May 09 2012

Ciri Pegawai Tak Disukai Atasan

Published by at 12:27 pm under Perlu Diketahui

Setiap bos pasti memiliki daftar pegawai yang menjadi favorit. Sebaliknya mereka juga memiliki daftar kelakuan pegawai yang paling tidak disukai. Apa saja?

1. Si tukang gosip

Anda lebih produktif saat mencari cerita mengenai  karyawan lain ketimbang mengerjakan tugas yang diberikan? Tak jarang Anda justru yang menjadi sumber dari semua gosip di kantor. Waktu kerja Anda gunakan untuk bergunjing. Hal ini pasti akan membuat Anda masuk ke daftar karyawan yang tidak difavoritkan para bos.

2. Si pemalas

Anda tidak pernah menyelesaikan tugas yang diberikan. Tenggat waktu yang ditentukan tak pernah Anda hiraukan. Setiap musim penilaian, tugas Andalah yang mendapatkan pencapaian paling rendah.

3. Musuh perusahaan

Anda selalu menjelek-jelekkan kebijakan perusahaan dan bermusuhan dengan para pembuat kebijakan tersebut. Anda selalu memakai mereka sebagai alasan produktivitas yang berkurang. Bagaimana Anda bisa berharap untuk menjadi karyawan favorit?

4. Tak bisa bekerjasama

Anda pintar dan memiliki banyak prestasi. Namun hal tersebut membuat Anda tak mau bekerjasama dengan karyawan lain. Alhasil, proyek tim Anda selalu terbengkalai. Padahal banyak kantor yang juga menilai performa seseorang lewat caranya berinteraksi dengan orang lain.

5. Sok tahu

Merasa pintar lalu tak mau mendengarkan masukan dari siapa pun termasuk pimpinan. Karyawan model ini juga tak bisa bekerja sama dengan orang lain karena sama sekali tak mau mendengarkan pendapat orang lain.

6. Tukang menyalahkan

Bukannya memberikan performa yang baik dalam bekerja, karyawan jenis ini justru memilih untuk menghindari pekerjan dan tanggung jawab. Jika ada kesalahan dalam bekerja, justru ia menunjuk orang lain untuk disalahkan. Sangat tak bertanggung jawab.

7. Tukang bolos

Hari ini ijin sakit, besok ke luar kota karena urusan keluarga. Tak jarang hilang dari meja kerja tanpa pamit. Selalu mengambil kesempatan untuk mangkir tanpa alasan yang jelas.

Apakah Anda termasuk karyawan yang berciri-ciri di atas?

Sumber

---

11 Kunci Menjadi Karyawan Andalan

Betapa meyenangkan broer, bila kita jadi seorang karyawan yang dipercaya dan diandalkan atasan maupun rekan kerja. Kita pasti akan merasakan hari-hari yang indah di lingkungan kerja (ciiieeee….). Sebab, selain merasa ‘diorangkan’, kita bakalan diperhatikan dan dihargai, juga nggak dipandang sebelah mata. Nih, ane bagi2 tips yang bisa broer n zist jadikan bahan pertimbangan untuk mempersiapkan diri kalian jadi karyawan yang dapat diandalkan! Cekibrot….!

1. Inovatif

Untuk bisa diandalkan, salah satu caranya adalah memiliki karakter inovatif. Jangan mandek dalam berpikir maupun bekerja. Malah sebaliknya, kita musti mampu menciptakan terobosan-terobosan baru yang bermanfaat buat perusahaan. Apalagi di era gombalisasi… eh, maaf, maksud saya di era globalisasi kaya’ sekarang (apalagi buat yang kerja di radio.. 😉 ), kreasi sangatlah diharapkan. Dengan kreativitas yang kita miliki, perusahaan akan mempercayai anda sebagai karyawan yang bisa diandalkan. So, ask yourself, are you innovative…?

2. Cerdik

Cerdik bukan berarti licik (dan jangan licik.. 😀 ). Jika kita memiliki kecerdikan, tentu perusahaan akan mengandalkan kita sesuai dengan bidang yang kita kuasai. Dalam hal ini, kita dituntut untuk cepat memahami situasi tertentu. Bertanyalah pada rumput yang bergoyang, “Apakah perusahaan saya sedang mengalami kesulitan..?” atau, “apakah bisnis perusahaan saya sedang berkembang…?”. Jika dihadapkan pada suatu masalah, kita musti pandai mencari pemecahannya. Dan jika sedang berkembang, kita musti cerdik menemukan peluang-peluang baru. Kecerdikan yang kita miliki akan menuntun kita menjadi seorang karyawan yang dapat diandalkan. Siapkah Anda…? 😉

3. Gigih

Karyawan yang handal pasti memiliki kegigihan dalam bekerja (lembur 20 hari tanpa dapet ‘tombo kringet’ pun dijalani… 😉 ). Nggak bakalan loyo dan pinter ngatur ritme kerja. Dan tetaplah teguh pada pendirian dan pikiran-pikiran cemerlang. Optimis broer…!!! (Pesan Pak Dewa 😉 ) Pertahankan terus ide2 cemerlang dan optimisme. Ulet, jangan mudah patah semangat (biarpun ditolak pedagang2… 😀 ) bila ada tantangan yang berat, misalnya ketika anda berhadapan dengan pesaing yang kuat.

4. Kompetitif

Menghadapi persaingan yang ketat (terutama di dunia radio (lagi…) 😉 ), kita diharapkan oleh perusahaan untuk menjadi petarung yang hebat. Sebaiknya kita mulai tumbuhkan jiwa kompetitif, yang peka terhadap persaingan yang ada. Jangan mudah ‘mengkeret’ bila melihat kompetitor yang seakan-akan terlihat kuat. Pastikan dalam kita, betapapun kuatnya seseorang atau pesaing, pasti memiliki kelemahan. Disinilah, kita dituntut untuk tajam melihat kelemahan pesaing.

5. Supel

Orang yang supel, biasanya bisa diterima di lingkungan apa saja. Termasuk lingkungan kerja (dan lingkungan Radio Patria yg bener2 baru buatku.. 😉 ). Karyawan yang supel, akan sangat mudah diterima oleh atasan maupun rekan kerja. Dan sikap mudah bergaul kita akan membawa keceriaan bagi lingkungan kerja, yang pasti akan mengurangi ketegangan dan stres akan pekerjaan.

6. Banyak Relasi

Banyaknya relasi juga akan menentukan apakah kita bisa diandalkan oleh perusahaan atau nggak. Bikos, kalo kita kuper a.k.a kurang pergaulan, peluang kerjasama dengan relasi bisnis bisa tertutuip broer. Padahal di era yang menggombal ini (mengglobal…) semakin banyak relasi bisnis semakin besar peluang untuk membesarkan perusahaan.

7. Jago Nego

Dengan banyak relasi, jika dibarengi dengan kelihaian kita dalam bernegosiasi akan semakin melengkapi kelebihan kita… (tanya divisi Marketing Radio Patria… 😀 ). Sebab, meskipun banyak relasi bisnis, bila kita kurang memahami tehnik bernegosiasi podo ae goroh, broer. Jika kalian pengen jadi karyawan andalan, mulai sekarang mari kita belajar bernegosiasi… 😉

8. Tambah Kepandaian

Ada ungkapan yang ngoceh ‘tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina’ ternyata bener broer. Gak ada kata terlambat untuk kita belajar. Milikilah intelegensi atau kecerdasan agar sukses dalam bekerja. Yang bisa kita lakukan ya belajar…belajar…dan belajar. Terutama tentang seluk-beluk pekerjaan kita (termasuk tukang parkir, musti tau tehnik memarkir… 😉 )

9. Berprestasi

Jangan lepas tanggung jawab bila kita memang harus mempertanggung jawabkan pekerjaan kita (kata2ne kok mulek yo?). Prestasi kita pasti dinilai oleh atasan. Jika kita memang memiliki nilai lebih, atasan pasti bakalan mempercayai dan mengandalkan kita. Kalo udah gitu, jangan sia-siakan kepercayaan atasan.

10. Jangan Gaptek

Ojo nganti gaptek alias gaplek teknologi broer… Kita dituntut untuk terus mengikuti perkembangan teknologi yang berkaitan dengan karier kita. Mosok jaman saiki sik urung ngerti internet…? Yang jelas, kita musti up-to-date perkembangan tehnologi apapun. Termasuk jika nanti Raduga udah diganti software yang lain… (khusus buat penyiar radio..! 😉 )

11. Bermoral

Terakhir, BERMORAL. Jangan terlalu sombong broer (lek mlaku ojo ndangak terus, tengeng kapok we ngko!), atau suka TTD (tipu-tipu dikit), mengambil untung buat diri sendiri dan mengorbankan orang lain. Kaya gitu namanya NGGAK BERMORAL broer! Nggak menjunjung etika kerja, maka akibatnya, gak cuman bos yang bakalan murka, rekan kerja kita juga bakalan eneg buat kerja sama dengan kita. Kerendahan hati perlu broer, keep low profile. Ojo sombong, ojo dumeh, ojo kemlelet. 😉

Sumber/By igo_adrian

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*