Mar 17 2011

SELALU SIAP

Published by at 3:31 pm under Tajuk

Hidup memang harus selalu siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan, agar senantiasa dalam posisi seimbang. Kalau tidak siap, maka yang terjadi adalah ketidakseimbangan dan biasanya selalu berujung keterpurukan. Menjadi kaya diperlukan kesiapan, kalau tidak siap kekayaannya akan menyeretnya pada kehancuran. Menjadi pintar dan berilmu juga diperlukan kesiapan, kalau tidak ia akan menggunakan kepintarannya dan ilmunya untuk “minteri” orang, sistem dan peraturan sehingga pada akhirnya ia akan menghalalkan segala cara dengan ilmu dan kepintarannya. The endnya ia akan tersungkur akibat penyalahgunaan terhadap ilmu dan kepintarannya.

Sebaliknya menjadi miskin dan gagal juga perlu kesiapan, kalau tidak siap kemiskinannya akan mendorongnya untuk menjadi penjahat yang menyeretnya pada kehancuran.  Menghadapi musibah juga perlu kesiapan, kalau tidak, musibah akan mengantarkan pihak yang terkena pada keputus asaan yang mengantarkannya pada keterpurukan yang lebih dalam.  Kesiapan Jepang dalam menghadapi musibah gempa bumi dan tsunami merupakan pelajaran yang luar biasa. Jepang telah sangat sadar akan potensi gempa dan tsunami yang terjadi di wilayahnya, oleh karena itu mereka telah mempersiapkan teknologi yang canggih untuk mengantisipasinya. Mereka tidak berhenti sampai di situ, mereka mengedukasi terus menerus rakyatnya untuk menghadapi gempa dan tsunami, sehingga rakyatnya betul-betul mengerti, memahami bagaimana bertindak kalau terjadi gempa dan tsunami tanpa kepanikan yang berlebihan. Mereka juga tidak menjadikan bencana sebagai media minta belas kasihan, mereka sangat mandiri dan bersungguh-sungguh mengatasi musibah yang dihadapi. Kalau kita renungkan, sungguh banyak i’tibar  yang dapat kita petik dari kesiapan Jepang dalam berbagai halnya.

Pada intinya, dalam hidup ini kita dituntut untuk selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan. Dalam lingkup UII, semua pemegang amanah di UII, dari level tertinggi hingga paling bawah, pada Maret 2011 ini harus siap diaudit dalam kerangka kegiatan AMI (Audit Mutu Internal), setelah dibuka secara resmi pada senin 14 Maret lalu. Setiap pemegang amanah harus selalu siap mempertanggungjawabkan amanah yang diembannya. Adanya AMI yang rutin dilakukan merupakan suatu langkah yang sangat baik dan strategis untuk secara gradual memastikan kualitas penjaminan mutu di UII, agar senantiasa dapat dipertingkatkan (continous improvement). Oleh karena itu, mestilah kita sambut AMI dengan gembira dan suka cita dengan menyiapkan sebaik-baiknya, bukan sebagai beban. Sejatinya, memang mestinya semua proses dan aktivitas penjaminan mutu telah menyatu dan terintegrasi dengan semua aktivitas yang berlangsung di semua unit di UII. Setiap aktivitas pemegang amanah dalam melaksanakan amanahnya selalu berpandukan manajemen mutu. Kita harus mampu mempertahankan predikat UII sebagai perguruan tinggi dengan penjaminan mutu terbaik di Indonesia.

Di sisi lain, gedung perpustakaan yang besar, megah, dan bagus yang insyaAllah tidak lama lagi akan rampung pembangunannya juga diperlukan kesiapan untuk memanfaatkannya secara optimal. Baik kesiapan dari sisi pemanfaatan gedungnya, tetapi juga kesiapan penggunanya, yaitu civitas akademika. Jangan sampai gedung megah, koleksi banyak, tetapi sepi pengunjung. Perlu ada upaya sosialisasi, edukasi dan “iming-imingisasi” pada khalayak UII agar tertarik menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang wajib dikunjunginya secara rutin.

Pembangunan gedung perpustakaan sebaiknya dilanjutkan dengan pembangunan fasilitas peneduh yang menghubungkan antar gedung di UII dengan perpustakaan dan antar gedung dan parkiran. Ini sudah banyak yang mengusulkan. Saya sudah sering mendengar usulan ini dari teman-teman dosen maupun mahasiswa. Terlebih lagi di musim yang semakin tidak menentu karena tidak jelas batas antara musim kemarau dan hujan. Faktanya hampir setiap hari turun hujan. Usulan berbeda dengan berkeluh kesah. Berkeluh kesah seringkali membuat kita terdramatisasi oleh masalah, menjadi pribadi yang tidak pandai bersyukur. Seakan-akan rencana dan keinginan kita lebih baik daripada yang terjadi. Tentu saja kalau fasilitas peneduh penghubung antar gedung itu segera terwujud akan semakin meningkatkan tingkat kepuasan stakeholder terhadap pengemban amanah UII. Semoga Allah senantiasa menolong kita untuk menjadi pribadi yang selalu siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan, pandai mengambil i’tibar dalam setiap peristiwa dan bersyukur atas semua karunia-Nya. Amin.

Pemred UIINews Ustadz Nur Kholis

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*