Dec 01 2011

Patung Dirgantara/Pancoran

Published by at 1:38 pm under Kisah

Anda tahu Patung Pancoran? Tahu dimana letaknya? Jangan jawab tidak tahu ya... Hampir semua warga Jakarta tahu Patung Pancoran yang terletak di depan Wisma Aldiron, bekas Markas Besar Angkatan Udara Republik Indonesia (Mabes AURI) di jalan Gatot Subroto. Nama aslinya adalah Patung Dirgantara, dirancang oleh Edhi Sunarso dan dikerjakan oleh para pematung keluarga Arca Yogyakarta. Patung ini adalah replikasi manusia angkasa yang menggambarkan semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajahi luar angkasa. Ide siapa? Siapa lagi kalau bukan Bung Karno.

Dulu

Sekarang

Di awal pembuatannya, Bung Karno sekaligus menjadi model patungnya. Dan, biaya pemasangannya bukan dari anggaran pemerintah, melainkan dari kantong pribadi Bung Karno dengan menjual sebuah mobil kuno eksotik koleksinya. Berat keseluruhan patung ini adalah 11 ton, dibagi menjadi bagian-bagian lebih kecil dengan berat masing-masing 1 ton. Patung yang terbuat dari perunggu ini tingginya 11 meter dan kaki-kaki lengkungnya setinggi 27 meter. Konstruksi patung ini dikerjakan Hutama Karya dengan Ir. Soetami sebagai arsitek pelaksananya.
Uniknya, jika dilihat dari udara dan ditarik garis yang menghubungkan antara Patung Pancoran ini dengan Patung Pemuda Membangun Bangsa (di depan Ratu Plaza) dan Monumen Nasional (Monas di Medan Merdeka) akan membentuk segi tiga dengan total panjang jalur 19,01km. Anda tahu? 1901 adalah tahun kelahiran Bung Karno! Patung ini menghadap ke pelabuhan Sunda Kelapa yang merupakan jantung peradaban Indonesia di masa kolonialisasi Belanda. Konon lagi, si manusia angkasa ini menunjuk ke sebuah tempat dimana Bung Karno mengubur harta kekayaannya yang dipercaya dapat melunasi semua hutang negara. Percaya atau tidak? Semua berpulang pada hati dan pikiran anda masing-masing.

Sumber: http://mainmakanminum.blogspot.com/2011/06/misteri-patung-pancoran.html

---

Patung/Tugu Pancoran bukanlah nama sebenarnya. Nama sebenarnya adalah Patung Dirgantara. Patung ini dirancang oleh Edhi Sunarso dan pengerjaan patung nya di lakukan oleh keluarga Arca Yogyakarta yang juga dipimpin oleh Bapak Edhi Sunarso. Bapak ini juga lah yang membuat patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, diorama sejarah di Monumen Nasional dan Museum Pancasila Sakti Lubang Buaya serta yang lainnya.

Patung Pancoran ini dibuat atas permintaan presiden pertama RI Bung Karno yang ingin adanya patung yang melambangkan dunia penerbangan Indonesia atau dirgantara. Makanya nama awal patung nya adalah Patung Dirgantara. Tetapi karena lokasi nya di Pancoran, orang-orang Jakarta lebih senang menyebutnya dengan sebuatan Patung Pancoran.
Patung dirgantara menggambarkan Manusia Angkasa yang menunjukkan semangat dan keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajahi angkasa. Oleh karena itu pula patung ini diletakkan di bunderan Jl. Jend. Gatot Subroto yang berseberangan dengan Wisma Aldiron Dirgantara yang dulunya adalah Mabes TNI AU.

Pada awalnya pembuatan nya, Bung Karno sendiri lah yang menjadi model nya.
Sebelum maket patung dikerjakan oleh Bapak Edhi Sunarso itu, Bung Karno berulang-ulang kali memperagakan bagaimana model patung nya harus berdiri. Manusia Angkasa yang di sebutkan diatas bernama Gatot Kaca Mental Bentolo. Gatot Kaca ini menjejak terbang dan tinggal landas-menuju Tebet. Proses pengerjaan nya diawasi langsung oleh Bung Karno. Patung yang berbahan perunggu ini memiliki berat keseluruhan 11 ton dan tinggi 11 meter, tapi tinggi Voetstuk (kaki patung) adalah 27 meter.

Biaya pembuatan patung adalah 12 juta (tahun 1964). Biaya awal ditanggung oleh Bapak Edhi Sunarso, sang pemahat. Pemerintah hanya membayar 5jt waktu itu. Bung Karno sempat menjual mobil pribadinya seharga 1jt untuk menambah kekurangannya. Inilah monument terakhir yang tidak pernah diresmikan oleh Bung Karno karena beliau terlanjur sakit lalu wafat.

Sumber: http://pks-dpcpancoran.blogspot.com/2010/12/nilai-sejarah-patung-pancoran-patung.html

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*