Archive for April, 2011

Apr 17 2011

PEGAWAI UII MENJADI JURU KUNCI MERAPI

Published by under News

Asih alias Mas Lurah Suraksosihono (photo:Anang Susilo)

Teka-teki siapa yang menggantikan Mbah Maridjan (Mas Ngabehi Suraksohargo) sebagai juru kunci yang meninggal akibat erupsi Merapi Oktober 2010 terjawab sudah setelah Asih, putera ketiga Alm. Mbah Maridjan, yang kesehariannya sebagai pegawai administrasi FMIPA Universitas Islam Indonesia (UII)  terpilih menggantikan posisi ayahnya sebagai juru kunci Merapi. Penyematan gelar juru kunci Merapi dilakukan pihak keraton Ngayogyakarta Hadiningrat oleh GBPH Joyokusumo, di Ndalem Joyokusuman Jl. Rotowijayan 5, Yogyakarta Ahad 3 April 2011 bertempat , dan pengukuhan (wisuda) bersama 229 Abdi Dalem Kraton di Bangsal Kasatriyan Kraton Yogyakarta, Senin, 4 April 2011. Continue Reading »

No responses yet

Apr 17 2011

Sebaik-baik Manusia

Published by under Refleksi

Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. [QS. Al-Baqarah : 195]

Ada hadits yang pendek namun syarat makna yang dikutip Imam Suyuthi dalam bukunya Al-Jami’ush Shaghir.

Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Tak ada yang bisa membantah bahwa manusia itu makhluk sosial. Tidak ada satu orangpun yang bisa hidup sendiri. Semua saling berketergantungan. Saling membutuhkan. Hanya omong kosong dibungkus kesombongan yang nyata ketika seseorang berujar “aku bisa hidup sendiri tanpa orang lain”. Sungguh beruntung bagi siapapun yang dikaruniai Allah SWT kepekaan untuk mengamalkan aneka pernik peluang kebaikan yang diperlihatkan Allah SWT kepadanya. Beruntung pula orang yang dititipi Allah SWT aneka potensi kelebihan oleh-Nya dan dikaruniakan pula kesanggupan memanfaatkan untuk sebanyak-banyak umat manusia. Karena ternyata derajat kemuliaan seseorang dapat dilihat dari sejauhmana diri punya nilai manfaat bagi orang lain.  Seakan hadits di atas mengatakan bahwa jikalau ingin mengukur sejauhmana derajat kemuliaan akhlak kita maka ukurlah sejauhmana nilai manfaat diri ini? Kalau menurut Emha Ainun Nadjib harus tanyakan pada diri ini apakah kita ini manusia wajib, sunat, mubah, makhruh atau malah manusia haram? Apa itu manusia wajib? Manusia wajib ditandai jikalau ada sangat dirindukan sangat bermanfaat bahkan perilaku membuat hati orang disekitar tercuri. Continue Reading »

No responses yet