May 16 2012

Managing the Crisis in Media Communication

Published by at 10:40 am under Pelatihan

Definisi

  • Krisis adalah sebuah peristiwa atau kejadian khusus, tak terduga, tidak rutin yang menciptakan ketidakpastian dan mengancam atau dianggap mengancam pencapaian tujuan organisasi atau keberadaaan organisasi atau perusahaan (Seeger, Sellnow, & Ulmer, 1998: 233)
  • Krisis organisasi berbeda dengan ‘disaster’ (gempa, badai, banjir bandang) – yang biasanya menjadi urusan komunitas, pemerintah atau kelompok sosial à komunikasi bencana.
  • Contoh: Isu lemak babi yang melanda susu Dancow

Karakteristik Krisis

  • Sebuah kejadian/proses yang tidak dikehendaki/diingini
  • Konsekuensi tinggi/berat
  • Ketidakpastian/uncertainty
  • Waktu pengambilan keputusan yang pendek/segera
  • Meningkatnya perhatian publik (terutama media)

Penyebab Krisis

  • Bencana alam
  • Kesalahan teknis dalam perusahaan
  • Rumor
  • Sabotase/teroris
  • Human error
  • Kesalahan manajemen


Pentingnya Komunikasi pada Saat Krisis

  • Krisis menyebabkan munculnya ketidakpastian dan kecemasan. Untuk mengurangi ketidakpastian dan kecemasan, orang perlu memperoleh informasi tentang apa yang terjadi
  • Krisis menyebabkan tergoncangnya sebuah sistem. Agar kegoncangan tidak menghancurkan sistem, perlu pemulihan sistem melalui pertukaran informasi
  • Bekerja sama dengan media menjadi sebuah keniscayaan agar media tak membuat krisis menjadi bertambah parah

Media dalan Komunikasi krisis

  • Besarnya perhatian media – bad news is good news
  • Krisis atau bencana sebagai peristiwa media/media event
  • Kecepatan laporan media sering mengalahkan akurasinya..singkatnya waktu bagi wartawan
  • Media juga bisa menjadi bagian yg terkena krisis
  • Media bisa menjadikan sebuah masalah kecil menjadi krisis besar (Prita vs RS Omni)

Bekerja sama dengan Media

  • Media selalu memerlukan informasi terbaru dan juga konfirmasi
  • Media membutuhkan keterbukaan dari lembaga
  • Keterbukaan sebagai prasyarat terbangunnya kepercayaan (trust)
  • Selalu siap menyediakan informasi dan konfirmasi untuk media secara terbuka

Mengapa Media melakukan itu

  • Semua dilakukan untuk menjalankan fungsinya sebagai wakil publik. Publik berhak untuk mengetahui apa yang terjadi di lingkungan sosial mereka
  • Publik memiliki hak komunikasi (communication rights) – mencari dan menyebarkan informasi untuk mengembangkan kehidupannya
  • Hak komunikasi ini dijamin secara hukum seperti yang tercantum dalam pasal 28F UUD 1945 yang sudah diamandemen
  • Bagaimana Merespon Laporan Media?
  • Laporan spekulatif seringkali terjadi ketika sebuah krisis terjadi…. Terutama untuk menjawab pertanyaan  ‘why.’
  • Jawaban spekulatif sebaiknya tidak disediakan perusahaan, sebelum semuanya jelas sesuai hasil penyelidikan seksama.
  • Bahkan kata ‘mungkin’ pun sebaiknya tidak digunakan karena wartawan bisa menghilangkan kata ini dan kata ‘mungkin’ mencerminkan adanya spekulasi
  • Arahkan jawaban-jawaban untuk menjawab bagaimana sebelum jawaban terhadap ‘why’ ditemukan
  • Sebaiknya tidak mencari kambing hitam – blaming others

Jalan dan Prinsip Public Relations

  • Prinsip Win-Win
  • Apakah kesalahan media harus dibawa ke jalur hukum?
  • Tergantung pada besar kecilnya kesalahan
  • Jadikan UU Pers sebagai rujukan, kecuali kesalahannya sudah sangat jelas tapi media tidak merasa bersalah dan tidak mengindahkan UU Pers
  • Jalur hukum dalam menghadapi media adalah jalan terakhir

Penanganan Krisis yang Baik

  • Cegah segala kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi pada lembaga dengan mengenali sumber-sumber krisis potensial dalam perusahaan/lembaga
  • Buat rencana pengelolaan krisis dengan komponen rencana komunikasi krisis di dalamnya
  • Buat rencana cadangan (contingency plan) agar krisis dapat ditangani dengan baik
  • Jika krisis terjadi dan media pasti akan menjadi pihak ketiga yang ‘mengganggu,’ perusahaan/lembaga sudah memiliki pedoman dalam menghadapi media

Mengelola Komunikasi Krisis di Media by Dr I Gusti Ngurah Putra, MA. PhD. (Fisipol UGM-Sekretaris Pengelola Prodi S-2 Komunikasi) disampaikan pada Workshop How to Handle Press Well: Mengelola Krisis di Media & Merancang Hak Jawab, 15 Mei 2012, di Harian Kedaulatan Rakyat - Yogyakarta.

---

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*