Oct 30 2006

Meraih Predikat Takwa

Published by at 8:46 am under Hikmah

Ramadhan 1427 Hijriyah sudah berlalu meninggalkan kita. Harapan terbesar setiap muslim adalah diterimanya amal ibadah selama Ramadhan, baik ibadah yang bersifat individu, maupun ibadah yang bersifat sosial.
Target akhir dari ibadah puasa yang diwajibkan Allah SWT kepada umat Islam, adalah mencapai predikat takwa, seperti yang tersurat dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 183: ''...semoga kalian menjadi orang yang bertakwa.'' Keberhasilan seorang Muslim melaksanakan ibadah puasa terlihat di luar Ramadhan. Orang yang sungguh-sungguh menjalankan amaliyah di bulan Ramadhan berupaya mengamalkan nilai-nilai puasanya di luar Ramadhan. Artinya, keberhasilan orang-orang yang berpuasa bukan pada bulan Ramadhan tetapi sebelas bulan setelah Ramadhan.
Kini, kita telah berada di bulan Syawwal yang akar katanya dari syala yasyulu syawwal artinya meningkat. Hal ini sejalan dengan makna Idul Fitri yang diambil dari kata al ied artinya kembali, dan fitrah yang berarti kecenderungan manusia untuk selalu berbuat baik. Seorang muslim yang memperoleh kemenangan memberikan pengaruh yang besar sekali terhadap prilaku sehari-hari. Kalau dia berhasil, ia menjadi seorang yang bertakwa dengan sebenar-benarnya.
Apa cirinya orang takwa? Allah SWT Berfirman, ''Orang takwa itu pertama beriman kepada yang ghaib, senantiasa mendirikan shalat, serta senantiasa menginfakkan sebagian harta yang diberikan Allah SWT kepadanya.'' (QS. Albaqarah [2]: 3). Dengan menjadi seorang yang takwa, maka orang yang berhasil dalam melaksanakan ibadah puasa, dia akan peduli kepada fakir, miskin, dhuafa. Bahkan ada ayat lain yang menyebutkan, orang takwa itu selalu menginfakkan hartanya di kala sempit maupun keadaan lapang. Artinya, orang yang berpredikat takwa dia mudah untuk berbagi.
Predikat takwa yang dicapai seorang yang berhasil dalam menjalankan ibadah puasa ditandai dengan kepekaan sosialnya yang sangat tinggi. Ia bisa merasakan penderitaan orang lain, khususnya yang fakir miskin bukan hanya pada saat puasa. Tetapi justru setelah dia puasa.
Itu sebabnya, puasa Ramadhan selalu ditutup dengan zakat fitrah. Zakat fitrah artinya peduli kepada orang lain yang tidak punya beras pada hari raya. Orang yang berhasil menjalankan ibadah puasanya kemudian meraih predikat takwa, orang tersebut ibarat seorang bayi yang baru keluar dari perut ibunya. Orang takwa, juga senantiasa memiliki keinginan untuk mengajak orang lain masuk surga, ia tidak ingin sendirian masuk surga. Surga itu tidak hanya di akhirat, tapi juga di dunia. Nah, surga dunia itu adalah bebas dari kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, penderitaan dan sebagainya.
(Hikmah Republika by Suprianto )

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*