Archive for May, 2010

May 17 2010

Pemimpin Baru, Semangat Baru dan Harapan Baru

Published by under Tajuk

Pesta demokrasi di UII baru saja usai. Mulai dari pemilihan Rektor, Wakil Rektor, Dekan, hingga sekretaris program studi di lingkungan UII telah berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali, walau ada catatan-catatan. Misalnya kenapa terjadi semacam fenomena “keenggananan” dari dosen untuk dicalonkan menjadi ketua prodi, padahal dalam struktur baru, prodi adalah ujung tombak akademis di UII yang memiliki peran strategis sekaligus memiliki tanggung jawab yang sangat berat. Namun di sisi lain, untuk menjaring calon rektor atau calon dekan, kenapa relatif lebih mudah dan banyak yang mau. Ada apa dengan struktur baru ini? Mungkin ini perlu riset evaluatif agar ditemukan jawaban yang tidak hanya kira-kira, sehingga resep solusinya pun juga tepat.

Terlepas penting atau tidaknya catatan itu, saat ini semua “kursi” telah lengkap terisi. Ada pihak yang terpilih, ada pula yang tidak terpilih. Ada yang bergembira, ada pula yang bersedih. Ada yang tertawa suka cita, ada pula yang kecewa. Semua itu adalah sunnatullah untuk kehidupan manusia. Adalah hal lumrah dalam hidup, ada yang kalah dan ada yang menang. Yang menang bergembira, yang kalah ada rasa kecewa. Continue Reading »

No responses yet

May 17 2010

REKRUITING PEJABAT UII

Published by under Refleksi

“Pesta Demokrasi” dalam rangka perekrutan (baca pemilihan) pejabat di lingkungan UII hampir selesai. Bagi yang menang harus bersyukur kepada Allah (tapi ada juga yang pesta-pesta di warung makan) karena telah mendapatkan atau ditetapkan amanah untuk menjalankan kegiatan organisatoris selama 4 tahun yang akan datang. Bagi yang belum terpilih, sebaiknya “legowo” untuk mempersiapkan lagi rekruitmen untuk masa 4 tahun yang akan datang. Kedua-duanya “pasrah” dengan ridho dan barokhah Allah lebih baik dan Islami.

Rekruimen (baca Pemilu) untuk Pejabat di UII ini dirasakan sangat panjang, melelahkan dan tidak efektif dan efisien. Oleh sebab itu beberapa catatan dapat disampaikan pada hal-hal sebagai berikut:

(1). Pada tahapan dan proses pemilihan Rektor dan Wakil Rektor, menurut pendapat saya sudah sangat demokratis dan baik untuk dilaksanakan secara terus menerus. Bilamana dikehendaki dan memang lebih sempurna, maka rekomendasinya adalah penjaringan bakal calon Rektor sebaiknya untuk mendapatkan 2 bakal calon saja dan kedua bakal calon dipilih oleh Senat Universitas untuk menetapkan ranking 1 dan ranking 2. Dengan demikian dipastikan akan mendapatkan Rektor terpilih lebih “mengenakkan rasa” orang yang terpilih, yang memilih dan Pengurus Yayasan Badan Wakaf, karena Rektor terpilih akan mendapat dukungan Senat Universitas lebih dari 50%. Cara yang sekarang ini Rektor terpilih hanya didukung kurang lebih 30% sudah cukup atau sudah bisa menjadi Rektor. Continue Reading »

No responses yet

May 17 2010

Halim Alamsyah Menjabat Deputi gubernur BI

Published by under Kiprah

ALUMNUS FE UII Jurusan Manajemen Dr. Halim Alamsyah, SE, SH, MA, terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), menggantikan. Siti Chalimah Fadjrijah. Halim unggul dari dua pesaing lainnya melalui pemilihan yang dilakukan 53 anggota Komisi XI DPR RI di Gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta, Senin, 10 Mei 2010. Dalam pemilihan tersebut, Alumni FE UII tahun 1980 ini memperoleh 29 suara. Sementara dua peserta lainnya, Krisna Wijaya (Dirut Bank Danamon), 24 suara, dan Perry Warjiyo (Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI), tidak memperoleh suara.

Sebelum terpilih sebagai Deputi Gubernur BI, ia menduduki beberapa jabatan penting di BI diantaranya, Director of Banking Research and Regulation BI, Direktur Statistic Moneter dan Pembayaran, Direktur Kantor Gubernur dan beberapa posisi penting lain di Bank Indonesia. Continue Reading »

No responses yet

May 17 2010

Candi, Museum dan Perpustakaan

Published by under Tajuk

Sebuah gagasan besar kini sedang berproses di Badan Wakaf UII: Pendirian museum UII, yang nantinya akan menyatu dengan kawasan candi dan bangunan perpustakaan di kampus terpadu Jl. Kaliurang. Gagasan besar? Karena dua hal. Pendirian museum (university museum) akan menjadi salah satu keunggulan UII, dalam inovasi lingkungan akademik dan pengembangan kapasitas institusi akademik. Pendirian museum sejalan dengan pemikiran besar peran-peran kultural sebuah perguruan tinggi, sebagai penyeimbang peran struktural menghasilkan lulusan berprestasi. Paradigma pendirian museum jelas berlawanan dengan hasrat komersial. Ia lebih tampak sebagai bentuk aliansi dengan gerakan kultural, lintas kepentingan dan merupakan investasi masa depan, untuk memperkokoh transformasi historis aktual UII ke dalam benak generasi baru. Continue Reading »

No responses yet

May 17 2010

Do'a untuk Menyongsong Kepemimpinan UII

Published by under Sketsa

Kami tawarkan amanah kepada langit dan bumi, juga gunung-gunung tetapi mereka keberatan memikulnya, kemudian manusialah yang mengambilnya, namun banyak diantaranya salah mensikapi dan menganiaya diri sendiri.

Segala puji hanya untuk Mu
Tuhan Pencipta Pengendali dan Penguasa semesta
Yang berjanji mengangkat orang beriman
Ya Allah tuntun kami dengan karuniaMu
menjadi hamba yang terpercaya, menggunakan potensi
dan kesempatan, meraih posisi terhormat
di dunia yang kini dan dihadapanMu

sholawat dan rachmatNya semoga tertumpah
untuk Rasul Muhammad al amien
sahabat dan pengikutnya yang setia

Ya Allah
Kami ber ikrar
menjadi mukmin yang terpimpin iman
setia amanat dalam segalanya bentuknya
berkahilah…. ikrar kami dalam perwujudannya
ampuni kami bila lalai atau keliru !
tunjukkan yang benar untuk kami tekuni
yang salah untuk kami hindari
Jangan menjadi yang menzalimi diri sendiri Continue Reading »

No responses yet

May 17 2010

Suksesi Kepemimpinan di lingkungan UII menuju Good University Governance

Published by under Refleksi

Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta telah menyelesaikan hajatan besarnya dibidang kepemimpinan, yaitu pemilihan Rektor dan Dekan di lingkungan UII untuk periode 2010 – 2014. Dalam sebuah wacana kepemimpinan, selalu saja keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan, biasanya diatribusikan sebagai akibat dari kepemimpinan. Begitu pentingnya masalah kepemimpinan ini, menjadikan pemimpin selalu menjadi fokus atribusi terhadap keberhasilan dan kegagalan organisasi.
Sukses dari suatu kepemimpinan didukung oleh kemampuan menangkap perubahan-perubahan yang terjadi di dalam suatu organisasi yang terjadi sangat cepat, sulit diprediksi, dan berefek sangat luas di era globalisasi dan persaingan pada saat ini. Perubahan-perubahan global memunculkan fenomena kepemimpinan di negara Indonesia yang terbukti memberikan pengaruh sangat besar terhadap kehidupan berpolitik dan bernegara. Dalam dunia bisnis, kepemimpinan berpengaruh sangat kuat terhadap jalannya organisasi dan kelangsungan hidupnya. Nah bagaimana dengan dunia pendidikan, seperti halnya UII ?

Pada era globalisasi dan pasar bebas ini, hanya perguruan tinggi yang mampu melakukan perbaikan terus-menerus (continuous improvment) dalam pembentukan keunggulan kompetitif yang mampu untuk berkembang. Saat ini Perguruan Tinggi dituntut harus berjalan dilandasi oleh keluwesan, kepercayaan, kejujuran, tanggungjawab, disiplin, visioner, peduli serta mampu mewujudkan kerjasama dengan team secara baik dan penyebaran informasi yang memadai. Sebaliknya, jika dalam suatu Perguruan Tinggi (PT) yang merasa puas dengan dirinya dan mempertahankan status quo akan tenggelam dan selanjutnya tinggal menunggu saat-saat kematiannya. Continue Reading »

No responses yet

May 14 2010

Kerak Telor

Published by under Perlu Diketahui

Kerak telor merupakan salah satu makanan khas daerah Betawi. Makanan ini dibuat dari bahan-bahan antara lain seperti beras ketan putih, telur ayam atau telur bebek, ebi (udang kering) dan parutan kelapa yang disangrai kering, serta bawang goreng, cabai merah, kencur, jahe, merica, garam dan gula pasir sebagai bumbu pelengkapnya.

Cara membuat makanan ini cukup unik karena tidak dimasak di atas kompor namun dimasak diatas bara api. Pedagang kerak telor sesekali membalikkan wajan agar permukaan dari kerak telor tersebut juga terpanggang dan matang merata sambil dikipas-kipas agar bara api tetap menyala. Setelah kering dan matang kerak telor siap untuk disajikan.

Kerak Telor (Rice Omelet)

It originated from the city of Jakarta; created by the natives of Jakarta known as the Betawi. It can be found everywhere from street stalls, food courts or restaurants. It’s delicious, filling and cheap, just my kind of food. The four main ingredients are duck egg (or chicken egg), sticky rice, dried shredded coconut and dried shrimp.

It looks very much like an omelet but it doesn’t taste like one. It’s also very different texture-wise. Kerak Telor tastes very herb-y and savory. Some people say it’s a snack but it can also be eaten for lunch because the rice and the coconut filling fill you up. It can be tricky to cook these babies because one can easily burn the rice and the whole thing is ruined. You need to use a small-to-medium size pan and low heat.

First, you need to soak the sticky rice in water for about 2 hours. Then you put a small ladle of the rice with some its water in the pan. Let that cook for a couple of minutes. Add two duck (or chicken) eggs, cover and let it cook for two minutes. Then you put in the dried shrimp, dried shredded coconut and the herbs. Cover that for another several minutes and voila! Your Kerak Telor is ready to be served. You can serve them flat and open or you can it roll it up.

---

Ini berasal dari kota Jakarta, yang diciptakan oleh penduduk asli Jakarta yang dikenal sebagai Betawi. Hal ini dapat ditemukan di mana-mana dari warung pinggir jalan, food court atau restoran. Sangat lezat, mengisi dan murah, hanya jenis makanan. Empat bahan utama adalah telur bebek (atau telur ayam), beras ketan, kelapa parut kering dan udang kering.

Ini terlihat sangat mirip telur dadar tapi tidak merasakan seperti satu. Hal ini juga sangat berbeda tekstur-bijaksana. Kerak Telor rasanya sangat ramuan-y dan gurih. Beberapa orang mengatakan itu camilan tetapi juga bisa dimakan untuk makan siang karena beras dan mengisi kelapa mengisi Anda. Ini bisa sulit untuk memasak bayi-bayi karena orang dapat dengan mudah membakar beras dan semuanya hancur. Anda perlu menggunakan panci kecil-menengah ukuran dan panas rendah.

Pertama, Anda perlu untuk merendam beras ketan dalam air selama sekitar 2 jam. Kemudian Anda meletakkan sendok kecil beras dengan air dalam panci. Biarkan masak itu selama beberapa menit. Tambahkan dua bebek (atau ayam) telur, tutup dan biarkan masak selama dua menit. Kemudian Anda masukkan ke dalam udang kering, kering kelapa parut dan bumbu. Tutup bahwa selama beberapa menit dan voila! Anda Telor Kerak siap untuk dilayani. Anda dapat melayani mereka datar dan terbuka atau Anda bisa menggelinding itu.

Sumber

No responses yet