Mar 15 2012

Makanan pemiCu Kolesterol

Published by at 12:15 pm under Perlu Diketahui

Di setengah kehidupan, kita mengorbankan kesehatan untuk mendapatkan uang.

Di setengah lainnya, kita mengorbankan uang kita, untuk mendapatkan kembali kesehatan kita.

Bagaimanpun Juga, Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

---

Jangan anggap remeh kolesterol. Jika sudah terkena, akibatnya sangat fatal. Mulai dari penyumbatan pembuluh darah, serangan jantung, hingga stroke.

Selain melakukan pola hidup sehat, ada beberapa makanan yang harus dihindari agar terhindar dari kolesterol. Dokter spesialis penyakit dalam, Umar Zein mengatakan, beberapa makanan berlemak dapat memicu kolesterol.

Umar Zein menyebutkan, makanan yang dikonsumsi secara berlebihan yang dapat memicu kolesterol tersebut antara lain, daging, kuning telur, santan, dan jeroan (ampla).

Dia menuturkan, selain menghindari makanan tersebut, upaya lain yang harus dilakukan untuk mencegah kolesterol dengan melakukan pola hidup sehat, diet rendah kolesterol dan olahraga teratur. "Selain itu, bantuan obat-obatan yang diberikan dokter juga dapat membantu penyembuhan kolesterol," imbuhnya. Selain itu, kata Umar, sering mengonsumsi buah juga membantu Anda terhindar dari kolesterol.

Seperti diketahui, kolesterol rentan menyerang mereka yang berusia di atas 40 tahun. Terutama mereka yang memiliki berat badan berlebih dan hipertensi.

---

Waspadalah jika Anda sudah berusia 40 tahun. Sebab, jika tak melakukan pola hidup sehat, kolesterol mengintai Anda.

Dokter spesialis penyakit dalam, Umar Zein mengatakan, kolesterol rentan menyerang orang berusia 40 tahun ke atas, terutama mereka yang memiliki berat badan berlebih dan penyakit hipertensi. Namun, kata Umar, mereka yang masih muda bukan tidak mungkin terserang.

"Bisa saja, tapi umumnya usia 40 tahun ke atas," ujarnya saat pemeriksaan lemak dan kolestrol  gratis serta Seminar Awam Tentang Kolestrol.

Umar menuturkan, kolesterol ini tanpa gejala, namun dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. "Tergantung mana yang
diserang. Kalau yang diserang bagian kepala, dapat menyebabkan stroke, kalau menyerang jantung bisa terkena serangan jantung. Dan kalau menyerang paru-paru, dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah," ungkapnya.

Namun tak perlu khawatir, karena semua penyakit ini dapat dilakukan upaya pencegahannya, seperti dengan melakukan pola hidup sehat, diet rendah kolesterol dan olaharaga teratur.

"Banyak masyarakat yang belum paham kolesterol. Jika tidak terkontrol, ateroclorosis atau penyempitan pembuluh darah akan terjadi. Makanya harus dilakukan pemeriksaan," imbuhnya.

Untuk mendeteksi seseorang terkena kolesterol, dapat dilakukan pemeriksaan di Laboratorim Kesehatan.

---

Anda punya masalah dengan kadar lemak dalam darah? coba ubah gaya hidup Anda. Cara sederhananya, atur pola makan, kurangi makanan berminyak dan berlemak serta rajin berolahraga.

Asosiasi Jantung Amerika (AHA), baru-baru ini menyatakan mereka yang mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat secara signifikan Trigliserida, atau lemak dalam darahnya berkurang drastis. Trigliserida adalah lemak dalam darah yang berkaitan dengan sakit jantung dan penyumbatan pembuluh darah.

Menurut Michael Miller, dosen di fakutas kedokteran Maryland School of Medicine, Baltimore, rajin olahraga, banyak mengkonsumsi sayuran, dan mengurangi berat badan bisa mengurangi kadar lemak jahat dalam darah antara 20 persen hingga 50 persen.

"Terutama mereka yang total mengubah gaya hidup," kata Miller seperti dikutip dari laman WebMD. Miller menganalisa 500 penelitian selama tiga dekade terakhir terkait kadar lemak dalam darah dan gaya hidup sehat.

Kesimpulannya, mereka yang mengatur asupan gula, membatasi mengkonsumi lemak dan mengurangi alkohol bisa mengurangi kadar Trigliserida. Dengan berkurangnya Trigliserida, maka risiko terkena penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah berkurang.

---

APEL

Sebutir apel memperpanjang usia. Pernahkah Anda mendengar kata-kata bijak seperti ini? Ternyata kata-kata ini memang ada benarnya.

Anda yang ingin menurunkan kolesterol dan berat badan, harus mengonsumsi 75 gram apel dalam sehari atau setara dengan empat hingga lima apel. Itu menurut hasil penelitian tim dari Florida State University, Amerika Serikat.

Dalam waktu enam bulan, tim peneliti melihat kadar kolesterol jahat atau LDL (low-density lipoprotein) yang menyumbat arteri, turun hampir seperempat. Level senyawa lain yang terkait dengan penyakit jantung dan stroke juga turun. Kadar kolesterol baik atau HDL (high-density lipoprotein) yang mencegah pengerasan pembuluh darah, naik sekitar empat persen.

Juga diketahui wanita yang mengonsumsi 75 gram apel dalam sehari, berat badannya turun 1,3 kilogram. Meskipun, mereka mendapat tambahan 240 kalori dalam sehari karena mengonsumsi buah.

Efek turunnya kolesterol diketahui karena kandungan antioksidan yang tinggi pada apel. Lalu, berat badan bisa turun karena kandungan pectin pada apel yang bisa menekan nafsu makan. Kandungan pectin yang tinggi juga ditemukan dalam aprikot, wortel dan buah jeruk.

"Kami tidak menyangka konsumsi apel bisa mengurangi kolesterol sebesar ini, hasilnya sangat mengagumkan," kata Dr Bahram Arjmandi, salah satu peneliti, seperti dikutip dari Daily Mail.

Meskipun percobaan terfokus pada konsumsi buah kering, tetapi efek positif dari konsumsi apel juga sama bagi mereka pecinta apel segar. Itu karena teksturnya yang lebih renyah, mengandung banyak air dan lebih sehat.

Tim peneliti berencana menggunakan informasi ini untuk menciptakan apel 'ekstra sehat' dalam waktu lima tahun, yang akan diperjualbelikan secara bebas.

Mereka sedang berusaha mengembangbiakkan apel merah super yang kaya nutrisi untuk mencegah penyakit mata dan sendi, menangkal penyakit jantung, kanker, Alzheimer dan diabetes.

-

Meski kolesterol berguna untuk pembentukan membran sel dan produksi hormon, namun jumlahnya jangan sampai berlebihan. Jumlah kolesterol jahat yang berlebihan dapat memblok aliran darah menuju otak, sehingga menimbulkan stroke. Kolesterol jahat juga berpotensi memicu jantung koroner.

Kolesterol adalah ukuran lemak dalam darah. LDL (low density lipoprotein) adalah jenis kolesterol jahat yang bisa memicu penyumbatan pembuluh darah penyebab penyakit jantung dan stroke. Kondisi sehat, LDL tak lebih dari 150 mg/dl.

Sedangkan HDL (high density lipoprotein) adalah jenis kolesterol baik yang bisa  membantu mengeluarkan LDL dari arteri. Akan semakin baik bila tubuh memiliki banyak kolesterol baik. Usahakan HDL tak kurang dari 40 mg/dl. Kondisi terbaik adalah lebih dari 60 mg/dl.

Mencegah kolesterol tinggi bisa dilakukan dengan konsumsi makanan sehat. Salah satunya adalah apel. Kandungan gizi buah ini yang bermanfaat adalah seratnya. Apel punya dua jenis serat. Ada yang tidak dapat dicerna  oleh tubuh (insoluble fiber) dan ada yang dapat dicerna (soluble fiber). Jenis soluble fiber yang dominan pada apel adalah pektin, kandungannya mencapai 81%.

Insoluble fiber berkhasiat mencegah penyakit kanker, soluble fiber membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Adanya pektin membuat kolesterol yang berasal dari makanan (seperti dari daging-dagingan, susu, telur) tidak bisa ‘jalan-jalan’ ke saluran pembuluh darah.

Pektin akan mengikat kolesterol dan membuatnya tetap berada dalam usus dan kolesterol akan dibuang dari dalam tubuh melalui feses.

Hanya dengan memakan 1 buah apel per hari, Anda sudah mendapatkan 20% serat yang diperlukan tubuh. Selain apel, konsumsi anggur merah, wortel, dan kacang kedelai juga efeketif mencegah kolesterol tinggi.

---

ALPUKAT

Jika selama ini Anda takut mengonsumsi alpukat karena takut kolesterol, Anda salah. Ternyata alpukat adalah makanan musuh kolesterol jahat.

Selain alpukat, cerikut ini adalah 10 bahan pangan yang patut dipilih dalam memenuhi kebutuhan gizi setiap hari. Selain padat akan nutrisi, makanan-makanan ini memiliki khasiat tambahan karena dapat menurunkan kadar lemak jahat atau kolesterol dalam tubuh Anda.

1.    Kedelai
Mengurangi lemak jenuh merupakan langkah terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol. Ganti daging dan keju dengan makanan berbahan kedelai seperti tahu, tempe, susu kedelai. Kandungan isoflavon pada kedelai dapat membantu menurunkan LDL (Low Density Lipoprotein) alias kolesterol jahat.

Lemak jenuh tidak baik untuk jantung karena hati menggunakan lemak jenuh untuk membuat kolesterol. Jadi mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol, terutama LDL. Konsumsi setidaknya 25 gram protein kedelai setiap harinya untuk membantu menurunkan kolesterol.

2.    Kacang-kacangan

Selain bekatul, kacang-kacangan kaya serat terutama yang larut, bisa membantu menurunkan kolesterol. Mengonsumsi satu cangkir segala jenis kacang-kacangan per hari, terutama kacang merah atau kacang pinto, dapat menurunkan kolesterol hingga 10 persen dalam enam minggu.

Untuk mendapat manfaat kesehatan terbaik, baik FDA dan Institut Kanker Nasional (NCI) Amerika Serikat merekomendasikan konsumsi 25-30 gram serat setiap harinya. Untuk kacang-kacangan, konsumsi lima porsi atau lebih setiap minggunya.

3.    Ikan salmon
Ikan salmon merupakan sumber protein terbaik karena tinggi asam lemak omega-3 yang disebut EPA dan DHA, yang baik untuk jantung. Selain itu, kandungan asam lemak omega-3 yang terkandung pada ikan salmon dan ikan air dingin lainnya dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL), trigliserida, dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Untuk mendapatkan omega-3, pilih ikan salmon, trout, herring, sardin, dan makerel. Asosiasi Jantung Amerika (AHA) merekomendasikan konsumsi ikan salmon setidaknya dua porsi seminggu.

4.    Alpukat
Alpukat merupakan sumber lemak tak jenuh tunggal yang baik dan dapat meningkatkan HDL. Selain itu, alpukat juga mengandung betasitosterol yang dapat mengurangi jumlah kolesterol yang diserap dari makanan. Kombinasi betasitosterol dan lemak tak jenuh tunggal membuat alpukat merupakan makanan yang baik untuk memecah kolesterol.

Meski begitu, alpukat mempunyai kalori yang sedikit tinggi. Untuk itu, jangan menambahkan alpukat dengan campuran makanan tinggi lemak. Asosiasi Jantung Amerika (AHA) merekomendasikan 15 persen kalori harian diambil dari lemak tak jenuh tunggal seperti yang terkandung pada alpukat. Ini sama artinya dengan 30 gram lemak tak jenuh tunggal. Sebagai gambaran, satu buah alpukat mengandung 300 kalori dan 30 gram lemak.

5.    Bawang putih
Penelitian menunjukkan bahwa bawang putih dapat menurunkan kadar kolesterol, mencegah penggumpalan dan menurunkan tekanan darah, serta melindungi tubuh terhadap infeksi. Namun, penelitian lain juga membuktikan bahwa bawang putih dapat menghentikan plak pada arteri pada tahap awal. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan, konsumsi 2-4 siung bawang putih segar setiap hari.

6.    Bayam

Bayam banyak mengandung lutein, zat warna kuning yang ditemukan pada daun sayuran berwarna hijau dan kuning telur. Lutein memperlambat terjadinya kebutaan pada orangtua. Konsumsi setengah cangkir makanan kaya lutein setiap hari dapat mencegah terjadinya serangan jantung.

7.    Margarin
Ada dua jenis margarin yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, yaitu Take Control dan Benecol. Sayangnya, margarin ini sepertinya belum beredar luas di Indonesia.

Margarin Take Control dibuat dari sterol tumbuhan yang terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol total dan LDL hingga 14 persen. Begitu juga dengan margarin Benecol yang bekerja seperti Take Control, tapi ada efek samping yang ditimbulkan kedua margarin tersebut, yaitu mengurangi penyerapan betakaroten.

8.    Kacang walnut, mete, dan almond
Diet lemak secara moderat yang kaya akan lemak tak jenuh tunggal pada kacang, dua kali lebih baik untuk jantung Anda daripada diet rendah lemak. Kacang juga mengandung vitamin E, magnesium, tembaga, dan fitokemikal yang berhubungan dengan kesehatan jantung. Walnut juga kaya akan omega-3.

Karena kacang tersebut tinggi kalori, sebaiknya konsumsi dalam jumlah moderat. Simpan kacang yang sudah dipotong dalam lemari pendingin. Taburkan sebanyak dua sendok makan pada sereal, salad, ataupun yoghurt. Konsumsi dua sendok makan kacang cincang lima kali atau segenggam kecil sebagai makanan selingan 3-4 kali seminggu.

9.    Teh
Teh mempunyai kandungan antioksidan. Beberapa penelitian membuktikan bahwa teh menjaga kelenturan pembuluh darah dan mencegah penggumpalan darah. Flavonoid, antioksidan utama pada the, terbukti mampu mencegah terjadinya oksidasi LDL yang dapat membentuk plak pada dinding arteri. Antioksidan juga dapat menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Sebaiknya konsumsi satu cangkir teh setiap hari.

10.    Cokelat
Untuk mendapat efek terhadap kesehatan jantung, pilihlah cokelat hitam atau yang tidak manis. Dibandingkan dengan cokelat susu, cokelat hitam mengandung tiga kali lebih banyak flavonoid yang merupakan antioksidan. Cokelat putih tidak mengandung flavonoid.

Makan satu ounce (28,3 gram) cokelat setiap hari akan meningkatkan kolesterol HDL dan mencegah oksidasi kolesterol jahat. Ingat, jangan terlalu banyak, kalau tidak mau berat badan bertambah.

---

Seafood Pemicu Kolesterol

Punya masalah dengan kadar kolesterol? Udang, cumi dan ikan yang lezat mungkin selalu Anda hindari. Meskipun rasanya gurih enak, seafood sering menjadi 'tersangka' penyebab naiknya kadar kolesterol darah. Tetapi apakah memang benar seafood jadi pemicu kolesterol darah?

Banyak orang yang memiliki kadar kolesterol darah cukup tinggi mulai meninggalkan seafood. Padahal beragam jenis seafood rasanya sangat enak, dan kaya akan sejumlah mineral penting. Seafood sudah lama dijuluki sebagai pemicu kadar kolesterol darah.

Di dalam tubuh manusia ada 2 tipe kolesterol. LDL (low Density Lipoprotein) yang merupakan kolesterol 'jahat' yang bisa menyumbat pembuluh darah. HDL (High Density Lipoprotein), kolesterol 'baik' yang membantu menggempur kolesterol 'jahat'.

Secara alami kolesterol dibuat oleh tubuh dan diperlukan agar tubuh bisa berfungsi dengan baik. Diantaranya menjaga sel-sel tubuh tetap sehat dan memproduksi hormon esensial. Ketidakseimbangan terjadi apabila kita mengkonsumsi banyak makanan kurang sehat yang memicu tubuh memproduksi kolesterol 'jahat' lebih banyak. Akibat dan resikonya adalah penyakit jantung.

Beberapa jenis makanan dikenal sebagai biang kolesterol seperti telur, kerang-kerangan dan jenis seafood lainnya. Padahal sebenarnya makanan tersebut memberi dampak sangat kecil pada kadar kolesterol darah.

Konsumsi lemak jenis dan trans dalam makanan lain justru lebih cepat dan lebih banyak memicu kadar kolesterol 'jahat' dalam darah. Dengan kata lain konsumsi lemak hewan, minyak kelapa dan lemak trans lebih berbahaya dari pada makan seafood.

Kerang-kerangan sebenarnya hanya mengandung sedikit koleterol, sekitar 25 mg (untuk ½ mangkuk kerang rebus), 150 mg (untuk ½ mangkuk udang rebus) dan 200 mg untuk 1 butir telur sedang. Jadi konsumsi maknaan gorengan, atau makanan yang diproses dengan lemak trans akan memicu jumlah kadar kolesterol jahat lebih tinggi. Karena itu lebih makan makan udang rebus, cumi bakar atau ikan bakar dalam porsi sedang.

---

Faktor utama penyebab kolesterol yaitu dari pola makan yang tidak seimbang, kurang berolahraga, serta kebiasaan merokok merupakan pemicu tingginya kadar kolesterol dalam darah. Anak-anak pun juga memiliki resiko kolesterol tinggi, terutama jika mereka berasal dari keluarga yang memiliki kolesterol tinggi (keturunan).

Selain pola hidup yang tidak teratur terdapat faktor lain yakni faktor risiko yang tidak dapat diubah dan faktor gaya hidup. Faktor risiko yang tidak dapat diubah seperti bertambahnya usia menyebabkan kadar kolesterol semakin meningkat. Kemudian faktor jenis kelamin juga menjadi penyebab kolesterol.

Seseorang dikatakan memiliki kadar kolesterol normal jika ukurannya 160-200 mg sedangkan masuk kondisi berbahaya jika sudah di atas 240 mg karena bisa menyebabkan stroke.

Diberitakan dari Health.com, Minggu (3/4/2011) tujuh penyebab kolesterol tinggi yang dialami kebanyakan orang adalah:

1. Makanan sehari-hari

Kolesterol umumnya berasal dari lemak hewani seperti daging kambing, meski tidak sedikit yang berasal dari lemak nabati seperti santan dan minyak kelapa. Beberapa makanan yang selama ini diyakini sehat seperti telur, juga banyak mengandung kolesterol.
Makanan yang terlalu banyak lemak jenuh bisa menyebabkan kolesterol tinggi, sehingga disarankan untuk bijak mengonsumsi makanan sehari-hari agar tidak berlebih. Mulailah menata makanan seperti daging sapi, kambing, susu, telur, mentega dan keju karena mengandung lemak jenuh.
Makanan yang mengandung minyak kelapa, minyak kelapa sawit atau mentega juga memiliki banyak lemak jenuh. Lemak jenuh juga sering didapati pada makanan ringan yang mengandung margarin, yang menggunakan minyak goreng dan kue-kue.

2. Berat badan
Berat badan berlebih tidak hanya mengganggu penampilan tapi lebih banyak efek buruk kesehatannya. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan trigliserida dan menurunkan HDL (kolesterol baik).

3. Kurang bergerak
Tubuh manusia didesain untuk selalu bergerak sehingga sangat dianjurkan untuk banyak bergerak. Coba perhatikan apakah kegiatan Anda lebih banyak duduk atau tidur dan jarang berjalan kaki. Kurang bergerak dapat meningkatkan LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan HDL (kolesterol baik).

4. Umur dan jenis kelamin
Setelah mencapai usia 20 tahun, kadar kolesterol biasanya cenderung naik. Pada pria, kadar kolesterol umumnya terus menerus meningkat setelah usia 50 tahun. Pada wanita, kadar kolesterol tinggal akan turun saat menopause, setelah itu kolesterolnya cenderung tinggi seperti pada pria.

5. Penyakit tertentu
Bisa saja Anda sudah berusaha menjauhi makanan berlemak tapi ternyata kolesterol masih tinggi. Memiliki penyakit tertentu seperti diabetes atau hipotiroidisme dapat menyebabkan kolesterol tinggi.

6. Sejarah keluarga

Jika salah satu anggota keluarga punya masalah kolesterol tinggi maka berhati-hatilah karena risiko Anda memiliki kolesterol tinggi juga bisa terjadi.

7. Merokok

Merokok dapat menurunkan kolesterol baik Anda sehingga yang beredar di tubuh hanya kolesterol jahat. Kolesterol jahat ini jika jika tidak dikendalikan bisa berakibat fatal.

Mitos yang mengatakan kolesterol tinggi hanya menyerang orangtua saja ternyata tidak berlaku sekarang. Anak muda pengidap kolesterol tinggi banyak ditemui di zaman modern ini terutama di perkotaan. Hal ini disampaikan staf pengajar Departemen Ilmu Gizi, FKUI, Dr dr Saptawati Bardosono MSc dalam jumpa pers bertajuk ProHeart Cholesterol Control, di hotel Gran Melia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Sebelum menopause, wanita memiliki resiko terkena kolesterol lebih rendah dibanding pria. Tetapi setelah menopause, kadar kolesterol dalam tubuh wanita meningkat. Faktor gaya hidup seperti obesitas menyebabkan kadar kolesterol baik cenderung rendah. Kurangnya memperhatikan kandungan gizi makanan dengan memakan lebih banyak lemak juga justru meningkatkan kadar kolesterol. Jika anda memiliki faktor-faktor tersebut sebaiknya anda mulai berhati-hati mengkonsumsi makanan yang masuk ke dalam tubuh. Dan segera melakukan pencegahan untuk mengurangi kolesterol dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

---

Kenali Gejala Awal Stroke

Jangan anggap stroke hanya diderita oleh orang berusia lanjut. Anak muda kini juga menjadi incaran risiko stroke.

Data menunjukkan bahwa stroke menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di seluruh dunia. Sekitar 85 persen stroke terjadi di negara-negara dengan tingkat ekonomi rendah.

Di Indonesia, 15,4 persen kematian disebabkan oleh stroke dan 16 juta penduduk Indonesia menjadi penderita stroke.

Umumnya, penyebab stroke disebabkan oleh pola makan yang salah dan rokok. Indonesia sendiri menduduki posisi ketiga dengan populasi perokok terbanyak di kawasan Asia Pasifik setelah China dan Jepang.

Stroke dapat dicegah dengan memahami bagaimana mengelola faktornya. Orang yang sudah terkena stroke juga harus menjaga kualitas hidupnya dengan menjalani pengobatan dan perawatan jangka panjang yang optimal.

Agar tak terjebak dalam kondisi fatal, maka jangan abaikan gejala stroke yang mungkin dianggap sepele. Dokter Eka Harmeiwaty, SpS dari RS Jantung Harapan Kita menjelaskan beberapa gejala dini stroke agar masyarakat sedini mungkin mencurigainya.

1. Mendadak. Gejala awal stroke bisa terlihat secara fisik. Misalnya, orang yang tadinya sehat mendadak menjadi tiba-tiba lumpuh, kelainan saraf, mulut mencong dan lidah cadel.
2. Kesemutan separuh tubuh. Gejala lainnya adalah sering mati rasa atau kesemutan pada wajah atau sebelah sisi badan.
3. Gangguan penglihatan dan pendengaran.
4. Kesulitan berbicara atau berkomunikasi.
5. Perubahan perilaku atau gangguan mental.
6. Mendadak lemas bahkan pingsan.

---

Sumber:

1. http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=189682:ini-dia-makanan-pemicu-kolesterol&catid=28:kesehatan&Itemid=48

2. http://agen-gamat.com/category/gamat-emas-2/pemicu-kolesterol

3. http://kulcard.co.id/articles/food-a-drink/item/4-seafood-pemicu-kolesterol?.html & detikfood.com

4. http://asamurat.acepsuherman.com/obat-herbal/faktor-utama-penyebab-kolesterol/

5. http://www.metris-community.com/penyakit-stroke/penyakit-stroke/

6. http://id.she.yahoo.com/kenali-gejala-awal-stroke-143000656.html

---

Daftar Contoh Makanan dan Kandungan Kolesterolnya

Berikut ini daftar contoh makanan dan berapa besar kandungan kolesterol di dalamnya.
No.    Nama    Kandungan    Kategori Keamanan Konsumsi bagi Penderita Penyakit Terkait Kolesterol
1.        Putih telur ayam    0    Sehat
2.        Teripang (haisom    0    Sehat
3.        Ubur-ubur    0    Sehat
4.        Susu sapi tanpa lemak (nonfat)    0    Sehat
5.        Daging ayam pilihan tanpa kulit    50    Sehat
6.        Daging bebek pilihan tanpa kulit    50    Sehat
7.        Ikan sungai biasa    55    Sehat
8.        Daging sapi pilihan tanpa lemak    60    Sehat
9.        Dagin babi pilihan tanpa lemak    60    Sehat
10.        Daging kelinci    65    Sehat
11.        Daging kambing tanpa lemak    70    Sehat
12.        Ikan ekor kuning    85    Sehat
13.        Daging asap    98    Sekali-sekali
14.        Iga sapi    100    Sekali-sekali
15.        Daging sapi    105    Sekali-sekali
16.        Burung dara    110    Sekali-sekali
17.        Ikan bawal    120    Sekali-sekali
18.        Daging sapi berlemak    125    Sekali-sekali
19.        Lemak sapi    130    Sekali-sekali
20.        Lemak kambing    130    Sekali-sekali
21.        Keju    140    Hati-hati
22.        Sosis daging    150    Hati-hati
23.        Kepiting    150    Hati-hati
24.        Udang    160    Hati-hati
25.        Kerang/siput    160    Hati-hati
26.        Belut    185    Hati-hati
27.        Santan Kelapa    185    Hati-hati
28.        Susu sapi    250    Berbahaya
29.        Susu sapi krim    280    Berbahaya
30.        Coklat (cacao)    290    Berbahaya
31.        Mentega/margarine    300    Berbahaya
32.        Jeroan sapi    380    Berbahaya
33.        Kerang putih/remis/tiram    450    Berbahaya
34.        Telur ayam    500    Berbahaya
35.        Jeroan kambing    610    Berbahaya
36.        Cumi-cumi    1.170    Dilarang
37.        Kuning telur ayam    2.000    Dilarang
38.        Otak sapi    2.300    Dilarang
39.        Telur burung puyuh    3.640    Dilarang
Sumber: http://www.setiabudi.name/archives/404

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*