Archive for September, 2010

Sep 17 2010

AYO…, MENINGKATLAH LEBIH BAIK

Published by under Tajuk

Ramadhan 2010 telah meninggalkan kita. Tibalah kemudian bulan Syawal yang saat ini kita jalani. Kami, atas nama krew UII News menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin, Taqabbalallahu minna wa minkum, Ja’alanallah Minal ‘Aidin wa al-Faizin (Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan anda, Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang yang kembali fitrah dan orang yang beruntung).

Hari Raya Idul Fitri yang bermakna hari kembali ke kesucian (fitrah), hari-hari untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan terus berupaya mempertingkatkan kualitas diri. Hal ini sangat linear dengan makna Syawal yang secara bahasa memang bermakna meningkat atau mengangkat. Ini maknanya bahwa setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh, tujuan puasa untuk menjadi pribadi yang bertakwa diharapkan dapat tercapai pada awal bulan Syawal. Continue Reading »

No responses yet

Sep 17 2010

Anant Sang Juru Dakwah

Published by under Kiprah

Ananto Wibowo nama yang diberikan ayah-bundanya, dan akrab dipanggil Anant baik oleh orangtua, kerabat dan teman-teman semasa kecil. Memakai nama Anant agar terasa akrab bagi setiap orang yang memanggilnya. “Terasa saudara-lah ia bagiku,” kata Ananto seperti tertulis di bukunya Air Mata Tahajud.

Bagi Anant, kampus Universitas Islam Indonesia (UII) terasa sangat indah, berkembang pesat, sangat beda jauh ketika dia masuk pertama kuliah di tahun 1981. Kenangan indah semasa kuliah terus terukir si kalbunya. Anant yang ketika kecil termasuk anak yang mbeling, dalam proses perjalanan hidupnya digembleng dengan asam garam kehidupan. “Tidak langsung sadar, mengalami proses yang berliku, sebagai da’i baru dalam kurun 4 tahun belakangan ini,” tutur da’i yang musisi dan gemar mencipta lagu-lagu religi. Continue Reading »

No responses yet

Sep 17 2010

Menebar Maaf, Menuai Kemuliaan

Published by under Refleksi

Bulan syawal acapkali dimaknai sebagai bulan kemenangan, bulan yang oleh kaum Muslim bernilai spirit tinggi mencapai puncak derajat martabat manusia sebagai hasil dari tempaan edukasi sepanjang bulan sebelumnya (Ramadhan yang dimuliakan). Syawal sendiri memiliki arti kata lain “meningkat, bersifat positif”, yang secara spiritual memberikan makna bahwa kekuatan yang dapat diejawantahkan dari realitas objektif dalam setiap diri manusia, yang dengan kesadaran kritisnya mampu menggerakkan perilakunya dalam ranah yang serba meningkat secara positif dalam setiap diri manusia.

Dengan edukasi sepanjang bulan Ramadhan hasil akhir yang tentunya diharapkan adalah peningkatan pemenuhan hak-hak “fitrah” yang semakin menguat-meningkat, sehingga manusia atau kita boleh mengklaim diri mencapai situasi “kembali ke fitrah” (idul fitri), membuahkan kualitas leadership kita, mampu menghadirkan 'keteladanan' dalam keseharian kita, yang tidak pernah aus meskipun tidak ada pujian terdendangkan di sekitar kita. Cerca-cela ataupun kritik yang memekakkan telinga sekalipun menjadi nikmat & indah dalam rasa pikir kita, sebab kita mendapatkan nasehat ‘gratis’ yang bermakna untuk peningkatan kualitas leadership kita. Jujur hati kita memerlukan nasehat-nasehat ‘gratis’ seperti itu, sebab kita memiliki kesadaran bahwa tak ada yang patut disombongkan dalam diri kita kendatipun di dalam diri kita menempel jubah-jubah kebesaran; gelar, pangkat, jabatan, kedudukan, dan lain-lain. Justru kita harus dengan rendah hati menerima nasehat ‘gratis’ tersebut dan berupaya memaafkannya. Continue Reading »

No responses yet