah penelitian terhadap anak-anak di seluruh dunia, dari pedesaan Cina hingga kepulauan terpencil di Fiji. Sebelumnya para ilmuwan menduga kemampuan memahami perspektif orang lain muncul pada usia yang lebih tua pada anak-anak.

Temuan tersebut mungkin menjelaskan kemampuan sosial yang membedakan kita dari kerabat paling dekat kita, simpanse, ujar penulis studi H. Clark Barrett, seorang antropolog di University of California, Los Angeles. Penelitian ini menggunakan bentuk tes keyakinan-palsu, salah satu dari beberapa tugas kognitif yang bisa dilakukan anak-anak, tetapi tidak bisa dilakukan oleh primata.

Manusia sangat hebat dalam menyimpulkan keadaan mental orang lain: emosi mereka, keinginan mereka dan, dalam kasus ini, pengetahuan mereka, ujar Barrett. “Jadi hal itu bisa memainkan peran penting dalam transmisi budaya dan pembelajaran sosial.”

Tes klasik
Pada tes klasik pemahaman anak-anak yang disebut tugas keyakinan-palsu, satu orang datang ke kamar dan menempatkan sebuah objek (seperti sepasang gunting) ke dalam  tempat persembunyian. Orang kedua kemudian datang dan meletakkan gunting ke dalam sakunya, tanpa sepengetahuan individu pertama. Ketika orang pertama kembali, seseorang akan bertanya kepada seorang anak, “Di mana menurut Anda orang pertama akan mencari gunting?”

Tugas ini sulit karena anak-anak harus memiliki teori pikiran, atau kemampuan untuk memahami perspektif orang lain, dalam hal ini individu tidak melihat gunting diambil oleh orang lain.

Pada usia 4-7 tahun, kebanyakan anak di negara-negara Barat dapat menjawab bahwa orang pertama akan mencari di tempat persembunyian awal, karena individu tersebut tidak tahu gunting telah pindah. Tapi anak-anak di seluruh dunia cenderung memberikan jawaban berbeda pada usia yang berbeda.

Namun, hasil kerja pada masa lalu menunjukkan bahwa jika para peneliti tidak mengajukan pertanyaan pada bayi, melainkan mengikuti gerakan mata bayi, anak-anak tampaknya memahami konsep tersebut jauh lebih cepat. Barrett dan rekan-rekannya bertanya-tanya apakah perbedaan budaya dalam berurusan dengan orang dewasa bisa menutupi lompatan kognitif menakjubkan yang dilakukan anak.

Pemahaman universal
Untuk mengetahuinya, para peneliti mempelajari hampir semua anak-anak yang tersedia dalam tiga komunitas di Cina, Fiji dan Ekuador dari usia 19 bulan sampai sekitar 5 tahun (sekitar 91 anak-anak secara total).

Tim ini menciptakan sebuah drama dengan latar yang sangat mirip dengan tes klasik palsu-keyakinan: Seorang pria meninggalkan beberapa gunting disembunyikan dalam kotak, sementara orang lain datang dan memindahkan gunting ke dalam sakunya.

Selama permainan, karena ia mengantongi gunting, orang kedua diam sesaat, “bertopang dagu, menatap langit-langit dan berkata,” Hmm, aku penasaran di mana mereka akan mencari gunting, ‘” ujar Barrett pada LiveScience.

Para peneliti kemudian merekam reaksi anak-anak dalam permainan tersebut di sebuah video.

Anak-anak secara konsisten memandang kotak, menunjukkan bahwa anak-anak kecil memperkirakan orang pertama untuk mencari gunting di tempat ia meninggalkan mereka. Memahami apa orang pertama percayai, dan juga apa yang dia tidak tahu, diperlukan anak-anak untuk membuat kesimpulan yang rumit tentang pengetahuan orang lain.

Awal pengembangan
Temuan itu menunjukkan bahwa anak-anak mengembangkan kemampuan membaca pikiran beberapa tahun lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya, dan perkembangan ini terlihat sama di berbagai budaya.

Temuan ini menunjukkan bahwa keterampilan itu sendiri bersifat universal dan perbedaan dengan budaya lainnya mungkin membuat percobaan sebelumnya tidak akurat.

Misalnya, di banyak masyarakat, orangtua tidak membuat kebiasaan mengajukan pertanyaan retoris pada anak seperti, “Apa yang sedang sapi lakukan?” padahal orang dewasa sudah tahu jawabannya.

Anak-anak di budaya-budaya seperti itu dapat bingung dengan pertanyaan-pertanyaan dan mungkin berpikir, “Mengapa bertanya kepadaku, Anda seharusnya sudah tahu itu?” ujar Barrett.

Sumber

Wanita Hamil Rentan Alami Depresi

Menurut sebuah studi terbaru, depresi mempengaruhi satu dari delapan wanita hamil. Apakah Anda salah satu dari mereka?

Kehamilan dikatakan menjadi salah satu tahapan paling bahagia dalam hidup seorang wanita. Tetapi, kehamilan bisa menjadi hal paling sulit dilalui karena butuh persiapan fisik dan mental.

Tak banyak pula yang tahu, depresi bukan hanya rentan dialami wanita yang tengah berbadan dua. Depresi, juga bisa dialami oleh wanita yang baru melahirkan. Hal ini biasa disebut postpartum blues–merupakan kesedihan atau kemurungan yang dialami wanita  setelah melahirkan. Biasanya, hal ini hanya muncul sementara waktu yakni sekitar dua hari hingga dua minggu sejak kelahiran bayi.

Beberapa penyesuaian dibutuhkan oleh wanita dalam menghadapi aktivitas dan peran barunya sebagai ibu pada minggu-minggu atau bulan-bulan pertama setelah melahirkan, baik dari segi fisik maupun segi psikologis.

Ginekologi Dr Suman Bijlani mengatakan, masalah depresi bisa timbul karena  wanita hamil, mengalami perubahan hormonal yang diperparah oleh stres. Hal ini bisa juga diperparah karena wanita hamil tidak bisa melakukan penyesuaian keuangan dan karir, mengalami ketidaknyamanan fisik, trauma kehamilan sebelumnya, kecemasan tentang kemungkinan komplikasi, dan telalu khawatir soal perencanaan untuk bayi yang baru lahir.

Ini semua  dapat menyebabkan ketidakstabilan emosional dan kadang-kadang, depresi timbul, dapat menyerang setiap saat selama kehamilan. Tingkat keparahannya bervariasi dan tidak sama antara wanita hamil satu dengan lainnya.

“Sebenarnya, wanita yang mengalami hal ini harus segera mencari bantuan,” kata Seema Hingorrany, psikolog klinis menambahkan.

Dan ada beberapa gejala yang ditunjukkan, untuk mengetahui wanita hamil tengah mengalami depresi. Seperti diberitakan Times of India, gejala yang paling umum salah satunya adalah timbulnya kecemasan kronis.

Gejala

Kecemasan kronis, kekhawatiran tentang  terjadinya keguguran, ini bisa jadi tanda ibu hamil mengalami depresi. bahkan setelah melahirkan, gejala depresi juga masih bisa ditimbulkan seperti rasa bersalah tentang perasaan negatif, diikuti dengan menangis berkepanjangan.

Khawatir bahwa pasangan Anda dapat meninggalkan Anda setelah bayi lahir, juga bisa menjadi tanda lain wanita mengalami depresi usai melahirkan. Rendah kepercayaan diri dan keraguan tentang menjadi orangtua yang mampu, merasa kesepian, marah, lesu. Kondisi biasanya juga makin parah saat wanita mengalami masalah dengan tidur dan makan, kurangnya perhatian dan konsentrasi.

Kondisi yang parah, si ibu juga bisa membenci bayinya yang baru dilarikan karena merasa, mengurus bayi adalah tanggung jawab yang besar. Untuk itu, kehamilan penting untuk direncanakan untuk mempersiapkan fisik dan mental wanita.

Pengobatan

Pengobatan tergantung pada tingkat keparahan masalah. Wanita dengan gejala minor akan mendapat manfaat dari konseling, dukungan dari orang-orang dekat dan sayang, diet yang lebih baik dan olahraga.

Antidepresan diperlukan untuk mengobati kasus yang parah, dan digunakan dengan hati-hati, di bawah pengawasan medis. Dosis minimum obat harus diberikan, untuk menghindari kerusakan pada janin. “Beberapa pasien harus melakukan kontak dekat dengan, psikolog dan psikiater atau dokter kandungan mereka, sehingga semua kekhawatiran mereka bisa ditangani. Seorang wanita harus didukung selama masa nifasnya,  karena wanita juga cenderung menderita depresi pasca melahirkan, “kata Dr Bijlani.

Solusi

Hindari stres selama kehamilan dan tidak melakukan diet. Memanjakan diri dalam kegiatan-kegiatan yang membuat Anda bahagia. “Wanita yang mengalami depresi karena alasan genetik harus lebih berhati-hati. Keluarga harus lebih sensitif dan empati terhadap kebutuhan emosional wanita. Suami  harus memberikan perhatian serius dan memahami istri mereka daripada mengabaikan masalah seperti perubahan hormonal,” tambah  Seema.

Sumber

Akibat Minum Epilim Saat Hamil

Hidup dengan lima anak autis bukanlah perkara mudah bagi seorang ibu. Inilah yang dialami oleh Emma Murphy asal Manchester, rasa menyesal dan sedih terus menyelimuti kehidupannya. Konsumsi obat epilepsi saat hamil, membuat anak-anak yang ia lahirkan mengalami keterbatasan.

Saat umur 12 tahun, Emma didiagnosis menderita epilepsi. Ia rutin mengkonsumsi Epilim (obat anti-epilepsi) untuk sembuh dari penyakit yang diderita. Namun, obat itu justru membuat wanita usia 32 tahun memiliki anak-anak autis dan tuna rungu.

Tak hanya tuli dan autis, lima anak Murphy yaitu Chloe (9), Lauren (8), Lukas (7), Erin (5) dan Kian (3), juga mengalami gangguan otak dan inkontimenensia, seperti yang dilansir Daily Mail.

Ironisnya, selama mengkonsumsi obat tersebut, para medis tidak pernah menjelaskan efek samping dari Epilim, terutama saat dirinya tengah hamil. “Sepanjang kehamilan, saya tidak pernah diperingatkan efek samping dari obat epilepsi yang saya minum, dan apa yang akan terjadi dengan bayi di rahim saya,” ujarnya.

Murphy menuturkan, pertanyaan besar dan keraguan baru ia temukan saat  melahirkan anak-anaknya. Ia merasakan ada yang aneh pada lima anaknya yang memiliki masalah kesehatan.

Bahaya Epilim

Epilim adalah salah satu nama merek obat yang mengandung valporate natrium. Meski diperuntukan untuk orang-orang yang menderita depresi, gangguan bipolar dan depresi, obat ini juga dapat membuat bayi lahir cacat, jika dikonsumsi oleh wanita hamil.

Para peneliti di Liverpool University dalam studi-nya menemukan, anak-anak yang terkena Epilim dalam kandungan memiliki enam kali lebih mengembangkan gangguan perkembangan saraf. Mereka juga menyimpulkan, satu dari tiga anak yang lahir dari ibu yang konsumsi Eipilim akan mengalami kesulitan belajar, IQ rendah, dan autisme.

Sumber

Bayi Laki-laki Persingkat Umur Ibu

Memiliki anak perempuan ternyata lebih menguntungkan sang ibu dibanding anak laki-laki. Tak hanya sekedar untuk membantu pekerjaan rumah atau urusan shopping, tapi ini juga soal umur yang lebih panjang. Sebuah penelitian mengatakan, memiliki anak laki-laki dapat mempersingkat kehidupan ibunya,

Para peneliti menemukan, wanita yang melahirkan anak laki-laki memiliki umur rata-rata kurang dari delapan setengah bulan usai melahirkan anak bungsunya. Berbeda dengan mereka yang memiliki anak perempuan.

Melansir Daily Mail, uniknya jenis kelamin anak laki-laki tidak mempengaruhi kehidupan sang ayah. Hal ini dikarenakan adanya faktor biologis dan menjadi alasan mengapa banyak wanita meninggal di usia muda saat memiliki bayi laki-laki.

Salah satu teorinya adalah wanita yang mengandung anak laki-laki memiliki kadar testosteron tinggi, sehingga membuat kekebalan tubuh ibu melemah. Di samping itu, anak laki-laki juga tumbuh lebih cepat dan berat di dalam rahim. Kondisi ini juga membuat ibu mengalami banyak tekanan dalam tubuh.

Kesimpulan bahwa anak laki-laki mempersingkat umur seorang ibu diperoleh dari kehidupan pasca reproduksi 11.000 wanita Finlandia, saat masa pra industri. Semua data diambil dari setiap bayi yang lahir di delapan bagian wilayah Finlandia yang berbeda. Mulai dari abad ke-17 hingga abad ke-20. Di mana masyarakat Finlandia masih berprofesi sebagai petani dan tidak memiliki akses perawatan modern untuk kelahiran.

“Seorang ibu yang mempunyai enam anak lelaki akan hidup rata-rata 32.4 tahun setelah kelahiran anaknya yang terakhir, sementara seorang wanita yang mempunyai anak perempuan meninggal 33.1 tahun,” ucap salah seorang peneliti, Dr Helle. Namun, Dr Helle menyatakan bahwa efek yang sama tidak mungkin terjadi di jaman modern saat ini karena banyak keluarga yang tercukupi gizinya serta perawatan medis yang telah meningkat pesat.

Penelitian pimpinan Dr Samuli Helle dari Universitas Turku, Finlandia ini juga diterbitkan dalam jurnal Royal Society Biology Letters. (sj)

Sumber

Ketahui Penyebab Bayi Meninggal di Masa Neonatus

Diperkirakan lebih dari 80 ribu bayi baru lahir meninggal dunia di Indonesia setiap tahun. Umumnya bayi yang meninggal di bawah usia satu tahun, terjadi pada 28 hari pertama kehidupan atau masa neonatus.
Dalam Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, disebutkan bahwa angka kematian bayi di Tanah Air sekitar 32 per 1.000 kelahiran hidup.  Selain itu, SDKI juga mengungkap bahwa lebih dari tiga perempat kematian bayi di masa neonatus disebabkan faktor-faktor berikut ini:

1. Kesulitan bernapas (asfiksia).

Menurut Direktur Bina Kesehatan Anak, dr. Kirana Pritasari, MQIH, asfiksia atau gangguan pernapasan adalah salah satu kejadian yang sulit diantisipasi oleh para dokter. Hal ini disebabkan adanya gangguan susunan saraf pusat yang mengakibatkan paru-paru gagal bernapas.

Selain itu, faktor risiko ini juga berkaitan dengan kondisi sang ibu yang turut mempengaruhi kematian bayi saat neonatus. “Anak lahir dalam kondisi gawat janin dapat menyebabkan bayi lahir dengan kesulitan bernapas dan dapat mempersulit persalinan,” ujar Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Badriul Hegar, SpA (K), PhD, saat konferensi pers Seminar Peningkatan Kualitas Asuhan Neonatus dalam Pelayanan Kesehatan di Crowne Plaza Hotel, Rabu, 27 Februari 2013.

2. Infeksi dan komplikasi lahir dini.

Indonesia menjadi negara dengan angka kematian ibu terbesar di Asia Tenggara. Sedikitnya ada sekitar 10.000 ibu meninggal akibat komplikasi selama kehamilan, persalinan, dan melahirkan.

Sekitar 18 persen kematian ibu hamil berhubungan erat dengan kematian bayi baru lahir. Ini disebabkan karena komplikasi persalinan seperti infeksi dan partus macet. Partus macet adalah persalinan yang mengalami kemacetan atau berjalan lebih dari 24 jam pada wanita yang melahirkan untuk pertama kali, dan 18 jam untuk wanita yang melahirkan kedua kalinya.

Sementara infeksi dan komplikasi lahir dini pada neonatus dapat pula disebabkan karena usia bayi yang kurang bulan, harus segera dikeluarkan dari rahim, dan kondisi tertentu lainnya, seperti infeksi atau peradangan dalam rahim sang ibu.

Infeksi pada neonatus juga dapat disebabkan karena peralatan yang tak steril selama persalinan, terutama saat pemotongan tali pusar. Namun hal ini jarang terjadi di kota-kota besar.

3. Berat badan lahir rendah.

Menurut dr. Kirana Pritasari, wanita hamil berusia di bawah 20 tahun dan wanita hamil di atas 35 tahun rentan melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Hal ini berkaitan dengan kurangnya asupan nutrisi dan kesehatan ibu selama masa kehamilan.

Namun beberapa faktor tersebut dapat dicegah jika mendapatkan penanganan yang baik dari pelayanan kesehatan. “Peran petugas kesehatan menjadi faktor terpenting dalam upaya mengurangi kematian neonatal dui Indonesia,” kata Advisor Neonatus, Dr. Pancho Kaslam.

Sumber

Empat Cara Terhindar dari Radang Selaput Otak

Radang selaput otak atau disebut meningitis dalam istilah kedokteran adalah penyakit yang tidak bisa diremehkan. Penyakit menular yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang menyerang selaput di sekeliling otak dan sumsum tulang belakang ini berisiko sangat serius jika tidak cepat ditangani dengan baik. Risikonya antara lain cacat, lumpuh, gangguan mental hingga kematian.

Dibandingkan dengan meningitis yang disebabkan virus (meningitis viral dan meningitis tuberkulosis), meningitis yang disebabkan bakteri (meningitis bakterialis) memang bisa dikatakan jarang terjadi.

“Meningitis viral dan TBC biasanya diderita oleh bayi dan anak-anak, sedangkan meningitis bakterialis seringkali menyerang orang dewasa yang memiliki sistem daya tahan tubuh yang lemah,” ucap Dokter Spesialis Saraf Anak, Irawan Mangunatmadja, dari RSCM saat dihubungi oleh VIVAlife.

Untuk terhindar dari penyakit ini, terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan.

1. Vaksinasi.

Banyak orang yang belum menyadari pentingnya pemberian vaksinasi yang merupakan perlindungan primer untuk mencegah infeksi penyakit. Meningitis yang merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan bakteri dapat dicegah salah satunya dengan melakukan vaksinasi secara rutin. Vaksin akan bekerja dua pekan setelah disuntik karea antibodi baru akan terbentuk selama dua pekan setelah dimasukkan vaksin. Vaksin tersebut kemudian akan aktif selama tiga tahun.

2. Tingkatkan daya tahan tubuh.

Dr. Irawan juga menyarankan pentingnya menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan atau daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan-makanan bernutrisi, rajin berolahraga serta makan tepat waktu. Selain itu kelelahan juga salah satu faktor penyebab daya tahan tubuh menurun sehingga Anda juga disarankan memiliki waktu istirahat yang cukup setiap harinya.

3. Jaga kebersihan.

Virus dan bakteri tentu saja dapat masuk ke dalam tubuh dan menyerang organ-organ tubuh mereka yang tidak menjaga kebersihan dengan baik. Untuk itu, pastikan Anda selalu mencuci tangan dengan sabun sehabis menyentuh barang-barang yang mengandung banyak bakteri dan kuman seperti handphone, uang dan barang-barang lainnya terutama yang umum dan sering disentuh oleh banyak orang. Selain itu, Anda juga dapat menyediakan hand sanitizer di dalam tas kemanapun Anda pergi.

4. Hindari kontak langsung dengan penderita.

Kemungkinan penularan penyakit ini antara lain dari batuk, bersin, berciuman dan kontak-kontak lainnya. Untuk itu, pastikan Anda menghindari kontak langsung dengan penderita penyakit radang selaput otak atau meningitis serta hindari memakai barang-barang bersama seperti memakai sikat gigi bersama, berbagi makanan dengan satu sendok, dan sebagainya.

Penanganan

Untuk penanganan terhadap pasien meningitis sendiri, Irawan mengatakan bahwa pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi jenis meningitis yang diderita, apakah meningitis viral, TBC atau bakterialis dari gejala-gejala yang dialami serta pengambilan sampel cairan dari punggung. Setelah itu ditangani dan diobati sesuai dengan bakteri atau virus penyebab penyakit tersebut.

Sumber

Plasenta Previa
Pengertian
Menurut Wiknjosastro (2002), Placenta Previa adalah plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah uterus sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir. Manuaba (1998) mengemukakan bahwa plasenta previa adalah plasenta dengan implantasi di sekitar segmen bawah rahim, sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum. Plasenta previa adalah plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim dan menutupi sebagian atau seluruh osteum uteri internum (Saifuddin, 2002).

Klasifikasi Plasenta Previa
Menurut Manuaba (1998), klasifikasi plasenta previa secara teoritis dibagi dalam bentuk klinis, yaitu: a) Plasenta Previa Totalis, yaitu menutupi seluruh ostium uteri internum pada pembukaan 4 cm. b) Plasenta Previa Sentralis, yaitu bila pusat plasenta bersamaan dengan kanalis servikalis. c) Plasenta Previa Partialis, yaitu menutupi sebagian ostium uteri internum. d) Plasenta Previa Marginalis, yaitu apabila tepi plasenta previa berada di sekitar pinggir ostium uteri internum.
Menurut Chalik (2002) klasifikasi plasenta previa didasarkan atas terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir :
a. Plasenta Previa Totalis, yaitu plasenta yang menutupi seluruh ostium uteri internum.
b. Plasenta Previa Partialis, yaitu plasenta yang menutupi sebagian ostium uteri internum.
c. Plasenta Previa Marginalis, yaitu plasenta yang tepinya agak jauh letaknya dan menutupi sebagian ostium uteri internum.
Menurut De Snoo yang dikutip oleh Mochtar (1998), klasifikasi plasenta previa berdasarkan pada pembukaan 4 – 5 cm yaitu :
a. Plasenta Previa Sentralis, bila pembukaan 4 – 5 cm teraba plasenta menutupi seluruh ostium.
b. Plasenta Previa Lateralis, bila pada pembukaan 4 – 5 cm sebagian pembukaan ditutupi oleh plasenta, dibagi 3 yaitu : plasenta previa lateralis posterior bila sebagian menutupi ostium bagian belakang, plasenta previa lateralis bila menutupi ostium bagian depan, dan plasenta previa marginalis sebagian kecil atau hanya pinggir ostium yang ditutupi plasenta.
Penentuan macamnya plasenta previa tergantung pada besarnya pembukaan, misalnya plasenta previa totalis pada pembukaan 4 cm mungkin akan berubah menjadi plasenta previa parsialis pada pembukaan 8 cm, penentuan macamnya plasenta previa harus disertai dengan keterangan mengenai besarnya pembukaan (Wiknjosastro, 2002).

Etiologi
Penyebab secara pasti belum diketahui dengan jelas. Menurut beberapa pendapat para ahli, penyebab plasenta previa yaitu :
a. Menurut Manuaba (1998), plasenta previa merupakan implantasi di segmen bawah rahim dapat disebabkan oleh endometrium di fundus uteri belum siap menerima implantasi, endometrium yang tipis sehingga diperlukan perluasaan plasenta untuk mampu memberikan nutrisi pada janin, dan vili korealis pada chorion leave yang persisten.
b. Menurut Mansjoer (2001), etiologi plasenta previa belum diketahui pasti tetapi meningkat pada grademultipara, primigravida tua, bekas section sesarea, bekas operasi, kelainan janin dan leiomioma uteri.

Faktor Risiko Plasenta Previa
a. Faktor predisposisi
Menurut Manuaba (1998), faktor – faktor yang dapat meningkatkan kejadian plasenta previa adalah umur penderita antara lain pada umur muda < 20 tahun dan pada umur > 35 tahun, paritas yaitu pada multipara, endometrium yang cacat seperti : bekas operasi, bekas kuretage atau manual plasenta, perubahan endometrium pada mioma uteri atau polip, dan pada keadaan malnutrisi karena plasenta previa mencari tempat implantasi yang lebih subur, serta bekas persalianan berulang dengan jarak kehamilan < 2 tahun dan kehamilan ≥ 2 tahun.
Menurut Mochtar (1998), faktor – faktor predisposisi plasenta previa yaitu: 1) Umur dan paritas Pada paritas tinggi lebih sering dari paritas rendah, di Indonesia, plasenta previa banyak dijumpai pada umur muda dan paritas kecil. Hal ini disebabkan banyak wanita Indonesia menikah pada usia muda dimana endometrium masih belum matang. 2) Endometrium yang cacat Endometrium yang hipoplastis pada kawin dan hamil muda, endometrium bekas persalinan berulang – ulang dengan jarak yang pendek (< 2 tahun), bekas operasi, kuratage, dan manual plasenta, dan korpus luteum bereaksi lambat, karena endometrium belum siap menerima hasil konsepsi. 3) Hipoplasia endometrium : bila kawin dan hamil pada umur muda.
b. Faktor pendukung
Menurut Sheiner yang dikutip oleh Amirah Umar Abdat (2010), etiologi plasenta previa sampai saat ini belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa teori dan faktor risiko yang berhubungan dengan plasenta previa, diantaranya : 1) Lapisan rahim (endometrium) memiliki kelainan seperti : fibroid atau jaringan parut (dari previa sebelumnya, sayatan, bagian bedah Caesar atau aborsi). 2) Korpus luteum bereaksi lambat, dimana endometrium belum siap menerima hasil konsepsi. 3) Tumor-tumor, seperti mioma uteri, polip endometrium. Menurut Sastrawinata (2005), plasenta previa juga dapat terjadi pada plasenta yang besar dan yang luas, seperti pada eritroblastosis, diabetes mellitus, atau kehamilan multipel. Sebab – sebab terjadinya plasenta previa yaitu : beberapa kali menjalani seksio sesarea, bekas dilatasi dan kuretase, serta kehamilan ganda yang memerlukan perluasan plasenta untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin karena endometrium kurang subur (Manuaba, 2001).
c. Faktor pendorong Ibu merokok atau menggunakan kokain, karena bisa menyebabkan perubahan atau atrofi. Hipoksemia yang terjadi akibat karbon monoksida akan dikompensasi dengan hipertrofi plasenta. Hal ini terjadi terutama pada perokok berat (lebih dari 20 batang sehari) Sastrawinata,(2005).

Patofisiologi Plasenta Previa
Menurut Chalik (2002), pada usia kehamilan yang lanjut, umumnya pada trisemester ketiga dan mungkin juga lebih awal, oleh karena telah mulai terbentuknya segmen bawah rahim, tapak plasenta akan mengalami pelepasan. Sebagaimana diketahui tapak plasenta terbentuknya dari jaringan maternal yaitu bagian desidua basalis yang tumbuh menjadi bagian dari uri. Dengan melebarnya istmus uteri menjadi segmen bawah rahim, maka plasenta yang berimplantasi disitu sedikit banyak akan mengalami laserasi akibat pelepasan pada tapaknya. Demikian pula pada waktu servik mendatar dan membuka ada bagian tapak plasenta yang lepas. Pada tempat laserasi itu akn terjadi perdarahan yang berasal dari sirkulasi maternal yaitu ruang intervillus dari plasenta. Oleh sebab itu, perdarahan pada plasenta previa betapapun pasti akan terjadi oleh karena segmen bawah rahim senantiasa terbentuk Perdarahan antepartum akibat plasenta previa terjadi sejak kehamilan 20 minggu saat segmen bawah uterus lebih banyak mengalami perubahan. Pelebaran segmen bawah uterus dan servik menyebabkan sinus uterus robek karena lepasnya plasenta dari dinding uterus atau karena robekan sinus marginalis dari plasenta. Perdarahan tidak dapat dihindarkan karena ketidakmampuan serabut otot segmen bawah uterus untuk berkontraksi seperti pada plasenta letak normal (Mansjoer, 2001).

Gambaran Klinik Plasenta Previa
Perdarahan tanpa sebab, tanpa rasa nyeri serta berulang, darah berwarna merah segar, perdarahan pertama biasanya tidak banyak, tetapi perdarahan berikutnya hamper selalu lebih banyak dari sebelumnya, timbulnya penyulit pada ibu yaitu anemia sampai syok dan pada janin dapat menimbulkan asfiksia sampai kematian janin dalam rahim, bagian terbawah janin belum masuk pintu atas panggul dan atau disertai dengan kelainan letak oleh karena letak plasenta previa berada di bawah janin (Winkjosastro, 2002).

Diagnosa Plasenta Previa
Menurut Mochtar (1998), diagnosis ditegakkan dengan adanya gejala-gejala klinis dan beberapa pemeriksaan sebagai berikut : a. Anamnesa plasenta previa, antara lain : terjadinya perdarahan pada kehamilan 28 minggu berlangsung tanpa nyeri , dapat berulang, tanpa alasan terutama pada multigravida. b. Pada inspeksi dijumpai, antara lain : perdarahan pervaginam encer sampai bergumpal dan pada perdarahan yang banyak ibu tampak anemis. c. Pemeriksaan Fisik Ibu, antara lain dijumpai keadaan bervariasi dari keadaan normal sampai syok, kesadaran penderita bervariasi dari kesadaran baik sampai koma. Pada pemeriksaan dapat dijumpai tekanan darah, nadi dan pernafasan dalam batas normal, tekanan darah turun, nadi dan pernafasan meningkat, dan daerah ujung menjadi dingin, serta tampak anemis. d. Pemeriksaan Khusus Kebidanan a. Pemeriksaan palpasi abdomen, antara lain : janin belum cukup bulan, tinggi fundus uteri sesuai dengan umur hamil, karena letak plasenta di segmen bawah lahir, maka dapat dijumpai kelainan letak janin dalam rahim dan bagian terendah masih tinggi. b. Denyut jantung janin bervariasi dari normal sampai asfiksia dan kematian dalam rahim. c. Pemeriksaan dalam, yaitu pemeriksaan dalam dilakukan di atas meja operasi dan siap untuk segera mengambil tindakan. Tujuan pemeriksaan dalam untuk menegakkan diagnosa pasti, mempersiapkan tindakan untuk melakukan operasi persalinan, hasil pemeriksaan dalam teraba plasenta sekitar ostium uteri internum.

Komplikasi Plasenta Previa
Plasenta previa dapat menyebabkan resiko pada ibu dan janin. Menurut Manuaba (2001), adapun komplikasi-komplikasi yang terjadi yaitu : a. Komplikasi pada ibu, antara lain : perdarahan tambahan saat operasi menembus plasenta dengan inersio di depan., infeksi karena anemia, robekan implantasi plasenta di bagian belakang segmen bawah rahim, terjadinya ruptura uteri karena susunan jaringan rapuh dan sulit diketahui. b. Komplikasi pada janin, antara lain : prematuritas dengan morbiditas dan mortalitas tinggi, mudah infeksi karena anemia disertai daya tahan rendah, asfiksia intrauterine sampai dengan kematian. Menurut Chalik (2002), ada tiga komplikasi yang bisa terjadi pada ibu dan janin antara lain : 1) Terbentuknya segmen bawah rahim secara bertahap terjadilah pelepasan tapak plasenta dari insersi sehingga terjadi lah perdarahan yang tidak dapat dicegah berulang kali, penderita anemia dan syok. 2) Plasenta yang berimplantasi di segmen bawah rahim tipis sehingga dengan mudah jaringan trpoblas infasi menerobos ke dalam miometrium bahkan ke parametrium dan menjadi sebab dari kejadian placenta akreta dan mungkin inkerta. 3) Servik dan segmen bawah raim yangrapuh dan kaya akan pembuluh darah sangat potensial untuk robek disertai oleh perdarahan yang banyak menyebabkan mortalitas ibu dan perinatal.

Penatalaksanaan Plasenta Previa
Menurut Saifuddin (2001) terdapat 2 macam terapi, yaitu :
a. Terapi Ekspektatif
Kalau janin masih kecil sehingga kemungkinan hidup di dunia luar baginya kecil sekali. Ekspektatif tentu hanya dapat dibenarkan kalau keadaan ibu baik dan perdarahan sudah berhenti atau sedikit sekali. Syarat bagi terapi ini adalah keadaan ibu masih baik (Hb-normal) dan perdarahan tidak banyak, besarnya pembukaan, dan tingkat placenta previa.
b. Terapi Aktif
Kehamilan segera diakhiri sebelum terjadi perdarahan, adapun caranya: a) Cara Vaginal Untuk mengadakan tekanan pada plasenta dan dengan demikian menutup pembuluh – pembuluh darah yang terbuka (tamponade plasenta). b) Cara Sectio caesarea Dengan maksud untuk mengosongkan rahim sehingga dapat mengadakan retraksi dan menghentikan perdarahan dan juga untuk mencegah terjadinya robekan cervik yang agak sering dengan usaha persalinan pervaginam pada placenta previa. Menurut Winkjosastro (2002) prinsip dasar penanganan placenta previa yaitu, setiap ibu dengan perdarahan antepartum harus segera dikirim ke rumah sakit yang memiliki fasilitas transfusi darah dan operasi. Perdarahan yang terjadi pertama kali jarang sekali atau boleh dikatakan tidak pernah menyebabkan kematian, asal sebelumnya tidak diperiksa dalam. Biasanya masih terdapat cukup waktu untuk mengirimkan penderita ke rumah sakit, sebelum terjadi perdarahan berikutnya yang hampir selalu akan lebih banyak daripada sebelumnya, jangan sekali – kali melakukan pemeriksaan dalam keadaan siap operasi. Apabila dengan penilaian yang tenang dan jujur ternyata perdarahan yang telah berlangsung, atau yang akan berlangsung tidak akan membahayakan ibu dan janin (yang masih hidup) dan kehamilannya belum cukup 36 minggu, atau taksiran berat janin belum sampai 2500 gram, dan persalinan belum mulai, dapat dibenarkan untuk menunda persalinan sampai janindapat hidup di luar kandungan lebih baik lagi (Penanganan Pasif) sebaliknya, kalau perdarahan yang telah berlangsung atau yang akan berlangsung akan membahayakan ibu dan atau janinnya, kehamilannya telah cukup 36 minggu, atau taksiran berat janin telah mencapai 2500 gram, atau persalinan telah mulai, maka penanganan pasif harus ditinggalkan, dan ditempuh penanganan aktif. Dalam hal ini pemeriksaan dalam dilakukan di meja operasi dalam keadaan siap operasi (Winkjosastro, 2002).

Sumber

Pendahuluan

Implantasi plasenta normalnya terletak di bagian fundus (bagian puncak atau atas rahim). Bisa agak ke kiri atau ke kanan sedikit, tetapi tidak sampai meluas ke bagian bawah apalagi menutupi jalan lahir. Patahan jalan lahir ini adalah ostium uteri internum, sedangkan dari luar dari arah vagina disebut ostium uteri eksternum.


Perdarahan pada kehamilan harus dianggap sebagai kelainan yang berbahaya. Perdarahan pada kehamilan muda disebut keguguran atau abortus, sedangkan pada kehamilan tua disebut perdarahan antepartum. Plasenta previa merupakan salah satu penyebab utama perdarahan antepartum pada trimester ketiga.

Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (Mochtar, 1998).

Menurut Browne, klasifikasi plasenta previa didasarkan atas terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu, yaitu:

  • Plasenta Previa Totalis
  • Plasenta Previa Parsialis
  • Plasenta Previa Marginalis
  • Low Lying Placenta (Plasenta Letak Rendah)


Plasenta Previa Totalis
Bila plasenta menutupi seluruh jalan lahir pada tempat implantasi, jelas tidak mungkin bayi dilahirkan in order to vaginam (normal/spontan/biasa), karena risiko perdarahan sangat hebat.

Plasenta Previa Parsialis
Bila hanya sebagian/separuh plasenta yang menutupi jalan lahir. Pada tempat implantasi inipun risiko perdarahan masih besar dan biasanya tetap tidak dilahirkan melalui pervaginam.

Plasenta Previa Marginalis
Bila hanya bagian tepi plasenta yang menutupi jalan lahir bisa dilahirkan pervaginam tetapi risiko perdarahan tetap besar.

Low Lying Placenta (Plasenta Letak Rendah)
Lateralis plasenta, tempat implantasi beberapa millimeter atau cm dari tepi jalan lahir risiko perdarahan tetap ada, namun bisa dibilang kecil, dan bisa dilahirkan pervaginam dengan aman. Pinggir plasenta berada kira-kira 3 atau 4 cm diatas pinggir pembukaan, sehingga tidak akan teraba pada pembukaan jalan lahir.

Etiologi
Beberapa faktor dan etiologi dari plasenta previa tidak diketahui. Tetapi diduga hal tersebut berhubungan dengan abnormalitas dari vaskularisasi endometrium yang mungkin disebabkan oleh timbulnya parut akibat trauma operasi/infeksi. (Mochtar, 1998). Perdarahan berhubungan dengan adanya perkembangan segmen bawah uterus pada trimester ketiga. Plasenta yang melekat pada area ini akan rusak akibat ketidakmampuan segmen bawah rahim. Kemudian perdarahan akan terjadi akibat ketidakmampuan segmen bawah rahim untuk berkonstruksi secara adekuat. Faktor risiko plasenta previa termasuk:

  • Riwayat plasenta previa sebelumnya.
  • Riwayat seksio sesarea.
  • Riwayat aborsi.
  • Kehamilan ganda.
  • Umur ibu yang telah lanjut, wanita lebih dari 35 tahun.
  • Multiparitas.
  • Adanya gangguan anatomis/tumor pada rahim, sehingga mempersempit permukaan bagi penempatan plasenta.
  • Adanya jaringan rahim pada tempat yang bukan seharusnya. Misalnya dari indung telur setelah kehamilan sebelumnya atau endometriosis.
  • Adanya trauma selama kehamilan.
  • Sosial ekonomi rendah/gizi buruk, patofisiologi dimulai dari usia kehamilan 30 minggu segmen bawah uterus akan terbentuk dan mulai melebar serta menipis.
  • Mendapat tindakan Kuretase.

Patologi
Perdarahan tidak dapat dihindari karena ketidakmampuan serabut otot segmen bawah uterus untuk berkontraksi menghentikan perdarahan itu, tidak sebagaimana serabut otot uterus yang menghentikan perdarahan pada kala III dengan plasenta yang letaknya normal. Makin rendah letak plasenta, makin dini perdarahan terjadi. Oleh karena itu, perdarahan pada plasenta previa totalis akan terjadi lebih dini daripada pada plasenta letak rendah yang mungkin baru berdarah setelah persalinan dimulai.

Tanda dan Gejala
Tanda dan gejala dalam hal ini adalah gejala utama dan gejala klinik.

Gejala Utama
Perdarahan yang terjadi bisa sedikit atau banyak. Perdarahan yang berwarna merah segar, tanpa alasan dan tanpa rasa nyeri.

Gejala Klinik

  • Perdarahan yang terjadi bisa sedikit atau banyak. Perdarahan yang terjadi pertama kali biasanya tidak banyak dan tidak berakibat fatal. Perdarahan berikutnya hampir selalu lebih banyak dari sebelumnya.
  • Perdarahan pertama sering terjadi pada triwulan ketiga.
  • Pasien yang datang dengan perdarahan karena plasenta previa tidak mengeluh adanya rasa sakit.
  • Pada uterus tidak teraba keras dan tidak tegang.
  • Bagian terbanyak janin biasanya belum masuk pintu atas panggul dan tidak jarang terjadi letak janin letak janin (letak lintang atau letak sungsang)
  • Janin mungkin masih hidup atau sudah mati, tergantung banyaknya perdarahan, sebagian besar kasus, janinnya masih hidup.

Diagnosis
Untuk mendiagnosis perdarahan diakibatkan oleh plasenta previa diperlukan anamnesis dan pemeriksaan obstetrik. Dapat juga dilakukan pemeriksaaan hematokrit. Pemeriksaan bagian luar terbawah janin biasanya belum masuk pintu atas panggul. Pemeriksaan inspekulo bertujuan untuk mengetahui apakah perdarahan berasal dari ostium uteri eksternum atau dari kelainan serviks atau vagina seperti erosro porsionis uteri, karsinoma porsionis uteri polipus serviks uteri, varises vulva dan trauma.

Komplikasi Plasenta Previa
Menurut Prof.Dr.Sarwono Prawirohardjo.SpOG,1997,Jakarta.

  • Prolaps tali pusat.
  • Prolaps plasenta.
  • Plasenta melekat, sehingga harus dikeluarkan manual dan kalau perlu dibersihkan dengan kerokan.
  • Robekan-robekan jalan lahir karena tindakan.
  • Perdarahan post portum.
  • Infeksi karena perdarahan yang banyak.
  • Bayi premature atau lahir mati.

Penanganan
Menurut Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo.SpOG. 1997. Jakarta.

Penanganan Pasif
Perhatian – Tiap-tiap perdarahan triwulan ketiga yang lebih dari show (perdarahan inisial), harus dikirim ke rumah sakit tanpa dilakukan manipulasi apapun. Baik rektal apalagi vaginal (Eastmon).
Apabila pada penilaian baik, perdarahan sedikit, janin masih hidup belum inpartu, kehamilan belum cukup 37 minggu atau berat badan janin dibawah 2500 gr, maka kehamilan dapat dipertahankan, istirahat dan pemberian obat-obatan seperti spasmolitika, progestin atau progesterone, observasi dengan teliti.
Sambil mengawasi periksa golongan darah dan menyiapkan donor transfusi darah, bila memungkinkan kehamilan dipertahakan setua mungkin supaya janin terhindar dari prematuritas.
Harus diingat bahwa bila dijumpai ibu hamil tersangka plasenta previa rujuk segera ke rumah sakit dimana tedapat fasilitas operasi dan transfusi darah.
Bila kekurangan darah, berikanlah transfusi darah dan obat-obatan penambah darah.

Cara Persalinan
Persalinan Pervaginam
Persalinan perabdominan, dengan seksio sesarea.

Referensi
Kedaruratan Kebidanan. 1996. Buku Ajar Untuk Program Pendidikan Bidan “Perdarahan Antepartum Buku II”. Jakarta.
Mochtar, R. 1998. Sinopsis Obstetri Jilid I Edisi 2. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Sarwono, P. 1997. Ilmu Kebidanan Edisi 3. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.
stasiunbidan.blogspot.com
Winda, 2007. Asuhan Kebidanan Kepada Ibu Hamil Dengan Plasenta Letak Rendah. Politeknik Departemen Kesehatan Tanjung Karang Prodi Kebidanan Metro.
Image, chop.edu, nursingcrib.com

Sumber

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*