Jan 17 2011

GREEN LEADERSHIP

Published by at 12:19 pm under Tajuk

Leadership atau kepemimpinan adalah suatu tema bahasan yang terus aktual, tidak pernah berhenti dikaji dan disaji. Karena, senyatanya, keberadaannya menjadi salah satu penguat bagi keberhasilan sebuah organisasi, baik organisasi berskala besar maupun kecil. Di antara metode untuk mengasah skill kepemimpinan adalah dengan mengikuti seminar atau training. Banyak sekali program seminar atau training kepemimpinan yang tersedia, tetapi pucuk pimpinan UII memilih training leadership dengan metode ESQ 165 sebagai training kepemimpinan yang wajib diikuti oleh seluruh pimpinan struktural di UII baik akademik maupun administratif. Dalam berbagai halnya, training ini adalah sangat tepat, karena training metode ESQ 165 berbasiskan ajaran pokok Islam yang dikemas sedemikian rupa untuk menumbuhkan kesadaran diri terhadap pengawasan melekat dari Allah SWT dan ultimate-nya kebenaran Islam.

Pada hakikatnya, Islam memandang kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyyatihi (HR Bukhari dan HR Muslim), setiap individu adalah pemimpin, masing-masing akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itulah, setiap kita wajib mengasah kualitas diri menjadi pemimpin yang baik dan bertanggungjawab. Dalam konteks ini, ada disiplin dalam kepemimpinan yang disebut self leadership (kemampuan memimpin diri sendiri). Rasulullah SAW dalam beberapa kesempatan mengingatkan tentang perlunya kompetensi penguasaan terhadap diri sendiri. Misalnya, ketika pulang dari Perang Badar, beliau berkata kepada para sahabat, “Kita pulang dari perang yang lebih kecil menuju perang yang lebih besar”. Para sahabat bertanya-tanya, “Bukankah perang yang baru dilalui adalah suatu perang yang besar?” Salah seorang sahabat bertanya, “Apa perang yang lebih besar itu wahai Rasulullah?” Jawab beliau, “Perang melawan hawa nafsu”. Jadi self leadership intinya adalah kemampuan diri dalam mengendalikan hawa nafsu, dan ini berarti adalah kemampuan memimpin terhadap diri sendiri. (Syafi’i Antonio, Muhammad SAW The Super Leader Super Manager). Jika semua orang dalam organisasi berhasil dalam memimpin diri mereka masing-masing, maka organisasi itu juga akan berhasil mencapai tujuannya tanpa diawasi secara ketat oleh para pemimpin strukturalnya.

Kalau dicermati, esensi dasar kepemimpinan adalah bermuara pada dua kualitas utama, yaitu (1) kemampuan untuk mempengaruhi dan mengendalikan orang lain dan (2) kualitas pelayanan pada stakeholder. Esensi pertama biasanya dibangun dan dikuatkan dengan training atau seminar atau media lainnya yang kesemuanya bermuara kepada self leadership tadi. Karena pada hakikatnya, bagaimana mungkin seseorang bisa mengendalikan orang lain bila ia sendiri tidak mampu mengendalikan diri sendiri. Seseorang yang tidak dapat memimpin dirinya, sulit untuk dapat sukses memimpin orang lain. Kepemimpinan sejati adalah milik setiap orang. Mereka yang di jiwanya senantiasa dipenuhi dinamika yang pada gilirannya mampu mengatasi diri. Kemampuan untuk melampaui diri didapatkan dengan penuh kesadaran akan pemahaman diri (self awareness), berani untuk mengarahkan diri (self directing) dan mengelola diri (self managing) secara santun dan bersahaja. Selanjutnya ia akan menapaki prestasi menjadi pemimpin utama yang memiliki jiwa besar, disiplin, dan bersahaja.

Esensi kedua dapat dibangun dengan mengasah kemampuan mendengar suara hati. Kenneth Blanchard menyatakan, sebagaimana dikutip Ahmad Fajri, true leader starts on the inside with servant heart, then moves outward to serve others. Pemimpin sejati dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Kepemimpinan adalah transformasi internal dalam diri seseorang.

Dua esensi inilah yang menurut saya fondasi utama green leadership yang sedang up to date. Akhir-akhir ini, hal-hal yang disematkan kata green di sampingnya, sangat ngetrend dan menjadi idola. Perumahan-perumahan yang mengusung green building, green concept diminati calon pembeli walaupun harganya mahal. Bahkan di Barat berkembang terma baru ekonomi, misalnya green economy, new economy, ethical economy yang semuanya bermuara pada aktivitas ekonomi yang tidak merusak lingkungan dan mengedepankan etika. Oleh karena itu, sangat tepatlah kalau kepemimpinan yang berkonsepkan tauhid dengan misi membawa kemaslahatan dunia dan menghindarkan kerusakan masyarakat manusia maupun lingkungan, disematkan padanya green leadership.

Oleh karena itu, training leadership ESQ tepat untuk menuju terwujudnya green leader di lingkungan UII yang mengantarkan semua pemimpin struktural yang ada di UII dapat menemukan dua esensi kepemimpinan tersebut dalam jabatan kepemimpinan yang diembannya dengan berbasiskan spiritualitas dan ajaran Islam sehingga lahirlah pemimpin yang berintegritas, bersemangat, inspiratif, bijaksana (wisdom), dan berani mengambil keputusan. Selamat datang era baru kepemimpinan UII di tahun baru Hijriah 1432 dan Masehi 2011. Semoga Allah senantiasa memudahkan kita semua yaitu civitas akademika UII (dengan rahmat dan inayah-Nya) untuk dapat menjadi green leader yang pandai bersyukur atas semua karunia-Nya. Amin. (Nur Kholis).

Pemred UIINews Ust. Nur Kholis

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*