Archive for December, 2006

Dec 12 2006

Video

Published by under Hikmah

Kehadiran video telah memberikan dampak atau pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat dewasa ini. Dengan video kita bisa merekam momen-momen penting dalam kehidupan kita sebagai kenangan indah.

Namun, video juga kerap dipergunakan untuk tujuan yang tidak terpuji. Tersebarnya video porno yang mungkin berdurasi hanya beberapa menit saja ke masyarakat, tidak hanya berdampak besar pada si pelakunya, tetapi juga pada keluarga, institusi, dan masyarakat. Jabatan yang tinggi bisa copot, harga diri, pamor, dan ketenaran seketika ternoda. Malu tidak hanya menimpa si pelaku tetapi juga keluarganya. Continue Reading »

No responses yet

Dec 11 2006

Menjinakkan Perasaan

Published by under Hikmah

Al-Hafidz Abu Ishak Ibrahim bin Abdurrahman meriwayatkan dari Dhamirah, dia mengisahkan, ada dua orang yang mengajukan persengketaan kepada Nabi SAW. Beliau memenangkan yang benar dan mengalahkan yang batil. Orang yang dikalahkan menyatakan ketidakrelaannya.

Temannya bertanya, ''Apa yang kamu inginkan?'' Dia menjawab, ''Kita ingin menemui Abu Bakar ash-Shiddiq.'' Maka keduanya pun berangkat untuk menemuinya. Orang yang menang berkata, ''Sesungguhnya kami berdua mengadukan persengketaan kami kepada Nabi SAW dan beliau memenangkan perkaraku.'' Maka Abu Bakar berkata, ''Kalian tetap dalam keputusan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW.'' Continue Reading »

No responses yet

Dec 09 2006

Budaya Malu

Published by under Hikmah

''Sesungguhnya sebagian yang masih dikenal umat manusia dari perkataan para nabi terdahulu adalah, 'Bila kamu tidak malu, maka berbuatlah sesukamu'.'' (HR Bukhari).

Rasa malu memang merupakan rem yang sangat ampuh dalam mengontrol perilaku kita. Sekiranya tidak ada rasa malu pada diri kita, tentu apa yang diisyaratkan hadis di atas akan benar-benar terjadi. Kita akan melakukan apa saja yang diinginkan tanpa kekangan. Kalau sudah seperti itu, maka berbagai penyelewengan dan penyimpangan tentu akan dilakukan tanpa adanya perasaan bersalah. Continue Reading »

No responses yet

Dec 08 2006

Kunci-kunci Surga

Published by under Hikmah

''Kunci surga adalah kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah.'' (HR Ahmad). Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW pernah menyatakan, ''Maukah aku tunjukkan kepadamu (Mu'adz) salah satu pintu surga?'' Dia menjawab, ''Ya.''

Rasulullah SAW menyatakan, ''Tiada daya dan kekuatan melainkan karena berasal dari Allah.'' (HR Ahmad). Hadis tersebut menunjukkan bahwa kunci surga itu tauhid dan tawakal. Keduanya ibarat akar dan buah bagi sebuah tanaman. Tanaman akan tumbuh dengan baik dan berbuah jika memiliki akar kuat yang menancap pada tanah yang subur dan dirawat dengan baik. Tauhid (iman) dapat tumbuh subur jika dipupuk dengan amal shalih. Continue Reading »

No responses yet

Dec 07 2006

Meringankan Beban Orang Lain

Published by under Hikmah

Setiap manusia akan merasakan ujian dari Allah SWT di masa hidupnya. Namun, sebagian merasakan bahwa apa yang menimpanya saat ini adalah beban yang berat untuk dipikulnya seorang diri. Padahal, di saat yang sama sebagian lain sedang dalam keadaan ujian kelapangan harta dan segala urusannya.

Jika mengacu pada tabiat kebanyakan manusia, maka mereka yang sedang dalam keadaan lapang biasanya lupa untuk membantu saudaranya yang sedang dalam kesulitan. Padahal, pahala bagi seorang beriman yang meringankan beban dan kesulitan saudaranya adalah sangat besar dan mulia di sisi Allah SWT. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan mereka yang telah berkorban untuk membantu saudaranya. Continue Reading »

No responses yet

Dec 06 2006

Kekuatan Umat

Published by under Hikmah

Kata Islam dalam Alquran disebut hanya delapan kali, sedangkan kata ummat (umat) diulang sampai 64 kali yang tersebar dalam 13 surat. Ini menarik, mengarah pada indikasi bahwa persoalan umat bisa lebih besar ketimbang persoalan Islam itu sendiri.

Umat adalah suatu komunitas yang diikat oleh kesamaan visi dan misi (ideologi). Dalam bahasa Alquran, kata umat berasal dari kata umm, yang berarti ibu. Ini dapat dipahami bahwa keberadaan umat itu sama dengan keberadaan seorang ibu. Peran keduanya tak diragukan lagi, amat penting, bahkan menentukan kelangsungan dan kemajuan hidup manusia. Continue Reading »

No responses yet

Dec 05 2006

Musibah

Published by under Hikmah

Musibah dalam bahasa Arab berarti mengenai, menimpa, atau membinasakan. Muhammad Husein Thabataba'i, ahli tafsir modern dalam kitabnya, Al-Mizan fi Tafsir al-Quran, menyatakan bahwa musibah adalah kejadian apa saja yang menimpa manusia yang tidak dikehendaki. Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muhammad bin Nasr at-Thabari pernah mengatakan, ''Apa yang menimpa manusia berupa hal-hal yang tidak dikehendaki, itu namanya musibah.'' Continue Reading »

No responses yet

Dec 04 2006

Menggapai Haji Mabrur

Published by under Hikmah Rasya

Mabrur secara etimologis berarti dibenarkan atau dianggap sah. Sebagaimana ulama fikih mendefinisikan, suatu ibadah dianggap sah jika terkumpul padanya rukun dan syarat secara bersamaan. Dengan demikian, haji mabrur adalah haji yang maqbul, yang pahalanya diterima Allah SWT.

Menurut Syekh Ali Ahmad Al Jarjawi, salah seorang ulama Al Azhar, dalam ibadah haji terdapat pendidikan moralitas dan mentalitas. Allah SWT berfirman, ''Supaya mreka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah Allah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian dari padanya dan (sebagian yang lain) berikanlah untuk dimakan orang-orang sengsara lagi fakir.'' (QS Al Hajj [22]: 28) Continue Reading »

No responses yet

Dec 02 2006

Makanan Hati

Published by under Hikmah

''Ingatlah bahwa dalam tubuh terdapat sepotong daging, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ingatlah, sepotong daging itu adalah hati.'' (HR Bukhari).

Dalam hadis di atas, Rasulullah SAW menggambarkan betapa hati mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam diri seseorang. Pantaslah kiranya, jika ia dapat disebut sebagai parameter dari segala aktivitas manusia. Hati dalam hadis di atas bukanlah hati dalam bentuk fisik yang berfungsi sebagai penyaring racun dalam tubuh. Hati yang dimaksud adalah hati yang dapat mengantarkan seseorang pada keadaan yang penuh ketenangan, kedamaian, ketenteraman, dan bahkan pada sebuah yang cinta abadi. Continue Reading »

No responses yet

« Prev