Archive for May 1st, 2012

May 01 2012

Menyambut Hardiknas 2 Mei 2012

Published by under News

UII Mendidik Anak Bangsa

Melalui perguruan Nasional Tamansiswa (Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa) yang dirintisnya sejak 3 Juli 1922, semangat Ki Hadjar Dewantara untuk memberikan pendidikan bagi bangsa Indonesia yang tertindas digelorakan dan diperjuangkan.

Ki Hadjar Dewantara yang bernama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat merupakan putra bangsawan Jawa yang mengenyam pendidikan Barat baik di Indonesia maupun di negeri Belanda. Namun demikian, semangatnya tidak pernah luntur dalam membangun bangsanya melalui pendidikan.

Pendidikan merupakan bagian paling penting dalam membentuk sebuah bangsa yang merdeka secara hakiki, yaitu merdeka dalam ketertiban lahir dan kedamaian batin. “Kemerdekaan yang tidak dapat mewujudkan hidup lahir yang tertib, dan hidup batin yang damai, bukan kemerdekaan yang sejati, tetapi kemerdekaan anak-anak belaka”, demikian Ki Hadjar Dewantara pernah menjelaskan.

Bagi keluarga besar Universitas Islam Indonesia (UII), Hari Pendidikan Nasional juga memiliki nilai lebih mengingat para pendiri perguruan tinggi ini juga adalah para pejuang kemerdekaan yang ingin mengangkat derajat bangsa di masa penjajahan.

Para pendiri UII juga merupakan para pendidik yang giat memberikan ilmunya bagi para mahasiswa di tengah perjuangan berat mempertahankan kemerdekaan. Selain itu, mereka juga merupakan pendidik yang membangkitkan semangat nasionalisme dalam melawan penjajahan.

Continue Reading »

No responses yet

May 01 2012

Dakwah Thoharoh Model Ustadz Fadlan

Published by under Sketsa

Pengajian Akbar oleh Ustadz Fadlan Garamatan atas prakarsa DPPAI UII dan Takmir Masjid Ulil Albab, Jum’at (27/4) berlangsung di Masjid Ulil Albab usai sholat Jum’atan. Disampaikan dalam sambutan pembuka oleh Wakil Rektor I UII Nandang Sutrisno, SH, LLM, M.Hum, Ph.D. “ustadz Fadlan Garamatan bisa memberikan pencerahan pada kita sekalian dan sekaligus berbagi pengalaman dimana wilayah dakwah di Papua menurut kita adalah gambaran lokasi yang sangat sulit dijangkau,” ungkapnya. Ustadz kita ini adalah sebagai suri tauladan dalam aktifitas dakwah beliau, sebagimana UII yang ber-Catur Dharma tinggi berbeda dengan PT lain yang Tri Dharma: seperti Pendidikan dan pengajaran kemudian penelitian, pengabdian masyarakat dan di UII dengan tambahan Dakwah Islamiyah. Untuk itu seluruh civitas akademika UII bahwa dakwah sesungguhya adalah merupakan kewajiban bagi kita semua. “Ustadz Fadlan merupakan contoh bahwa dakwah itu bisa dilakukan dalam kondisi apapun dalam situasi apapun termasuk dalam situasi yang sangat sulit. Dan semoga semangat dakwahnya dapat tertular kepada kita semua yang senantiasa akan kita ikuti dengan kemampuan kita semua.” pungkas Nandang.

Menghadirkan Ustadz Fadlan Garamatan (M. Zaaf Fadzlan Rabbani Al Garamatan), kiai yang kondang dengan julukan Da’i Sabun. Seorang Da’i fenomenal yang berhasil mengislamkan 45% warga asli pedalaman Papua. Yaitu berdakwah dengan sabun atau melalui Thoharoh sebagai pengajaran Islam yang pertama.

Keadaan masyarakat Papua di daerah pedalaman yang hidup dalam kondisi terbelakang  secara tidak langsung menjadi  tantangan tersendiri bagi Ustadz Garamatan dalam berdakwah. Dan Model dakwah yang digunakan oleh Fadlan berbeda dengan rekan-rekannya. Apabila para ustad selama ini lebih banyak berdakwah dalam bentuk majelis taklim, Fadlan justru memilih menggunakan sabun dan shampoo untuk mengajak masyarakat Papua keluar dari keterbelakangan.

Continue Reading »

No responses yet