Archive for October 17th, 2011

Oct 17 2011

Dimensi Teologis dan Sosial Haji

Published by under Refleksi

Setiap tahun, jutaan  umat Islam berkumpul di Makkah menunaikan puncak rukun Islam, haji. Di Indonesia sendiri, jumlah umat yang berniat naik haji terus mengalami peningkatan. Saat ini saja, waiting list bakal Calon Jamaah Haji sudah mencapai 8-9 tahun. Sebuah antusiasme besar yang seimbang dengan pahala yang akan didapatkan, surga. Tentunya pahala besar itu akan diperoleh jika jamaah mampu memaknai perjalanan hajinya dengan benar hingga mencapai status haji mabrur. Ibadah haji sesungguhnya bukan hanya berkaitan dengan aspek Teologis-spiritualitas, namun juga memiliki dimensi sosial yang seringkali dilupakan banyak jamaah. Dalam analisis antropologis Victor Turner melihat haji sebagai contoh sempurna yang mempraktikkan egalitarianisme, pembebasan dari struktur keduniaan, dan homogenisasi status sosial serta kesederhanaan dalam berpakaian dan tingkah laku. Maka, haji sesungguhnya adalah perjalanan kembali kepada Tuhan secara sukarela sekaligus pembebasan manusia dari segala status sosial yang melekat pada dirinya. Egalitarianisme haji tersimbolkan secara nyata dalam parade pakaian ihram yang menampilkan homogenitas pakaian dan warna. Tata cara formal ibadah haji seringkali dipahami oleh komunitas muslim hanya terbatas pada dimensi fiqhiyyah semata, formalistik, atau bahkan terkesan simbolik. Bila sebatas itu pemahaman kita mengenai ibadah haji, ini berarti (disadari atau tidak), sebenarnya kita telah mereduksi bagian-bagian yang sangat fundamental dari fungsi ibadah haji sebagai simbol kepasrahan terhadap perintah Allah SWT. Lalu, bagaimana agar ibadah haji itu benar-benar berkualitas (mabrur), tidak sia-sia, sekaligus reformatif terhadap perilaku dan sikap keberagamaan kita sehari-hari? Di sinilah dibutuhkan pemahaman yang cukup komprehensif dan integral terhadap dimensi-dimensi yang melekat pada ibadah haji itu sendiri, yaitu dimensi teologis dan sosial. Continue Reading »

No responses yet

Oct 17 2011

Bukan Kebetulan, UII Bervisi Rahmatan Lil'alamin

Published by under Refleksi

Senin, 17 Oktober 2011 telah menjadi hari penting dan bersejarah dalam perjalan kampus UII dan bangsa Indonesia, karena hari itu diresmikan sebuah integrasi harmonis yang luar biasa antara 3 unsur yang terlihat sekilas berbeda-beda senyawanya, yaitu perpustakaan, museum dan candi peninggalan agama Hindu. Peresmian dilakukan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Ir. Jero Wacik, SE. yang menyatakan bahwa ini kali terakhir meresmikan pemugaran sebuah candi dalam jabatannya sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, karena 2 atau 3 hari lagi Kementrian itu akan berganti nama. Continue Reading »

No responses yet