Archive for December 17th, 2009

Dec 17 2009

Menyongsong Pilrek

Published by under Refleksi

Sebulan lagi kita akan memasuki pesta demokrasi Pemilihan Rektor (Pilrek) di lingkungan UII. Menurut rencana pesta empat tahunan babak awal tersebut akan digelar tanggal 21 Januari 2010. Namun yang terkesan dan kita rasakan sampai saat ini masih sepi-sepi saja, lain dengan Pilrek empat tahun lalu. Mudah-mudahan bukan karena apriori sebagian besar warga UII karena perubahan Statuta, yang notabene mereka kehilangan hak pilihnya secara langsung.

Bahkan sempat beredar kabar (rumor) bahwa dari pihak mahasiswa akan melepaskan diri dari sistem Pilrek periode sekarang ini. Mereka cenderung tidak melibatkan diri dalam proses pemilihan karena merasa tidak ada signifikasinya suara/peran mereka. Mahasiswa telah menentukan jalan untuk tidak menggunakan hak pilihnya, dan akan memainkan peran sebagai fungsi kontrol, bila terjadi kesalahan dalam pemilihan figur pimpinan UII. Namun hal tersebut masih rumor sehingga sangat disayangkan apabila terjadi. Continue Reading »

No responses yet

Dec 17 2009

Catatan UIINews 2009, Kebebasan Berekspresi dan Akses Informasi

Published by under Tajuk

Tahun 2009 bagi Indonesia, termasuk kita yang bermukim di Yogyakarta adalah tahun penuh dinamika, khususnya di sektor kebebasan berekspresi. Kasus paling fenomenal adalah yang melibatkan Prita Mulyasari, seorang ibu rumah tangga yang mengirim pesan elektronik (e-mail) terkait pelayanan rumah sakit berstandar internasional Omni, yang kemudian menyulut gugatan hingga pengadilan. Kasus yang berujung pada vonis perdata ini mengindikasikan bahwa kebebasan berekspresi belum sepenuhnya ada. Indonesia mungkin masih beruntung jika dibandingkan Thailand. Padahal Thai lebih tinggi derajat kebebasan persnya dibanding Indonesia.

Dua istilah, kebebasan berekspresi dan akses informasi merupakan satu paket apabila ruang publik (meminjam wacana Jurgen Habermas) yang sebenarnya ingin terwujud. Ekspresi yang bebas tanpa modal informasi akan sangat dangkal. Sementara jika telah terdistribusi suatu ekspresi baik secara konvensional maupun digital, tetapi akses informasinya masih minim, tidak terwujud manfaat dari kebebasan itu. Pada konteks lain, praktek berekspresi dan mengakses informasi memerlukan lingkungan yang sehat, kondusif, bebas dari kekerasan dan impunitas. Atas undangan dari Asia Media Forum, lembaga nirlaba yang berpusat di Nepal, UIINews berkesempatan untuk menelisik kondisi impunitas dan ancaman terhadap kebebasan berekspresi dan pers di Thailand, pertengahan Desember 2009 ini. Continue Reading »

No responses yet