Jul 06 2012

€˜Partikel Tuhan

Published by at 11:07 am under News

Para ahli fisika mengatakan bahwa potensi menemukan temuan "€œpartikel Tuhan"€, merupakan pintu gerbang menuju sebuah era baru yang memungkinkan manusia menyibak misteri besar tentang alam semesta, termasuk tentang materi gelap.

European Organisation for Nuclear Research (CERN) pada Rabu mengungkapkan data dari Large Hadron Collider (akselerator partikel berenergi tinggi) yang membuktikan partikel baru tersebut €œkonsisten dengan teori boson Higgs, sebuah partikel yang dianggap mampu membantu menjelaskan mengapa materi memiliki massa.

Temuan itu dianggap sebagai momen besar dalam dunia ilmu pengetahuan oleh para fisikawan yang berkumpul di Australia. Temuan CERN sendiri dipresentasikan melalui videolink dari Jenewa dalam konferensi yang dihadiri ratusan pakar di bidang tersebut.

Ilmuwan CERN, Albert de Roeck, cenderung menilainya sebagai temuan muatan listrik. Ia juga mengatakan bahwa manusia tidak akan pernah bisa membayangkan aplikasi temuan itu untuk masa depan.

"Apa yang benar-benar penting dari Higgs adalah adalah partikel itu menjelaskan bagaimana dunia bisa menjadi seperti ini di sepersejuta detik pertama dalam Big Bang," kata de Roeck kepada AFP.

"Bisakah kita menerapkannya pada sesuatu? Saat ini imajinasi saya terlalu kecil untuk membayangkannya."

Fisikawan Ray Volkas mengatakan bahwa "hampir semua orang" mengharapkan, dibandingkan memiliki kecocokan dengan Model Partikel Standar, sebuah teori yang menjelaskan bagaimana beberapa partikel berpasangan satu sama lain di alam semesta, Higgs boson akan terbukti menjadi "sesuatu yang sedikit berbeda".

"Jika hal tersebut terjadi, maka dapat mendorong ke segala bentuk fisika baru, fisika yang mungkin memiliki hubungan dengan materi gelap," katanya, mengacu pada hipotesis tentang materi tidak terlihat yang diperkirakan membentuk alam semesta. (ai/pt)

Sumber

---

Setelah 40 Tahun, Peneliti Temukan Partikel Tuhan

Ilmuwan menemukan partikel subatom baru yang menjadi dasar dari pembuatan alam semesta. Seperti diwartakan Reuters, Rabu (4/7), setelah 40 tahun, imuwan European Organisation for Nuclear Research (CERN) berhasil menemukan temuan yang disebut sebagai "Partikel Tuhan".

Temuan ini merupakan hal yang penting dalam meneniliti alam semesta. Dalam Partikel Tuhan, atom juga memiliki massa jenis. Akibatnya, temuan itu memberikan pemahaman baru tentang pemahaman akan atom. Temuan ini juga akan memberikan standar baru di dunia fisika, menuntun pembentukan teknologi baru berdasarkan partikel ini.

"Hasil ini menandai terobosan signifikan dalam pemahaman kita tentang hukum-hukum dasar yang mengatur alam semesta," kata John Womersley, Kepala Badan Penelitian Publik Inggris seperti dilansir Reuters.

Temuan itu berdasarkan teori tentang alam semesta yang diungkapkan ahli Fisika asal Inggris Peter Higgs pada 1960 lampau. Teori Higgs menjelaskan bagaimana partikel membentuk kelompok bersama untuk membentuk bintang, planet dan kehidupan itu sendiri.

Meskipun merasa senang dengan penemuan ini, peneliti tetap belum merasa puas karena masih banyak rahasia alam lain yang belum terungkap. "Kami masih banyak kita tidak tahu tentang partikel. Ini hanya awal dari sebuah perjalanan. Kami telah menutup satu bab dan membuka yang lain," kata Peter Knight dari Institut Fisika Inggris.

Sebelumnya, CERN meneliti bagaimana alam semesta terbentuk dengan menggunakan mesin Large Hadron Collider (LHC). Akselerator raksasa yang kemampuannya untuk membuat lubang hitam kecil dan jenis baru partikel. Tujuan utama eksperimen adalah mengetahui bagaimana alam semesta terbentuk setelah Big Bang terjadi pada 13,7 miliar tahun silam.(AIS)

Sumber

---

Peneliti Eropa Akhirnya Temukan Partikel Tuhan

Seorang ilmuwan menemukan partikel sub atom baru, yang menjadi dasar dari pembuatan alam semesta.

Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (4/7/2012), setelah 40 tahun, imuwan European Organization for Nuclear Research (CERN), berhasil menemukan temuan yang disebut 'Partikel Tuhan'.

Temuan ini merupakan hal yang penting dalam meneniliti alam semesta. Dalam 'Partikel Tuhan', atom juga memiliki massa jenis.

Temuan ini memberikan pemahaman baru tentang atom, yang juga akan memberikan standar baru di dunia fisika, untuk menuntun pembentukan teknologi baru berdasarkan partikel ini.

"Hasil ini menandai terobosan signifikan dalam pemahaman kita tentang hukum-hukum dasar yang mengatur alam semesta," ujar John Womersley, Kepala Badan Penelitian Publik Inggris.

Temuan 'Partikel Tuhan' berdasarkan teori tentang alam semesta, yang diungkapkan ahli Fisika asal Inggris Peter Higgs, pada 1960.

Teori Higgs menjelaskan bagaimana partikel membentuk kelompok bersama untuk membentuk bintang, planet, dan kehidupan.

Meski senang dengan penemuan ini, peneliti tetap belum merasa puas, karena masih banyak rahasia alam lain yang belum terungkap.

"Kami masih banyak tidak tahu tentang partikel. Ini hanya awal dari sebuah perjalanan. Kami telah menutup satu bab dan membuka yang lain," tutur Peter Knight dari Institut Fisika Inggris.

Sebelumnya, CERN meneliti bagaimana alam semesta terbentuk, menggunakan mesin Large Hadron Collider (LHC), akselerator raksasa untuk membuat lubang hitam kecil dan jenis baru partikel.

Tujuan utama eksperimen untuk mengetahui bagaimana alam semesta terbentuk, setelah 'Big Bang' terjadi pada 13,7 miliar tahun lampau. (*)

Sumber

---

Misi Selidiki Rahasia Alam Semesta Tergelap Dimulai

Misi pertama yang didedikasikan untuk mencari materi gelap dan energi gelap, dua entitas misterius yang diyakini mampu menjelaskan komposisi alam semesta seperti yang kita ketahui, akan diluncurkan pada 2020, European Space Agency (ESA) mengatakan Rabu ini.

Proyek masa depan Euclid senilai 800 juta euro (sekitar Rp9,53 triliun) merupakan komite program ilmu pengetahuan, satu badan terdiri dari negara anggota ESA yang memutuskan mana misi yang diterbangkan.

"Kami satu langkah lebih dekat untuk belajar banyak tentang rahasia alam semesta yang paling gelap," kata Rene Laureijs, ilmuwan proyek Euclid.

Satelit itu akan menggunakan teleskop berdiameter 1,2 meter dan kamera khusus untuk memetakan sepertiga dari alam semesta, sebuah rekonstruksi 3D hingga dua miliar galaksi dan materi gelap yang terkait dengan mereka, kata badan itu dalam sebuah pernyataan.

"Euclid dioptimalkan untuk menjawab salah satu pertanyaan paling penting dalam kosmologi modern: mengapa alam semesta berkembang pada tingkat percepatan, bukan perlambatan karena daya tarik gravitasi semua materi di dalamnya?"

Energi gelap adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan perluasan percepatan alam semesta, sedangkan materi gelap adalah apa yang diyakini untuk menahan semua bersama-sama, mengerahkan kekuatan gravitasi.

Materi gelap diyakini merupakan 83 persen dari materi di alam semesta, tetapi tidak dapat dideteksi oleh mata telanjang atau dengan teknik astronomi yang ada. (ia/ml)

Sumber

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*