Jul 27 2009

Jangan Titipkan Perjuangan Umat pada Pemerintah

Published by at 2:03 pm under Opini

Bagi saya, siapapun yang terpilih menjadi presiden, tak terlalu signifikan dalam upaya membangun umat. Karena membangun umat sangat tergantung pada kekuatan dan arah perjuangan kita sendiri. Di mana-mana yang namanya praktik kekuasaan selalu berorientasi pada ”netralitas” karena ingin merangkum semua pihak. Di negara-negara Arab pun yang hampir 100% Muslim, penguasannya selalu berada dalam dataran netral. Apalagi di negara kita, yang memiliki slogan Bhineka Tunggal Ika.

Karena itu, solusinya, jangan titipkan perjuangan umat hanya kepada pemerintah. Perjuangan umat harus dilakukan sendiri oleh umat, harus dilakukan oleh para ulama, para kiyai, pimpinan ormas, dan pimpinan pondok pesantren. Mereka harus mengkaji lagi ke depan, strategi apa yang memungkinkan untuk dijalankan. Dari pada kita menyalahkan pihak lain atau menyalahkan penguasa justru akan kontra produktif. Karenanya, mari kita menyalahkan diri sendiri, kita berbuat untuk umat, kita dekati umat, buat program-program yang memang dibutuhkan umat. Di sinilah letak kekuatan umat Islam sebenarnya.

Terkait partai Islam yang tergabung dalam koalisi SBY–Boediono, paling-paling mereka mendapat jatah menjadi anggota kabinet. Yang penting, jatah kekuasaan ini harus dimanfaatkan sebagai amanah untuk memperjuangkan kepentingan umat. Harus diperlihatkan bahwa ketika kader-kader umat memimpin departemen misalnya, kualitas kepemimpinnnya lain, kejujurannya lain, akhlaknya bisa terlihat, kemajuan departemen terbukti. Jadi jangan sama dengan pemimpin lain. Jika dalam praktiknya ternyata sama saja, justru akan merusak citra Islam itu sendiri.

Karenanya, kita jangan terlalu banyak memberikan amanah pada mereka, jangan terlalu banyak memberikan titipan perrjuangan, biar mereka menjadi anggota kabinet yang kuat, punya integritas, tidak bisa disuap, tidak memperkaya diri dan kelompoknya, tapi memperlihatkan dirinya sebagai anggota kabinet yang berpihak pada umat dan bangsa. Jika terlalu banyak berharap pada mereka, seakan-akan dapat berbuat banyak terhadap perjuangan umat Islam, ternyata dalam praktiknya tidak, kita akan kecewa. Karenanya, sebaiknya kita biasa-biasa saja, jangan berekspektasi terlalu tinggi pada mereka.

Pasalnya, yang berubah hanya menteri, sekjen, dirjen, atau direktur, sedangkan birokrat yang menopangnya tidak berubah. Bahkan masih banyak orang orba di dalam birokrasi yang memiliki team work dan main seat tersendiri, sehingga menteri sering kalah oleh kekuatan mereka. Karenanya, kader-kader umat jangan hanya mengejar jabatan politis saja, tapi juga harus mempersiapkan untuk menjadi tenaga birokrasi dan tenaga ahli yang handal. Di sinilah letak perubahan birokrasi yang harus segera ditangani.

Oleh Ustadz Didin Hafidhuddin

Sumber

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*