Archive for October, 2006

Oct 16 2006

Budaya Konsumtif

Published by under Hikmah Keluarga

''Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.'' (QS Al-Isra' [17]: 26).
Firman Allah SWT ini sangat penting untuk dihayati dan diamalkan oleh kita yang menjalankan ibadah puasa. Karena, meski di bulan Ramadhan kita dapat menahan lapar dan dahaga, namun acapkali tak mampu untuk menahan diri dari sifat boros. Padahal salah satu hikmah ibadah puasa adalah momentum untuk membuang sifat konsumtif dan secara simultan menumbuh-kembangkan kepedulian muslim yang mampu terhadap kaum dhuafa. Continue Reading »

No responses yet

Oct 14 2006

Mengoptimalkan Iktikaf

Published by under Hikmah Rasya

Secara syara', iktikaf mengandung pengertian, ''tinggal untuk waktu tertentu di dalam masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT.'' Dasar hukumnya, di samping firman Allah SWT dalam surah Al Baqarah ayat 125 dan 187, juga hadis yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan iktikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, sejak beliau tiba di Madinah sampai dengan wafatnya. (HR Bukhari dan Muslim)
Iktikaf dapat dilaksanakan selama bulan Ramadhan dan juga di luar Ramadhan. Saat yang terbaik adalah 10 hari terakhir dalam bulan Ramadhan. Jumhur (mayoritas) ulama sepakat, iktikaf sunah hukumnya, kecuali iktikaf nazar. Mazhab Hanafi membaginya kepada yang wajib yakni, iktikaf nazar sunnah mu'akkadah pada 10 hari terakhir Ramadhan dan yang sunnah mustahab pada waktu-waktu selain 10 hari terakhir Ramadhan.
Iktikaf dimaksudkan untuk menyucikan ruh dan mengembalikannya kepada fitrah iman (QS Al A'raaf [7]: 172) dan fitrah Islam (QS Ar Rum [30]: 30) dengan berupaya mematikan kecenderungannya fujur (kefasikan) dan menghidupkan kecenderungan takwa (QS Asy syams [91]: 7-8). Membebaskan diri sementara dari kesibukan dunia agar terbebas dari penyakit al wahn, yakni hubbu al dunia wa qorohiyah al maut (cinta kepada dunia dan takut akan kematian). Continue Reading »

No responses yet

Oct 13 2006

Iktikaf di Masjid

Published by under Hikmah Rasya

Iktikaf di masjid. Inilah anjuran mulia dari agama Islam bagi orang-orang yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Iktikaf di masjid berarti berdiam diri atau mengasingkan diri di dalam masjid dengan tujuan ibadah; merenung, berintrospeksi (muhasabah), dan mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah..
Dalam sejarah (sirah) Nabi Muhammad SAW disebutkan, kebiasaan pengasingan diri di tempat sunyi dan sepi telah dilakukan sejak masa awal Rasulullah di Mekkah. Nabi SAW sendiri menjauhkan diri dari kebisingan duniawi dengan mengasingkan diri di Gua Hira, sampai kemudian menerima wahyu pertama, sebagai tanda kenabian dan kerasulannya. Pengasingan diri semacam ini biasanya disebut dengan tahannuts atau tahanuf -- bukan iktikaf.
Tidak seperti pada masa-masa awal kenabiannya, Rasulullah kembali melakukan pengasingan diri pada masa akhir kehidupannya; tidak lagi di gua, tetapi di dalam masjid. Bentuk pengasingan semacam inilah yang kemudian disebut dengan iktikaf. Nabi SAW melakukan iktikaf di masjid setelah beliau menerima perintah puasa di dalam bulan Ramadan. Continue Reading »

No responses yet

Oct 12 2006

Nuzul Alquran

Published by under Hikmah Rasya

Kembali kita memperingati turunnya Alquran kepada Nabi Muhammad SAW yang lazim disebut Nuzul Alquran. Peringatan ini dinilai penting karena dimaksudkan untuk menggugah dan meningkatkan kembali kedudukan Alquran sebagai pedoman hidup manusia dan petunjuk dalam kehidupan individu, berbangsa, dan bernegara.
Alquran telah meletakkan dasar-dasar pedoman hidup bagi umat manusia yang kedudukannya sebagai khalifah di muka bumi. Maka, sebagai khalifah kita harus taat kepada aturan main yang sudah digariskan Allah SWT. Tanpa itu manusia akan kehilangan arah dan akan bertindak sewenang-wenang yang pada akhirnya akan menimbulkan kerusakan di muka bumi. Continue Reading »

No responses yet

Oct 11 2006

Memberdayakan Dhuafa

Published by under Hikmah

Apakah pengikut Muhammad yang kali pertama menyambut seruan agama ini terdiri atas orang-orang elite atau orang-orang dhuafa? Begitu satu dari 10 pertanyaan Heraclius, raja Romawi kepada Abu Sofyan bin Harb. Jawab Abu Sofyan, ''Mereka kebanyakan dhuafa.'' Kemudian kaisar mengatakan begitulah pengikut para rasul utusan Tuhan sebelumnya. ''Bila yang Anda katakan itu benar, maka Muhammad akan menguasai tempat pijakan kedua telapak kakiku ini. Aku semula mengira bahwa rasul yang diutus itu bukan dari kalangan kaum kalian. Continue Reading »

No responses yet

Oct 10 2006

Akhlak dan Kedermawanan

Published by under Hikmah

Sedahsyat apa pun badai persoalan, seberat apa pun himpitan beban, seorang mukmin senantiasa percaya akan pertolongan Allah. Bahwa, Allah memberikan pertolongan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. Masalahnya, apakah kita ini pantas ditolong? Bahkan, pantaskah kita mengharapkan pertolongan-Nya? Maling tak pantas mengharap pertolongan polisi. Ia harus insaf dan bertobat dulu. Demikian pula adab kita di hadapan Allah. Kita boleh mengharap pertologan Allah kalau kita pantas. Kapan? Setelah kita insaf, bertobat, dan membaguskan agama-Nya. Continue Reading »

No responses yet

Oct 09 2006

Hari Raya untuk Semua

Published by under Hikmah Rasya

Suatu hari di bulan Ramadhan beberapa tahun lalu, saya pulang dengan tentengan isi belanjaan untuk persiapan hari raya. Sampai rumah, saya menemukan Basri, adik ipar saya yang berusia tujuh tahunan, sedang bermain bersama Anil, kawan sebayanya. Continue Reading »

No responses yet

Oct 07 2006

Berbagi

Published by under Hikmah

Banyak orang yang memiliki kekayaan yang berlimpah, tetapi berperilaku bakhil, kikir, dan hanya mementingkan diri sendiri. Dia tidak pernah peduli terhadap penderitaan, kesusahan, dan kesulitan orang lain, karena menganggap bahwa hal itu akan menjadi lebih baik, lebih menyejahterakan, dan lebih membahagiakan dirinya.
Sikap dan pandangan hidup seperti inilah yang secara tajam dikritik oleh Allah SWT dalam firman-Nya dalam QS Ali Imran (3) ayat 180 yang artinya: ''Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allahlah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.'' Continue Reading »

No responses yet

Oct 06 2006

Ramadhan dan Pendidikan Diri

Published by under Hikmah Rasya

Di antara ciri khas Ramadhan adalah meningkatnya kesadaran setiap Muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Suasana religius terlihat di mana-mana, dibarengi dengan tumbuh suburnya perilaku keagamaan yang terjadi di bulan suci ini. Umat Islam mempersiapkan dirinya untuk dapat lebih banyak beribadah, meningkatkan prestasi sosialnya, mengendalikan dirinya dari hawa nafsu, serta meningkatkan ketakwaannya. Continue Reading »

No responses yet

Oct 04 2006

Kriteria Tobat

Published by under Hikmah

Bulan Ramadhan dapat dijadikan sebagai syahr al-taubah, yaitu bulan tobat. Di bulan ini, kaum Muslim diperintahkan agar banyak melakukan taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, juga memperbanyak kebaikan dan amal shaleh, serta membersihkan diri dari berbagai dosa dan maksiat kepada Allah SWT.
Dalam terminologi agama, upaya kita untuk membersihkan diri dari dosa-dosa itu, dinamakan tobat. Pada intinya tobat mengandung makna meninggalkan dosa-dosa, baik kecil (al-Shaghair) apalagi besar (al-kabair) disertai penyesalan yang mendalam. Secara sufistik, tobat dipandang sebagai pangkal tolak (tangga pertama) dalam perjalanan menuju Allah (al-tawbah ashl kulli maqam). Tanpa tobat, manusia tidak bisa mendapatkan akses menuju ke jalan atau orbit Tuhan. Continue Reading »

No responses yet

« Prev - Next »