Archive for November 17th, 2009

Nov 17 2009

Mendorong “Internasionalisasi” PTIS

Published by under Tajuk

Jika tidak ada kendala serius, kampus UII awal Desember 2009 akan menjadi lokasi penyelenggaraan pertemuan nasional para pimpinan perguruan tinggi Islam yang tergabung dalam Badan Kerjasama PTIS. Bukan hanya karena UII –Rektor UII—menjadi pembina organisasi ini, tetapi pemilihan UII tentu menjadi simbol bahwa PTS tertua ini tetap menjadi salah satu rujukan model terbaik untuk PTIS di Indonesia. Tema yang akan dipilih dalam pertemuan tersebut adalah mendorong roda PTIS agar menjadi bagian dari gerakan perguruan tinggi berkelas dunia (world class university) yang telah dimulai oleh beberapa PTIS di Jawa. Sebuah gagasan aktual, visioner yang layak dipertimbangkan, akan tetapi wajar jika menimbulkan sejumlah tanda tanya besar. Apakah gagasan itu tidak terlalu dini (baca: terlalu mewah) untuk PTIS? Apakah PTIS telah dan akan siap bertransformasi diri? Continue Reading »

No responses yet

Nov 17 2009

BEBAN STATUTA

Published by under Refleksi

Oleh : Dr.H. Supardi.Drs.MM

Refkesi menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah gerakan, pantulan dari luar kemauan (kesadaran) sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar. Juga diartikan cerminan atau gambaran yang muncul karena respon di luar kesadaran (kemauan) diri. Saya mengartikan sebagai pantuluan rasa (hati) saya sebagai tanggapan yang datang dari luar walaupun di luar kemauan saya. Terhadap statuta baru UII (200) refleksi saya dapat dikelompokkan menjadi refleksi positif, refleksi negatif dan refleksi beban yang harus ditanggung sebagai implementasi. Pada tulisan ini saya menulis refleksi saya dalam pengertian beban yang menurut saya beban “berat” yang harus ditanggung oleh organisasi UII dalam implementasi statuta baru.

Beban yang pertama bisa dibaca pada pasal yang “berbau” politik praktis, yaitu pada pasal 33. Calon Rektor UII dipilih oleh senat, calon Rektor diusulkan kepada Pengurus Yayasan sebanyak 3 (baca = tiga) orang berdasarkan urutan perolehan suara terbanyak di Senat Universitas. Pengurus yayasan Badan Wakaf akan menentukan 1 diantara 3 calon yang diajukan. Sampai disini belum ada regulasi yang mengatur tentang dasar atau kriteria untuk menentukan satu calon Rektor dari 3 calon hasil pemilihan oleh Senat Universitas. Pasal ini menjadi berat lagi dilaksanakan manakala Pengurus Yayasan tidak menyenangi atau suka dengan calon Rektor dengan ranking teratas dari pemilihan yang dilakukan Senat Universitas. Semakin tidak jelas dasar dan kriterianya semakin sulit mengambil keputusan, bagi yang rasional, tetapi bagi yang tidak rasional barangkali lebih mudah tinggal ketuk palu yang ditetapkan si “A” walaupun ranking pemilihan Senat Universitas pada urutan 3 tetapi disenangi oleh Pengurus Yayasan. Inilah yang saya katakan berat menjalankannya. Bisa saja lalu ada mekanisme memilihan di Pengurus Yayasan, tetapi jumlah Pengurus Yayasan itu hanya 6 orang. Apa juga tidak berat dan terlebih lagi akan melanggar ayat yang menyatakan Pengurus Yayasan itu menentukan bukan memilih. Continue Reading »

No responses yet