Archive for May 3rd, 2012

May 03 2012

Kenali Madu Ori

Published by under Perlu Diketahui

Berhati-hatilah dalam memilih dan membeli madu karena madu termasuk produk yang mudah dipalsukan. Dengan menjual madu palsu, keuntungan besar bisa diraih. Cara membuatnya –pun tidaklah sulit. Makanya, madu palsu begitu banyak beredar di masyarakat. Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan, sekitar 80% madu yang dijual adalah madu palsu. Keadaan ini pun bukan mustahil terjadi pula di Indonesia.

Madu merupakan obat yang menyembuhkan bagi manusia(Qs. An Nahl ayat 68-69). Beberapa penelitian ilmiah telah membuktikan manfaat madu diantaranya mudah di cerna, rendah kalori, berdifusi lebih cepat melalui darah sehingga cepat memberikan energi, membantu pembentukan darah, dan  berfungsi sebagai pelindung terhadap masalah pembuluh kapiler dan arteriosclerosis, dan juga dapat membunuh bakteri’ jahat’ dalam tubuh.

Manfaat madu ini di peroleh karena kandungan madu yang cukup lengkap, meliputi vitamin-mineral, protein, zat hidrat arang, antibiotik dan trace Elemen.Vitamin A, semua jenis vitamin B kompleks, beta caroten, Vitamin C, D, E dan K. Mineral dalam bentuk garam: Mg, S, Fe, Ca, Cl, K, Y, Na, Cu, dan Mn, juga mengandung tembaga, iodium, seng dan sejumlah hormon.

Lantas, bagaimana dengan madu palsu? Madu asli mengandung enzim sedangkan madu palsu tidak. Enzim-enzim terpenting dalam madu; diatase, invertase, glukosa oksidase, peroksidase dan lipase merupakan zat yang berguna untuk proses metabolisme tubuh. Sedangkan madu palsu mengandung campuran glukosa dengan gula pasir, buah, flavor, zat warna, pemanis buatan seperti siklamat, CMC (karboksi methil selulosa) berfungsi sebagai pengental, dan Natrium benzoat sebagai pengawet tentu sangatlah merugikan kesehatan manusia.

Tips membedakan Madu asli dan Madu palsu

Continue Reading »

No responses yet

May 03 2012

Forensik Batik: Antara Batik Tulis, Cap, dan Print

Published by under Perlu Diketahui

Memiliki batik bukan berarti hanya sekadar punya, tapi juga mengenal. Bisa dimulai dengan mengetahui, mengidentifikasi, mencari tahu asal-usulnya, sebagaimana mengenali pasangan kita.

Mari kita berkenalan dengan tiga jenis batik berdasarkan teknik pembuatannya, yakni batik tulis, cap dan print. Bagaimana mengenali perbedaan antara tiga jenis batik?

BATIK TULIS
Tidak banyak yang tahu, kapan tepatnya teknik merintang warna diatas kain dengan menggunakan malam yang kemudian disebut batik pertama kali masuk ke Indonesia.

Konon, teknik ini dibawa oleh anak buah kapal Laksamana Ceng Ho yang bernama Binang Oen. Namun, menurut Robyn Maxwell dalam bukunya “Textiles Of South East Asia: Trdition, Trade And Transformation”, batik mungkin baru berkembang di abad ke XVII.

Semua punya teorinya sendiri. Batik tulis disebut “batik tulis” karena perintang warnanya dibubuhkan dengan cara seperti menulis dengan menggunakan alat bernama canting.

Ciri-ciri:
1) Tidak ada satu pun batik tulis yang kembar, semua dibuat hanya satu setiap lembar. Motif biasanya lebih rumit.
2) Karena dibuat dengan tangan, tidak ada satu pun yang motifnya sempurna. Justru ketidaksempurnaan inilah yang membuat batik tulis sangat manusiawi.
3) Bolak-balik, warna dan motifnya sama. Hal ini dikarenakan, setelah bagian depannya dicanting, bagian baliknya kemudian harus dicanting lagi.
4) Memiliki ukuran yang tidak biasa misalnya 2 x 1,25 meter persegi.
5) Kalau batik kuno, biasanya ada inisial tulisan tangan nama pembatik di ujung kain.

Continue Reading »

No responses yet

May 03 2012

Hak Istri Pada Misoa & Sebaliknya

Published by under Sketsa

Notes berikut merupakan bahan referensi dan renungan bahkan tindakan, garis besar hak masing-masing dan kewajiban SUAMI-ISTRI (PASUTRI) dalam Islam.

HAK BERSAMA SUAMI ISTRI

  1. Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah. (Ar-Rum: 21)
  2. Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangannya. (An-Nisa’: 19 - Al-Hujuraat: 10)
  3. Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa’: 19)
  4. Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun Alaih)

SUAMI KEPADA ISTRI

  1. Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. (At-aubah: 24)
  2. Seorang istri bisa menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah clan Rasul-Nya. (At-Taghabun: 14)
  3. Hendaknya senantiasa berdo’a kepada Allah meminta istri yang sholehah. (AI-Furqan: 74)
  4. Diantara kewajiban suami terhadap istri, ialah: Membayar mahar, Memberi nafkah (makan, pakaian, tempat tinggal), Menggaulinya dengan baik, Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. (AI-Ghazali)
  5. Jika istri berbuat ‘Nusyuz’, maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan: (a) Memberi nasehat, (b) Pisah kamar, (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan. (An-Nisa’: 34) … ‘Nusyuz’ adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hal ketaatan kepada Allah.
  6. Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmudzi)
  7. Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya.(Ath-Thalaq: 7)
  8. Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi)
  9. Hendaklah jangan selalu mentaati istri dalam kehidupan rumah tangga. Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka. Dalam menyelisihi mereka, ada keberkahan. (Baihaqi, Umar bin Khattab ra., Hasan Bashri)
  10. Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. (Abu Ya’la)
  11. Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Dengan penuh kasih sayang, tanpa kasar dan zhalim. (An-Nisa’: 19)
  12. Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud).
  13. Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (AI-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih)
  14. Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan wanita (hukum-hukum haidh, istihadhah, dll.). (AI-Ghazali)
  15. Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa’: 3)
  16. Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasa’i)
  17. Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami), maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan, walaupun secara paksa. (AIGhazali)
  18. Jika suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada istrinya. (AI-Baqarah: ?40)

Continue Reading »

No responses yet

May 03 2012

Man Jadda Wa Jadda

Published by under Refleksi

Berangkat dari suatu keprihatinan terhadap kondisi seseorang yang butuh akan motivasi dalam menjalani hidup, maka makalah yang sederhana ini dengan mengambil suatu tema “Man Jadda Wa Jada” (barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka pasti akan berhasil). Begitulah pepatah mengatakan. Dengan kesungguhan tentunya apa yang dicita-citakan akan tercapai. Dengan harapan setelah dibuatnya makalah ini, motivasi kita dalam menjalani hidup ini akan semakin bertambah dan menjadi lebih baik.

Man Jadda Wa Jada, sebuah ungkapan yang mulai sering terdengar dalam kehidupan kita. Sepenggal mantra sakti yang memiliki makna yang kuat dan mampu memberikan semangat dalam kehidupan kita. “Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil”, begitulah arti ungkapan Arab ini. Man Jadda Wa Jada ini memanglah bukan hadits, tetapi sangatlah sesuai dan selaras dengan sunnatullah. Sebuah ketetapan yang mengisyaratkan manusia bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum selama kaum tersebut tidak berusaha merubahnya sendiri.

Kata kunci dalam pepatah ini ialah jadda atau bersungguh-sungguh.

Jadi, sejauh mana Anda sudah mengaplikasikan pepatah ini ialah sejauh mana Anda bersungguh-sungguh.

Mengukur Man Jadda Wa Jada Pada Diri Anda

Silahkan Anda periksa pertanyaan berikut dan jawablah dalam hati Anda. Silahkan Anda ukur diri Anda tanpa dalih tanpa alasan (jika bersungguh-sungguh ingin maju).

Sudahkah Anda bersungguh-sungguh melihat peluang. Coba lihat catatan Anda, sudah seberapa banyak potensi peluang yang Anda catat?

Seberapa dalam Anda meneliti sebuah ide ?

Seberapa banyak ide-ide yang sudah Anda lakukan?

Sudah berapa kali Anda gagal dan bangkit lagi mencoba?

Seberapa keras Anda mencari solusi masalah Anda?

dan sebagainya.

Continue Reading »

No responses yet