Sep 17 2010

Anant Sang Juru Dakwah

Published by at 9:12 am under Kiprah

Ananto Wibowo nama yang diberikan ayah-bundanya, dan akrab dipanggil Anant baik oleh orangtua, kerabat dan teman-teman semasa kecil. Memakai nama Anant agar terasa akrab bagi setiap orang yang memanggilnya. “Terasa saudara-lah ia bagiku,” kata Ananto seperti tertulis di bukunya Air Mata Tahajud.

Bagi Anant, kampus Universitas Islam Indonesia (UII) terasa sangat indah, berkembang pesat, sangat beda jauh ketika dia masuk pertama kuliah di tahun 1981. Kenangan indah semasa kuliah terus terukir si kalbunya. Anant yang ketika kecil termasuk anak yang mbeling, dalam proses perjalanan hidupnya digembleng dengan asam garam kehidupan. “Tidak langsung sadar, mengalami proses yang berliku, sebagai da’i baru dalam kurun 4 tahun belakangan ini,” tutur da’i yang musisi dan gemar mencipta lagu-lagu religi.

Kenangan indah tak terlupa ketika kuliah di FE UII, hubungan dosen dan mahasiswa begitu dekatnya, sehingga saling mengisi dan tolong menolong. Dia yang dikenal mbeling , ternyata kampus menjadi rumah keduanya. Lebih betah berada di kampus daripada di tempat kos. Sayangnya Anant hanya mampu menyelesaikan Sarjana Muda. “Kuliah sampai Sarjana Muda di Fakultas Ekonomi UII. S-1 tidak diteruskan karena faktor biaya,” aku pria kelahiran Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, 8 Maret 1963 dari pasangan, Tasroni Prayitno Boedi dan Djamilah, sama-sama guru SD.

Perjalanan pendidikannya memang berliku. Pernah mengikuti pendidikan di Madrasah Ibtida’iyah di kota kelahirannya, hanya sampai awal kelas 6. Karena rekan-rekan sekelasnya berangsur-angsur habis, tinggal dia seorang diri. Kemudian oleh sekolahnya digabung dengan kelas dibawahnya, kelas 5. Akhirnya dia keluar tidak melanjutkan di sekolah itu, kemudian pindah untuk menyelesaikan SD-nya.

Kuliah ‘doktoral’-nya (S-1) tidak dijalani, karena Anant asyik tenggelam di dunia profesi menyanyi yang dijalaninya dari café ke café baik di Jakarta dan Yogyakarta maupun di luar negeri (1997-2003). Dalam menggali profesi sebagai musisi, Anant belajar secara otodidak. Pada tahun 1989 berkesempatan rekaman album muslim bersama rekan-rekan se kampus yang tergabung dalam grup musik Gita Sahara UII. Ketika ikut Festival Rock se Indonesia, Anant masuk 10 besar (1987), kategori penyanyi rock, juga pencipta lagu. Di tahun berikutnya, bersama Cassanova Rock Band, meraih juara Harapan I (1990), kemudian Juara II (1991) di Festival yang sama. Lagu karyanya “Jerit” dan “Tengara” masuk album kompilasi. Selain tampil di dalam negeri, Anant berkesempatan bermusik di luar negeri, yaitu Caledonia, 5 kali dalam kurun 1996-2001, kemudian Mesir, Malaysia, Australia dan Inggris. Di awal 2005 merilis album pop duet, dengan title “Sweet Devotion”. Akhirnya 23 September 2006, syair dari lagu-lagunya yang bernafaskan religius dirilis dalam album “Air Mata Tahajud” yang merupakan obsesinya sejak lama.

Ananto Wibowo belum pernah menulis buku. Namun berhasil menyelesaikan buku “Air Mata Tahajud” (2008), merupakan hasil karya tulisnya yang pertama atas dorongan  penerbit Pustaka Marwa, istrinya Chusnul Chotimah dan saudara-saudara serta rekan-rekan tercinta. Buku ini memperdalam syair-syair lagu bertema religi dalam album yang dirilisnya sama dengan judul bukunya, menjadi sebuah perenungan dan pengungkapan kisah-kisah sederhana sarat makna.

“Membaca Air Mata Tahajud dan mendengar lagu-lagu Anant mengingatkan saya akan petuah Persi, pehle dzil badme diin (ambil dulu hatinya pesan agama menjadi mudah merasuk). Kata ini tepat dialamatkan untuk karya Anant. Bukan saja enak didengar tetapi syair-syairnya me-Mi’raj-kan kita kepada suasana Illahiyah,” kesan ustadz Drs. Wijayanto MA, trainer ESQ serta dosen MM UGM yang juga da’i kondang yang sering tampil di televisi.

Kini Anant bersama istri dan dua buah hatinya tinggal di Perum Kalirandu Selaras A-5, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, menjabat Ketua Takmir Masjid Al-Hidayah di tempat tinggalnya, serta Pengurus/Pengasuh Majlis Ta’lim Pasar Srengenge Yogyakarta. Anant kini sebagai penyanyi dan pencipta lagu religi, selain sebagai da’i. Anant merasa bangga sebagai alumni FE UII ketika tampil memberi tausyiah Syawalan dan Pelepasan Jamaah Calon Haji Keluarga Besar UII di Auditorium KHA Kahar Muzakkir, kampus terpadu UII, Jl Kaliurang Km 14,5 Sleman, Yogyakarta, Kamis, 16 September 2010, dihadiri sekitar 1.200 civitas akademika dan purna dosen dan karyawan UII. (Syamsul Hidayat)

Ananta dan Keluarga

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*