Jul 17 2010

Memajukan UII dengan Sportivitas

Published by at 9:04 am under Refleksi

Saat ini kita tengah berada dalam suasana demam olah raga di masing-masing unit di UII dalam rangka menyemarakan Milad ke-67 Universitas Islam Indonesia (UII). Hal ini nampak sekali terlihat dengan banyaknya kesibukan di masing-masing unit berlatih olah raga, misal catur, bulu tangkis, sepak bola, tenis, volly, dan ada yang terbaru di milad kali ini yaitu futsal eksekutif. Kegiatan rutin setiap tahun ini bagi civitas akademika UII terutama mereka yang sangat haus olah raga karena setiap hari disibukan bekerja untuk mengabdikan diri di UII maka pertandingan olah raga antar unit merupakan bagian dari satu permainan untuk memperoleh kebahagiaan, atau bagian dari power game. Sebagaimana layaknya suatu permainan, maka dari pertandingan itu akan menghasilkan sesuatu yang dikenal dengan menang dan kalah. Sebagaimana layaknya suatu permainan yang menghasilkan menang dan kalah, maka akan hadir bersamanya sesuatu tentang fair-play dan unfair-play.

Dalam dunia olahraga, kerap kita menjumpai bagaimana para penyelenggara suatu pertandingan atau game senantiasa mempromosikan fair-play dan nilai-nilai sportivitas. Terlebih bila kita membicarakan olahraga atau permainan, maka salah satu nilai yang hendak dicapai tentunya berkaitan dengan sportivitas dan atau sportmanship.

Apabila para karyawan UII di masing-masing unit memandang bertanding dilapangan itu sebagai permainan, maka tentu saja secara otomatis, kita semua hendaknya melihat hadirnya sportivitas didalamnya. Sportivitas adalah etos dalam olahraga. Sederhananya, makna sportivitas adalah ketidak curangan, mengikuti aturan. Sportivitas inilah yang akan membuat seorang olahragawan menjadi olahragawan sejati selamanya. Menjadi olahragawan sudah bukan lagi aktivitas fisik, tapi lebih menjadi bagian dari jiwa. Sportivitas menjadi ketentuan yang membedakan juara sejati dengan juara biasa-biasa saja. Apalagi kita menyemarakan milad ke-67 UII, tentunya nilai-nilai sportivitas itu tertanam di setiap atlet yang bertanding sebagai wakil unit yang akan mengharumkan unitnya di UII yang kita cintai.
Jika nilai sportivitas berhasil kita tanamkan di dalam pertandingan olah raga saat menyemarakan milad ke-67 UII tentunya tidak berhenti disitu saja, karena yang namanya sportivitas adalah bagian dari kepribadian, bagian dari karakter. Aneh rasanya ketika seseorang yang dituntut jiwa sportivitas dalam satu sisi kehidupannya, sebagai olahragawan saat bertanding nilai sportivitas dimunculkan, akan tetapi menggunakan sikap tidak sportif pada sisi kehidupan yang lainnya, misal saat bekerja atau mengikuti pemilihan Rektor, Dekan ataupun Kaprodi. Hal ini berarti dalam dirinya banyak kepribadian, ada dualisme yang bahkan mengutub dengan sangat ekstrim.

Slogan Jawa mengatakan menang ojo umuk, kalah ojo ngamuk. Artinya dalam pertandingan di Milad ke-67 UII nantinya kita memperoleh kemenangan jangan sampai menyombongkan diri, demikian pula jika kalah kita harus mampu meredam emosi. Akhirnya dengan slogan itu akan membawa semangat sportivitas paralel dengan visi-misi UII sebagai rahmatan lil alamin. Dengan sportivitas ini akan membuat warisan terbesar di UII ketika menyelenggarakan pertandingan olah raga dalam rangka menyemarakan miladnya, harapanya tentu kita akan setuju bahwa nilai sportivitas nantinya akan menyeruak ke dalam jiwa setiap individu (karyawan UII) dan membentengi diri kita dalam melakukan tindakan-tindakan yang tidak mengikuti aturan UII, sehingga kita merasakan kebahagiaan disaat berada di orbit yang benar sesuai ketentuan atau aturan dari UII.
Wibowo, Karyawan Kontrak FK UII.

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*