Jul 17 2011

QUANTUM FORWARD

Published by at 8:27 am under Tajuk

Parade aktivitas agenda diesnatalis atau milad Universitas Islam Indonesia (UII) ke-68 telah usai, puncaknya adalah Dies Rede (Pidato Milad) dan tabligh akbar yang menghadirkan Ust Yusuf Mansyur. Beliau menyampaikan suatu topik yang sangat menarik, yaitu tentang quantum forward. Istilah Quantum memang diambil dari Mekanika/Fisika Quantum yang intinya bahwa paradigma quantum berbeda dengan paradigma Klasik, tetapi masih terkait erat dengan klasik. Mungkin karena paling modern dan sangat berbedanya dengan klasik, dalam paradigma, inilah yang menarik untuk diangkat menjadi peristilahan modern, Quantum Teaching, Quantum Learning, Quantum Business, dan Ustaz Yusuf Mansyur mengenalkan Quantum Forward. Inti dari maksud penggunaan istilah quantum adalah adanya terjadi akselerasi atau percepatan yang berbeda dengan kebiasaan atau galibnya. Sehingga quantum forward dimaksudkan sebagai paradigma untuk dapat melakukan akselerasi terhadap pencapaian masa depan dengan paradigma quantum.

Apa yang disampaikan beliau ini menemukan banyak titik temu dengan beberapa poin yang disampaikan Rektor UII dalam pidato Milad yang menyatakan bahwa komitmen UII untuk menjadi World Class University dengan berbasis pada nilai-nilai keislaman merupakan suatu keharusan. Hal itu juga bersesuaian dengan yang mengemuka dalam forum Rakorja untuk RKAT (Rapat Kerja dan Anggaran Tahunan) tahun 2012 pada 4-5 Juli 2011, di antaranya dikemukakan oleh ketua umum PYBW UII, Dr. Ir H. Luthfi Hasan, MS dan Prof. Zaini Dahlan, MA serta penyegaran ESQ yang disampaikan oleh Bapak Legisan. Ini menunjukkan bahwa komitmen keislaman menjadi kunci utama untuk membawa UII pada quantum forward yang dipaparkan oleh Ustaz Yusuf Mansyur.

Di antara metode untuk memperoleh quantum forward yang dikemukakan oleh Ustaz Yusuf Mansyur adalah meningkatkan sedekah, istiqamah qiyamullail, istiqamah shalat dhuha, qira’atul Qur’an, shalat berjama’ah dan lain-lain. Pengamalan terhadap amalan-amalan mulia tersebut merupakan resep mujarab atau formula ampuh untuk memperoleh quantum forward yang telah terbukti dalam sejarah kehidupan manusia, di antaranya yang dicontohkan oleh Ustaz Yusuf Mansyur mengenai perjalanan hidupnya hingga pencapaiannya pada saat ini.

Persoalannya, bagaimana mengimplementasikan resep mujarab tersebut dalam aktivitas sehari-hari civitas akademika UII, baik dosen, karyawan, maupun mahasiswanya. Tidak hanya terlaksana sesaat atau ketika sedang marak diperbincangkan, tetapi bagaimana formula ampuh tersebut menjadi bagian kehidupan para civitas akademika UII. Untuk mewujudkannya, perlu dilakukan langkah-langkah konkrit yang bersifat top down tetapi humanis, bukan sekedar wacana. Ini artinya pemegang amanah harus memiliki komitmen luar biasa untuk menjadi teladan dan contoh nyata bagi semua orang yang dipimpinnya.

Sebagai bentuk urun rembug terhadap upaya mengimplementasikan formula tersebut sebagai ikhtiar untuk memperoleh quantum forward, misalnya untuk mengistiqamahkan shalat dhuha dan qira’atul qur’an, diselenggarakan majlis dhuha nasional UII seminggu 2 kali (Senin dan Kamis) yang harus diikuti oleh seluruh pimpinan, dosen, dan karyawan UII secara keseluruhan di masjid kampus terpadu. Selanjutnya dilanjutkan dengan qira’atul qura’an bersama-sama secara individual. Acara mulai jam 7.30 – 08.00. Pada saat acara berlangsung dapat diedarkan kotak infak sebagai bagian upaya peningkatan sedekah warga UII. Jam 08.00 sudah bubar untuk menuju pos masing-masing dan start bekerja. Hal serupa, bahkan di beberapa lembaga keuangan Syariah dan beberapa lembaga yang tidak menyebut dirinya sebagai lembaga berbasis Syariah, mengamalkan aktivitas dhuha dan ngaji bersama itu setiap hari, sebelum bekerja.

Untuk tahsin al-Quran, sebulan sekali dapat diadakan majlis khatmul Qur’an yang juga diikuti oleh seluruh seluruh pimpinan, dosen, dan karyawan UII. Untuk shalat jama’ah, semua civitas akademika di kampus terpadu dapat difokuskan untuk berjamaah di Masjid Ulil Albab. Untuk qiyamullail, dapat dibuat small group beranggotakan 5-7 pegawai untuk saling membangunkan dan mengingatkan, kalau perlu ada miscall berantai antar anggota dan terus saling mengevaluasi pencapaian tingkat istiqamah dalam qiyamullail seminggu sekali.  Untuk mahasiswa perlu dielaborasi strategi-strategi jitu untuk mengimplementasikan formula ampuh tersebut.

Jika formula tersebut benar-benar dapat “membumi” dalam setiap civitas akademika UII, insyaAllah akan memberikan efek luar biasa dalam pembentukan character Islami civitas akademika UII, efek selanjutnya insyaAllah akan terjadi quantum forward pencapaian visi, misi, dan tujuan UII. Semoga Allah senantiasa menjayakan UII dan selalu melimpahkan barakah pada UII dan semua civitas akademikanya. Amin

Nur Kholis

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*