Feb 17 2012

Syukran Ya Allah, UII Terus Lebih Baik

Published by at 8:51 am under Tajuk

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah Swt, berkat rahmat dan inayah-Nya, ikhtiar segenap civitas akademika UII untuk selalu menjadi yang terbaik berbuah manis. Setelah menjadi yang terbaik menurut lembaga pemeringkatan 4 International Colleges and Universities (4ICU) di wilayah Kopertis Wilayah V dan ke-2 secara nasional, Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menunjukkan kinerja yang membanggakan. Lembaga pemeringkatan Webometrics, pada awal Februari 2012 ini merilis peringkat perguruan tinggi di dunia. Pada rilis kali ini, UII kembali menunjukkan peningkatan peringkat baik di tingkat Regional, Nasional dan Asia Tenggara.( lihat http://www.webometrics.info/rank_by_country.asp?country=id).

Pada tingkat regional Yogyakarta, UII menempati peringkat pertama di antara PTS lainnya. Pada tingkat nasional, baik PTS dan PTN meningkat ke posisi 13. Posisi ini sama persis dengan peringkat UII versi 4ICU. Posisi UII tersebut berada di atas beberapa PTN terkemuka di negeri ini seperti UNPAD, UNIBRAW, Universitas Negeri Malang, UNY, UNHAS dan USU, dan lain-lain. Sementara di tingkat Asia Tenggara meningkat ke posisi 47 dari sebelumnya di posisi 52. Bahkan di Asia Tenggara posisi UII berada di atas beberapa universitas terkemuka seperti, Maejo University Thailand, King Mongkut's University of Technology North Bangkok, Bangkok University, dan lain-lain.

Apa itu Webometrics? Webometrics merupakan sebuah pemeringkatan perguruan tinggi berdasar Cybermetrics Lab, yakni sebuah group penelitian dari Centro de Información y Documentación (CINDOC) yang merupakan bagian dari National Research Council (CSIC), Spanyol. Lembaga ini mempublikasikan rangking universitas setiap enam bulan sekali sejak tahun 2004  (bulan Januari dan Juli). Pada Januari 2012 Webometrics melibatkan 20.300 situs web perguruan tinggi namun hanya 12.000 web perguruan tinggi yang dimasukkan dalam perankingan. Yang menarik, pada rilis kali ini, Webometrics memasukkan indikator baru, yaitu jumlah artikel di jurnal ilmiah selama 2003 sampai dengan 2010 yang dihimpun oleh Scimago Group. Bersama dengan Google Scholar, indikator ini memiliki nilai sebesar 30%. Masuknya indikator artikel jurnal ilmiah versi Scimago ini menandakan bahwa pemeringkatan Webometrics saat ini juga mensyaratkan peningkatan kualitas publikasi ilmiah internasional yang lebih luas jangkaun dan pengakuannya. Dengan demikian, naiknya peringkat UII pada rilis Webometrics kali ini menunjukkan produktivitas, publikasi dan aksesibiltas karya ilmiah yang dihasilkan civitas akademika UII meningkat di mata internasional.

Di sisi lain, prestasi UII dalam berbagai bidang yang lain juga menunjukkan peningkatan. Misalnya prestasi green kampus UII, masjid UII masuk satu di antara 100 terindah di Indonesia, prestasi mahasiswa yang membanggakan dalam berbagai event nasional dan internasional, antara lain: Juara I Tingkat Nasional pada acara Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2011 kategori mahasiswa program diploma dan sarjana bidang usaha boga yang diraih Fauzan Rachmansyah, mahasiswa Fakultas Hukum UII, Juara 2 dalam Debat Nasional Kefarmasian 2011 yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada akhir 2011, dan lain-lain.

Berbagai prestasi yang telah diperoleh, merupakan anugerah sekaligus ujian. Kalau dengan itu menjadi bersyukur dan memacu untuk melejitkan prestasi ke depannya, berarti nikmat itu menjadi anugerah yang membawa banyak kebaikan. Sebaliknya nikmat bisa menjadi ujian bila membuat penerimanya menjadi sombong, kufur nikmat dan terlena, sehingga mengakibatkan keterpurukan pada masa mendatang.

Suatu nikmat dalam berbagai bentuknya, dapat memberikan efek yang berbeda-beda pada berbagai orang, tergantung bagaimana sudut pandang dan memaknainya. Orang yang positive thinking dan optimist akan selalu mensyukuri setiap nikmat sekecil apapun nikmat itu di mata manusia. Sebaliknya orang yang negative thinking dan pesimist akan sulit untuk bersyukur dan berterima kasih kepada Allah, apalagi berterima kasih kepada perantara nikmat Allah yaitu manusia. Padahal Rasul pernah bersabda: man lam yasykurinnas, lam yasykurillah (HR. Tirmidzi). (barang siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah). Inilah yang kemudian menjadi ajaran penting dalam “sekolah kehidupan” yang kemudian diinsertkan dalam berbagai hidden kurikulum berbagai program pendidikan dan latihan, yaitu mengucapkan terima kasih setiap kali menerima kebaikan atau bantuan dari pihak lain, sekalipun dari orang yang memang sudah semestinya melakukannya. Misalnya anak menerima uang saku dari ayah/ibunya, sampaikan terima kasih. Suami dibuatkan makan atau minum oleh istrinya, sampaikan terima kasih. Seorang pegawai (baik menjabat sebagai bos maupun bukan) mendapatkan bantuan atau disuguhi makan atau minum oleh petugas atau bawahannya, sampaikan terima kasih.

Ini ajaran penting yang harus selalu dibiasakan, bahkan pembiasaan itu harus ditanamkan sedini mungkin. Ajaran ini adalah ajaran yang islami. Kenapa hal ini sangat penting? Karena, inilah akar dari pendidikan karakter yang akan membentuk mental saling menghargai dan menghormati orang lain. Kalau setiap orang berkarakter menghargai dan menghormati orang lain, insyaAllah akan tercipta masyarakat yang baik dan santun, baik di lingkungan rumah, di jalan raya, di masyarakat dalam lingkup lokal maupun nasional. Akhirnya insyaAllah akan terwujud baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Jikalau seseorang telah terbiasa berterima kasih kepada manusia sebagai perantara nikmat Allah, insyaAllah ia akan menjadi hamba yang pandai bersyukur pada Rabb-nya. Allah menegaskan Wain ta'udduu ni'matallahi laa tuhsuuha. (QS Ibrahim: 34 dan QS An-Nahl: 18). "Seandainya kalian menghitung nikmat Allah, tentu kalian tidak akan mampu". Ini menunjukkan betapa tidak mungkinnya manusia mampu menghitung nikmat yang diberikan Allah karena saking luar biasa banyaknya nikmat yang diberikan Allah kepadanya. Syukur itu menjadi pra syarat agar Allah terus menambah anugerah nikmat-Nya kepada kita pada masa-masa mendatang dan menyelamatkan kita dari siksa-Nya di akhirat kelak. (QS Ibrahim: 7). Jutaan nikmat telah diberikan Allah kepada kita sebagai keluarga UII, di antara yang terdekat dan sangat kentara antara lain: peningkatan peringkat ranking dalam pemeringkatan 4ICU dan Webometrics, peningkatan animo pendaftar ke UII, peringkat green campus, masjidnya menjadi salah satu 100 masjid terindah di Indonesia, semakin banyaknya prestasi yang raih dosen maupun mahasiswa UII, dan lain-lain. Semoga kita semua, civitas akademika UII menjadi hamba yang pandai bersyukur dalam makna yang positif, sehingga mendorong kita untuk terus maju melangkah untuk selalu menjadi yang terbaik. Amin.

Nur Kholis (Pemred UII News)

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*