Archive for February, 2011

Feb 17 2011

Kacang tidak pernah lupa kulitnya

Published by under Kiprah

RIDWAN Khairandy, begitu nama lengkap dari Bang Ridwan. Bapak dari Annisa Syaufika Yustisia Ridwan (putri semata wayangnya) dilahirkan di Banjarmasin 12 Februari 1962. Kedua orangtuanya adalah usahawan kota Banjar, maka tidak heran jika putranya dikirim ke kota pelajar Yogyakarta untuk menuntut ilmu agar bisa meneruskan usahanya. Keluarga Haji Achmad Hidjazi (alm) dan  Hajjah Mariana berharap agar Ridwan sepulang dari rantau bisa menyumbangkan ilmu bagi tanah tumpahnya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Namun Tuhan menentukan lain, sejak hijrah ke kota pelajar Yogyakarta dan menuntut ilmu di SMA Muhammadiyah II cita-cita untuk menjadi pengusaha masih tertanam. Ketika kuliah di FH UII cita-cita berubah, semenjak bertemu dosen pembimbingnya. Terutama ajakan dosen kesayangannya Hajjah Muryati Marzuki, SH, SU. Berkat bimbingan dan motivasinya Ridwan bergabung dengan almamater UI tercinta hingga kini menjadi dosen.

Perjalanan pendidikannya tidak mengalami hambatan apapun, karena Ridwan mempunyai bakat dan ketelatenan yang luar biasa. Kebetulan setiap menapaki jenjang pendidikan, suami dari Siti Rakmi ini selalu mendapatkan pembimbing yang baik, ketika di SMP, SMA maupun perguruan tinggi, dan sabar mendampinginya.

Sampai saat ini pun pepatah yang selalu melekat di setiap desah nafasnya adalah kenangan ilmu dan pengalaman dari para guru dan seniornya yang mengantarkan dia hingga mencapai gelar tertinggi akademik Profesor. Baginya Keberhasilan seseorang tidak lulput dari peran serta dari oranglain di sekelilingnya dan para pendahulunya. Maka patutlah dikatakan Ridwan adalah sosok yang ‘tidak pernah lupa pada jasa almamaternya’. Baik itu di bangku SD, SMP, SMA, sampai perguruan tinggi untuk meraih sarjana maupun pasca sarjana. ‘Kalau sudah biasa berenang ; ingat-ingat pada basahnya; kalau sudah merasa senang; ingat-ingat ke masa susahnya. Maka saking menghormatinya pada jasa-jasa pendahulunya, di karya ilmiah pidato guru besarnya semua jasa gurunya di sebutkan tanpa tercecer satupun.

Saking hormatnya kepada professor pembimbingnya, sebuah bait puisi manis dirangkainya : ’ …yang merah hanya saga; yang kurik hanya kundi; yang indah hanya bahasa; yang baik hanya budi..’. Ini menandakan Bang Ridwan seorang yang tidak pernah melupakan jasa orang lain, dan menghargai budi baik para seniornya, dimana pun di jenjang almamater manapun.

Perjalanan studi dari sejak SD Negeri A. Yani Kotabaru, SMP Negeri Kotabaru, SMA Muhammadiyah II Yogyakarta hingga Sarjana Hukum FH UII Yogyakarta berjalan lancar. Begitu juga dengan studinya di tingkat pasca sarjana. Sejak studi S-2 di Universitas Padjajaran Bandung dan meraih gelar Doktor di Pasca Sarjana Universitas Indonesia Jakarta. Karena didikan dagang sejak kecil, maka kuliahnya pun tidak jauh dari itu, Ridwan mendalami ilmu hukum dagang (kontrak).

Karena itu, Allahpun mempermudah jalan dan karier pendidikannya. Sejak lulus S-1 ditawari mengajar di almamater FH UII. Sebagai dosen pendatang baru saat itu (1986), dua tahun kemudian diserahi tugas menjadi Kepala Bidang Non Litigasi LKBH FH UII. Kepala Pusat Studi Hukum FH UII (1994-1995), Pembantu Dekan III FH UII (1995-1999), Durektur Magister Hukum UII (2002-2006), Ketua Program Pasca Sarjana FH UII (2006-2010) dan terakhir sebagai Direktur FH UII Press (2003 – sekarang).

Selain mengajar penuh waktu di almamater FH UII, Profesor pencinta motor vespa antik ini juga mengajar di berbagai pergurun tinggi, maklum belum banyak pakar hukum Kontrak sehingga keahliannya banyak dibutuhkan di berbagai perguruan tinggi, seperti Magister Hukum Bisnis di UGM, Magister Kenotariatan UGM, Magister Pasca sarjana Universitas Islam Riau Pekanbaru, Magister Hukum Islam IAIN Sunan Kalijaga, Magister Hukum Universitas Negeri Jember, Program Pasca sarjana FH UNS, Pasca sarjana Institut Agama Islman Antasari Banjarmasin.

Di Bidang Pemerintahan, berbagai lembaga memintanya untuk ikut mengampu baik sebagai konsultan ahli maupun staf ahli. Seperti pernah menjadi Staf Ahli Panitia Ad. Hoc III DPD RI  (2006-2007), Tenaga Ahli Bidang Kerjasama di SEKDA Propinsi DIY (2007-2009), Konsultan Hukum Pemda Kabupaten Kutai Kertanegara Kalimantan Timur (2011 – sekarang). Selain itu juga pernah diserahi tugas penangungjawab penyusunan naskah akademis RUU Perumahan & Pemukiman Dep. KIMPRASWIL (2004) dan Naskah Akademis RPP Penyelenggaraan & Pendataan bidang Perumahan dan Pemukinan DEPKIMPRASWIL (2004).

Di dunia usaha, Ridwam Khairandy aktif sebagai konsultas ahli partner dengan Firma Hukum FIB Jakarta (1995-1997), Partner dengan Firma Hukum ISSARI Jakarta (1998) dan sebagai Konsultan Ahli pada Kantor Hukum Law Firm Mahfud MD & Associaties Jakarta (2003). Maka tidak pelak lagi keaktifannya di dunia hukum dan usaha membawa dampak positif bagi para alumni FH UII yang berada di Jakarta. Banyak lulusan FH UII yang begitu ke Jakarta, diperhitungkan lembaga pemakai jasa di bidang hukum. Para alumni yang tergabung di IKA UII terus memperkuat dan memperluas kepakan sayapnya untuk ikut menerbangkan para alumni UII cepat memasuki dunia kerja.

Di dunia jurnal akademi Ridwan dipercaya menjadi Wakil Koordinator Dewan Pakar Jurnal Hukum Bisnis yang berkedudukan di Jakarta sejak 2002 – sekarang. Di Lembaga jurnal FH UII dipercaya sebagai Ketua Penyunting Jurnal Hukum FH UII sejak 1994 – sekarang. Terakhir ini baru saja di lantik sebagai Ketua Penyunting Jurnal Res Judicata (2010 –sekarang). Di luar dunia akademik Ridwan dipercaya menjadi Ketua DPP Silat Tauhid Indonesia.

Keahliannya di Hukum Bisnis tidak hanya secara teori di kampus saja. Ilmunya dipraktekan dengan membuka Rumah Makan BAMARA. Bisnis rumah makan khas Banjar dikelola isterinya. Artinya pengalamani bisnisnya dari belia, diterapkan Siti Rakhmi SH sang isteri. Komplit sudah keahlian Ridwan, tidak hanya menguasai teori saja namun diperkuat praktek di rumah makan BAMARA, yang menyajikan ikan asin (iwak karing) asam manis pedas, ikan asin cacapan asan, soto banjar, nasi kuning dan aneka masakan haban, nasi samin, lontong, sanggar, pundut nasi, lapat, iwak karing lombok karing, teh, setrup, bujur-bujur banjar dan masakan lainnya khas Banjar. Silahkan mampir di Jl Baru Lembah UGM Karangmalang Yogyakarta.(Sariyanti)

Prof. DR. Ridwan Khairandy SH MH.

No responses yet

Feb 17 2011

Sikap Pemimpin

Published by under Refleksi

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Ahad, 3 Rabiul Awal 1432 H,  saya menghadiri syukuran pernikahan sekaligus syukuran wisuda sarjana seorang santri sekaligus pemain band di Yogyakarta. Karena datang terlambat, maka saya bisa berkomunikasi lebih intens dengan kedua mempelai.  Ketika saya mau pamit pulang, tiba-tiba mempelai pria bercerita kepada saya yang kemudian menginspirasi saya menyusun refleksi ini.  Seolah dia tahu dinamika tugas yang sedang saya tunaikan di UII, dia bercerita kira-kira begini:

Iblis itu menggoda manusia melalui emosi yang berada di dalam qalbu. Godaan atau gangguan pertama iblis ada pada emosi manusia berupa rasa cinta pada lain jenis, pada anak, atau pada makluk Allah lainnya. Cinta dapat menjadikan seseorang bersemangat menjalankan tugas. Namun demikian, manakala cinta itu berlebihan, maka dapat  mengganggu cintanya pada Allah Yang Maha Kasih dan Maha Sayang. Continue Reading »

No responses yet

Feb 17 2011

BERKEPRIBADIAN PROFETIK

Published by under Tajuk

Dalam bulan ini, banyak peristiwa penting terjadi baik berskala “nasional UII”, nasional Indonesia, maupun berskala Internasional. Yang berskala Internasional misalnya jatuhnya Hosni Mubarak dari kursi kepresidenan Mesir yang telah digenggamnya lebih dari 30 tahun, menyusul jatuhnya Mantan Presiden Ben Ali di Tunisia dan lain-lain. Yang berskala nasional Indonesia, terjadi kerusuhan di Temanggung yang dipicu kasus penistaan agama dan penyerangan dan aksi kekerasan kepada kelompok Ahmadiyah di Cikeusik Banten, dan lain-lain. Yang berskala nasional UII adalah telah terlaksananya training ESQ untuk tenaga kependidikan di UII, setelah sebelumnya berlangsung training serupa untuk struktural edukatif, dan lain-lain. Kalau kita cermati, hal-hal itu semua ada hubungannya dengan kepribadian dan akhlak manusia. Oleh karena itu, tepat sekali kalau dalam tajuk dibahas tentang pembentukan kepribadian dan akhlak manusia yang berlandaskan pada kepribadian profetik paripurna yang diteladankan oleh Rasulullah SAW, karena bulan ini juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Continue Reading »

No responses yet