Nov 24 2011

Rumah Telletubies/Dome

Published by at 3:11 pm under Perlu Diketahui

Sekelebat

Dalam budaya Jawa, rumah atau omah merupakan bangunan tempat tinggal yang memiliki arti penting serta berhubungan erat dengan kehidupan manusia. Sebagian besar rumah yang mendominasi perkampungan warga di Jawa berbentuk empat persegi panjang atau segi empat sama sisi.
Rumah-rumah tersebut biasa dikenal sebagai rumah gaya limasan atau joglo. Namun, di salah satu sudut Kabupaten Sleman, Anda akan menemukan kompleks perumahan yang unik dengan bentuk bangunan yang sangat jauh berbeda dengan rumah-rumah masyarakat Jawa pada umumnya. Rumah tersebut adalah Rumah Dome. Rumah ini disebut sebagai Rumah Dome karena bentuknya yang bulat seperti kubah. Secara sepintas rumah ini akan mengingatkan kita kepada rumah Iglo milik orang Eskimo atau rumah Honai milik suku asli Papua.

Keberadaan Rumah Dome di Dusun Nglepen, Prambanan, Sleman, ini tentu tak bisa lepas dari bencana gempa bumi 27 Mei 2006 yang meluluhlantakkan Yogyakarta dan sekitarnya. Kala itu, ada satu daerah yang mengalami kerusakan total yakni Dusun Sengir. Dusun Sengir yang terletak di daerah perbukitan tanahnya ambles, sehingga rumah-rumah warga yang ada di
wilayah tersebut hancur.
Melihat kondisi tersebut, LSM WANGO (World Association of Non-Governmental Organization) dan Domes for the World Foundation (DFTW) menawarkan sebuah solusi untuk rekonstruksi rumah tahan gempa yakni dengan membangun Rumah Dome. Pada tanggal 10 oktober 2006, pembangunan kompleks Rumah Dome untuk relokasi warga Dusun Sengir pun dimulai.
Lokasi pembangunannya tidak di Dusun Sengir, melainkan dipindah ke Dusun Nglepen yang memiliki kontur tanah datar. Dengan donatur tunggal Muhammad Ali Alabar pemilik Emaar Property Dubai, kompleks Rumah Dome ini selesai dibangun dan mulai ditempati oleh warga pada akhir April 2007.
Rumah Dome ini merupakan satu-satunya kompleks Rumah Dome yang ada di Indonesia, bahkan di Asia. Di dunia hanya ada lima negara yang memiliki Rumah Dome, yakni India, Nicaragua, Haiti, Paraguay, dan Indonesia. Saat ini, warga yang tinggal di rumah Dome menyebut kompleks perumahan mereka dengan nama New Nglepen Village.

Keunggulan

Keunikan Rumah Dome tentu saja terletak pada bentuk bangunannya yang “mblenduk” atau berbentuk kubah. Jika Anda atau anak Anda menjadi penggemar serial boneka telletubies yang pernah booming beberapa waktu lalu, maka bentuk Rumah Dome ini hampir sama dengan bentuk rumah telletubies. Oleh karena itu, warga yang tinggal di sekitar kompleks Rumah Dome lebih familiar dengan nama Rumah Telletubies daripada Rumah Dome. Jika dilihat dari kejauhan, jejeran Rumah Dome ini akan nampak seperti telur angsa yang berceceran.
Keistimewaan lain dari Rumah Dome adalah struktur bangunannya yang tahan gempa. Hal ini dikarenakan tidak adanya sambungan pada Rumah Dome, yang merupakan titik lemah dari bangunan ketika diguncang gempa. Bentuk bulat dari Rumah Dome ini dibuat dengan cetakan berbentuk balon (airform), kemudian di atas cetakan balon tersebut dicor beton semen. Selain tahan terhadap goncangan gempa, Rumah Dome ini juga mampu menahan terpaan angin dengan kecepatan 450 km/jam serta usianya tahan berabad-abad.
Di Dusun Nglepen terdapat 80 unit Rumah Dome yang terbagi menjadi 71 rumah hunian, 6 MCK komunal, dan 3 fasilitas umun (mushola, aula, dan poliklinik). Rumah Dome yang digunakan sebagai hunian memiliki garis tengah 7 meter, terdiri dari dua lantai, dengan luas sekitar 38 meter
persegi. Lantai bawah terbagi menjadi 4 ruang yang biasa digunakan sebagai ruang tamu, ruang makan, dapur, dan kamar tidur. Sedangkan lantai atas biasa digunakan sebagai ruang keluarga. Namun, ada beberapa keluarga yang menjadikannya sebagai kamar tidur. Berbeda dengan rumah hunian, Rumah Dome yang digunakan sebagai masjid dan aula memiliki garis tengah 9 meter dan hanya terdiri atas satu lantai. Rumah Dome yang difungsikan sebagai MCK komunal juga memiliki diameter yang lebih luas dibandingkan dengan rumah hunian. Satu MCK disekat menjadi 8 bagian dan digunakan oleh 12 keluarga yang tinggal dalam satu blok.
Dalam usianya yang baru menginjak tahun ketiga, kondisi di sekitar Rumah Dome masih gersang dan panas karena belum banyak pohon perindang. Namun kondisi ini akan jauh berbeda jika Anda masuk ke dalam rumah. Meski terbuat dari beton tebal, saat siang hari kondisi di dalam Rumah Dome terasa sejuk. Suhu rata-rata di lantai dasar adalah 27oC, sedangkan suhu di lantai atas mencapai 33oC.
Selain melihat bentuk Rumah Dome yang unik, wisatawan yang datang ke tempat ini juga dapat mengunjungi berbagai obyek wisata yang terletak tak jauh dari kompleks Rumah Dome. Obyek wisata yang ditawarkan anatara lain: Belik Wunut, Belik Cangkok, Tanah Ambles, serta menikmati pemandangan kompleks Rumah Dome dari ketinggian atau yang biasa disebut dengan Dome View.

Lokasi
Kompleks Rumah Dome ini terletak di Dusun Nglepen, Kelurahan Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

Akses
Akses menuju kompleks Rumah Dome terbilang mudah karena lokasi perumahan tersebut berjarak tidak terlalu jauh dari obyek wisata Candi Ratu Boko dan Candi Prambanan. Namun, bagi Anda yang ingin berkunjung ke Kompleks Rumah Dome sangat disarankan untuk membawa kendaraan pribadi. Hal ini dikarenakan tidak ada angkutan umum yang melewati daerah ini, sehingga Anda harus berjalan kaki atau naik ojek dari jalan raya Prambanan-Piyungan sejauh 2,7 km.
Dari Kota Yogyakarta terdapat 2 pilihan rute perjalanan untuk menuju kompleks Rumah Dome. Yang pertama adalah lewat jalan utama Solo-Yogyakarta. Sesampainya di pertigaan besar Candi Prambanan, Anda belok ke arah selatan (Piyungan). Setelah menempuh jarak sekitar 9 km,
Anda akan menemukan sebuah perempatan dengan papan penunjuk arah menuju kompleks Rumah Dome. Silakan Anda belok ke kiri, kemudian ikuti jalan tersebut dan Anda akan sampai di kompleks Rumah Dome.
Pilihan yang kedua adalah lewat jalan Jogja-Wonosari. Setelah sampai di pertigaan pasar Piyungan, Anda belok ke kiri. Dalam jarak 6 km, Anda akan menemukan papan penunjuk arah menuju Rumah Dome. Silakan belok kanan dan ikuti jalan, maka Anda akan menemukan kompleks Rumah Dome.

Harga Tiket
Untuk mengunjungi kompleks Rumah Dome, Anda cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 1.500,00 per orang. Jika Anda ingin mendapatkan informasi lebih lengkap tentang Rumah Dome, Anda bisa mengikuti paket kegiatan dengan menambah biaya sebesar Rp 6.000,00 per orang. Selain mendapatkan jasa pemandu, Anda akan diajak melakukan berbagai aktivitas seperti melihat proses pembuatan emping garut, jelajah desa, dan tracking ke berbagai obyek yang ada di sekitar kompleks Rumah Dome.

Perlengkapan Pendukung Lainnya
Dalam perjalanannya menjadi desa wisata, kompleks Rumah Dome telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti pusat informasi, tempat ibadah, rumah kesehatan (poliklinik), play ground area, MCK komunal, tempat pertemuan (aula), serta warung tempat menjual makanan dan suvenir. Bagi Anda yang ingin memakai aula pertemuan, Anda cukup membayar Rp 30.000,00. Jika ingin ditambah dengan konsumsi, Anda dapat langsung menghubungi pihak pengelola untuk membicarakan masalah harga.

Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi tinggal di Rumah Dome dan membaur dengan penduduk lokal, Anda dapat mengikuti paket homestay yang ditawarkan oleh pihak pengelola. Cukup dengan membayar Rp 55.000,00 per orang, Anda dapat menginap selama satu hari satu malam di rumah Dome dan mendapatkan fasilitas tiga kali makan.
Selain paket homestay, penduduk juga menyediakan paket seni budaya. Dengan membayar Rp 200.000,00, Anda beserta rombongan akan dijamu dengan pertunjukan tradisional seperti Randa Tek-Tek, Jathilan, Karawitan, dan organ tunggal. (Data Primer dari berbagai sumber yang terhimpun di jogjatrip.com)

Bangunan Dome dalam bentuk dan tempat yang lain

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*