Aug 17 2010

MENSYUKURI NIKMAT

Published by at 9:10 am under Tajuk

Wain ta'udduu ni'matallahi laa tuhsuuha. (QS Ibrahim: 34), makna bebasnya; Jika kita mau menghitung anugerah yang telah diberikan Allah, pasti tidak akan dapat menghitungnya, karena saking banyaknya. Di antara jutaan nikmat yang diberikan Allah kepada kita sebagai keluarga UII, pada ruang yang terbatas ini saya ingin membahas dua nikmat saja, yaitu nikmat mendapat lonjakan jumlah mahasiswa baru tahun 2010 dan nikmat dapat bertemu Ramadhan tahun ini. Pada prinsipnya, kita wajib bersyukur atas nikmat tersebut secara benar, agar Allah terus menambah anugerah nikmat-Nya kepada kita pada masa-masa mendatang dan menyelamatkan kita dari siksa-Nya di akhirat kelak. (QS Ibrahim: 7). Hanya saja, bagaimana cara mensyukurinya?

Jumlah mahasiswa baru UII tahun 2010 ini mencapai lebih dari 4500 mahasiswa, yang diseleksi dari 11.000 lebih calon mahasiswa. Menurut laporan Wakil Rektor I saat kuliah perdana, jumlah tersebut merupakan jumlah tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Semua prodi mengalami kenaikan jumlah mahasiswa baru. Pada satu sisi, peningkatan jumlah mahasiswa tersebut  merupakan nikmat yang luar biasa, karena pada saat bersamaan banyak perguruan tinggi swasta tutup karena minim pendaftar. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap UII masih baik dan bahkan menunjukkan peningkatan.

Akan tetapi pada sisi yang lain, ini merupakan tantangan berat sekaligus ujian bagi UII, dapatkah mewujudkan harapan masyarakat yang menggantungkan masa depannya di kawah candradimukanya UII?. Kalau UII berhasil menunjukkan dan membuktikan bahwa UII benar-benar mampu memberikan pendidikan berkualitas sehingga menjadi alumni yang berintegritas dan berdaya saing tinggi, maka mahasiswa baru tersebut kelak menjadi agen pemasar yang luar biasa bagi UII. Efeknya insyaAllah (pasti) akan semakin meningkatkan animo pendaftar ke UII, efek berikuktnya selection ratio akan semakin meningkat, kualitas pendidikan UII terus akan semakin meningkat. Akan tetapi jika sebaliknya, yaitu jika mereka tidak mendapatkan pendidikan dan service yang berkualitas dari UII, maka mereka kelak bisa menjadi agen black campaign yang luar biasa untuk mematikan UII.

Rhenald Kesali dalam bukunya, Change, mengemukakan bahwa setiap bangsa, kerajaan, atau perusahaan yang mengalami puncak keemasan akan mengalami decline pada masa setelah keemasannya itu, yang bila tidak dilakukan turn around dengan change berbagai hal akan berujung pada kehancurannya. Saya tidak tahu, apakah UII kita tercinta ini sudah mengalami puncak keemasan apa belum, tetapi kalau dilihat dari berbagai prestasi belakang ini, misalnya ranking 1 untuk potensi karya ilmiah PTS se-Indonesia versi Dirjen Dikti pada tahun 2010 ini, penjaminan mutu UII juga terbaik untuk kategori PT yang di site visite, dan lain-lain, menunjukkan bahwa UII menempati posisi teratas dari berbagai PTS di Indonesia bahkan lebih baik dari berbagai PTN. Padahal menurut Rencana Induk Pengembagan (RIP) UII bahwa untuk menjadi research university sebagai puncak prestasi perguruan tinggi baru diplanningkan dicapai pada 2038. Artinya perjalanan menuju research university masih cukup berliku dan panjang. Kita berharap dan berdoa bahwa grafik prestasi UII ke depan masih terus menaik, bukan menurun.

Saya mengemukakan dua sisi makna lonjakan mahasiswa baru 2010 di atas bukan untuk menakut-nakuti, akan tetapi justru mengajak kepada segenap pengemban amanah di UII berikut civitas akademika yang ada di dalamnya untuk bersyukur atas anugerah tersebut secara benar dengan melibatkan tiga komponen yaitu hati, mulut dan tindakan (sebagaimana dikemukan al-Ghazali dalam Ihya' Ulumiddin), sebagai perwujudan turn around yang disarankan Rhenald Kesali. Hati yang bersyukur berarti menyadari bahwa nikmat yang ada itu berasal dari Allah, Dzat Pemberi Nikmat. Ini menghindarkan kita dari sifat sombong dan sok paling berperan. Mulut yang bersyukur mengucap Alhamdulillah dengan penuh kesadaran di hati. Tindakan bersyukur berarti menggunakan nikmat yang ada untuk taat kepada Allah dan menghindarkan diri dari bermaksiyat kepada-Nya. Dalam konteks syukur dalam bentuk tindakan inilah yang mungkin perlu lebih kita tekankan dalam memaknai peningkatan jumlah mahasiswa baru 2010 ini. Di antaranya adalah meningkatkan kualitas pembelajaran dengan fokus menjadi excellent teaching, service yang prima terhadap hak dan kewajiban mahasiswa, mengedepankan servant leader, menghadirkan suasana akademis yang kondusif untuk merangsang mahasiswa betah dan nyaman di kampus, serius untuk peningkatan life skill mahasiswa, lebih serius menggarap jiwa entrepreneurship mahasiswa, lebih serius mendidik keislaman mahasiswa, empowering DPA di tengah kecanggihan IT, dan lain-lain. Pada intinya, bagaimana membuat mahasiswa puas ketika berada di kampus dan ketika lulus dari kampus. Itu menjadi tanggung jawab kita semua, baik dosen maupun karyawan, terutama pimpinan, karena pimpinan harus menjadi trigger, uswah, dan motor penggerak untuk mewujudkan kepuasan seluruh stakeholder UII.

Momen penerimaan mahasiswa baru kebetulan bersamaan dengan Ramadhan. Masih bernafasnya kita pada Ramadhan tahun ini merupakan anugerah yang luar biasa, sehingga harus kita syukuri. Pada hakikatnya, Ramadhan itu juga laksana kampus yang di dalamnya berlangsung pendidikan ruhani dan jasmani. Out putnya pun juga beragam, lulusan yang terbaik akan menyandang gelar muttaqin jika lulus dengan cumlaude atau summa cum laude, namun ada juga yang hanya sekedar lulus dengan IP 2 koma atau bahkan di DO alias tidak lulus. Oleh karena itu, sebagai wujud syukur kita masih bertemu Ramadhan tahun ini, kita semua sebagai mahasiswa kampus Ramadhan harus mampu mengoptimalkan proses pembelajaran di kampus Ramadhan dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah individual maupun sosial agar kita dapat lulus dengan summa cum laude. Semoga Allah senantiasa menolong kita (dengan rahmat dan inayah-Nya) untuk dapat menjadi pribadi yang pandai bersyukur dan dapat lulus dari kampus Ramadhan dengan gelar muttaqin. Amin. (Nur Kholis)

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*