Mar 28 2012

Tak Sentuh Tomcat Terhindar Dermatitis

Published by at 11:54 am under Perlu Diketahui

Beberapa tahun terakhir, dilaporkan adanya gangguan kesehatan Dermatitis Contact Irritant, yang diakibatkan oleh racun paederin (C25H45O9N) yang ada di badan serangga Tomcat, kecuali di sayap.

"Jumlah yang terjangkit hingga ini mencapai 100 orang, tapi pada dasarnya tidak terlalu berat dan sebagian sudah sembuh dengan baik", ujar Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes,  Tjandra Yoga Aditama, dalam siaran pers, Kamis, (22/3).

Ia menjelaskan, serangga Tomcat digolongkan pada ordo Coleoptera (kelompok kumbang). Memiliki penampakan seperti semut dengan panjang tubuh sekitar 1 cm, dan memiliki sepasang sayap namun tersembunyi. Badan berwarna oranye dengan bagian bawah perut (abdomen) dan kepala berwarna gelap. Bila merasa terancam akan menaikkan bagian perut sehingga nampak seperti kalajengking. Ada 622 spesies yang menyebar di seluruh dunia.

Spesies di Indonesia yang menyebabkan dermatitis adalah Paederus peregrines. "Wabah dermatitis pernah dilaporkan juga di Australia, Malaysia, Srilangka, Nigeria, Kenya, Iran, Afrika Tengah, Uganda, Argentina, Brazil, Perancis, Venezuela, Ekuador dan India,” jelasnya.

Serangga ini, menurutnya merupakan kelompok serangga pertanian, sebagai predator hama pertanian seperti wereng, dan lain-lain. Habitat lingkungan adalah tempat yang lembab dan tanaman bersemak, seperti padi dan jagung. serangga tersebut bersifat kosmopolitan. Masyarakat biasa menyebut hewan ini dengan sebutan kumbang rove, semut semai, atau semut kayap.

Sumber: Republika – Kam, 22 Mar 2012

---

Tomcat "Si Kumbang Merah" Sahabat Manusia

Sebetulnya, si kumbang merah (tomcat) itu sahabat masyarakat tani yang sering berada di sawah. Tomcat, makhluk ciptaan Allah SWT yang sesungguhnya menjadi sahabat manusia karena ikut menyerang dan memakan hama padi sawah.

Memang belum ada suatu penelitian mengenai lebih banyak manfaat atau mudharat dari "si kumbang merah" ini. Apa yang lebih dominan, sebagai penyerang hama padi (sahabat petani) atau lebih banyak mudharat (pembawa penyakit) bagi manusia.

Begitupun, serangga bernama tomcat itu tetap perlu diwasdapai karena masuk dalam kategori hama yang membahayakan bila bersentuhan dengan kulit manusia. Tindakan yang perlu dilakukan minimal mencegah "si kumbang merah" tidak masuk ke rumah.

Sebagai sahabat petani, tentu perlu kiat tersendiri dalam menjaga agar si kumbang merah tetap pada proporsinya dan jangan sekali-sekali dilakukan dengan tindakan yang merugikan banyak pihak, terutama masyarakat tani yang selama ini bersahabat dengan mereka.

Agaknya bijaksana manakala pencegahan dilakukan dengan tindakan 'mengusir', bukan membunuh. Ini perlu dilakukan dengan penuh pertimbangan. Bahwa serangka bernama tomcat itu adalah makhluk, yang sejatinya diperlukan secara bijaksana, bukan dibunuh.

Mencegah merupakan langkah positif seperti masyarakat tani tempo dulu. Mereka tidak membunuh hama yang menyerang padi di sawah. Mereka lebih memilih mengusir dengan cara-cara yang dinilai "saling" memahami karena makhluk itu juga mengetahuinya.

Dicegah jangan dibasmi

Sebagai sahabat masyarakat tani, tomcat seharusnya dicegah berkembang dan bukan diracun atau dibasmi. Jika dimungkinkan diisolasi ke wilayah pertanian dengan harapan si kumbang merah tersebut menjadi "pencegah" hama padi petani di pedesaan.

Untuk mencegah hama tomcat bisa dilakukan dengan membersihkan semak-semak tanaman sektar rumah, di samping mengawasi tempat-tempat yang mungkin menjadi tempat persembunyian tomcat yang kini mulai menghampiri perkampungan dan kota.

Bisa dilakukan pembuatan sistem sanitasi yang baik dan representatif. Lalu dibersihkan pekarangan rumah, semak-semak atau tanaman hias sekitar rumah secara rutin. Intinya, pola hidup sehat diprediksi bisa mencegah pertumbuhan si kumbang merah tersebut.

"Sebenarnya tomcat merupakan sahabat masyarakat petani, karena si kumbang merah ini selalu berada di persawahan untuk memakan hama-hama padi. Predator itu bermanfaat bagi petani karena merupakan musuh alami hama wereng," katanya.

Tip mencegah tomcat

Tomcat adalah serangga yang sangat berbahaya jika terjadi kontak dengan kulit manusia. Kulit akan terasa gatal sangat dahsyat, ketika tomcat menempel ataupun benda lainnya secara otomatis tomcat akan mengeluarkan cairan beracun yang sangat gatal.

Binatang yang muncul ketika matahari terbenar itu dapat dicegah dengan mudah, karena jika hama tersebut tidak dicegah bisa berbahaya bagi kesehatan kulit keluarga, serta sanak saudara. Tomcar bisa dicegah dengan beberapa cara yang diprediksi bisa terhindar dari serangannya.

Ada beberapa cara mencegah serangan si kumbang merah atau hama tomcat. Jika ada menemukan serangga, jangan dipencet agar racun tidak mengenai kulit. Masukkan ke dalam plastik dengan hati-hati, terus buang ke tempat yang aman.

Hindari terkena hama tomcat pada kulit terbuka. Usahakan pintu tertutup dan bila ada jendela diberi kasa nyamuk untuk mencegah tomcat masuk, tidur menggunakan kelambu. Berikan jarring pada lampu bila serangga banyak, untuk mencegah kumbang jatuh ke manusia.

Jangan menggosok kulit dan atau mata bila hama tomcat terkena kulit. Singkirkan dengan hati-hati jika hama tomcat menempel pada kulit, dengan meniup atau mengunakan kertas untuk mengambil hama tomcat.

Warga dianjurkan untuk memerikas dinding dan langit-langit dekat lampu sebelum tidur. Bila ditemui, segera dimatikan dengan menyemprotkan racun serangga. Singkirkan tanpa menyentuhnya agar lebih aman.

Bila bersentuhan dengan serangga tomcat, segera beri air mengalir dan sabun pada kulit. Ini solusi mengantisipasi bila tomcat bersentuhan dengan kulit manusia, di samping membersihkan lingkungan tanaman yang tidak terawat di sekitar rumah yang bisa menjadi tempat kumbang Paederus.

Sesungguhnya, semua makhluk ciptaan Allah SWT menjadi sahabat manusia. Hanya saja, bagiamana manusia memperlakukan makhluk tersebut agar menjadi sahabat sejati. Ini yang sejatinya dilakukan, termasuk pada si kumbang merah bernama tomcat tersebut.

Sumber: Republika – Min, 25 Mar 2012

---


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Tips Atasi Racun Tomcat

Serangga Tomcat ialah merupakan keluarga kumbang paederus, hidup di daerah lembab dan dedaunan. Pohon dan sawah merupakan habitat serangga ini, di tempat-tempat itu mereka hidup dan mencari makan. Makanan serangga Tomcat yang utama ialah kutu dan telur hama wereng yang merupakan musuh utama petani. Oleh karenanya serangga ini sejak generasi ke generasi merupakan sahabat para petani.

Tomcat mempunyai banyak nama alias, diantaranya ia juga di sebut sebagai semut kanai atau semut kayap. Selain itu ia juga memiliki nama latin yakni Paederus Riparius. Ukuran serangga ini antara 7-8 mm.

Mereka lebih senang beraktifitas di malam hari hari, oleh karena itu tempat-tempat yang memiliki cahaya merupakan favoritnya. Karena itu pemerintah menyarankan agar masyarakat membatasi pencahayaan rumah mereka, agar tidak di kerubungi binatang ini.

Serangga Tomcat mampu memproduksi racun yang disebut toksin paederin, jika terkena kulit akan akibatkan luka bakar dan sakit rasanya. Luka akan memerah dan dibagian tengah akan muncul nanah dalam jangka waktu beberapa hari. Gambar luka akibat racun Tomcat seperti gambar dibawah ini.

Jika anda mendapati serangga Tomcat hinggap di kulit, maka jangan sekali-sekali menepuknya. Karena racun yang ia produksi akan menyemprot kekulit anda, akibatnya akan seperti pada gambar. Disarankan meniup serangga tersebut dari kulit anda. Kemudian cuci kulit yang di hinggapi tersebut dengan air dan sabun.

Dan jika kulit anda terkena racun serangga ini dan mengalami luka bakar, disarankan jangan menggaruknya karena racun akan menyebar kebagian kulit lainnya.

Dan binatang ini bukan tipe agresif yang menyerang manusia, racun yang ia keluarkan apabila ia merasa terancam. Dan keberadaan mereka di perumahan manusia, bukan karena ingin menginvasi namun karena habitat mereka rusak. Oleh karena itu mereka mendatangi rumah-rumah.

Semoga informasi singkat mengenai tomcat bermanfaat.

Sumber: By Abi Bakar on March 28, 2012

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*