Apr 17 2011

PEGAWAI UII MENJADI JURU KUNCI MERAPI

Published by at 3:33 pm under News

Asih alias Mas Lurah Suraksosihono (photo:Anang Susilo)

Teka-teki siapa yang menggantikan Mbah Maridjan (Mas Ngabehi Suraksohargo) sebagai juru kunci yang meninggal akibat erupsi Merapi Oktober 2010 terjawab sudah setelah Asih, putera ketiga Alm. Mbah Maridjan, yang kesehariannya sebagai pegawai administrasi FMIPA Universitas Islam Indonesia (UII)  terpilih menggantikan posisi ayahnya sebagai juru kunci Merapi. Penyematan gelar juru kunci Merapi dilakukan pihak keraton Ngayogyakarta Hadiningrat oleh GBPH Joyokusumo, di Ndalem Joyokusuman Jl. Rotowijayan 5, Yogyakarta Ahad 3 April 2011 bertempat , dan pengukuhan (wisuda) bersama 229 Abdi Dalem Kraton di Bangsal Kasatriyan Kraton Yogyakarta, Senin, 4 April 2011.

Asih, yang mendapat gelar Mas Lurah Suraksosihono kepada UIINews menyatakan proses pemilihannya cukup panjang, memakan waktu kurang lebih 3 bulan sejak Februari 2011 dan melalui beberapa tahapan. Menurutnya, pemilihan juru kunci Merapi didasarkan pada beberapa aspek sebagai syarat juru kunci Merapi, yakni aspek keagamaan, kebudayaan, kekratonan dan kemasyarakatan. “Tim seleksi awal terdiri dari sembilan kanca Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, yang kemudian terbagi dalam empat kelompok, meliputi bidang keagamaan, kebudayaan, kekratonan, dan kemasyarakatan,” ujar bapak 2 puteri Fadila Sri Sejati (14) dan Fadila Nurman Utami (7) dari perkawinannya dengan Mursani.

Pria kelahiran Dusun Kinahrejo Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan Sleman, 7 Agustus 1966 mengaku sudah tidak asing lagi dan siap menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai juru kunci Merapi karena sebelumnya memang sudah sering membantu ayahnya (alm) mbah Maridjan. Bahkan tugas pertamanya untuk memimpin upacara labuhan yang akan digelar pada Juli 2011 nanti, sudah siap. Sosok yang “njawani” ini juga menegaskan bahwa telah sekian lama menjadikan gunung Merapi sebagai bagian dari kehidupannya.

Sosok ayah yang telah mengabdi di FMIPA UII sejak 1995, tekad  menjadi juru kunci Merapi tidak pernah surut, meskipun ayahnya meninggal akibat letusan gunung Merapi. Bersama 18 abdi dalem lainnya, mengikuti tes calon juru kunci dan dia dinyatakan lulus oleh 4 orang tim seleksi. Ia mendapat gelar kehormatan sebagai juru kunci dengan gelar Mas Lurah Suraksosihono yang memimpin 17 prajurit atau pengirit abdi dalem juru kunci Merapi, yang selanjutnya menerima perangkat kebesaran berupa Songsong (payung), Jodhang (tempat pembawa sesaji), Raja China (tempat pembawa sesaji), pakaian peranakan, pakaian janggan sapengadheg dan modal usaha.

“Dalam menjalankan tugasnya sebagai juru kunci merapi, untuk mengetahui segala kondisi Merapi, kami akan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi dan selalu bekerjasama dengan para ahli,” imbuh pria berkacamata dan berkumis ini.

Rektor UII Prof. Edy Suandi Hamid menyambut gembira terpilihnya Asih menjadi juru kunci Merapi. “Sebagai karyawan UII tentunya kami akan mendukung sepenuhnya tugas yang diemban Asih. UII punya lembaga kebencanaan yang dapat memberikan sumbangan untuk ketugasan Asih,” kata Rektor UII yang meninta Asih bekerja dengan rasionaldan berlandaskan ilmu pengetahuan dalam menjalankan tugas budaya yang adi luhung dari Kraton Ngayogyakartahadiningrat.

(Reportase: Anang Susilo)

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*