Jul 25 2012

Prof Shedinger (Kristen): Yesus Seorang Muslim

Published by at 11:58 am under Opini


Was Jesus a Muslim? Buku kontroversi di Amerika (aljazeera.net)

Detroit  (Spirit Islam): Meski sudah tiga tahun terbit, buku Was Jesus a Muslim?, tulisan Robert F. Shedinger, Associate Professor of Religion di Luther College di Iowa Amerika mengundang polemic berkelanjutan di Amerika Serikat. Sampai para penentangnya meminta agar Shedinger meminta maaf atas kebodohan kwadratnya.

Seperti ditulis di pengantar buku, Shedinger sengaja menulis masalah ini setelah penelitian yang sudah dilakukan selama satu decade. Penelitian itu ia lakukan karena sanggahan yang pernah dia terima dari salah satu mahasiswinya, Huda yang berkewarganegaraan Maroko atas caranya mengajarkan Islam. Penelitian itu akhirnya berbuah hasil bahwa Yesus adalah seorang Muslim meski ia dilakukan sebelum Islam datang enam abad sebelumnya. Hasil penelitian yang dilakukan ini tentu membuat shock jutaan penganut Kristen di Amerika dan mereka menyesalkannya.

Meski dia ditentang dan dikritik habis-habisan, Shedinger tidak pernah ragu meyakini hasil penelitiannya. Berkali-kali dia mengumumkan secara resmi, “Meski saya Kristen, saya terpaksa mengatakan bahwa Yesus adalah seorang Muslim.” Pernyataan bahwa Yesus adalah seorang Muslim tidak menggangguku dan tidak membuatku kikuk, tegasnya. Hakikat kebenaran yang saya temukan ini seharusnya mampu menciptakan saling kesepahaman dan kerjasama antara umat Islam dam Kristen serta usaha menciptakan perdamaian di dunia, tukas Shedinger.
Prof Robert Shedinger

Robert F. Shedinger, (photo-inet)

Studi Shedinger ini berangkat dari pertanyaan yang membuat penasaran; apakah kaum Muslim memahami Yesus melalui lebih banyak kepada pendekatan sejarah ketimbang kaum Kristen? Pertanyaan ini kemudian menantantang Shedinger melakukan serangkaian studi agama secara khusus, terutama dalam hal perbandingan agama. Ia juga mengkaji berbagai kontekstual yang mengharuskannya melakukan pemisahan antara politik dan ideologi dimana salah satu hasilnya harus meminggirkan agama dari pertanyaan-pertanyaan budaya dan social yang mendalam. Sehingga studinya akan memiliki kesimpulan yang lebih akurat dan lebih dihargai; yakni hasil yang mendorong kemungkinan-kemungkinan saling memahami dan kerjasama antara kaum Muslim dengan Kristen.

Dalam studinya, Shedinger tidak memperlakukan Islam sebagai agama namun sebagai gerakan social yang bercita-cita menciptakan keadilan yang juga ingin diwujudkan oleh Yesus di masyarakatnya. Maka dengan demikian, Yesus adalah seorang Muslim, simpul Shedinger. Dalam wawacara persnya ia menegaskan, “Bisa jadi Anda harus berfikir ulang tentang Islam dan akan berakhir dengan kesimpulan bahwa Islam adalah gerakan keadilan social, dan inilah misi Yesus. Karena itu saya melihat Yesus adalah lebih sebagai seorang Muslim dibanding sebagai seorang Kristen dalam arti sebagai tokoh spiritual yang menebus kesalahan manusia.

Pendeta Geraja Injil Baptis Matt Walters menolak gagasan ini. Umat Mislim tidak mengakui ketuhanan Yesus, lantas bagaimana mungkin Yesus mengikuti sebuah aturan ideology yang disebutnya dusta? Tegas Walters.

Para penentang buku ini menyebut Shedinger memiliki agenda social yang ingin menggambarkan Yesus lebih sebagai pemimpin gerakan sosial di banding pemimpin spiritual. Mereka mengklaim bahwa pemikiran penulis ini sewenang-wenang dan sintesis yang berusaha membuat ide yang tidak akan diterima oleh umat Muslim dan Kristen yang sesungguhnya.

Namun sebagian pihak lagi menilai – berangkat dari hakikat bahwa kelahiran Yesus mendahului kedatangan Islam 622 tahun – bahwa pertanyaan yang lebih riil dan logis adalah apakah Nabi Muhammad itu Kristen?

Akan tetapi sebagian orang lain mengkritisi Shedinger karena mengandalkan studinya kepada gagasan-gagasan akademi yang dangkal. Mereka mengkritisi usahanya melakukan redivinisi agama, ideologi, budaya dan lain-lain. Padahal konsep-konsep itu sudah baku di kalangan manusia sejak ratusan hingga ribuan tahun.

Luther College sendiri mendukung Prof. Shedinger saat mendapatkan kritikan. Seorang jubir Luther College menegaskan, pihak manajemen mendukung penuh gagasan Shedinger. (Tariq Abdul Wahid, Aljazeera.net/bsyr)

Sumber

Yesus Seorang Muslim? Buku Hebohkan Warga Amerika

Meski Kristen, Prof Shedinger Mengatakan Bahwa Yesus Seorang Muslim

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*