May 11 2012

UII Pioner Sadarkan Konsumen akan Haknya

Published by at 9:10 am under News

KALIURANG UII News - Sebagai implementasi strategis untuk mencapai tujuan Perlindungan Konsumen melalui pemanfaat Mahasiswa sebagai Focus Area, Direktorat Pemberdayaan Konsumen – Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI akan memfasilitasi Mahasiswa dengan perangkat-perangkat sosialisasi, pembelajaran, serta interaksi Perlindungan Konsumen dalam bentuk layanan informasi (corner ) Perlindungan Konsumen.
Layanan Informasi ini di tempatkan di universitas terpilih terutama yang memiliki mata ajaran Perlindungan Konsumen, sehingga lebih memahami, mengimplementasikan, dan menularkan Perlindungan Konsumen. Ada 8  lokasi universitas dipilih, salah satunya Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, sekaligus universitas pertama yang digandeng Kementerian Perdagangan untuk membuat layanan informasi tersebut.

Untuk itu, UII menyiapkan area khusus sebagai akses yang memiliki daya tarik bagi Mahasiswa untuk belajar dan berinteraksi tentang Perlindungan Konsumen. Operasi awal Layanan Informasi tersebut ditandai dengan Peresmian oleh Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan di Auditorium Kahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII Jl. Kaliurang, Jum’at, 11 Mei 2012, diikuti kuliah umum.

Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec, mengatakan, layanan ini merupakan media yang sangat penting untuk mengedukasi publik terutama mahasiswa tentang fakta, konsumen di Indonesia tergolong cukup lemah. Bahkan sebagian tidak mengetahui haknya. Meskipun sudah mempunyai UU perlindungan konsumen yang sudah diberlakukan sejak 2000 bahkan sudah mempunyai hari konsumen nasional 20 April. Namun kesadaran masyarakat akan haknya masih sangat kurang.

Oleh karena itu Prof. Edy berharap adanya layanan informasi perlindungan konsumen ini bisa menyadarkan dan memberdayakan masyarakat agar menggunakan haknya sehingga dapat menjadi konsumen yang cerdas, kritis dan mandiri. “Di Fakultas Hukum UII ada mata kuliah terkait perlindungan konsumen, sehingga apa yang kita lakukan pada hari ini sangat bermakna,” ungkapnya.

Prof. Edy menambahkan secara simbolik kehadiran Menteri perdagangan menjadi stimulus bagi UII untuk betul-betul berupaya menjadi pioner dari perguruan tinggi dalam mensosialisasikan dan menyadarkan  konsumen akan hak-hak mereka.

Sementara itu Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan Djojosoegito dalam kuliah umumnya mengemukakan, dalam sejarah perekonomian Indonesia, di 2011 tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai US$ 1 triliun dolar atau sepertujuh dari jumlah total perekonomian dunia dengan jumlah US$ 65-70 triliun. Bila dikalkulasi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 6,5 sampai 7 persen PDB Indonesia di tahun 2030 akan mencapai US$ 9 triliun. Indonesia merupakan pasar yang sexy di mana dari total PDB yang dimiliki, 60% di antaranya terkait Konsumsi. Sementara Cina dengan produk yang sangat banyak kini dihadapkan pada permasalahan pemasaran ke pasar-pasar tradisionalnya, dan masih mencari pasar baru. “Dengan posisi PDB itu membuat Indonesia dilirik produsen dari seluruh dunia,” katanya.

Oleh karenanya, lanjut Gita Wirjawan, para mahasiswa setelah lulus nanti harus dapat melakukan hal yang membanggakan, memperoleh pekerjaan yang bergengsi dengan melakukan apapun termasuk semangat yang memuliakan. Namun demikian fakta yang terjadi agak berbeda, hak paten dari Indonesia pada 2010 yang terdaftar di agen atau lembaga internasional hanya 9. Sementara Cina mencapai 69.000, Jepang 86.000. Sebagai komparasi Indonesia belum bisa melakukan inovasi dibandingkan negara lain seperti Cina, Jepang, Jerman dan Amerika Serikat.

Menteri Perdagangan dalam kesempatannya menyinggung pentingnya perlindungan konsumen. Untuk itu diperlukan para ahli hukum yang peka terhadap kepentingan konsumen, agar tidak mengkonsumsi produk yang melanggar aturan. Konsumen harus diberi informasi, disadarkan dan dilundungi dalam segala aspek. Yang mana disebutkan beberapa bulan terakhir banyak produk yang melanggar aturan yang jumlahnya ribuan.

HKN Gerakan Konsumen Sadar Haknya

Untuk pertama kalinya Indonesia mencanangkan Hari Konsumen Nasional (HKN), Jumat 20 April 2012. Pencanangan HKN berlangsung di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center (JCC), dihadiri sebanyak seribuan peserta dari berbagai kalangan. Gagasan peringatan HKN diantaranya untuk memperkuat perlindungan konsumen di Indonesia melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi dan edukasi yang memasyarakatkan sikap keberpihakan kepada konsumen. Sebagaimana negara lain telah memperingati Hari Konsumen Nasional setiap tahun, seperti Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, dan India.

Pencanangan HKN digagas Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), di mana Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec, merupakan salah seorang Komisioner yang mewakili kalangan akademisi. Hadir dalam pencanangan tersebut Wakil Menteri Perdagangan Dr. Bayu Krisnamurthi, M.Si, Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc, Ph.D, Dirjen Standarisasi Perlindungan Konsumen dan Sekjen Kemendag, Asosiasi Pelaku Usaha, Pengurus dan Tokoh Masyarakat serta beberapa Perguruan Tinggi.

Rektor UII dalam kesempatan itu diminta menyampaikan sambutan pembukaan mewakili penyelenggara menyatakan, dengan dicanangkannya HKN diharapkan dapat menjadi titik tolak untuk melahirkan suatu gerakan konsumen yang sadar akan haknya, cerdas, kritis, dan mandiri. Oleh karena itu, diharapkan semua elemen masyarakat terlibat aktif membangun kesadaran konsumen ini.

Rektor UII yang juga menjabat Ketua Umum APTISI menyampaikan, gerakan HKN yang diperingati setiap tahun diharapkan bisa menjadi lebih menggema. Dalam HKN tahun ini diadakan berbagai aktivitas seperti seminar, talkshow di media elektronik, funbike, longmarch, dan berbagai kegiatan lainnya.

Wakil Menteri Perdagangan RI, Dr. Bayu Krisnamurthi, M.Si, mengungkapkan, konsumen merupakan kekuatan penggerak ekonomi, yang mana tidak ada seorangpun yang tidak menjadi konsumen. "Kita semua terlahir sebagai konsumen sejak pertama kali lahir, bahkan Sebelum jadi apapun harus jadi konsumen terlebih dahulu, 240 juta rakyat Indonesia adalah ‘konstituen’ dari Ibu Suhartini Hadad/Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional,” ungkapnya.

Selain itu, terkait kegiatan HKN, Rektor UII berbicara dalam Coffe Break di TV One bersama artis Tasya Kamila, yang disiarkan langsung Jumat pagi, 20 April 2012, dari Epocentrum Jakarta.

Pencanagan HKN merupakan salah satu penguatan kesadaran secara masif akan arti penting Hak dan Kewajiban konsumen serta sebagai pendorong meningkatnya daya saing produk yang dihasilkan para pelaku usaha dalam negeri. Guna menggalang komitmen Perlindungan Konsumen secara masif. Selain pencanangannya dilakukan oleh Presiden RI, perhelatan ini melibatkan stakeholders yang sangat kuat. Stakeholders yang terlibat dalam pencanangan HKN, Kementerian dan lembaga terkait, Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPR RI, Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM),  Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), Asosiasi Pelaku Usaha, Pengurus dan Tokoh Masyarakat serta beberapa Perguruan Tinggi. (Rifqi Sasmita)

Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan bersama Rektor UII Prof. Edy Suandi Hamid Launching Layanan Informasi Perlindungan Konsumen, Jum'at 11 Mei 2012 di Gedung Perpustakaan Pusat Moh. Hatta.

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*