Mar 16 2012

Sang Maestro

Published by at 8:58 am under News

Siapa Amri Yahya

”Darah saya itu batik, karena saya mencintai batik dengan sepenuh hati,” begitu kerap diungkapkan Prof. DR (HC) H. Amri Yahya, maestro pelukis batik Indonesia dalam berbagai kesempatan diskusi, ceramah, dan wawancara dengan wartawan. Ya, pria yang lahir pada 29 September 1939 ini memang dikenal sebagai pelukis batik yang tersohor hingga mancanegara. Kesetiaannya terhadap dunia seni itu telah mengantarkan ia meraih gelar doktor dan profesor honoris causa. Amri yang kesehariannya juga menjadi dosen itu pun disebut-sebut sebagai perintis terkemuka dalam seni lukis batik kontemporer.

Pilihannya menjadi pelukis batik, bukan hanya karena ingin mencari sesuatu yang lain tapi juga karena ia ingin menjaga salah satu akar seni tradisional Indonesia. Karena itulah, dalam wawancara dengan wartawan sebelum ia wafat, Amri sempat menyatakan kesedihannya ketika ada negara lain yang mengklaim batik sebagai karya budaya mereka. Wajar jika sepanjang perjalanan hidupnya, ia total mendedikasikan diri bagi upaya menjaga dan melestarikan batik Indonesia. Saking cintanya kepada batik, setiap kali ayah empat anak ini diundang untuk pameran dan ceramah ia selalu membawa perabotan membatik dan melukis secara lengkap seperti kompor kecil, canting, lilin dan lainnya.  Disela ceramahnya, ia mendemonstrasikan keahlian melukis batik.

Pria yang melukis dengan media acrylic, acquarel, cat minyak dan menekuni media batik sebagai media ungkap ini telah berhasil menelurkan ribuan karya lukisan batiknya baik yang berukuran kecil dan besar yang dipampang dalam bingkai. Tapi tak sedikit motif-motif abstrak batiknya juga digunakan untuk busana dengan memilih lebak-lebung atau panorama alam sebagai subject matter sebagai potret sebagian besar rakyat Indonesia yang hidup dikawasan pedesaan.

Karya-karya lelaki asli Palembang yang puluhan tahun menetap di Yogyakarta ini pernah dipamerkan di Australia, Jerman, Amerika Serikat, Mesir, Inggris, Belanda, Kanada, Denmark, Syria, Jepang dan tentu saja diberbagai kota di Indonesia. Tak sedikit pejabat negara dan lembaga di dalam maupun di luar negeri yang mengoleksi karya lukis yang dipamerkannya sejak tahun 1957.

Jauh Dari Korupsi

Apa yang membuat Amri memilih dunia seni lukis sebagai bagian hidupnya? “Karena pekerjaan ini jauh dari korupsi,” jawabnya dalam sebuah wawancara. Sempat kepincut menjadi penyair dan tentara namun urung di tengah jalan.

Lulus Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) tahun 1959 dan IKIP Yogyakarta tahun 1971, dan memperdalam keramik dinding di Belanda (1979). Sampai sekarang masih tetap mengajar seni rupa di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sampai memperoleh gelar doktor (2001) dan profesor (2002). Disela kesibukannya melukis, ia juga mengalokasikan waktunya untuk menjadi dosen di FKSS IKIP Yogyakarta dan STSRI-ASRI Yogyakarta.

Tahun 1972 Amri mendirikan Amri Gallery di Gampingan, Yogyakarta, pada saat Indonesia mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Konferensi PATA tahun 1974. Tahun 1979 ia mendirikan Himpunan Senirupawan Indonesia (HSRI), yang dimaksudkan membawa para senirupawan Indonesia ke forum internasional melalui IAA (International Association of Art) dan Unesco.

Amri adalah sosok yang tak hanya pintar melukis batik tapi juga mencermati dan mengritisi sikap bangsa Indonesia dalam memperlakukan batik. Ia sangat sedih luar biasa saat mengetahui Malaysia berupaya mematenkan batik sebagai karya negeri jiran tersebut. ”Padahal dunia luar sudah lama mengetahui dan mengakui bahwa batik adalah milik bangsa Indonesia. Hampir di seluruh wilayah Indonesia mengenal seni batik. Ini merupakan kesalahan kita sendiri, karena kita kurang menghargai apa yang disebut hak paten,” katanya.

Ia juga merasa gundah karena kebanyakan dari kita menganggap batik bukan karya seni, tapi barang kerajinan. “Jadi menganggap nilainya rendah, dan kurang pantas dipamerkan sebagai karya seni. Padahal di luar negeri seperti Jerman, Inggris dan Australia serta Amerika Serikat setiap tiga bulan sekali sekali menyelenggarakan pameran,” keluhnya.

Kegigihannya menjaga dan mengajak bangsa ini untuk menyintai batik belakangan sudah mulai menunjukkan hasil. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah menetapkan batik sebagai peninggalan budaya Indonesia. Namun lebih dari itu, batik kini menjadi pilihan busana prioritas umumnya masyarakat negeri ini yang menjadikan batik sebagai pakaian sehari-hari. Sebuah kebanggaan yang dapat dirasakan setelah sang maestro pergi menghadap Sang Khalik pada 20 Desember 2004.

Sumber: http://www.mensobsession.com/index.php/achievement/40-biography/100-amri-yahya

---

Berita Lelayu
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un

Telah meninggal dunia dengan tenang:

Ibu Sudirah Sri Susanti
Istri Alm. Prof. Dr. (HC) H. Amri Yahya
(Mantan Anggota Dewan Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII)

Meninggal dunia pada :

Hari    :    Kamis
Tanggal    :    15 Maret 2012
Jam    :    13.30 WIB
Tempat    :    RSUP Prof. Dr. Sardjito, Yogyakarta.

Jenazah dimakamkan pada :

Hari     :    Jum’at
Tanggal    :    16 Maret 2012
Jam    :    10.00 WIB
Tempat    :    Diberangkatkan dari rumah Duka Jl. Prof. Dr. Ki Amri Yahya No.6, Gampingan, ke Pemakamam Keluarga di Gampingan, Yogyakarta.

Keluarga besar UII ikut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya, semoga almarhum mendapat ampunan dan diterima disisi Allah SWT, sebagai hamba yang khusnul khotimah. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan tabah dan tawakal, Amin.

Yogyakarta, 16 Maret 2012
Humas UII

---

ada apa dengan Magnum???

Kode Babi Pada Makanan Kemasan (termasuk dalam ES KRIM MAGNUM)

COPAS DARI TEMAN (SILAHKAN SHARE SELUAS-LUASNYA UNTUK KEMASLAHATAN UMAT)

Mungkin sudah banyak yg tahu, tapi mungkin banyak juga yang belum tahu atau lupa. Kejadiannya berawal waktu anak2 minta dibelikan es krim MAGNUM, sampe di rumah saya baca dan amati komposisinya. Ternyata ada kode E472 yang artinya mengandung LEMAK BABI, tapi ANEHnya bisa dapat LOGO HALAL MUI!!!

so, berhati-hatilah temans dan saudara2 dalam mengkonsumsi makanan dan minuman. Biasakan BACA dan TANYA jika kita ingin makan sesuatu, terutama HALAL HARAMnya....

Kode Babi Pada Makanan Kemasan

(Oleh Dr.M.Anjad Khan)

Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya adalah mencatat semua merek barang, makanan dan obat-obatan.

Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tersebut harus terlebih dahulu mendapat ijin dari Badan pengawas Obat dan Makanan Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di Badan tersebut bagian QC , oleh sebab itu dia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141.

Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis tersebut, dia penasaran dan kemudian menanyakan kode matematis tersebut kepada seorang perancis yang berwenang dalam bidang itu dan orang tersebut menjawab ” KERJAKAN SAJA TUGASMU, DAN JANGAN BANYAK TANYA!’.

Jawaban tersebut menimbulkan kecurigaan buat Shaikh Sahib dan dia kemudian mulai mencari tahu kode matematis tersebut dalam dokumen yang ada. Ternyata apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum muslim di dunia. Hampir diseluruh negara barat termasuk Eropa, pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Peternakan babi sangat banyak di negara-negara tersebut. Di perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000.

Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hewan lainnya. Namun orang eropa dan amerika berusaha menghindari lemak-lemak tersebut. Kemudian yang menjadi pertanyaan ekarang; dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ? jawabannya adalah: Babi-babi tersebut dipotong di rumah-rumah jagal dalam pengawasan Badan POM dan yang membuat pusing Badan tersebut adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi.

Dahulu kira-kira 60 tahun yang lalu, lemak-lemak tersebut dibakar. Kemudian mereka berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut. Sebagai awal ujicobanya mereka membuat sabun dengan bahan lemak tersebut dan ternyata itu berhasil. Lemak-lemak tersebut diproses secara kimiawi, dikemas sedemikian rupa dan dipasarkan. Dalam pada itu negara-negara di Eropa memberlakukan aturan yang mengharuskan bahan-bahan dari setiap produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Oleh karena itu bahan yang terbuat dari lemak babi dicantukam dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produk. Mereka yang sudah tinggal di Eropa selama 40 tahun terakhir ini mengetahui hal tersebut.

Namun produk dengan bahan lemak babi tersebut dilarang masuk ke negara-negara Islam pada saat itu sehingga menimbulkan defisit perdagangan bagi Negara pengekspor. Menoleh ke masa lalu, jika anda hubungkan dengan Asia Tenggara, anda mungkin tahu tentang factor yang menimbulkan perang saudara. Pada saat itu, peluru senapan dibuat di Eropa dan diangkut ke belahan benua melalui jalur laut. Perjalanannya memakan waktu berbulan-bulan hingga mencapai tempat tujuan sehingga bubuk mesiu yang ada di dalamnya mengalami kerusakan karena terkena air laut.

Kemudian mereka punya ide untuk melapisi peluru tersebut dengan lemak babi. Lapisan lemak tersebut harus digigit dengan gigi terlebih dahulu sebelum digunakan. Saat berita mengenai pelapisan tersebut tersebar dan sampai ketelinga tentara yang kebanyakan Muslim dan beberapa Vegetarian ( orang yang tdk makan daging), maka tentara – tentara tersebut menolak berperang sehingga mengakibatkan perang saudara (civil war).

Negara-negara Eropa mengakui fakta tersebut dan kemudian menggantikan penulisan lemak babi dalam kemasan dengan menuliskan lemak hewan. Semua orang yang tinggal di Eropa sejak tahun 1970 – an mengetahuinya. Saat perusahaan produsen ditanya oleh pihak berwenang dari negara Islam mengenai lemak hewan tersebut, maka jawabannya bahwa lemak tersebut adalah lemak sapi & domba, walaupun demikian lemak-lemak tesebut haram bagi muslim karena penyembelihan hewan ternak tersebut tidak mengikuti syariat islam. Oleh karena itu produk dengan label baru tersebut dilarang masuk ke negara-negara islam. Sebagai akibatnya, perusahan-perusaha produsen menghadapi masalah keuangan yang sangat serius karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produknya ke Negara islam, dimana laba penjualan ke negara islam bias mencapai milliaran dolar.

Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti oleh Badan POM sementara orang awam tidak mengetahuinya. Kode tersebut diawali dengan kode E-CODES. E-INGREDIENTS ini terdapat di banyak produk perusahaan multinasional termasuk pasta gigi, sejenis permen karet, cokelat, gula-gula, biscuit, makanan kaleng, buah-buahan kalengan dan beberapa multi vitamin dan masih banyak lagi jenis produk makanan & obat-obatan lainnya. Semenjak produk – produk tersebut di atas banyak dikonsumsi oleh negara-negara muslim, kita sebagai masyarakat muslim tidak terkecuali sedang menghadapi masalah penyakit masyarakat yakni hilangnya rasa malu,kekerasan dan seks bebas(kumpul kebo).

Oleh karenanya, saya mohon kepada semua umat islam untuk memeriksa terlebih dahulu bahan-bahan produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES berikut ini. Jika ditemukan kode-kode berikut ini dalam kemasan produk yang akan kita beli, maka hendaknya dapat dihindari karena produk dengan kode-kode tersebut di bawah ini mengandung lemak babi :

E100, E110, E120, E 140, E141, E153, E210, E213, E214,
E216, E234,E252,E270, E280, E325,E326, E327, E334,
E335, E336, E337, E422, E430,E431, E432, E433,E434,
E435, E436, E440,E470, E471, E472, E473, E474,
E475,E476, E477, E478, E481, E482, E483, E491, E492,
E493,E494, E495, E542,E570, E572, E631, E635, E904.

Adalah tanggung jawab kita semua sebagai umat islam untuk mengikuti syariat islam dan juga memberitahukan informasi ini kepada saudara-saurdara kita.
Semoga manfaat, M. Anjad Khan Medical Research Institute United States.

• Prennss ...kalo mo hang out di Starbucks or Coffebean, pikir2 ulang deh... karena, ternyata semua minuman mengandung elmusifier yang berasal dari babi. Kalo membeli makanan kita juga gampang mengetahui halal or haram, caranya dg melihat ada tidaknya kode E ? trus tiga digit angka dibelakangnya, dan itu artinya bahan2 berasal dari lemak babi...
• Dear all ...Jika memang emulsifier yang dipake starbuck adalah kode E471 (tidak adaembel2 lain, misal : lecithin de soja atau soy lecithin), maka saya yakni bahwa 'origin'nya adalah pork or varken (babi) Sebenarnya tak hanya E471 tapi juga E472, para keluarga muslim Groningen the Netherlands & ikatan kel muslim Eropa memperingatkan kami utk mengecek content / ingredient emulsifier ini pd setiap produk makanan yg akan dibeli. Kami pun sempat kaget, karena emulsifier juga digunakan pada rot itawar. Karena itu, kami sarankan kpd kel muslim utk pilih roti tawar dgistilah biological bread (non-chemical additive), tentu saja resikonya harga lebih mahal (1/2 blok roti tawar jenis ini hampir 3 X harga roti tawar dgemulsifier),yang pentingkan halal.
• FYI ....E471 biasa dikenal dg sebutan lecithin è originnya merupakan ekstrakdari tulang babi.E472 (saya tak ingat nama dagangnya) è originnya adalah ekstrak tulang babi. Kedua additive ini merupakan senyawa turunan dr asam lemak (fattyacid). Biasanya kedua additive ini sangat sering ditemukan pada produk2 berikut : Produk makanan mengandung cokelat è roti, ice cream, biskuit, dll. Produk makanan yg perlu elmusifier è coklat bar, ice cream, or bulk,coffee cream, marshmallo, jelly, dsb.
WebRepOverall rating

Sumber: http://www.facebook.com/notes/indahnya-islam/ada-apa-dengan-magnum/195616443823421

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*