Archive for March, 2010

Mar 17 2010

UII dan Regenerasi Pemimpin

Published by under Tajuk

Dalam diskursus terkait kepemimpinan (leadership), selalu ada dua model dominan yang mengemuka: kepemimpinan kharismatik dan kepemimpinan transformatif. Dua model ini, dapat diorientasikan tidak hanya untuk jabatan publik di sektor negara, tetapi juga sektor non-negara termasuk perguruan tinggi. Barangkali karena pengalaman hidup (frame of experience) yang begitu lama dalam alam pathernalistik Orde Baru (1965-1998), maka model pemimpin kharismatik, “nyaris otoriter” selalu dirujuk, ketika terjadi konflik terbuka atau ketika ada “beban dan kekhawatiran psikologis” terhadap kondisi yang unpredictable dimasa depan. Sebaliknya, karena keinginan yang terlalu kuat untuk melakukan perubahan, “trauma masa lalu” dan derasnya arus globalisasi yang menuntut model “kemitraan terbuka”, maka model kepemimpinan transformatif menjadi alternatif solusi untuk diaplikasikan, meskipun prakteknya tidak mudah. Continue Reading »

No responses yet

Mar 17 2010

HARAPAN UNTUK REKTOR BARU

Published by under Refleksi

Pada terbitan yang lalu, saya sempat menulis di kolom yang sama ini dengan judul “Beban Stuta Baru”. Proses pemilihan Rektor baru periode 2010-2014 sudah selesai. Senat Universitas telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, yaitu menghasilkan 3 kandidat Calon Rektor. Dengan berbagai pemikiran, pendapat, tekanan, ujian dari berbagai kalangan, ternyata pengurus yayasan Badan Wakaf yang memiliki hak 100% menetapkan Rektor difinitif dari 3 calon Rektor yang dipilih oleh Senat Universitas sudah dijalankan. Pengurus yayasan Badan Wakaf sudah menetapkan Calon Rektor ranking I hasil pemilihan di Senat Unversitas, sebagai Rektor periode 2010-2014. Selamat untuk civitas akademika UII yang telah berhasil menentukan Rektor nya untuk kerja 4 tahun yang datang.

Saya, sebagai salah satu warga UII hendak menyampaikan beberapa hal yang saya anggap penting bagi pengembangan kepemimpinan di UII ke depan 4 tahun yang akan datang. Pertama, Selamat kepada incumbent , Prof.Edy Suandi Hamid atas ditetapkan kembali sebagai Rektor. Semoga diberikan rakhmad, hidayah, kekuatan lahir dan bathin untuk memegang amanah yang penuh beban selama 4 tahun yang akan datang. Kedua, bahwa kepemimpinan Prof. Edy selama 4 tahun yang akan datang ini akan merasakan beban yang lebih berat dibanding periode yang pertama. Dari aspek “ politik kampus” tentu yang sangat akademik, Prof. Edy terkena sistem pemilihan yang kurang menggambarkan proporsi pemilih yang penuh. Dalam hitungan matematika bahwa hanya dipilih oleh sebanyak 32 suara anggota senat. Dalam pengertian politik, dukungan yang didapatkan tidak bisa dikatakan mutlak karena kurang dari 51%. Namun demikian tidak perlu kawatir karena sistem pemilihanlah yang “memaksa” Prof. Edy mendapat dukungan yang demikian. Bahwa Prof. Edy menjadi Rektor sudah legitimate berdasarkan Statuta UII dan Peraturan Pemilihan Rektor. Ketiga, saya memiliki harapan besar kepada Rektor baru yang secara eksplisit di antaranya sebagai berikut:

1. Rektor sebaiknya mendengarkan secara seksama kritikan, usulan dan harapan masyarakat UII selama proses rekruitmen kepemimpinan UII yang baru saja dilewati ini. Pendapat, kritikan dan harapan yang dilontarkan selama penyampaian Visi dan Rencana Aksi Calon Rektor, adanya proses “kasak-kusuk” pemilihan yang sering didengar rasan-rasan, “grenengan” , sindiran dari siapapun (kawan dan lawan “politik”) yang semuanya itu dipastikan adalah sesuatu yang sangat nyata dan benar-benar terjadi. Seraplah yang baik dan positif, yang selanjutnya jadikan kebijakan dan program 4 tahun yang akan datang. Continue Reading »

No responses yet