Aug 04 2007

Ragu-ragu

Published by at 9:28 am under Hikmah

''Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.'' (QS Al-Hujurat [49]: 15).
Ayat di atas memberikan penjelasan dan penegasan bahwa dasar keimanan kepada Allah dan rasul-Nya harus disertai keteguhan dan keyakinan dalam hati sepenuhnya. Tidak boleh ada keraguan dalam meyakini wahyu Allah dan ajaran rasul-Nya. Ragu-ragu adalah tiadanya keteguhan dan keyakinan dalam hati.
Segala bentuk ibadah keseharian kita, tentunya akan menghasilkan pahala apabila disertai dengan keyakinan dalam hati dan semata-mata hanya mengharap ridha Allah SWT. Karena percuma jika kita berjihad dan bersedekah, misalnya, tetapi masih disertai keraguan kebenaran janji Allah dalam Alquran tentang pahala yang akan diberikan nanti di hari akhir. Allah memerintahkan kita untuk pe-de dan menjauhkan keragu-raguan. Ragu-ragu atau syak merupakan penyakit hati yang harus dibersihkan oleh setiap Muslim yang beriman. Karena selain bersih jasmani, kebersihan rohani juga harus dijaga.
Firman Allah, ''Sesungguhnya Allah mencintai orang yang senantiasa bertobat dan senantiasa membersihkan dirinya.'' (QS Al-Baqarah [2]: 222). Dan Rasulullah SAW pun bersabda, ''Allah tidak menerima shalat seseorang tanpa bersuci.'' (HR Bukhari dan Muslim). Meyakini dan mengaplikasikan seruan Allah dan ajaran rasul-Nya merupakan salah satu jalan untuk memperteguh hati kita dan menghilangkan rasa ragu dalam diri yang selalu gundah. Bila kebenaran yang kita pegang, maka tak perlu gamang untuk melangkah. Apalagi bila keimanan pada Allah dan Rasul-Nya menjadi dasar langkah kita.
''Sungguh Allah tak akan menzalimi seseorang, walau sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan (sekecil zarrah) niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya.'' (QS Annisa [4]: 50). Untuk itu, mumpung kita masih bisa menghela napas dan menghirup udara segar duniawi, mari sucikan diri kita dari penyakit keragu-raguan agar terhindar dari sikap zalim. Perteballah keyakinan kita kepada Allah SWT beserta wahyu yang disampaikan rasul-Nya, sehingga kita menjadi orang yang beruntung di dunia maupun di akhirat. Insya Allah.
(Hikmah Republika by Dudu Badrusalam)

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*