Archive for October, 2009

Oct 22 2009

UII dan Advokasi Bencana Alam

Published by under Tajuk

Untuk kesekian kali, bencana alam hebat melanda Indonesia. Gempa bumi terjadi beruntun, menempati ‘rangking tertinggi’ bentuk musibah dalam sepuluh tahun terakhir dan menelan paling banyak korban jiwa. Berikut rincian beberapa bencana gempa di tanah air: yang terbaru adalah gempa berkekuatan 7,6 SR di wilayah Sumatera Barat, Rabu 30 September pukul 17.16 WIB. Gempa berpusat 57 km Barat Daya Pariaman di kedalaman 71 km. Setelah Gempa bumi dan tsunami hebat terjadi di Aceh tahun 2004, menyusul gempa bumi dahsyat di Yogyakarta tahun 2006 dan gempa Pangandaran berkekuatan 7,7 SR di tahun yang sama. Tahun 2009 ini tercatat setidaknya dua gempa hebat, yaitu gempa Tasikmalaya berkekuatan 7,3 SR dan gempa Padang dan Jambi berkekuatan 7,6 SR. Akankah masih ada gempa susulan di daerah yang sama atau di kawasan lain? Wallaahu’alam. Kita tentu tidak menghendakinya akan tetapi secara religius semuanya tergantung kepada Allah SWT. Continue Reading »

No responses yet

Oct 17 2009

Sepenggal Hikmah Mudik Ke Kampung

Published by under Refleksi

Ada seseorang yang sudah hampir 20 tahun tinggal di Jakarta, ia selalu mempunyai kebiasaan yang di mata orang banyak dinilai sangat aneh. Aneh, karena perbuatannya jarang dilakukan orang lain. Ia anak pertama duduk di bangku kuliah, sangat rajin mengumpulkan barang-barang pantas pakai. Entah itu baju, tas, buku-buku sekolah, sepeda dan banyak lagi. Dulu ada orang yang pernah bertanya padanya, untuk apa semua itu engkau kumpulkan? Dengan enteng dia menjawab. "Ini bisa untuk oleh-oleh kalau kita nanti mudik ke kampung. Bukankah barang-barang ini masih bisa dipakai di kampung ?".
Setelah beberapa tahun berlalu, barulah si penanya sadar. Rupanya apa yang dilakukan orang itu banyak positifnya. Positif bagi dirinya maupun bagi orang di kampungnya. Akhirnya, orang yang tadinya bertanya kepada si pengumpul barang, mulai saat itu ikut mencoba meniru kebiasaan baik si pengumpul barang pantas pakai. Walaupun mungkin hanya sekedar membawa oleh-oleh biskuit bikinan lokal untuk keluarga, ataupun selembar baju yang tidak mahal untuk orang tua, selalu ia persiapkan jauh-jauh hari sebelum mudik ke kampung. Memang bukan suatu kewajiban, tapi memberikan sesuatu saat jarang bertemu, seolah punya nilai tersendiri. Seolah menjadi tradisi yang baik bagi siapa saja yang pulang dari perantauan. Continue Reading »

No responses yet