Jul 17 2010

MILAD BERMAKNA

Published by at 9:05 am under Tajuk

Untuk memperingati hari lahir UII, istilah Milad menjadi istilah baku yang dipakai, walaupun dies natalis juga menjadi lingua franca civitas akademika UII. Milad berasal dari bahasa Arab yang artinya hari kelahiran atau waktu kelahiran. Milad dapat dipakai untuk memperingati hari lahir individu maupun organisasi. Sedangkan dies natalis berarti hari kelahiran atau hari ulang tahun, biasanya kata yang paling banyak dipakai untuk menyebut aktivitas memperingati hari lahir perguruan tinggi.

10 Juli 2010 M bertepatan dengan 27 Rajab 1431 H, UII tepat berusia 67 tahun menurut kalender Hijriyah, dan 65 tahun menurut kalender Masehi. Untuk ukuran perguruan tinggi nasional Indonesia, itu usia paling tua, tetapi kalau diperbandingkan dengan perguruan tinggi di luar, termasuk masih muda. Negara tetangga Malaysia dan Singapura memiliki perguruan tinggi yang usianya lebih dari 100 tahun. Apalagi dibanding al-Azhar yang usianya lebih dari 1000 tahun. Ini perlu diutarakan untuk horizon komparasi kita, agar kita obyektif dalam memaknai usia UII tercinta kita.

Bagaimana sih kita mesti memaknai Milad?
Milad dalam sejumlah besar budaya dianggap sebagai peristiwa penting yang menandai awal perjalanan kehidupan, terlebih lagi bagi UII yang kelahirannya sebelum Indonesia merdeka dan didirikan oleh tokoh-tokoh nasional pejuang kemerdekaan. Bahkan kelahiran UII menjadi bagian sejarah kelahiran Indonesia. Untuk itu, kelahiran UII memikul harapan dan cita-cita yang besar dari para pendirinya, yaitu melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa. Karena itu, sudah semestinya peringatan milad UII tersebut dirayakan dengan penuh syukur dan kebahagiaan sekaligus refleksi diri. Milad UII seharusnya menjadi momentum untuk menguatkan komitmen akan perubahan demi kemajuan. Perlu ada penegasan tentang upaya-upaya yang harus dilakukan sebagai bagian dari resolusi ulang tahun. Pada hakikatnya milad mengandung beberapa makna, antara lain: Pertama, momen untuk refleksi diri, apa yang telah, sedang, dan akan dilakukan, serta bagaimana seharusnya menjalani hidup organisasi ke depan.

Kedua, momen memperharui proposal masa depan. Hasil refeleksi diri digunakan untuk menyusun proposal masa depan yang lebih bertaji. Dalam konteks ini, momen milad UII kali ini sangat tepat karena berbarengan dengan selesainya penyusunan Rencana Induk Pengembagan (RIP) UII untuk durasi waktu hingga 2038 untuk menjadi research university , renstra dan renop UII, serta akan disusunnya renstra dan renop fakultas-fakultas di UII pada bulan Juli ini. UII telah mengadopsi konsep world class university, research university, dan sejenisnya sebagai strategi institusi untuk memenangkan kompetisi perguruan tinggi di tingkat global.

Ketiga, momen untuk bersyukur. Alhamdulillah hingga usia yang ke sekian ini, UII masih terus dipercaya masyarakat di tengah persaingan yang makin ketat di antara perguruan-perguruan tinggi negeri maupun swasta. Bertambahnya usia dan pengalaman hidup selalu dibarengi dengan pengharapan akan makin bertambahnya kedewasaan. Tidak hanya bagi manusia, pertambahan usia bagi organisasi pun selalu dikaitkan dengan tingkat kedewasaan. Apalagi bagi sebuah perguruan tinggi yang punya fungsi utama melahirkan para ilmuwan yang berkualitas sekaligus pemimpin bangsa. Bagi UII, milad kali ini tidak hanya bermakna tambah usia, tapi juga penanda tingkat kedewasaan UII dalam berkarya, buktinya UII menjadi ranking 1 untuk potensi karya ilmiah PTS se-Indonesia versi Dirjen Dikti pada tahun 2010 ini, penjaminan mutu UII juga terbaik untuk kategori PT yang di site visite, dan lain-lain.

Tidak ada salahnya merayakan milad dengan kegiatan-kegiatan perlombaan dan hiburan bila ini bagian dari upaya membangun budaya organisasi baru, menghilangkan sekat-sekat antargenerasi dan antar pemimpin dan yang dipimpin, membangun sportivitas, membangun budaya kompetisi dan seterusnya. Demikian pula, tidak ada larangan untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan serius berkarakter ilmiah untuk mempromosikan hasil karya para civitas academica yang membanggakan. Semua kegiatan itu adalah bagian dari rasa syukur atas pencapaian yang telah diraih.

Berbekal semangat Milad UII itu pula dan juga semangat bulan Sya’ban sebagai bulan refleksi, kami selaku pengelola UII News juga bertekad untuk memperkuat komitmen untuk berubah menjadi lebih baik, misalnya kami akan berusaha hadir menyapa pembaca tiap tanggal 17 setiap bulannya. Bulan lalu terbit akhir bulan karena kami ingin menunggu momen besar 4 tahunan yaitu raker universitas. Ini bukan apaologi lho…Kami juga akan berusaha menghadirkan hal-hal baru yang menggugah dan memompa semangat civitas akademika UII, misalnya pada edisi ini kami menghadirkan rubric karikatur dengan tokoh Ust Ulbab (Ustadz Ulil Albab). Semoga Allah memanjangkan umur UII dan selalu melimpahkan barakah pada setiap detik umurnya. Dirgahayu (panjang umur) UII. Nur Kholis

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*