Apr 23 2012

HKN Sebagai Dasar Gerakan Konsumen

Published by at 9:47 am under Perlu Diketahui

HKN Menjadi Titik Tolak Gerakan Konsumen Yang Sadar Akan Haknya

Untuk pertama kalinya Indonesia mencanangkan Hari Konsumen Nasional (HKN), pada hari Jumat 20 April 2011. Pencanangan HKN berlangsung di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center (JCC), dan dihadiri kurang lebih seribuan peserta dari berbagai kalangan. Gagasan peringatan HKN diantaranya bertujuan untuk memperkuat perlindungan konsumen di Indonesia melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi dan edukasi yang memasyarakatkan sikap keberpihakan kepada konsumen. Sebagaimana negara lain telah memperingati Hari Konsumen Nasional setiap tahun, seperti Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, dan India.

Pencanangan HKN sendiri digagas oleh Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), di mana Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., merupakan salah seorang Komisioner yang mewakili kalangan akademisi. Hadir dalam pencacangan tersebut diantaranya Wakil Menteri Perdagangan Dr. Bayu Krisnamurthi, M.Si., Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc.,.Ph.D., Dirjen Standarisasi Perlindungan Konsumen dan Sekjen Kemendag, Asosiasi Pelaku Usaha, Pengurus dan Tokoh Masyarakat serta beberapa Perguruan Tinggi.

Rektor UII yang dalam kesempatan tersebut diminta menyampaikan Sambutan Pembukaan mewakili penyelenggara menyatakan, dengan dicanangkannya HKN diharapkan dapat menjadi titik tolak untuk melahirkan suatu gerakan konsumen yang sadar akan haknya, cerdas, kritis, dan mandiri. Oleh karena itu, diharapkan semua elemen masyarakat terlibat aktif untuk membangun kesadaran konsumen ini.

Lebih lanjut Rektor UII yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua umum APTISI menyampaikan, gerakan HKN yang diperingati setiap tahun diharapkan bisa menjadi lebih menggema. Dikatakannya, dalam HKN tahun ini telah diadakan berbagai aktivitas seperti seminar, talkshow di media elektronik, funbike, longmarch, dan berbagai kegiatan lainnya.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Menteri Perdagangan RI, Dr. Bayu Krisnamurthi, M.Si., mengungkapkan bahwa konsumen merupakan kekuatan penggerak ekonomi, yang mana tidak ada seorangpun yang tidak menjadi konsumen.

"Kita semua terlahir sebagai konsumen sejak pertama kali lahir, bahkan Sebelum jadi apapun harus jadi konsumen terlebih dahulu, 240 juta rakyat Indonesia adalah ‘konstituen’ dari Ibu Suhartini Hadad/ Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut dipaparkan, GDP Indonesia pada 2012 diperkirakan USD 10 miliar dolar, dan sebanyak 65 persen berasal dari konsumsi. Dari jumlah tersebut konsumsi rumah tangga merupakan yang terbesar dengan mencapai jumlah  Rp 5.000 triliun. Oleh karena itu, dengan pencanangan HKN, diharapkan bisa menempatkan konsumen dalam posisi terhormat dan tidak dilihat berseberangan saat sengketa konsumen.
Sementara itu Ketua BPKN, Suhartini Hadad, dalam kesempatannya menyatakan, sejak diundangkan, Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor  8 Tahun 1999 belum memberikan perlindungan maksimal kepada konsumen. Keberadaan regulasi itu sering diabaikan banyak pihak.

“Untuk itu, dengan dicanangkan HKN, diharapkan konsumen dapat cerdas serta mengerti hak dan kewajibannya. Sikap itu akan membuat  pelaku meningkatkan  kualitas produk bila tidak ingin ditinggalkan konsumen,” paparnya.

Dalam pencanangan HKN tersebut, juga diberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh perlindungan konsumen, diantaranya A.Z. Nasution, sebagai tokoh yang merancang UU Konsumen Nasional dan ikut mengawal hingga pengesahan regulasi itu pada 1999. Penghargaan  juga diberikan kepada Erna Witoelar, mantan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan  Zumrotin K. Soesilo, Ketua Pembina YLKI.
Selain itu, terkait dengan kegiatan HKN, paginya Rektor UII juga berbicara dalam acara Coffe Break di TV One bersama artis Tasya Kamila, yang disiarkan langsung Jumat pagi, 20 April 2011, dari Epocentrum Jakarta.
Sumber: Sunday, 22 April 2012

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*