Jul 23 2007

Cinta dan Persatuan

Published by at 11:30 am under Hikmah

''Tiada beriman seseorang di antara kamu, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.'' (HR Bukhari Muslim).
Islam begitu memperhatikan pentingnya persatuan yang berlandaskan cinta dan kasih sayang. Nabi Muhammad mengibaratkan indahnya persatuan itu seperti halnya bangunan yang antara komponen yang satu dengan yang lainnya saling menyatu dan menguatkan. Atau seperti halnya tubuh manusia, di mana jika ada satu bagian tubuh yang sakit, maka yang lainnya juga ikut merasakan.
Nabi berpesan syarat utama persatuan, di samping berlandaskan keimanan juga harus berlandaskan atas rasa cinta dan kasih sayang antar sesamanya. Hadis di atas menegaskan hal itu. Inilah ajaran Islam yang mulia dan terpuji. Rasulullah sebagai penganjur dan pemimpin kita, memberikan teladan, mempraktikkan, dan membuktikan betapa cinta beliau terhadap para keluarga, sanak famili, dan para sahabatnya serta umatnya melebihi cinta beliau kepada dirinya.
Menurut Imam Nawawi, pengertian cinta di sini sebaiknya dipergunakan pula untuk orang-orang yang non-Muslim dengan harapan agar dia merasa simpati oleh sikap kita dan mau memeluk Islam. Sedangkan cinta kita terhadap sesama Muslim diharapkan supaya dia tetap kuat memegang agamanya serta mempertahankan keimanannya.
Perasaan cinta itulah yang dijadikan pondasi sebuah persatuan yang kokoh dan kuat, karena falsafahnya sangat berkesan ke dalam jiwa manusia. Sebuah persatuan yang ditegakkan atas rasa saling cinta mencintai dan berdiri di atas dasar kasih sayang adalah persatuan sempurna dalam segala aspek. Sebab tidak akan ada suatu problem yang tidak dapat diselesaikan dengan baik dan damai. Tidak akan ada sikap manipulasi atau bahkan saling memolitisasi satu dengan yang lainnya.
Model persatuan seperti inilah yang dipraktikkan Rasulullah dalam membangun dunia Islam, yang kita kenal dengan istilah uswah dan ukhuwah. Ternyata praktik ini cukup efektif dan efisien dalam segala bidang menyangkut tata kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara di masa Rasulullah SAW.
(Hikmah Republika by Iffatul Muzarkasyah)

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*