Nov 25 2006

Buah Istighfar

Published by at 8:21 am under Hikmah

Banyak orang memahami istighfar hanyalah obat dari sebuah penyakit yaitu dosa. Istighfar juga hanya dipahami sebagai bagian dari dzikir yang dilafalkan hanya pada setiap setelah selesai shalat.
Tak banyak yang mengetahui buah manis istighfar tersebut. Istighfar mempunyai rasa manis bahkan lebih manis daripada buah yang paling manis sekalipun. Telah banyak disebutkan dalam Alquran buah manis dari istighfar: ''Maka aku katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun kepada Rabb kalian, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan yang lebat kepada kalian, dan melimpahkan anak-anak dan harta kepada kalian, dan menjadikan untuk kalian kebun-kebun dan menjadikan pula untuk kalian sungai-sungai.'' (QS Nuh [71]: 10-12).
Manisnya istighfar yang lain adalah terhindar dari musibah, selamat dari bala, serta aman dari berbagai fitnah. Allah SWT berfirman, ''Dan sekali-kali Allah tidak mengazab mereka, sedangkan kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka memohon ampunan.'' (QS Al-Anfal [8]: 33).
Istighfar dapat menghapus dosa-dosa, memperbanyak kebaikan, dan mengangkat derajat. ''Dan katakanlah, 'Bebaskanlah kami dari dosa', niscaya kami akan mengampuni kesalahan-kesalahan kalian, dan kelak kami akan menambah (pemberian kami) kepada orang-orang yang bertobat.'' (QS Al-Baqarah [2]: 58).
Istighfar adalah obat yang manjur dan mujarab untuk menyembuhkan penyakit-penyakit dosa dan kesalahan. Banyak perbuatan keji dan mendzalimi diri yang telah kita lakukan, maka sebagai penyelamat adalah istighfar. Allah SWT berfirman, ''Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri, maka mereka lantas ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka.'' (QS Ali Imran [3]:135).
Jadi, barangsiapa yang menghendaki kehidupan yang baik, bahagia, tenteram hati, nyaman perasaan, serta baik kesudahannya maka hendaknya memperbanyak istighfar. Pada diri seseorang yang tekun beristighfar, akan kita temukan suatu kesenangan dan kegembiraan serta kemudahan urusan yang tak didapati pada diri selainnya.
Bahkan, Allah menjadikan istighfar sebagai syarat dalam hal keilmuan dan pemahaman agama, pemecahan masalah. Diceritakan ada salah satu ulama yang mengatakan, ''Ketika aku merasa kesulitan dengan satu masalah dan menemui jalan buntu dalam memecahkan persoalan, maka aku beristighfar kepada Allah, lalu Allah memberikan jalan pemecahan masalah tersebut kepadaku.'' Wallahu a'lam bish-shawab.
(Hikmah Republika by Siti Arfah Ali)

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*