Archive for November, 2006

Nov 30 2006

Persahabatan yang Tulus

Published by under Hikmah

Abu Sulaiman Darami berkata, ''Jangan sekali-kali engkau bersahabat kecuali salah satu dari dua macam ini. Pertama, orang yang dapat engkau ajak bersahabat dalam urusan duniamu dengan jujur. Dan, kedua orang yang karena bersahabat dengannya engkau memperoleh kemanfaatan untuk urusan akhiratmu.''
Islam sangat menjunjung tinggi persahabatan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, ''Tidakkah engkau beriman sehingga engkau mencintai sesama saudaramu sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri.''
Wujud refleksi cinta bukan hanya dalam sikapnya untuk selalu membela sesama saudaranya, tetapi tampak pula dari tutur katanya yang lemah lembut, caranya bicara yang sangat waspada. Dia takut apabila ada orang lain tersakiti hatinya karena lidahnya, walau dalam bercanda atau senda gurau sekalipun.
Lihatlah tanda-tanda persaudaraan itu; ketika kita memberi sesuatu maka dia akan menerimanya dengan rasa haru. Ketika kita dalam kesulitan, dialah orang pertama yang menawarkan diri untuk meringankan beban. Ketika dalam kegelapan, dialah manusia paling merasa bersalah karena merasa tidak memberikan pelita. Continue Reading »

No responses yet

Nov 29 2006

Dimensi Ketakwaan

Published by under Hikmah

''Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.'' (QS Al-A'raf [7]: 96)
Ibadah kepada Allah jika dilakukan secara benar dan sungguh-sungguh serta ikhlas karena-Nya niscaya akan berbuah ketakwaan. Hal ini tergambar jelas dalam surat Al-Baqarah ayat 21 dan 183, yang keduanya menjelaskan perintah untuk beribadah kepada Allah yang bermuara pada ketakwaan seorang hamba kepada Allah SWT. Ketakwaan yang mampu menghadirkan keberkahan bagi seluruh penduduk suatu negeri.
Ketakwaan yang dihasilkan seorang hamba, buah dari ibadahnya kepada Allah SWT, memiliki dua dimensi. Pertama adalah dimensi moralitas. Artinya, seorang hamba memiliki kedekatan dengan Sang Khalik, merasa diawasi, dilihat, diketahui seluruh gerak-geriknya sehingga ia mampu menjauhkan dirinya dari segala bentuk penyimpangan. Continue Reading »

No responses yet

Nov 28 2006

Bacalah!

Published by under Hikmah

''Pertama adalah kata
selanjutnya adalah kita''
Tulisan kaligrafi di atas memberi inspirasi bagi kita untuk mengakrabi dunia kata-kata. Tiap orang yang membacanya akan terkagum-kagum pada kedalaman filosofinya, sekaligus menunjukkan siapa pemilik karya tersebut. Adalah HB Jassin yang mengoleksinya di atas dinding di Pusat Dokumentasi HB Jassin, Taman Ismail Marzuki.
Kekaguman akan kaligrafi tersebut membuat kita terus merenung apa makna sebenarnya dari balik tulisan sastra itu. Tafsir atas teks di atas mengarah kepada dorongan untuk membaca. Tafsirannya kira-kira begini: Manusia berawal dari huruf, huruf merakit kata kemudian tersusunlah sebuah kalimat yang dapat dibaca yaitu MANUSIA. Kenapa? Manusia dapat dikatakan manusia ketika manusia dapat diucapkan dan dibaca melalui kata-kata. Continue Reading »

No responses yet

Nov 27 2006

Ilmu dan Iman

Published by under Hikmah Ilmu

Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang orang yang beriman diantara kamu dan orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Qs Al-Mujadillah:11).
Ayat diatas sesungguhnya memberi pesan yang dalam kepada kita sebagai manusia,perlu diingat bahwa kitalah makhluk yang di ciptakan sesempurna mungkin oleh Allah SWT,salah satu kelebihan kita dari makhluk lainnya adalah dengan diberikanya akal pikiran dan hawa nafsu. Namun sungguh naaslah manusia yang menggunakan kelebihan tersebut dengan tidak benar. Orang yang mempunyai ilmu pengetahuan dan dilandasi oleh iman yang kuat, maka mereka cenderung akan perubahan yang terjadi di sekelilingnya dengan bijaksana dan adil. Continue Reading »

No responses yet

Nov 25 2006

Buah Istighfar

Published by under Hikmah

Banyak orang memahami istighfar hanyalah obat dari sebuah penyakit yaitu dosa. Istighfar juga hanya dipahami sebagai bagian dari dzikir yang dilafalkan hanya pada setiap setelah selesai shalat.
Tak banyak yang mengetahui buah manis istighfar tersebut. Istighfar mempunyai rasa manis bahkan lebih manis daripada buah yang paling manis sekalipun. Telah banyak disebutkan dalam Alquran buah manis dari istighfar: ''Maka aku katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun kepada Rabb kalian, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan yang lebat kepada kalian, dan melimpahkan anak-anak dan harta kepada kalian, dan menjadikan untuk kalian kebun-kebun dan menjadikan pula untuk kalian sungai-sungai.'' (QS Nuh [71]: 10-12). Continue Reading »

No responses yet

Nov 24 2006

Berhala Diri

Published by under Hikmah

Menurut Nabi Muhammad SAW, jihad terbesar (jihad akbar) adalah jihad al-nafs (jihad melawan hawa nafsu). Hawa nafsu adalah dorongan untuk mendahulukan keinginan, kepentingan, dan kehendak diri. Hawa adalah egoisme, pengabdian terhadap keakuan. Hawa berasal dari sifat setan dalam diri kita. Dari hawalah lahir penentangan kepada Tuhan (kufur) dan penciptaan aturan hidup yang bertentangan dengan aturan Tuhan.
Cinta diri adalah sebab seluruh pertentangan kepada Allah dan pengumbaran dalam dosa, kejahatan, dan pengkhianatan. Segala macam cinta dunia dan kemilaunya, termasuk kecintaan pada status sosial, reputasi, kekayaan, kekuasaan, dan sebagainya, yang merupakan sumber segala kerusakan, dan kehancuran, tumbuh dari cinta diri. Malapetaka, peperangan, dan kekerasan, misalnya, berasal dari egoisme. Continue Reading »

No responses yet

Nov 23 2006

Menyambut Tamu Agung

Published by under Hikmah

Rasulullah belum tiba, tapi ingar-bingar di Madinah sudah begitu terasa. Pagi-pagi, kaum Anshar sudah bersiap-siap di luar kota untuk menyambut kedatangan Nabi. Mereka menunggu, tak peduli dengan terik musim kemarau yang sangat panas.
Ternyata Rasulullah tiba saat kaum Anshar pulang ke rumah masing-masing. Orang pertama yang melihat Rasululah adalah seorang laki-laki Yahudi. Ia berteriak lantang mengabarkan. Kaum Anshar serta-merta keluar rumah untuk menyambut kedatangan kekasih Allah. Continue Reading »

No responses yet

Nov 23 2006

Ajaran Sosial Shalat

Published by under Hikmah

Amal hamba yang pertama diperiksa pada hari kiamat adalah shalat. Jika sempurna shalatnya maka sempurna amal yang lainnya. (HR Ahmad). Shalat adalah tolok ukur utama untuk menentukan bagus tidaknya amalan seseorang, begitu kurang lebih maksud sabda Rasul SAW tersebut.
Sebagai ibadah wajib, shalat berbeda dengan ibadah yang lainnya. Dalam Alquran kata perintah yang dipakai oleh Allah untuk mewajibkan perintah shalat memakai kata iqoma yang artinya tegakkan. Kata tegak di sini mengandung pengertian bahwa shalat tidak berhenti pada pelaksanaannya saja, lebih dari itu adalah mewujudkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Karena, shalat pada dasarnya miniatur kehidupan orang beriman. Continue Reading »

No responses yet

Nov 21 2006

Mengamalkan Ilmu

Published by under Hikmah Ilmu

Islam mendorong Muslim untuk belajar dan menuntut ilmu. Menuntut ilmu bagi Muslim bukan sekadar kewajiban yang berlaku sepanjang hayat (long life education), tetapi dinilai sebagai ibadah yang dipersembahkan kepada Yang Maha Berilmu.
Menuntut ilmu membuka kesempatan bagi Muslim untuk mendapatkan surga Allah, seperti hadis: ''Siapa meniti jalan menuntut ilmu, Allah akan memudahkan jalannya menuju surga.'' (HR Muslim). Orang yang menuntut ilmu sama kedudukannya dengan jihad fi sabilillah; ''Siapa keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah (fi sabilillah) sampai ia kembali.'' (HR Tirmidzi). Continue Reading »

No responses yet

Nov 20 2006

Santun Terhadap Alam

Published by under Hikmah

Bumi Allah yang sangat indah dan menakjubkan ini menyimpan beragam kekayaan yang melimpah. Manusia berinteraksi dengan alam untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus menjaga keberlangsungan dan keseimbangan alam.
Manusialah yang seharusnya menciptakan dan menjaga hubungan yang mutual dengan alam, agar alam dapat memberikan kekayaannya kepada manusia dalam waktu lama. Namun, bila manusia berbuat ceroboh melukai alam, terkadang alam tak akan pernah mengenal belas kasihan dan permohonan maaf atas perbuatan manusia. Alam yang seharusnya menjadi berkah bagi kehidupan manusia, akan berubah menjadi tragedi bagi kehidupan manusia karena kecerobohan, keserakahan, dan aktivitas eksploitasi yang tidak terukur dan terkendali. Continue Reading »

No responses yet

Next »