Nov 17 2011

Meneguhkan Semangat Go International

Published by at 8:40 am under Tajuk

Go international hampir selalu dimaknai positif sebagai deskripsi perilaku yang menunjukkan peningkatan derajat dan kualitas aktivitas menuju berkelas international. Sesuatu yang semula berkelas lokal kemudian tumbuh dan berkembang dan mampu merepresentasikan tuntutan dunia international sehingga mampu mengakomodir cita rasa international, itulah gambaran lain go international. Dalam dunia perusahaan, suatu perusahaan ketika melakukan go public, perusahaan tersebut dimaknai telah mencapai taraf yang siap untuk beraktivitas bisnis yang memenuhi standar akuntabilitas publik dengan masuk ke bursa. UII sebagai perguruan tinggi bercirikan keislaman yang dari awal berdirinya dicita-citakan untuk go international terus memantapkan diri menjadi world class university. Hal itu tergambar jelas dalam visi UII. Salah satu upaya peneguhan semangat go international itu, pada Oktober 2011 ini UII menyelenggarakan 2011 Fall Immersion Program ke Korea Selatan. Semoga program itu berbuah manis dengan merembetnya semangat go international ke segenap civitas akademika di UII.
Dalam Islam, semangat go international sebenarnya telah dicanangkan sejak awal. Buktinya salah satu rukun Islam yaitu menunaikan ibadah haji menuntut umat Islam untuk melakukan perjalanan lintas negara yaitu ke Mekah. Dalam pelaksanaan ibadah haji itu berbaur berbagai suku bangsa di dunia laksana sebuah konferensi internasional umat Islam tahunan yang pesertanya mencapai tiga jutaan manusia. Oleh karena layaklah kalau ibadah haji dan umrah merupakan simbol ajaran untuk go international dalam Islam. Hal ini mestinya terus menginspirasi pengelola pendidikan tinggi yang bercirikan keislaman, seperti UII kita tercinta, agar kualitasnya terus meningkat sehingga benar-benar berkelas internasional.

Dalam dua dasawarsa terakhir, peningkatan jumlah jamaah haji dan umrah Indonesia terjadi secara fenomenal, bahkan di beberapa wilayah daftar tunggunya untuk menunaikan ibadah haji mencapai 9 tahun, artinya kalau daftar tahun 2011, insyaAllah tahun 2020 baru dapat berangkat. Efeknya, umrah sering menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat untuk berwisata ruhani ke Mekah, sehingga peserta umrah dalam dua dasawarsa terakhir juga meningkat luar biasa.

Gejala ini mencerminkan dua hal; pertama, perkembangan sosial-ekonomi masyarakat Indonesia yang terus membaik, meski juga masih tetap banyak mereka yang bergolongan miskin. Jumlah kelas menengah di kalangan umat Islam meningkat cukup signifikan. Mereka sudah dapat berangkat umrah, karena masa tunggu ibadah haji yang kian bertahun-tahun atau wisata rohani ke tempat-tempat lain di Timur Tengah dan Eropa.

Kedua, wisata rohani khususnya juga mencerminkan peningkatan kebutuhan mendapatkan pengalaman spiritual di luar rutinitas keagamaan sehari-hari. Pada satu segi, wisata rohani ini bagi sebagian orang boleh jadi menjadi 'gaya hidup', seperti terlihat gejalanya pada umrah di musim liburan dan Ramadhan.

Dalam konteks itu, wisata rohani turut menyumbang kepada dinamika Islam Indonesia. Dengan perjalanan wisata rohani, para wisatawan Muslim dapat melihat se jarah, warisan, dan realitas Islam dan kaum Mus limin di tempat lain. Dengan begitu, mereka selanjutnya dapat membandingkannya dengan realitas dan dinamika Islam Indonesia yang tidak bisa lain dapat membuat mereka bersyukur dan bangga menjadi Muslim Indonesia. Inilah semangat go international yang diajarkan Islam melalui ibadah haji dan umrah. Semangat inilah yang mungkin mendasari UII memberikan hadiah 2 paket umrah setiap tahunnya kepada sekolah SMA yang alumninya paling banyak masuk ke UII, kebetulan tahun 2011 ini, apresiasi dari UII tersebut menjadi hak SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.

Ayo ke perpustakaan

Dalam rangka go international, perpustakaan yang telah diresmikan perlu dioptimalkan pemanfaatannya. Perlu dipikirkan lebih serius untuk “memakmurkan” perpustakaan, meminjam istilah memakmurkan masjid, misalnya dibuatkan selasar peneduh penghubung antar kampus yang membuat pengunjung perpustakaan tidak perlu kehujanan jika hujan turun, disediakan area parkir yang nyaman untuk motor dan mobil sehingga pengunjung merasa enjoy ke perpustakaan, dibuatkan kata-kata jargon di baliho-baliho yang menyemangati mahasiswa untuk datang ke perpustakaan (misalnya kalau BI membuat Ayo ke Bank, diadopsi menjadi Ayo ke Perpustakaan dengan desain yang menarik, atau hari gini nggak akrab dengan perpustakaan, apa kata dunia?, dan lain-lain), dibuat aturan akademik di masing-masing fakultas yang mewajibkan mahasiswa untuk mengerjakan tugas yang berkaitan langsung dengan kehadirannya di perpustakaan, dibuat umbul-umbul yang menyemarakkan suasana di seputar perpustakaan, dibuat baliho di depan pintu masuk UII terkait harmoni perpust perpustakaan dan candi sebagai ajang promosi wisata candi dan museum, ada promosi khusus di website UII terkait fasilitas perpustakaan untuk menunjang kegiatan promosi penerimaan mahasiswa baru, dan lain-lain. Sungguh banyak jalan untuk “memakmurkan” perpustakaan sebagai bagian melahirkan sarjana yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah yang go international. Semoga Allah dengan rahmat dan inayah-Nya menjayakan UII untuk mewujudkan visi misinya dan selalu melimpahkan barakah pada UII serta semua civitas akademikanya. Amin

UIINews by Nur Kholis.

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*