Sep 20 2006

Berpacu dengan Waktu

Published by at 5:08 pm under Hikmah

''Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran, dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran." (QS Al-Ashr [103]: 1-3)
Demikian dalam dan padat makna surat tersebut, tidak heran dulu dua orang sahabat Rasulullah SAW jika bertemu, mereka tidak berpisah hingga salah satunya membacakan surat ini kepada yang lainnya hingga selesai. Baru setelah itu mereka mengucapkan salam dan berpisah.
Surat tersebut menyadarkan kita betapa tiap detik waktu hidup di dunia ini sangat berharga. Mereka yang lalai mengisi waktu dengan kebajikan menjadi sosok yang merugi. Betapa sedikit waktu yang dimiliki seiring dengan cepatnya pergantian siang dan malam.
Kita tidak pernah tahu berapa lama waktu yang diberikan selama hidup di dunia. Semuanya misteri dan rahasia Allah SWT. Apabila waktu yang diberikan telah habis, ''Sedetik pun tidak akan bisa dimajukan ataupun dimundurkan.'' (QS Al-A'raf [7]: 34). Maka, modal waktu yang diberikan Allah SWT harus mendapat perhatian serius, apa hasil yang ingin dicapai dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Jangan sampai kita seperti sekelompok umat di akhirat nanti yang menyatakan, ''Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkanku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?'' (QS Al-Munafiqun [63]: 10). Percuma saja menyesal pada saat itu, karena sudah berada di Yaumul Mahsyar.
Waktu adalah kehidupan kita sendiri. Bila waktunya habis, kita akan mati. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmizi dalam kitab Sahih al Jami', Rasulullah SAW bersabda, ''Belum lagi telapak manusia yang mengantarkan kita di kuburan --saat dibaringkan dalam liang lahat-- berangkat pulang, kita sudah ditanyai empat hal oleh Allah SWT, salah satu di antaranya adalah umur.'' Kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT, ke mana saja umur dihabiskan.
Tidak mengherankan, Rasulullah SAW mengingatkan, ''Ambillah kesempatan lima sebelum lima: mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum melarat, hidupmu sebelum mati, dan senggangmu sebelum sibuk,'' (HR Al Hakim dan Al Baihaqi). Seiring berakhirnya perjalanan di alam dunia, manusia memasuki perjalanan menuju akhirat. Seiring dengan merapuhnya fisik, selayaknya manusia mengisi waktunya dengan memperbanyak ibadah dan melakukan hal-hal yang bermanfaat.
(Hikmah Republika by Noni Soraya)

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*