Apr 20 2012

Hari ini Hari Konsumen Nasional - HKN

Published by at 12:47 pm under Perlu Diketahui

BADAN Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menetapkan 20 April sebagai Hari Konsumen Nasional (HKN). Penetapan tersebut diharapkan sebagai pedoman untuk konsumen.

Hal ini disampaikan Tini Hadad, ketua BPKN kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/4). Menurutnya, HKN diperlukan meski telah ditetapkan Undang-undang perlindungan konsumen tahun 1999. "Sekalipun ada UU perlindungan konsumen, namun pelaksanaannya masih lemah," ujarnya.

BPKN melihat perlindungan kepada konsumen masih belum maksimal hingga saat ini. Misalnya saja, terang dia, masih ada produk yang kualitasnya di bawah standar yang ditetapkan Pemerintah melalui Standar Nasional Indonesia.

Selain itu, tambahnya, masih ada ditemukannya penggunaan bahan-bahan tambahan makanan yang tidak diperbolehkan dalam suatu produk. "Kami sendiri BPKN melihat walaupun UU sudah lumayan banyak dan cukup tapi kita melihat pengawasan dari pemerintah masih sangat kurang atau masih sangat perlu ditingkatkan," tegas Tini.

Dia berharap, HKN  bisa menjadi momentum agar konsumen dapat bergerak secara bersama dan lebih sadar akan hak-haknya. Selain itu, konsumen dapat melakukan boikot kepada produsen yang telah memproduksi barang atau jasa yang merugikan konsumen.

"Di kita itu (pemboikotan) belum terjadi. Kesadaran konsumen bersama itu belum ada. Karena itu, dengan HKN, diharapkan konsumen bisa bersikap lebih kritis lagi," tegasnya. [shy4/Kamis, 19 April 2012/@IRNewscom]

Tasya Kadmila sebagai Duta Konsumen Cerdas

Menurut Tini, dengan pribadi Tasya yang cukup populer sejak masih kanak-kanak, Tasya diharapkan mewakili generasi muda agar lebih memahami hak-hak mereka selaku konsumen, terutama dalam menggunakan dan menyeleksi produk-produk yang beredar saat.

---

JAKARTA - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) akan mencanangkan tanggal 20 April sebagai Hari Konsumen Nasional (HKN). Dengan adanya HKN, diharapkan menjadi tonggak di mana konsumen bergerak secara bersama-sama.

"Kita sudah menetapkan 20 April sebagai hari konsumen nasional," papar Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Tini Hadad, dalam temu media di Jakarta, Kamis (19/4/2012).

Tini memandang HKN diperlukan sekalipun Undang-undang perlindungan konsumen telah ada sejak tahun 1999. Hal ini demi meningkatkan perlindungan kepada konsumen. "Sekalipun sudah ada UU perlindungan konsumen masih lemah," tambah dia.

BPKN melihat perlindungan kepada konsumen masih belum maksimal hingga saat ini. Misalnya saja, terang dia, masih ada produk yang kualitasnya di bawah standar yang ditetapkan Pemerintah melalui Standar Nasional Indonesia.

Selain itu, masih ada ditemukannya penggunaan bahan-bahan tambahan yang tidak diperbolehkan dalam suatu produk. "Kami sendiri BPKN melihat walaupun UU sudah lumayan banyak dan cukup tapi kita melihat pengawasan dari pemerintah masih sangat kurang atau masih sangat perlu ditingkatkan," tegas Tini.

Oleh sebab itu HKN diperlukan sebagai momentum agar konsumen bisa bergerak secara bersama dan lebih sadar akan hak-haknya.

Konsumen pun bisa melakukan boikot terhadap produsen yang telah membuat produk yang merugikan konsumen. "Di kita itu (pemboikotan) belum terjadi. Kesadaran konsumen bersama itu belum ada," sambungnya.

Jadi, ia berharap dengan dicanangkannya HKN maka konsumen bisa semakin cerdas dan bersikap kritis. "Bahwa dengan adanya tanggal 20 April kesadaran konsumen akan hak-haknya atau kecerdasan mereka akan bertambah dengan bersikap lebih kritis," pungkas Tini.

(Sumber: KOMPAS.com/Ester Meryana | Reza Wahyudi | Kamis, 19 April 2012)

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*